Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 133


__ADS_3

Kini Kay dan Vito sedang duduk di hadapan kedua orang tuanya di ruang keluarga. Kay dan Vito saat ini seperti sedang menjadi terdakwa suatu tindakan kriminal yang sedang dihakimi oleh Delia dan Radit. baik Kay maupun Vito sama-sama terdiam karena tidak tahu harus berbuat apa. Sedangkan Radit terlihat sedang menenangkan istrinya yang masih tampak shock.


Tadi Delia sebelum masuk ke kamarnya, dia ingin ke kamar Vito dulu ingin menanyakan kabar keponakannya yaitu Arsa. Karena Delia mendengar kabar kalau saat ini Arsa bekerja di perusahaan Vito. Namun Delia sungguh terkejut saat mendengar pembicaraan Vito yang ingin melamar Kay. Oleh sebab itu, Delia segera membawa Vito dan Kay kembali ke ruang keluarga untuk dihakimi oleh Daddynya juga.


“Vito, apa benar yang dikatakan oleh Mommy tadi bahwa mendengar kamu akan melamar Kay?” Tanya Radit mengawali persidangan.


“Iya Dad!” jawab Vito dengan lantang.


“Apa kamu tahu kalau Kay itu adalah adik kamu?” Tanya Radit lagi.


“Iya Dad. Tapi kami sama sekali tidak ada hubungan darah. Apa dosa kalau kami menjalin hubungan? Kami saling mencintai Dad.”


“Apa benar yang dikatakan oleh Vito, Kay?” kini Radit bertanya pada Kay yang sejak tadi hanya menundukkan kepalanya.


“Iya, Dad.” Jawab Kay lirih.


“Mommy kecewa sama kalian” ucap Delia dan segera beranjak dari duduknya kemudian pergi meninggalkan ruang keluarga.


“Mom!!” panggil Kay dan Vito bersamaan.


“Sudah biarkan saja. Mungkin Mommy kalian butuh waktu sendiri.” Ucap Radit.


Kini hanya tersisa tiga orang yang sedang berada di ruang keluarga. Radit ingin menanyakan sekali lagi tentang hubungan Kay dan Vito. Awalnya Radit memang tidak percaya. Namun sudah lama sebenarnya Radit sudah memiliki firasat yang mengatakan behwa Vito menganggap Kay lebih dari seorang adik. Itu dapat dilihat dari sikap Vito yang sangat posesif pada Kay. Dan juga Kay yang sudah terbiasa dengan perhatian Vito hingga Radit dapat merasakan bahwa Kay lebih nyaman dengan Vito.


Setelah Vito dan Kay menjelaskan pada daddynya, Radit juga tidak bisa berbuat apa-apa. Lagian tidak ada salahnya juga jika mereka memiliki hubungan. selain tidak ada hubungan darah sama sekali, Radit akan lebih percaya pada Vito untuk menjaga Kay. Karena Vito sudah lama mengenal Kay.


“Kalian tenang saja. Daddy nanti akan bicara pada Mommy kalian. Sekarang lebih baik kalian istirahat. Dan ingat, kalian tidak boleh terlalu dekat lagi. Kalian harus jaga jarak karena kalian belum menjadi pasangan suami istri.” Ucap Radit.


Akhirnya Kay dan Vito sudah lega setelah Daddynya memberikan lampu hijau pad hubungannya. Kini mereka hanya menunggu Delia saja.


Setelah semua pergi meninggalkan ruang keluarga, Kini Radit masuk ke kamarnya untuk berbicara dengan istrinya. Radit dapat melihat istrinya sedang tidur dengan posisi membelakanginya.

__ADS_1


“Sayang, aku tahu kamu belum tidur. Aku mau bicara.” Ucap Radit.


“Aku nggak mau bicara kalau hanya membahas Vito dan Kay.”


Radit menghela nafasnya. Dia harus membicarakan ini semua dengan istrinya. Radit juga ingin tahu kenapa istrinya seperti tidak merestui hubungan Kay dan Vito. Dan setelah berusaha untuk meyakinkan istrinya agar mau berbicara, akhirnya Delia bangun dari tidurnya dan duduk berhadapan dengan suaminya.


“Sayang, apa kamu tidak sayang dengan Kay dan Vito?” Tanya Radit.


“Mas ini bilang apa? Mana ada seorang ibu tidak menyayangi anak-anaknya?” ucap Delia.


