
Pagi-pagi sekali Kay dan Vito sudah berada di bandara untuk segera terbang ke Maldives Island. Vito sengaja mengambil jadwal penerbangan pagi karena sudah tidak sabar lagi untuk melakukan malam pertamanya dengan Kay. Memangnya yakin Vito akan melakukannya saat malam nanti. Meskipun nanti dia dan istrinya sampai Maldives siang atau sore hari? Tidak mungkin Vito kuat menahannya untuk menunggu malam. Jadi Malam pertama hanya istilah saja bagi Vito.
Kini Kay dan Vito sudah berada di dalam pesawat. Sejak tadi Vito tidak melepaskan tautan tangannya dengan tangan Kay. Vito sudah tidak sabar lagi menunggu beberapa jam agar pesawat yang ditumpanginya landing di pulau Maldives.
Semalam sejak tahu istrinya sudah selesai siklus menstruasinya, Vito sebenarnya ingin menodai istrinya malam itu juga. tapi sayang Kay dengan cepat menahannya.
“Mas, jangan sekarang.” Cegah Kay saat Vito sudah menindih tubuh Kay.
“Kenapa Sayang?” Tanya Vito heran.
“Kita lakukan besok saja saat bulan madu Mas. Apa Mas mau besok aku nggak bisa jalan dan kita batal bulan madu?” Tanya Kay.
“Baiklah.” Ucap Vito dan segera berbaring di samping Kay.
Vito harus menahan hasratnya lagi sampai besok. Tapi tidak apa-apalah yang penting rencana bulan madunya maju satu hari sudah membuat hati Vito bersorak gembira.
Kay kini sedang tidur di bahu Vito. Karena perjalanan yang cukup lama, Kay lebih memilih untuk tidur saja karena belum tentu nanti saat sampai resort dia bisa beristirahat dengan tenang. Vito tersenyum hangat melihat wajah cantik istrinya yang kini sedang terlelap dalam pelukannya.
Beberapa jam sudah berlalu. Pesawat yang ditumpangi Vito kini sudah mendarat di bandara. Kemudian diantar jet pribadi yang kini sudah sampai tepat dekat resort yang sudah ia reservasi. Vito turun dari jet dengan menggandeng mesra tangan Kay.
“Ayo Sayang kita segera menuju Villa” Ucap Vito.
“Cepat sekali Mas, padahal Kay masih ingin tidur” balas Kay.
“Iya nanti kamu bisa lanjutin lagi tidurnya saat kita sudah ada di villa.” Ucap Vito tersenyum.
“Memangnya Kay nanti Mas ijinin untuk tidur lagi?”
“kamu tahu aja sih Sayang.” Jawab vito sambil memencet gemas hidung Kay.
Kini Vito sudah menggandeng tangan Kay menuju resort. Vito memilih Villa beach untuk menghabiskan bulan madunya dengan sang istri.
Kay sangat takjub dengan pemandangan pantai yang sangat indah di depan matanya. Ini adalah pertama kalinya Kay melakukan perjalanan wisata ke pulau Maldives. Pulau yang sangat terkenal dengan keindahan pantai pasir putihnya dan air pantai yang sangat jernih seperti kaca. Karena keindahan pantai inilah, banyak turis menghabiskan liburan mereka di pulau ini. Dan kebanyakan yang berwisata di pulau ini adalah sepasang suami istri yang sedang berbulan madu.
Vito dan Kay segera masuk ke villa yang sudah mereka sewa selama 5 hari ke depan. Villa dengan fasilitas mewah bak hotel berbintang kini ada di atas hamparan pantaai pasir putih yang sangat indah. Bahkan di villa beach itu ada kolam renang khusus yang terletak di depan villa dan menghadap langsung ke pantai. Sungguh pemandangan yang sangat menyejukkan mata.
__ADS_1
“Kamu suka Sayang?” Tanya Vito saat sudah memasuki kamarnya.
Sementara Kay sudah bisa melihat keindahan pantai saat baru saja membuka jendela kaca besar yang ada di kamarnya.
“Sangat suka Mas. Aku ingin snorkeling. Karena air pantaainya sangat jernih.” Ucap Kay antusias.
“Iya besok kita akan snorkeling bersama. Sekarang lebih baik kita snorkeling dalam kamar dulu.” Ucap Vito sambil berbisik tepat di telinga Kay.
Seketika Kay meremang saat mendengar bisikan sensual dari bibir suaminya, bahkan tubuhnya merasa sangat gugup. Apalagi saat ini kulit tubuh Kay menyentuh kulit tubuh suaminya. Dengan cepat Kay berbalik dan dia sangat terkejut.
Entah sejak kapan Vito sudah melepas kemejanya. Dan kini hanya bertelanjang dada dengan memakai celana berbahan kain.
Kay kesusahan menelan salivanya. Dia melihat dada bidang suaminya dan perutnya yang seperti roti sobek. Pikiran Kay sudah traveling dan liurnya hampir menetes saat melihat keindahan yang terpampang di depan matanya saat ini.
