
"Kenapa ini bisa seperti ini. Padahal pembangunan mall sebentar lagi tapi kenapa sampai ada bom, siapa disini pengkhianat "
Diam tidak ada yang menjawab satu orang pun, mereka menundukkan kepalanya. Karena mereka juga tidak tahu siapa pelakunya, saat dia lihat dari CCTV pun tidak ada orang yang masuk selain pegawai. Tidak mungkin kan ada yang berkhianat di sini.
"Jawab aku ini sedang bertanya pada kalian bukannya diam saja"
Salah satu pegawai maju dan berbicara "Kami juga tidak tahu Tuan, karena di sini hanya ada pekerja saja tetapi tidak ada orang yang masuk saat dilihat dari CCTV pun tidak ada orang yang harus dicurigai "
"Tidak ada orang yang harus dicurigai, lalu siapa yang melakukan ini setan tidak mungkin kan. Memangnya mereka bisa melakukan ini jangan mengada-ngada. Pasti salah satu dari kalian ada yang melakukan ini, mengaku saja jangan berdiam diri seperti ini. Kalau aku sampai tahu akan habis "
"Tapi kami tidak membawa bom Tuan. Saya sudah mengecek semuanya pekerja di sini. Tidak ada yang perlu dicurigai di sini. Kami juga tidak tahu siapa yang melakukan ini. Mungkin saja salah satu musuh tuan"
Stevan diam, dia menatap semua orang siapa sebenarnya pelakunya dirinya harus menemui Siena. Dirinya harus menutupi kasus ini dan perusahan harus baik-baik saja jangan sampai Tamara tahu bisa habisi dirinya ini.
"Lihat saja sampai aku tahu siapa pelakunya. Aku tidak akan melepaskannya sampai kapan pun itu "
Stevan langsung saja pergi meninggalkan tempat ini, dia akan menemui Siena jangan sampai perusahannya gulung tikar yang ada Tamara akan membunuhnya.
...----------------...
Stevan yang baru saja sampai dikantor Siena langsung masuk tanpa permisi sedikit pun "Sayang Stevan ada apa, kenapa kamu ada disini "
"Aku butuh suntikan dana Siena, kalau sampai tahu Tamara proyek besar ini hancur dia akan marah"
Siena mengerutkan keningnya dan mengelengkan kepalanya "Perusahaan ku saja sedang butuh suntikan dana. Mana mungkin aku membantumu"
"Apa kamu bilang, kukira saat kamu meminta aku untuk membatalkan semua kerjasamaku dengan Lucas kamu akan membantu perusahaanku nantinya, tapi nyatanya perusahaanmu juga sedang diambang kehancuran gila ya kamu Siena "
"Aku tidak pernah berkata seperti itu, aku tidak pernah menawarkan diri untuk bekerjasama denganmu. Aku hanya ingin kamu dan Lucas tidak bekerja sama saja dan kamu juga mengiyakan benar tidak salahnya aku dari mana"
"Gila sialan kamu "
Stevan mencekik leher Siena, dia tak peduli Siena mati, bagaimana hidupnya kalau sampai Tamara pulang dan marah besar padanya.
Bahkan Stevan sampai memukul Sienna, dia tidak peduli Siena perempuan yang terpenting amarahnya keluar semua. Dirinya tidak mau Tamara sampai marah padanya, Tamara adalah segalanya dia tak boleh tahu tentang masalah ini.
Security masuk karena dipanggil oleh asisten Sienna yang melihat kalau bosnya itu sedang dicekik oleh Stevan. Stevan ditarik keluar dari ruangan Siena, setelah itu Sienna baru bisa bernafas dengan lega dia terbatuk-batuk dan pipinya lebam karena pukulan dari Stevan tangannya juga sama.
"Bu anda baik-baik saja Bu "
"Ambilkan aku minum "
Asistennya Siena segera memberikan air minum dan menunggu perintah dari bosnya lagi "Jangan sampai dia datang lagi. Ingat jangan sampai dia datang ke kantor ku atau ke rumahku "
"Baik Bu, apa ada yang perlu saya bantu lagi "
"Tak ada tutup pintu "
Setelah pintu ditutup Siena menyenderkan badannya. Dia begitu takut pada Stevan tadi, dia berani mencekiknya seperti itu.
...----------------...
