Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 189


__ADS_3

Kay membatalkan niatnya ke toilet karena tidak ingin membuat Desi dan Bram semakin salah tingkah akibat kepergok. Kay juga tidak mau kalau suaminya nanti justru menginterogasi Bram dan Desi.


“Sayang, katanya tadi mau ke toilet?’ Tanya Vito.


“Nanti aja Mas di rumah. Nanti kelamaan, kasihan Barra ditinggal lama.” Jawab Kay.


Akhirnya mereka berdua pulang ke rumah setelah makan malam selesai sekaligus memergoki pasangan baru yang sedang kencan. Dalam mobil pun Vito masih tidak percaya tentang hubungan Bram dan Desi. Yang dia tahu selama ini Bram selalu bersamanya dan tidak pernah dekat dengan wanita.


“Sayang, bagaimana kamu tahu kalau Bram dan Desi pacaran?” Tanya Vito.


“Emang aku seperti Mas, yang tidak pernah peduli dengan anak buahnya.” Bukannya menjawab, Kay justru mengejek suaminya.


Vito terlihat malas menanggapi perkataan istrinya. Tapi memang benar juga kalau selama ini dirinya tidak begitu perhatian dengan Bram. Jadi dia tidak tahu sama sekali apa yang sebenarnya sudah terjadi antara Bram dan Desi.


Akhirnya Kay menceritakan awal mula kedekatan antara Bram dan Desi. Itu pun hanya sekilas karena Kay juga tidak tahu sebelumnya bagaimana hubungan mereka. Dan saat Kay meminta Bram mengantarnya ke Mall, saat itu Kay meminta Bram untuk tidak terlalu dekat kalau jalan. Dan Bram seperti biasa yang sikapnya acuh. Tiba-tiba muncul ide untuk mengancam Bram yaitu akan menjodohkan Desi dengan salah satu rekan bisnis suaminya. Sontak saja Bram langsung patuh dengan perintahnya. Itu tandanya memang ada hubungan spesial antara Bram dan Desi. Bram tidak mau kehilangan Desi.


“O jadi seperti itu ceritanya?” ucap Vito sambil manggut-manggut.


“Makanya Mas sekarang harus beri Bram waktu. Jangan terus dituntut untuk siap siaga 24 jam. Dia juga butuh quality time dengan Desi.” Saran Kay.


“Baiklah, nanti akan aku pikirkan.” Jawab Vito.


Sedangkan Desi dan Bram kini sudah berada di dalam mobil menuju ke apartemen. Desi merasa tidak tenang setelah kepergok oleh suami atasannya. Entah kenapa desi berpikir kalau hubungannya dengan Bram akan ditentang oleh Vito. mengingat pekerjaan Bram yang sangat padat yaitu sebagai bodyguard keluarga Vito.


“Apa yang sedang kamu pikirkan?” Tanya Bram saat mobil yang dikendarai sudah sampai di basement.

__ADS_1


“Aku takut saja setelah hubungan kita diketahui oleh Tuan Vito.” jawab Desi.


“Takut kenapa? Apa kamu diam-diam menyukai Tuan Vito?” Tanya Bram nyeleneh.


Desi menepuk keningnya mendengar pertanyaan konyol Bram. Laki-laki yang beberapa minggu lalu resmi menjadi kekasihnya. Bisa-bisanya Bram berpikiran kalau dirinya menyukai suami majikannya.


“Bukan seperti itu. Kamu kok mikirnya gitu sih. Aku takut setelah hubungan kita diketahui oleh Tuan Vito, beliau akan menentang dan meminta kamu untuk memutuskan aku.” ucap Desi.


“Memangnya kenapa? Kenapa Tuan Vito meminta aku memutuskan kamu? Atau jangan-jangan Tuan Vito yang menyukai kamu? Apa kalian mempunyai hubungan gelap?” Tanya Bram semakin nyeleneh.


“Astaga Mas!! Kamu ini sadar nggak sih dengan yang kamu ucapkan? Maksud aku itu, kamu kan kerja dengan Tuan Vito sebagai bodyguard keluarganya. Nah pekerjaan kamu kan harus selalu siap siaga 24 jam. Aku takut Tuan Vito akan menentang hubungan kita karena kamu tidak fokus dengan pekerjaan.” Ucap Desi panjang lebar.


“Oh begitu. Ya aku harus bisa profesional lah. Kamu nggak usah khawatir.” Jawab Bram enteng.


