Mencintai Kekasih Sahabatku

Mencintai Kekasih Sahabatku
Eps 37 Putuskan Kekasihmu


__ADS_3

“ini vitamin kamu tadi ketinggalan di ruanganku” ucap Radit sinis sambil memandang Delia.


“maksudnya apa sayang? Kalian sudah kenal?” Tanya Angga bingung


“eh..ehm i..iya Pak Radit klient yang sedang mengontrak jasaku untuk mengiklankan industry barunya, dan vit-“ penjelasan Delia terpotong


“vitamin nona Delia yang ketinggalan saat tadi habis pingsan”


“apa?? Sayang kamu pingsan? Kenapa? Kamu ko’ nggak bilang?” Angga sangat khawatir


Sedangkan Radit melihat Surya mengkhawatirkan Delia sangat muak. Padahal tadi niatnya ingin membuat Surya curiga, malah berbanding terbalik dengan apa yang diharapkan.


“thanks ya bro udah nolongin cewek gue” ucap Surya


“hmm” jawab Radit sinis sambil menatap tajam mata Delia.


Setelah acara pertemuan dadakan sekaligus pertemuan tak diharapkan khususnya oleh Radit dan Delia, akhirnya mereka bertiga pulang. Delia pulang diantar oleh Angga, sedangkan Radit pulang sendiri.


Tanpa Angga dan Delia sadari ternyata Radit mengikuti mereka dari belakang.


**


Keesokan harinya, Delia bekerja seperti biasanya. Hari ini meeting di perusahaan Radit lagi, melanjutkan meeting kemarin yang sempat tertunda gara-gara Delia pingsan.


Tapi hari ini yang menemani Fadhil meeting bukan Delia tetapi temannya yang lain karena Delia masih ada pekerjaan lain yang tidak bisa ia tinggalakan. Sebenarnya bisa saja dia meminta bantuan pada temannya, tetapi memang dia tidak ingin bertemu dengan Radit.


Meeting pun dimulai, Radit sejak tadi sudah senyum-senyum sendiri karena akan bertemu dengan sang pujaan hati. Saat dia masuk ruangan meeting pun senyumnya tidak surut. Dia tidak menyadari kalau yang duduk di sebelah Fadhil bukanlah Delia. Hingga Radit menyadari saat yang maju untuk presentasi bukanlah orang yang diharapkan melainkan Fadhil.


“siapa yang menyuruh kamu untuk presentasi?” pertanyaan Radit sontak membuat seisi ruangan menjadi horror.


“ehm.. hari ini saya sebagai ketua tim editor yang presentasi, karena rekan saya nona Delia ada pekerjaan lain” jawab Fadhil seolah paham kalau Radit mencari Delia


“ya sudah lanjtkan” ucap Radit cuek, karena moodnya sudah berantakan


Akhirnya meeting pun selesai. Radit menyerahkan semuanya pada Kevin. Karena sejak tahu ketidak hadiran Delia, Radit jadi tidak fokus mengikuti jalannya meeting.


Sedangkan Delia saat ini juga sibuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia harus menyelesaikan sebelum deadline karena minggu depan dia akan mengambil cutinya selama seminggu untuk pulang ke kota B lantaran abangnya akan menikah.


Semenjak Delia lulus kuliah, dia sudah bisa membatasi sikap manjanya pada abang tercintanya. Pikirannya sudah terbuka, bahwa tidak selamanya abangnya itu mau menuruti semua kemauannya apalagi sifat manjanya. Delia sadar bahwa abangnya juga butuh orang lain yang membuat harinya berwarna. Dan semenjak saat itulah Ade mulai menjalin kasih dengan seseorang hingga sampai saat ini akan menikahinya. Delia saat itu senang senang sekali mendengar kabar bahagia bahwa abangnya akhirnya menikah juga.

__ADS_1


Jam sudah menunjukkan waktunya untuk pulang. Delia segera membereskan berkas-berkasnya kemudian pulang. Seperti biasa Delia pulang ke apartemennya dia berjalan kaki.


Dalam perjalanan pulang Delia menjumpai seorang bapak-bapak yang sudah tua berjualan manisan dan asinan. Dia melihat bapak itu hanya sendirian artinya tidak ada yang membeli dagangannya. Akhirnya Delia memutuskan untuk membeli. Dia membeli 5 bungkus manisan dan 5 bungkus asinan. Dan setelah itu dia melanjutkan perjalanan pulang. Dari jauh ternyata ada orang yang mengawasinya di dalam mobil yaitu Radit.


Radit sengaja pulang lebih awal karena ingin menemui Delia ke apartemennya. Dia ingin memberi hukuman karena Delia telah berani absen dari meeting tadi siang. Hingga disini lah Radit menunggu Delia keluar dari kantor dan mengikutinya pulang.


“ngapain juga dia beli jajanan di pinggir jalan? Sangat tidak higienis” gumam Radit di balik kemudinya saat tahu Delia membeli jajanan di pinggir jalan.


Radit terus saja mengikuti langkah kaki Delia sambil mengemudi pelan-pelan. Mobil Radit tiba-tiba berhenti karena Delia juga berhenti. Radit melihat Delia mendatangi kerumunan anak-anak kecil yang sedang di depan sebuah gang perkampungan sebelum apartemen dimana Delia tinggal. Radit tidak menyangka dengan yang dilakukan Delia pada anak-anak itu. Delia membagikan jajanan yang dibelinya tadi.


“sungguh mulia sekali hati kamu del. Bahkan aku dulu tidak pernah melihat Viviane seperti kamu, meskipun Viviane juga gadis sederhana” gumam Radit takjub pada perbuatan Delia.


