
Aku terbangun, tapi aku tidak tahu ini di mana dan pakaianku sudah diganti tidak seperti tadi. Siapa yang telah mengganti pakaianku ?
"Sudah aku bilang kalau pulang tunggu aku , jangan kau tiba-tiba pulang sendirian. Apalagi sedang hujan deras seperti tadi. Apakah kau ingin membantahku Katherine"
Aku yang kaget segera menatap orang yang berbicara itu, ternyata itu Pak Lucas dia masih memakai setelan seperti tadi pagi di sekolah, memakai celana bahan, jas yang rapi tapi sekarang bedanya dia sedang merokok.
Aku hanya diam saja. Pak Lucas membuang rokoknya dan menginjak. Dia menghampiri diriku yang masih diam menatapnya.
"Mulai sekarang kau adalah tanggung jawabku, maka apapun yang aku katakan kau harus mengikutinya. Sudah aku bilang kau akan pulang bersamaku maka kau akan pulang bersamaku. Kau ini keras kepala sekali kenapa kau takut dengan calon suami mu ini "
"Aku ada bersamamu, laki-laki bertopi itu di mana" tanya ku yang ingin tahu siapa laki laki bertopi itu. Aku tak menggubris ucapannya.
"Apa maksudmu ? Laki-laki bertopi yang mana. Aku menemukanmu sedang terbaring di luar bangunan kosong, hanya menggunakan dalaman saja apakah kau gila bagaimana kalau aku tak menemukan mu. Bagaimana kalau orang jahat yang menemukan mu "
Aku ditemukan di luar bangunan. Lalu laki-laki itu ke mana dia siapa ? Dia telah menolongku dia telah membunuh dua laki-laki itu, tapi dia tidak membunuhku.
"Tadi aku melihat laki-laki bertopi itu membunuh laki-laki yang akan memperkosaku, dia tidak melukaiku"
"Apa, kau akan diperkosa " teriak Pak Lucas
Aku menganggukan kepala dengan takut, Pak Lucas langsung mengecek seluruh badanku. Dia membolak-balikkan badanku.
"Jangan pernah berani pulang sendiri lagi, pakai ponsel ini dan hanya nomor aku saja yang ada di sini. Kau harus selalu mengangkat teleponku. Jangan pernah tidak mengangkatnya ingat itu "
"Tapi, aku punya ponsel "
"Pakai saja "
Aku dengan ragu mengambil ponsel itu dan Pak Lucas keluar dari ruangan ini. Aku menatap ponselnya dan menatap ruangan ini, sebuah kamar yang menurutku begitu maskulin dan misterius.
"Kau harus makan "
__ADS_1
Aku menatap Pak Lucas yang sudah datang lagi, dia membawa sup dan juga obat.
"Ayo kau harus makan "
Aku yang akan mengambil mangkok itu langsung di jauhkan oleh Pak Lucas "Biar aku yang menyuapi mu, ayo buka mulut mu "
Aku dengan ragu melakukan apa yang Pak Lucas mau, ada satu hal yang ingin aku tanyakan "Siapa yang sudah menganti pakaian ku "
"Tentu aku, siapa lagi "
Aku langsung menutup dadaku, apa Pak Lucas yang menganti pakaianku. Berarti dia sudah melihat semuanya. "Sudah jangan menutupinya seperti itu, jangan kau tutupi aku sudah tahu semuanya. Sudah aku bilang kan kau hanya akan bersamaku sampai kapanpun. Jadi nanti pun aku akan melihat seluruhnya dan ini hanya permulaan saja. Ayo cepat makan lagi jangan memikirkan itu. Aku juga tidak melakukan apa-apa pada tubuhmu hanya mengganti pakaianmu saja. Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah"
"Menikah ?" aku sungguh kaget dia tiba-tiba membicarakan tentang pernikahan. Sudah malu digantikan pakaian oleh Pak Lucas sekarang dia membicarakan menikah. Kenapa hidupku berubah begini.
