Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
S2 eps 165


__ADS_3

Pukul 11 malam Vito batu saja menginjakkan kakinya di rumah. Pria tampan yang kini berstatus sebagai suami Kay itu wajahnya tampak kusut setelah ada kejadian yang sangat membuatnya emosi.


#Flashback on


Setelah masuk ke dalam ruang kerjanya, Vito mempunyai ide untuk menghubungi salah satu temannya yang mempunyai usaha jasa menyewakan seorang bodyguard. Ya, Vito memutuskan untuk mencari bodyguard yang akan menjaga istrinya kemanapun dia pergi. Sedia payung sebelum hujan. Begitulah pepatah yang sangat cocok menurut Vito.


Vito berjaga-jaga saja jika Evan berbuat nekat dan akan mengambil wanita yang sangat dia cintai. Terlebih dirinya sudah membatalkan kontrak kerjasama dengan perusahaan Evan. Pasti pria bajingan itu sangat marah dan merasa sangat dirugikan meskipun Vito sudah membayar denda atau pinalti. Jadi Vito tidak ingin kemarahan Evan berakibat dengan menggunakan istrinya sebagai alat.


Vito menekan no ponsel dengan nama id Victor. Salah satu temannya yang mempunyai usaha menyewakan bodyguard. Vito juga tahu sendiri bagaimana kualitas dan kinerja bodyguard yang bernaung di bawah pimpinan Victor.


“Halo!” sapa Vito saat panggilannya sudah tersambung.


“Halo brother! Lama tidak ada kabar. Ada apa gerangan?” jawab Victor.


“Aku sedang membutuhkan bantuan kamu. Bisakah kita bertemu?” tanya Vito to do point.


“Nanti malam jam 8 datanglah ke Club Z” jawab Victor dan Vito segera memutuskan sambungan teleponnya.


Akhirnya waktu itu pun tiba. Jam setengah 8 Vito sudah menuju Club Z dimana dia alan bertemu dengan Victor. Sampai disana, suara dentuman musik yang sangat keras begitu memekakkan telinga. Ditambah lagi dengan cahaya temaram dan lampu kelap-kelip yang menghiasi ruangan itu.


Vito kesusahan mencari keberadaan Victor. Dia memutuskan untuk menghubunginya meskipun sangat tidak mungkin panggilannya dijawab oleh Victor. Tapi apa salahnya jika dicoba dulu. Kemudian Vito mengambil ponselnya, dan bertepatan dengan istrinya sedang menghubunginya. Reflek Vito menerima panggilan itu. Tapi setelah itu dia segera memutuskannya karena tidak mungkin Kay akan mendengarkan suaranya.


Akhirnya Vito dapat menemukan keberadaan Victor. Dia segera menghampiri pria bertubuh kekar dengan kulit sawo matang dan terdapat tato daun maple pada lengan bagian kanannya.


“Hai Vit, ada apa?” tanya Victor.


“Aku ingin menyewa salah satu anak buahmu.” Jawab Vito.


“Buat apa?” tanya Victor lagi.


Akhirnya Vito mengatakan bahwa dia sangat membutuhkan seorang bodyguard yang akan menjaga istrinya kemanapun dia pergi. Vito juga mengatakan dia ingin seorang bodyguard yang benar-benar sangat bisa diandalkan. Kemudian Victor mengangguk. Dia akan mengirim bodyguard itu besok ke rumahnya. Jadi Viyo segera memberikan alamat lengkap rumahnya pada Victor.


Vito menjabat tangan temannya itu sambil mengucapkan terima kasih. Setelah itu dia segera pergi meninggalkan tempat itu. Jujur Vito sudah tidak tahan dengan bau alkohol uang menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya.

__ADS_1


#Flashback off


Keadaan rumah sudah sangat sepi. Vito segera masuk ke dalam kamarnya. Disana dia melihat istrinya tengah tertidur sambil membelakanginya. Ada sedikit rasa bersalah dalam hatinya karena telah mengacuhkan istrinya hari ini. Tapi itu semua bukan karena niat Vito seperti itu.


Kemudian Vito melepas sepatu dan meletakkan jasnya di kranjang pakaian kotor. Dia akan membersihkan diri terlebih dulu setelah itu akan menyusul istrinya ke alam mimpi. Karena badan Vito juga terasa sangat lelah.