Stevan yang baru pulang sudah disuguhkan dengan wajah Tamara istrinya yang masam "Tamara kamu sudah pulang, bukannya masih ada pemeriksaan yang lainnya. Kenapa kamu tidak mengabariku mungkin aku bisa menjemputmu, kenapa tiba-tiba seperti ini ada apa Tamara "
Stevan mendekati istrinya tapi Tamara malah menampar Stevan "Apa maksudmu ini Tamara. Kenapa kamu menamparku, aku ini suamimu kamu tidak sopan "
"Tidak sopan, tidak sopan dari mananya lebih tidak sopan aku atau kamu. Aku berjuang untuk dapat selalu melindungi anakku, tapi kamu di sini malah berselingkuh dengan Sienna perempuan gatal itu. Memangnya aku tidak tahu dengan kelakuanmu Stevan "
Wajah Stevan langsung memucat, kenapa Tamara tahu siapa yang memberitahu semua ini. "Kenapa diam. Ya ampun wajahmu sampai pucat kamu tidak kekurangan darah kan Stevan. Apa perlu aku mencarikan darah untukmu. Aku tahu semuanya apa yang kamu lakukan tanpa aku ada di samping kamu"
"Jangan pernah meremehkan aku, dari awal kita menikah aku sudah memperingati mu jangan pernah main-main denganku. Kamu juga setuju kan dengan apa yang aku minta. Aku ini bukan perempuan baik seperti perempuan-perempuan lain yang akan menangis saat kamu selingkuhi saat suaminya selingkuh. Aku tidak akan pernah melakukan itu"
"Mungkin ini untuk pertama kalinya kamu selingkuh, tapi tidak ada kata maaf untuk laki-laki yang selingkuh. Aku sangat benci dengan laki-laki yang tidak cukup dengan satu perempuan. Kamu juga bisa seperti ini karena aku angkat derajatmu kalau saja kamu tidak menikah denganku kamu tidak akan punya apa-apa, ingat itu kamu tidak akan mempunyai apa-apa "
"Kamu juga tidak akan menjadi bos kalau bukan karena menikah dengan aku, kamu juga tidak akan mempunyai uang dan kamu juga tidak akan pernah bisa berselingkuh dengan Siena s pelacur itu ingat itu"
__ADS_1
"Kata siapa. Aku sama sekali tidak selingkuh aku benar-benar tidak selingkuh. Mana mungkin aku menghianatimu Tamara, kita sebentar lagi akan punya anak aku tidak mungkin menghianatimu, aku dari dulu setia sama kamu. Aku ga pernah khianati kamu"
"Bullshit jangan mengelak, makin kamu mengelak makin menyakitkan apa yang akan kamu terima dariku. Kamu belum tahu aku siapa sebenarnya. Kamu belum tahu aku ini perempuan seperti apa, kamu tidak mengenalku Stevan, kamu langsung saja menikahiku tanpa tahu siapa aku dulu, bagaimana masa laluku ini, kamu tidak serius menikahiku kamu hanya ingin hidup nyaman tenang tanpa ada fikiran sama sekali"
Stevan lagi-lagi diam, dia juga memang tidak terlalu mengenal istrinya. Maksudnya saat menikah pun dia hanya berpacaran sebentar karena memang tertarik dengan harta Tamara. dan benar saja kan dirinya bisa menjadi bos dengan cepat karena menikahi Tamara yang mempunyai perusahaan di mana-mana.
"Iya aku jujur aku memang tidur bersama Siena, tapi aku punya alasannya. Aku punya alasannya, aku juga tidur dengannya karena kesepian, aku butuh seseorang disampingku. Kamu pergi dan aku kesepian dirumah selalu sendiri, apa-apa sendiri "
"Kesepian, lalu kamu tidak menganggap perjuangan aku yang sedang mengandung seperti ini. Aku tidak percaya dengan alasanmu itu karena kesepian, bukannya kesepian kamu hanya memikirkan nafsu bejatmu itu. Ternyata sangat sulit sekali mencari laki-laki yang setia di dunia ini. Apakah ada laki-laki yang setia nyatanya tidak akan pernah ada dan kamu adalah salah satu dari berbagai jenis laki-laki yang berselingkuh"
"Aku minta maaf. Aku tidak akan melakukan ini lagi Tamara. Aku sungguh minta maaf aku tidak akan selingkuh darimu lagi. Aku mohon ampuni aku jangan kamu usir aku, aku tidak punya siapa-siapa lagi selain kamu tolong jangan tinggalkan aku"
Tamara mendekati suaminya lalu mengelilingi tubuhnya, dia menatap dari atas sampai bawah lalu tersenyum miring "Tenang saja aku tidak akan mengusirmu dari rumah ini. Masa aku mengusir suamiku mana mungkin aku tega melakukan itu. Iya kan benar mana mungkin aku melakukan itu, aku tidak akan sejahat itu pada suami tercintaku ini "
Stevan sudah sangat senang dengan jawaban istrinya Tamara, ternyata Tamara tak sejahat itu dirinya selingkuh dengan Sienna dia masih menerima dirinya di rumah ini.
Sungguh beruntung dirinya ini mendapatkan istri seperti Tamara yang mengerti dan mau memaafkannya dengan lapang dada. Mungkin tadi hanya kemarahan belaka yang tak ada artinya sama sekali.
"Maafkan aku Tamara, aku janji tidak akan pernah melakukan itu lagi. Aku janji tidak akan pernah menyelingkuhimu sampai kapanpun aku hanya dipaksa oleh Sienna untuk melakukannya. Aku janji tidak akan melakukannya lagi, aku bisa berjanji padamu jika nanti aku kembali selingkuh kamu boleh melakukan apapun padaku "
"Begitu ya "
Tanpa Stevan sadari Tamara mengeluarkan sesuatu dari saku roknya, lalu menusukkan sebuah belati ke arah perut Stevan. Begitu dalam sampai-sampai akan masuk semuanya.