Desi akhirnya hanya bisa diam setelah mendengar pernyataan enteng dari mulut Bram. Memang benar harus bersikap professional. Namun kalau pekerjaannya lebih banyak menyita waktu daripada hubungannya, rasanya Desi seperti tidak kuat. Entah kenapa Desi selalu ingin dekat dengan pria kulkas itu. Meskipun sikapnya dingin dan terlihat cuek, tapi Desi merasa nyaman dan terlindungi jika bersama Bram.


Bram memegang lembut tangan Desi. Kemudian Desi menoleh karena terkejut. Kemudian Bram memegang dagu Desi. Sedetik kemudian Bram mencondongkan kepalanya dan mulai mencium bibir ranum Desi. Desi memejamkan matanya saat benda kenyal itu menempel pada bibirnya. Bram masih belum menggerakkan bibirnya. dia menahan dulu untuk menetralisir kegugupannya. Setelah itu dia membuka mulutnya dan mencoba menerobos bibir manis Desi yang telah membuatnya candu.


Memang Bram tidak sering mencium Desi. Dan kali ini ciuman yang ia lakukan sedikit panas. Bram yang hasratnya mulai on, dia memberanikan diri untuk terus melu mat bibir Desi. Desi pun juga terbawa suasana dan mengikuti alur itu. Ciuman mereka terhenti ketika keduanya sama-sama merasa kehabisan pasokan oksigen. Kemudian Bram mengusap bibir Desi dari sisa salivanya.


“Maafkan aku kelepasan. Kamu tenang saja dan jangan khawatir. Secepatnya juga aku akan melamar kamu.” Ucap Bram dan membuat Desi tampak berbinar bahagia.


***


Setelah pulang dari restaurant, Kay segera membersihkan dirinya dan berganti pakaian kemudian mengambil Barra yang sedang tidur di kamar bawah. Kay menggendongnya dan menidurkan di kamarnya.

__ADS_1


Vito yang sudah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian juga sudah siap untuk tidur. Tapi sebelumnya dia menciumi Barra yang sangat pulas tidurnya. Vito sangat gemas dengan Barra hingga membuat bayi itu terusik tidurnya kemudian menangis.


“Oh Sayang, Papa nakal ya… sini minum dulu ya!” bujuk Kay menenangkan Barra sambil menyusuinya.


Vito yang mendapat pelototan tajam dari sang istri dia memundurkan langkahnya karena tidak mau mendapatkan amukan lebih dari singa betina. Dan benar saja setelah diberi asi, Barra langsung tidur kembali.


Kini Kay sudah meletakkan Barra di atas tempat tidur. Temapt tidur dengan tatanan yang masih sama yaitu dengan Kay yang berada di tengah. Vito setiap malam tidak bisa tidur kalau tidak bermain dengan wadah minum Barra.


Kay kini tidur sambil menghadap Barra, jadi posisinya membelakangi suaminya. Vito seperti biasa kembali melancarkan aksinya uaitu dengan menelusupkan tangannya di balik baju tidur Kay.


“Sayang, aku ingin!” bisik Vito sambil mengusap perut mulus Kay.


“Sabar ya Mas. Kurang beberapa hari lagi selesai nifasnya.” Ucap Kay.


Tapi Vito benar-benar sudah tidak tahan. 40 hari tidak menyentuh istrinya rasanya sangat pusing sekali kepalanya. Belum lagi ditambah saat dirinya koma pasca kecelakann, jadi lebih dari 40 hari. Malam ini Vito benar-benar tidak bisa menahan hasratnya. Jika malam-malam sebelumnya dia bisa menahan kuat hasrat itu dan hanya bermain-main pada squishy besarnya, kali ini Vito tidak mau. Dia ingin lebih dari ini.


Vito membalikkan tubuh istrinya hingga kini keduanya saling berhadapan. Dia segera melu mat bibir manis istrinya yang sudah seperti candu. Kay pun juga ikut menyeimbangi pagu tan bibir suaminya. Mata Vito sudah dipenuhi kabut gairah. Dia menuntun tangan istrinya untuk memegang sesuatu di balik celananya yang sudah berdiri kokoh bak bangunan yang dibangun menggunakan semen hol*** 😂😂


Akhirnya malam itu Vito meminta bantuan istrinya menuntaskan hasratnya dengan pemainan tangan, mulut, dan himpitan wadah minum Barra. Memang Vito merasa kurang nyaman dan masih lebih nikmat jika langsung ke sarangnya. Tapi tidak apalah yang penting sudah tersalurkan.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


__ADS_2