“Kenapa Sayang? Kamu mau pegang?” Tanya Vito.
Kay bergeming. Dia masih sibuk dengan otaknya yang masih treveling. Perlahan Vito memegang tangan Kay dan mengarahkannya ke arah dadanya. Tanpa sadar tangan Kay meraba dada suaminya yang membuat Vito mengeram.
“Sayang, kita lakukan sekarang ya?” pinta Vito dengan mata sayunya. Kay seperti terhipnotis kemudian mengangguk samar.
Vito memulainya dari atas. Dengan menciumi kedua mata Kay kemudian turun ke bibir. Vito ******* lembut bibir Kay. Bibir yang sudah menjadi candunya. Kay juga sudah pandai menyeimbangi ciuman suaminya.
Decapan dari kedua bibir Kay dan Vito kini mengisi keheningan dalam kamar mereka. Vito masih terus memagut bibir manis Kay dengan posisi Kay berada dalam kungkungannya.
Setelah cukup lama, Vito melepaskan pagutan bibirnya dari bibir Kay agar Kay bisa menhirup oksigen sebanyak-banyaknya. Setelah itu Vito turun ke leher jenjang Kay. Vito menciuminya dan meninggalkan tanda merah disana.
Suara ***** Kay lolos begitu saja saat Vito sudah berada di atas dua buah favoritnya. Vito lama memainkannya, bahkan Kay juga semakin menikmatinya.
Kay semakin tak karuan dengan perbuatan suaminya yang sangat menikmati permainan di atas bukitnya. Bahkan Kay memegang kuat kepala Vito dan tanpa sadar Kay semakin membusungkan dadanya. Lama-lama Kay juga menuntun kepala suaminya agar bergantian untuk memgecup ujung buah yang menyerupai kismis itu.
Kay sudah sudah mengalami pelepasan untuk pertama kalinya saat Vito memainkan jari dan bibirnya pada inti itu.
Kay yang baru pertama kalinya mengalami pelepasan merasa sangat aneh. Yaitu rasa nikmat yang tidak dapat diungkapkan dengan kata-kata tapi hanya dapat diulang terus dengan melakukan tindakan nyata. Bahkan Kay tadi sempat menjambak rambut suaminya dengan kuat saat tubuhnya mengejang. Dan diakhiri dengan suara ******* panjang dari bibir Kay menandakan Kay sudah *******.
Vito sudah tidak tahan lagi ingin segera menembus pertahanan milik Kay. Dengan gerakan cepat, Vito sudah melepaskan boxer dan cd nya. Hingga tampaklah batang tumpul nan kokoh milih Vito.
__ADS_1
Kay membelalakkan matanya sempurna saat baru pertama kalinya melihat senjata ampuh milik suaminya. Kay tak percaya dengan ukuran itu. Dia kesusahan menelan salivanya saat membayangkan batang itu masuk penuh ke dalam intinya. Apakah muat?
Vito perlahan mengarahkan ujung batangnya tepat di bibir inti Kay. Batang itu sudah sangat tegang, dan bibir inti Kay juga sudah basah. Vito menekannya dengan perlahan.
“Mas!” lirih Kay.
“Iya Sayang, ada apa?” Tanya Vito tapi tangannya masih fokus menekankan batang itu.
“Kecilin dulu!” jawab Kay.
“Maksudnya apa Sayang?” Tanya Vito bingung.
“Itu, milik Mas Vito kecilin dulu. Biar bisa masuk.” Ucap Kay polos.
Demi apapun Vito ingin sekali tertawa terbahak saat mendengar ucapan polos sang istri. Namun hasrat Vito yang sudah sangat besar hingga mampu menahan tawanya.
“Sayang, aku akan pelan-pelan. Kamu tahan sebentar ya mungkin akan sakit saat di awal saja.” Ucap Vito meyakinkan.
Dengan berbagai usaha, bahkan Vito akhirnya sedikit mendorong batang tumpul itu dengan paksa karena lubang inti Kay sangat sempit.
Kay sempat menitikan air matanya karena menahan rasa sakit saat pertama kalinya Vito berhasil menjebol pusat intinya. Namun dengan cepat Vito ******* lembut bibir Kay untuk memberikan kenyamanan. Dan setelah memberi jeda waktu sebentar, Vito perlahan menggerakkan pinggulnya. Kay yang tadi merasa kesakitan, berangsur hilang rasa sakit itu dan terganti dengan rasa nikmat yang tidak ada bandingannya. Cukup lama mereka berpacu dalam keringat kenikmatan. Akhirnya mereka berdua bisa mencapai puncak bersama.
Akhirnya sore itu di pulau Maldives, Vito sudah meninggalkan gelar perjakanya. Begitu juga dengan Kay yang sudah meninggalkan gelar perawannya.
.
.
.
*TBC
Akhirnya unboxing juga😂😂
dag dig dug smg cepat lolosnya.
__ADS_1
Maaf jika kurang HOT🙏🙏😂😂