“Lantas kenapa kamu kecewa dengan hubungan mereka?” Tanya Radit lagi.


Mendapat pertanyaan seperti itu seketika membuat Delia menangis tergugu. Dia tidak sanggup mendengar pertanyaan yang terlontar dari suaminya. Delia benar-benar kecewa saat mengetahui Vito mencintai Kay. Namun kecewanya bukan berarti tidak merestui hubungan anak-anaknya. Delia sudah sangat menyayangi Vito dan Kay. Dia tidak mau kehilangan keduanya. Kalau hubungan mereka masih seperti kakak adik, Delia tidak akan kehilangan mereka berdua. Dan jika hubungan itu sudah berubah menjadi kekasih ataupun suami istri, Delia pasti akan ditinggal oleh Kay dan Vito. Karena mereka akan mempunyai kehidupan baru setelah menikah dan akan melupakan orang tuanya.


“Sayang, Kay dan Vito sudah sama-sama dewasa. Tidak mungkin mereka akan menemani kita selamanya. Mereka juga ingin mempunyai keluarga kecil. Dan aku yakin Vito dapat membahagiakan Kay. Karena mereka sudah terbiasa bersama sejak kecil.” Ucap Radit.


“Tapi, Mas. Bagaimana kalau mereka sudah tidak ingat lagi dengan kita?” Tanya Delia.


Delia menggelengkan kepalanya dan setelah itu menghambur ke pelukan suaminya. Delia menangis kala melihat dirinya yang meninggalkan kedua oraang tuanya setelah menikah. Dia juga tidak melupakan kedua orang tuanya. Justru sekarang lah yang membuatnya semakin sedih karena tinggal jauh dari ibunya yang sudah ditinggal pergi oleh suaminya. Ada rasa bersalah dalam diri Delia yang membiarkan ibunya tinggal sendiri. Meskipun ada Arsa yang menemaninya.


Delia masih menangis dalam pelukan suaminya. Dia kembali berfikir. Kalau saja ibunya ikhlas dan mempercayakan Radit menjaga dirinya setelah menikah dulu, kenapa dia tidak bisa seperti ibunya. Dia juga harus bisa seperti ibunya demi kebahagiaan anaknya.


“Iya Mas, aku merestui hubungan Vito dan Kay.” Ucap Delia kemudian.


Radit sangat bahagia mendengar istrinya sudah bisa menerima hubungan Vito dan kay. Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk tidur.


Keesokan harinya Vito sudah bersiap untuk pulang ke kota J. semalam Vito sibuk memikirkan mommynya yang sepertinya sangat kecewa dengan pengakuannya yang mencintai Kay. Maka, Vito lebih baik memutuskan untuk pulang saja. Mungkin dengan dia pulang, mommynya dapat berpikir dengan kepala dingin.


Di meja makan saat ini ada Radit, Delia, Kay, dan Nathan. Mereka berempat sedang menikmati makan pagi dengan tenang tanpa ada obrolan sama sekali. Kay sangat gelisah karena Vito tak juga muncul untuk bergabung di meja makan.


“pagi semuanya!” sapa Vito tiba-tiba.

__ADS_1


Kay terkejut saat melihat penampilan Vito yang sudah sangat rapi. Kay bingung mau pergi kemana pagi-pagi seperti ini. Namun Kay hanya diam. Dia tidak berani mengucapkan sepatah kata pun.


“Mom, Dad, Vito pamit pulang. Maaf jika semalam Vito sudah membuat Mommy kecewa.” Ucap Vito.


Nathan yang tidak taahu apa-apa, kini terlihat sangat bingung. Sepertinya dirinya telah ketinggalan informasi penting semalam.


“Ada apa sih ini?” Tanya Nathan. Namun semuanya terdiam. Tidak ada yang menjawab pertanyaan Nathan.


Vito berjalan ke arah Radit mengulurkan tangannya dan menciumnya dengan takzim. Setelah itu bergantian mencium tangan Delia.


“maafkan Vito Mom!” ucap Vito.


Seketika Delia melepas tangan yang tadinya dicium oleh Vito. Dan kini Delia memeluk Vito dengan erat. Delia menumpahkan air matanya hingga mengenai baju kemeja yang dikenakan Vito.


“Mommy merestui kalian. Jaga Kay dengan baik. Bahagiakan Kay”


.


.


.


*TBC


Like✔️


Komen✔️


Gift✔️


Vote✔️

__ADS_1


sudah semuakah??😘😘


__ADS_2