Setelah beberapa saat membersihkan diri dan mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur, dia segera manaikki ranjang. Vito memposisikan tubuhnya miring dan berada tepat di belakang istrinya. Vito melingkarkan tangannya ke tubuh istrinya sambil sedikit membelai perut buncit istrinya. Dia juga mengendus aroma tubuh istrinya pada leher jenjangnya. Sejenak Vito merasa sangat rileks. Seakan mendapat energi positif.


Vito masih mengendus-ngendus leher Kay hingga sang empunya merasa terganggu tidurnya. Kay berusaha membuka matanya meskipun sangat sulit. Setelah itu dia merasa ada tangan yang sedanh melingkar di perut buncitnya. Kay terkesiap dan segera berbalik badan.


“Mas?” lirih Kay.


“Sudah malam Sayang, lebih baik kita tidur. Besok aku akan menjelaskan semuanya.” Jawab Vitobseakan mengerti maksud istrinya saat melihat sorot mata Kay.


Kay mengangguk pelan dan akhirnya tidur kembali. Vito mengecup kening istrinya kemudia ikut tidur juga. Kini mereka berdua sudah tertidur dengan posisi berhadapan dan saling memeluk.


Keesokan paginya Kau sudah terbangun dari tidurnya. Dia melihat kesamping ternyata suaminya sudah tidak ada. Kay sedikit kecewa karena suaminya bangun begitu saja tanpa membangunkannya juga. Setelah itu Kay segera masuk ke kamar mandi untuk cuci muka.


“Pagi Sayang!” sapa Vito saat melihat istrinya sudah berada di dapur.


Kay sedikit heran kenapa suaminya ada di dapur jam segini. Dan juga ada Papanya disana.


“Ini aku buatkan bubur ayam buat kamu. Ayo dimakan mumpung masih hangat.” Ucap Vito.


“Itu buatan Papa bukan suami kamu” ucap Gio tiba-tiba dan Vito hanya mencebik kesal.


Kay segera duduk dan memakan bubur ayam itu. Jujur saja


Kay juga sangat lapar karena kemarin malam makannya hanya sedikit karena sedang memikirkan suaminya.


“Pelan-pelan Sayang makannya. Aku nggak akan minta ko'” ucap Vito sambil mengusap bibi Kay yang sedikit belepotan.


Kay tidak menjawab. Dia kembali melanjutkan makan bubur ayamnya. Tapi dalam benak Kay masih memikirkan tentang kemana suaminya semalam pergi.

__ADS_1


Selesai makan, Kay bergegas menuju ruang tengah dan diikuti oleh Vito. Kay masih diam. Dia menunggu suaminya berbicara terlebih dulu dan menjelaskan semuanya.


“Sayang, aku minta maaf karena semalam tidak memberikan kabar.” Ucap Vito.


“Hmmm” jawab Kay.


Vito menarik nafas panjang sebelum menceritakan semuanya. Dia tahu jawaban singkat istrinya menandakan kalau istrinya sedang marah. Akhirbya Vito menceritakan tentang kepergiannya semalam yaitu ke club untuk bertemu dengan temannya. Vito mengatakan akan menyewa bodyguard untuk menjaganya. Kay sempat menolak tapi Vito menjelaskan kalau dia tidak mau istrinya kenapa-napa. Vito tidak menceritakan tentang Evan pada Kay. Karena jujur dia masih sangat marah jika mengingat ucapan pria bajingan itu.


“Ya sudah terserah Mas saja.” Jawab Kay.


“Maaf Tuan ada tamu di depan” ucap pembantu Vito.


Vito tahu tamu itu adalah bodyguard yang akan menjaga istrinya. Dia segera mengajak Kay untuk menemui dan berkenalan langsung dengan bodyguard itu.


“Selamat pagi Tuan. Perkenalkan saya Bram. Orang yang ditunjuk bos Victor untuk menjaga istri anda.” Ucap Bram.


Vito sangat tidak percaya dengan bodyguard yang dipilibkan oleh Victor. Bagaimana mungkin ada bodyguard dengan wajah tampan yang hampir sepadan dengan dirinya. Bagaimana jika nanti istrinya suka dengan Bram. Atau justru Bram yang akan menyukai istrinya.


“Usia kamu berapa?” tanya Vito tegas.


“29 tahun Tuan” jawab Bram tegas.


Dengan wajah sedikit pias, Vito mempersilakan Bram duduk kembali. Kemudian dia meraih ponselnya dan akan menghubungi Victor.


.


.


.


*TBC


Happy reading. jangan lupa utk tebar vote, gift, like, dan komennya👌😍😍😘😘

__ADS_1


__ADS_2