
Tok..tok…tok…
Radit segera turun dan menyambar kaosnya asal saat pintu kamarnya ada yang mengetuk. Pelayan hotel datang setelah beberapa menit yang lalu Radit memesan berbagai macam menu makanan.
Dan kini pesanan sudah datang.
Karena pesanannya sangat banyak, pelayan hotel itu membawa makanannya menggunakan troli agar lebih mudah. Setelah Radit menerima troli makanan, Radit menutup kembali pintunya.
“sayang ayo makan malam dulu” panggil Radit pada istrinya yang sejak tadi memasang wajah cemberut.
Bagaimana tidak cemberut, rencana Delia yang sehabis mandi sore ingin melihat sun set di pantai harus gagal karena ulah licik suaminya.
#flashback on
Baju-baju yang sudah dipersiapkan Delia sebelum pergi untu berbulan madu ternyata diganti dengan beberapa set lingerie seksi oleh Radit tanpa sepengetahuan istrinya. Hingga keesokan harinya saat Delia akan mengecek kembali barang bawaannya, Radit melarangnya agar rencananya tidak terbongkar.
Dan nyatanya rencana Radit berjalan mulus. Saat istrinya membuka koper, dia terbelalak tidak percaya dengan isi yang ada dalam koper tersebut.
“Massss!!!!!!!!!”
“apa sih sayang teriak-teriak?” Radi berdiri akan masuk kamar mandi.
“pasti ini ulah mas Radit kan???” Delia sudah tidak bisa lagi menahan kekesalannya.
“kenapa sih sayang? Ayo buruan pakai baju itu” ucap Radit sambil berbisik tepat di telinga istrinya. Dan tangannya sambil melepaskan tali bathropenya.
Seketika tubuh Delia seperti tersengat listrik dan lidahnya terasa kelu. Dia sudah tidak mampu lagi untuk mengungkapkan kekesalan pada suaminya. Justru dia menjadi tunduk dengan perintah suaminya.
Dan ya akhirnya mau tidak mau Delia harus memakai baju haram lagi. Padahal dia juga sudah protes, untuk apa memakainya toh itu tidak akan bertahan lama. Pasti akan dilepas juga. Namun bukan Radit namanya jika menerima penolakan. Radit tetap meminta istrinya untuk memakai lingerie yang sudah dia persiapkan.
Setelah memakainya, Radit melepas kaosnya hingga nampaklah tubuh atletisnya. Dia sangat terpesona dengan istrinya. Delia semakin terlihat seksi. Dan pilihan lingerie itu sangat pas di tubuh istrinya.
Setelah itu Radit menghampiri istrinya. Dia menggandeng tangan istrinya dan berjalan menuju balkon kamar. Radit membuka jendela kaca besar itu dan keluar.
Ternyata di balkon sudah tersedia satu kursi beebahan besi berukuran memanjang yang biasanya digunakan untuk berjemur. Mungkin kursi itu memang sudah disediakan oleh pihak resort untuk tamunya yang tidak sempat berjemur ke pantai atau tidak sempat melihat sun set.
“sini sayang”
__ADS_1
Radit menarik lembut tangan istrinya agar segera bergabung dengannya untuk duduk di kursi. Kemudian mereka berdua duduk selonjoran berdua. Mereka bisa secara langsung melihat sun set tanpa harus susah-susah ke pantai.
“lihat sayang, mataharinya sebentar lagi akan tenggelam”
Delia tersenyum. Ternyata memang sangat indah pemandangan pantai jika dilihat dari posisinya berada sekarang. Delia juga tidak menyangka bahwa ide suaminya memang tidak dapat diragukan lagi.
“kamu tadi kan minta ingin lihat sun set, sekarang sudah bisa lihat kan?”
“iya mas. Bagus sekali pemandangannya jika dilihat dari sini”
Kini posisi Delia sudah berpindah. Dia duduk bersandar di dada suaminya. Mereka menikmati udara sore hari yang dengan romantis. Radit melingkarkan tangannya ke perut istrinya.
Dan saat matahari sudah tenggelam penuh. Sama halnya dengan kedua insan yang sedang dimabuk asmara itu juga tenggelam dalam memadu kasih. Entah bagaimana keduanya itu memulai. Yang pasti saat ini mereka sedang memadu kasih di bawah sinar rembulan yang baru saja muncul menggantikan matahari.
Pergulatan mereka di balkon adalah hal baru yang belum mereka lakukan sebelumnya. Keduanya sama-sama terbakar oleh gairah yang sangat membara.
Tak cukup mereka kegiatan panas itu mereka lakukan di balkon. Radit segera mengajak istrinya berpindah tempat yaitu ke tempat tidur.