"Iya, menikah memangnya kau tidak mau menikah denganku. Apakah kau lupa dengan janji yang pernah kita lakukan. Coba kau ingat-ingat lagi semuanya. Kau pernah berjanji pada seorang laki-laki kalau kau mau menjadi istrinya nanti di kemudian hari saat sudah dewasa. Apa kau melupakan semuanya Katherine, apakah secepat itu kau melupakannya"
Aku diam, karena memang aku tidak mengingat apa-apa. Aku tidak mengingat tentang perjanjian itu, maksudnya sebuah janji yang aku ucapkan pada seorang laki-laki. Laki-laki yang mana.
Dia yang selalu ada untukku saat itu dan dia juga yang selalu melindungi aku, ada juga kakaknya tapi aku lupa siapa kakaknya dan entahlah tiba-tiba saja aku melupakan semuanya.
Sepertinya karena aku terlalu banyak memikirkan tentang kehidupanku yang sungguh tak menyenangkan ini. Apakah aku benar telah membuat sebuah janji tapi pada siapa kapan di mana dan apa.
"Sudah jika kau tidak mengingatnya. Jangan memikirkannya. Jangan membuat kepala mu yang kecil ini memikirkan semua itu "
Aku menerima suapan yang diberikan Pak Lucas. Meski kepalaku dari tadi terus memikirkan tentang janji itu. Aku ingin tahu janji apa yang pernah aku buat dan aku ucapkan.
"Kau menginap saja di sini "
"Kurasa tidak, aku pulang saja aku baik-baik saja Pak, aku bisa pulang "
"Bisa tidak kalau sedang berdua seperti ini kau jangan panggil aku bapak-bapak. Aku ini tidak terlalu tua untuk kau panggil bapak"
__ADS_1
"Lalu, aku harus memanggil apa Abang "
"Ya itu bagus, dari dulu aku suka saat kau memanggilku itu, ternyata masih tersisa ingatan mu itu ya "
Aku hanya bisa tersenyum samar. Karena aku tadi cuman asal saja panggil dia Abang. Dia kan tidak mau aku panggil Pak. Ya sudah aku panggil Abang saja.
Tapi jawabannya di luar pikiranku. Baiklah biarkan saja yang terpenting aku bisa pulang. Aku tidak mungkin menginap di rumah Pak Lucas.
"Minum dulu obatnya. Setelah itu baru kita pulang"
Aku menganggukan kepalanya mengambil obat yang diberikan Pak Lucas, meminumnya dengan cepat "Anak pintar. Abang suka kau menurut " Pak Lucas mengusap rambutku dan mencium keningku juga.
Lalu dia membantu ku bangun. Dia menggendong ala bridal style. "Abang biarkan aku jalan "
"Tidak, begini saja, kakimu sedang terluka aku tahu kau akan sangat kesulitan untuk berjalan"
"Baiklah jika Abang memaksa "
"Aku tak memaksamu "
"Karena percuma saja aku berbicara pada £bang, tapi pada akhirnya kau tidak akan memperdulikan kata-kataku. Kau akan terus melakukan apa yang menurutmu itu baik. Jadi untuk apa aku terus berbicara padamu untuk menurunkan ku yang pada akhirnya kau pun tak akan menurunkan ku"
Pak Lucas malah tersenyum mendengar jawabanku itu. Dia menggigit hidungku. Aku yang kaget langsung memegang hidungku. Kenapa dia gigit hidungku apa dia suka makan hidung.
"Tenang saja hidungmu itu tidak akan hilang"
"Jangan bilang kau suka makan hidung"
"Kalau hidung orang lain aku tidak suka, kalau punyamu aku suka makanya aku gigit"
"Kau ini ya " aku memukul dadanya dan menyenderkan kepalaku. Seperti yang pernah aku bilang saat aku ada di sampingnya aku merasa nyaman dan terlindungi sekali.
__ADS_1
Tapi aku belum bisa untuk menerima dia menjadi pasanganku. Aku belum tahu siapa dia sebenarnya. Mungkin sekarang aku merasa aman dan nyaman bersama Pak Lucas. Aku baru bertemu beberapa hari saja aku sudah seperti ini, apalagi kalau sudah bertahun-tahun.