Delia menyisakan satu bungkus manisannya untuk dia makan sendiri nanti.setelah membagikan jajanannya Delia segera pulang menuju apartemennya.


Setelah sampai Delia segera membersihkan diri kemudian memasak. Itu sudah menjadi rutinitas Delia setelah pulang bekerja dia memasakuntuk makan malamnya sendiri.


Disaat sedang memasak, Delia mendengar bel apartemennya berbunyi. Dia sedikit bingung siapa yang datang. Angga juga tidak mungkin, karena tadi pagi sudah menghubunginya kalau dia keluar kota bersama papanya. Ya, meskipun Angga menolak untuk bekerja di kantor papanya, tapi lama-lama dia juga nggak enak dengan papanya. Meskipun tidak bekerja full time, hanya membantu saja. Karena Angga juga memiliki usaha sendiri yaitu café.


Delia membuka pintu untuk memastikan siapa yang datang di tengah proses memasaknya. Delia sangat terkejut saat membuka pintu. Dia tidak menyangka seseorang yang tadi siang dihindarinya sekarang ada di balik pintu apartemennya. Dia adalah Radit.


“apa kamu membiarkan seorang tamu berdiri terus di depan pintu?”


Radit melihat-lihat ruangan apartemen Delia yang sangat bersih, rapi dan wangi sekali. Setelah itu Radit duduk di sofa tunggal yang ada di ruang tamu yang tidak terlalu besar. Delia masih berdiri disamping sofa.


“apa kamu terus berdiri disitu?”


“nggak apa-apa saya berdiri saja pak Radit” karena tidak mungkin Delia duduk satu sofa dengan Radit


“ini bukan kantor. jadi nggak usah formal”


“ehhmm iiya maaf. Mau minum apa?”


“apa saja yang penting manis tapi jangan terlalu manis nanti diabetes”


Delia segera pergi ke dapur untuk membuatkan Radit minum dan melanjutkan masaknya tadi yang hampir selesai. Sambil merebus air panas Delia menyelesaikan masakannya. Sebenarnya dia sudah lapar sekali tapi berhubung ada tamu dia harus menunda laparnya.


Setelah selesai membuatkan Radit the hijau, Delia segera menuju ruang tamu. Saat membalikkan badan, Delia dibuat terkejut oleh Radit yang ternyata daritadi berada di dapur mengawasi Delia membuat teh. Padahal tadi dia mencium aroma sedap masakan yang berasal dari dapur.


“ehmm.. maaf menunggu lama. Ini tehnya” ucap Delia sambil berjalan mendahului Radit kea rah ruang tamu.

__ADS_1


Delia meletakkan the hijau buat Radit di meja dan mempersilakan Radit kembali untuk duduk. Radit melihat Delia berdiri lagi lama-lama dia geram.


“kalau kamu nggak mau duduk, aku akan mendudukkan kamu di pangkuanku”


Sontak Delia segera duduk disamping Radit di sofa yang sama. Radit mengulum senyum melihat ketakutan Delia. Radit gemas sekali melihat Delia seperti itu. Kemudian Radit mengambil tehnya dan meminumnya.


“kenapa kamu tidak ikut meeting tadi? Apa kamu sengaja menhinadriku?” Tanya Radit setelah meminum tehnya


“ehh.. tidak. Tadi sa saya eh maksudnya aku tadi banyak pekerjaan” jawab Delia gugup


“kalau banyak pekerjaan kenapa jawabnya gugup gitu, dan sudah aku ingatkan berkali-kali kalau bicara itu lihat ke arah lawan bicaramu” Radit semakin mendekati Delia hingga tidak ada jarak diantara mereka berdua.


Delia yang merasa Radit semakin mendekatinya, dia semakin gugup dan hanya bisa menundukkan kepalanya. Setelah itu Radit mencondongkan kepalanya mendekati wajah Delia yang tertunduk. Radit memegang dagu Delia agar kepalanya tidak menunduk.


Sepersekian detik kemudian, “cup” Radit mengecup bibir Delia tapi posisi wajah mereka masih berdekatan.


“aku minta kamu putuskan kekasihmu” ucap Radit kemudian dan Delia mengerjapkan matanya


“kenapa? Tidak mau” ucap Delia sambil membuang muka tapi wajah Radit masih di posisi semula.


“kalau kau tidak mau, aku sendiri yang akan membuat kalian putus”


Setelah itu Radit langsung menyerbu bibir Delia sebelum Delia protes. Radit ******* bibir ranum Delia dengan lembut. Melihat Delia hanya diam saja, Radit menggigit bibir bawah Delia agar mulutnya terbuka.


“ahh” setelah itu Radit berhasil memsukkan lidahnya untuk mengeksplore kelembutan dan rasa manis dalm mulut Delia.


Delia tanpa sadar mengalungkan tangannya ke leher Radit. lama-lama dia terbuai dengan ciuman Radit yang sangat menggairahkan. Lidah mereka saling membelit. Delia kini juga membalas ciuman Radit.


Mereka melepaskan tautan bibirnya untuk meraup oksigen sebentar.


“ternyata Surya pandai mengajarimu berciuman” sinis Radit.


Delia sangat tidak terima akan tuduhan Radit, dia segera berdiri. Namun Radit menarik tangannya hingga dia terduduk di pangkuan Radit. Radit menyerbu bibir Delia lagi, namun kali ini agak kasar hingga membuat Delia kualahan. Tangan Radit berusaha mencari kancing baju Delia untuk dibuka, namun tiba-tiba


“krukk..krukk..krukk”


*TBC 😂😂


untuk visual babang Angga, yuk kepoin insta story @dee_k9191

__ADS_1


*salam _author newbie_💕💕


__ADS_2