Mereka berdua melakukan berulang kali dan mengalami berulang kali pelepasan juga. Radit tidak memikirkan istrinya yang tenaganya hampir terkuras penuh. Dia terus saja memacu kenikmatan itu hingga melewatkan makan malamnya. Makan malam yang harusnya dilakukan jam 7 malam, kini berubah dan agak terlambat menjadi jam 8 malam.
Dan saat pelepasan terakhirnya, Radit baru menyadari bahwa istrinya benar-benar kelelahan. Dia mengecup kening istrinya dan meraih ponselnya untuk memesan makan malam.
Kini Delia dan Radit menikmati makan malamnya yang sempat tertunda. Radit segera melepas kaosnya kembali dan memberikan pada istrinya agar dipakai sementara. Karena memang tidak ada baju. Tidak mungkin juga Delia memakai baju haram lagi, yang ada suaminya nanti akan mode on lagi.
“banyak banget sih mas makanannya?”
“iya sayang, semuanya buat kamu. Karena tenaga kamu sudah banyak terkuras tadi” goda Radit dan membuat Delia semakin cemberut.
Setelah menyelesaikan makan malamnya, Radit menuju kamar mandi untuk mengisi air dalam bath tube. Kemudian mengajak istrinya mandi.
“ayo sayang kita mandi dulu biar badan kamu segar”
Delia sebenarnya merasa bersalah pada suaminya. Karena sejak tadi dia memasang wajah cemberut, hingga suaminya yang bergerak untuk melayani dirinya dengan menyiapkan air untuk mandi bersama. Harusnya itu adalah tugasnya sebagai istri, bukan tugas suami.
Karena tidak ingin membuat dirinya semakin bersalah, Delia segera beranjak dari duduknya dan segera mengikuti suaminya masuk ke kamar mandi.
Belum ada sepuluh menit, Delia merasa bersalah pada suaminya kini dia harus mencabut kata-katanya tadi. Dia kembali kesal pada suaminya. Ternyata suaminya menyiapakan air untuk mandi bersama sudah ada rencana lain yang tersembunyi. Dan lagi-lagi kegiatan panas itu terjadi lagi di dalam bath tube.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan mandi bersama sekaligus mandi besar, delia segera membungkus tubuhnya dengan bathrope kemudian segera tidur. Karena memang tenaganya sudah habis dan dia juga sangat mengantuk.
Radit tersenyum melihat istrinya yang cemberut dan kini sudah bergelung dengan selimut tebal di tubuhnya. Akhirnya Radit juga ikut menyusul istrinya untuk tidur.
Keesokan harinya mereka berdua bangun cukup siang hingga melewatkan sarapannya. Delia merasakan badannya sangat capek. Dia juga jadi enggan untuk bangun. Dia ingin tidur saja seharian di kamar agar tenaganya pulih dulu.
Radit bangun dan segera mencuci mukanya. Setelah itu dia memesan makanan untuk sarapan yang sudah sangat terlambat.
Kini makanan mereka sudah datang. Kemudian radit mengajak istrinya untuk makan dulu, setelah itu memperbolehkannya tidur lagi.
Saat sedang menikmati makanannya, tiba-tiba ponsel Radit bordering. Radit mengangkatnya. Delia tidak mendengar apa yang diucapkan oleh orang yang menelepon suaminya, namun melihat perubahan wajah suaminya yang sangat serius sepertinya memang ada hal yang sangat penting.
“sayang” panggil Radit pada Delia setelah mengakhiri panggilannya.
“ada apa mas?”
'‘aku ada pekerjaan yang sangat penting lusa. Apa kamu akan marah jika kita pulang besok malam?” radit takut membuat istrinya kecewa karena bulan madunya sedikit mengalami kendala. Radit semakin merasa bersalah saat istrinya hanya diam saja.
“aku janji setelah urusan pekerjaan selesai, kamu mau kemana aku akan menurutinya” Radit memegang lembut tangan istrinya.
“iya mas. Nggak apa-apa ko’, mas Radit nggak usah khawatir”
“benarkah? Makasih sayang” Delia mengangguk dan Radit mencium kening istrinya.
“ya sudah bagaimana kalau hari ini dan besok kita gunakan untuk jalan-jalan?” Delia menggelengkan kepalanya.
“besok aja mas kita jalan-jalannya sekalian beli oleh-oleh.
Hari ini badanku capek sekali. Aku ingin istirahat saja. Lagian aku juga nggak ada baju”
“ya sudah kalau gitu. Maaf ya sayang. Setelah ini aku akan keluar sebentar membeli pakaian untuk kamu. Kamu istirahat saja”
Delia mengangguk dan tersenyum.
*TBC
*Jumat mubarak jangan lupa bersedekah ya👌👌😍
__ADS_1
*_author newbie_💕💕