Stevan yang kaget sekaligus merasakan nyeri yang begitu dahsyat dia memegang perutnya dan menatap istrinya Tamara "Apa yang kamu lakukan, kenapa kamu tega melakukan ini padaku Tamara kenapa harus seperti ini "
"Ini baru permulaan, siap-siap untuk melakukan permainan denganku kamu ingin tahu kan siapa diriku maka mari kita lanjutkan permainan ini, akan lebih menyenangkan jika aku sendiri yang membuatmu mati dan tidak akan pernah hidup lagi dan tidak akan pernah berselingkuh lagi sampai kapanpun. Akan aku selamatkan semua perempuan yang akan menjadi korbanmu "
Tamara menyuruh orang kepercayaan yang untuk mendekat dan membawa Stevan ke sebuah ruangan, ruangan yang begitu bau apek dan juga penuh dengan koleksi-koleksi yang selama ini Tamara simpan seperti ada tengkorak.
Alat-alat pembunuhannya, pakaian korban pokoknya sesuatu yang berhubungan dengan korban yang pernah Tamara bunuh ada di sini. Kenapa begitu karena Tamara ingin membuat museum agar dia bangga dengan apa yang pernah dia lakukan.
Bahwa dia pernah membunuh orang dan menyimpan semua pakaiannya berjejer dengan rapi, dengan alat-alat apa saja dia membunuh dan pada tanggal tahun berapa dia melakukan itu. Ada semuanya sangat lengkap sekali tak ada yang terlewat.
Stevan langsung dilemparkan. Dia sangat ketakutan melihat banyak sekali alat-alat yang menurutnya begitu aneh maksudnya jarang dirinya lihat bahkan banyak berbagai pisau dari yang kecil sampai besar.
"Sekarang kamu tahu siapa aku, nikmati saja di ruangan ini. Kamu tidak akan pernah bisa lari kemana-mana sampai kapanpun hanya aku yang boleh menentukan kamu pergi atau diam, ingat hanya aku saja "
Tamara keluar dari ruangan sumpek itu dan menguncinya. Stevan tak bisa melakukan apa-apa, perutnya begitu sakit sekali bahkan untuk mencabut belati dari perutnya saja sangat sakit.
Apalagi untuk berdiri lagi, tadi saja saat digusur dirinya sudah sangat merasakan kesakitan yang amat sangat dan ini baru pertama kali dirinya rasakan, begitu menyiksa sekali.
...----------------...
"Jadi apa maksudmu mendatangiku ke kantor seperti ini Siena, aku tidak suka kedatangan tamu tak diundang tak ada gunanya "
"Aku butuh suntikan dana Lucas, aku akan gulung tikar kalau kamu tidak membantuku "
"Tidak tahu malu sekali ya kamu. Kenapa meminta padaku minta saja pada pacarmu Stevan, memangnya kamu siapa berani-beraninya meminta itu padaku "
"Apa maksudmu, aku tidak punya hubungan apa-apa dengan Stevan. Lagi pula dia juga sudah punya istri untuk apa aku mengganggunya, aku tidak mungkin melakukan itu. Aku tidak akan pernah mungkin seperti itu "
"Baiklah aku akan membantumu tapi ikutlah denganku, ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan padamu mungkin kamu akan senang melihatnya. Kamu akan sangat bahagia saat melihatnya aku jamin itu "
"Tapi kamu akan menyuntikkan dana kan ke perusahaanku. Sungguh aku tidak mau sampai itu bangkrut bisa-bisa aku dihabisin oleh orang tuaku, tolong aku Lucas. Aku janji tak akan menganggu keluargamu aku janji itu kamu bisa pegang kata-kataku ini "
"Tentu aku akan melakukan apa yang kamu mau, tapi ikut dulu sebentar denganku ada sesuatu yang ingin aku perlihatkan. Aku tidak akan macam-macam padamu "
Sienna tanpa pikir panjang dia mengikuti Lucas, yang terpenting sekarang adalah perusahaannya bisa bangkit lagi seperti semula dan jangan sampai gulung tikar. Memikirkannya saja sudah merinding apalagi sampai kejadian.
Siena langsung masuk ke dalam mobil, Lucas juga diam saja tidak mengatakan apa-apa, dia terus menjalankan mobilnya tidak ada pembicaraan di antara mereka berdua.
Siena melihat tempat yang begitu tidak asing untuknya, dia menatap Lucas kenapa membawanya kesini "Kenapa kamu membawa ke rumah Stevan ada apa kenapa kesini, aku tidak mau kalau kesini "Siena takut kalau sampai Stevan marah lagi.
"Oh kamu tahu rumah Stevan di mana, aku kira kamu tidak tahu. Padahal rumah Tamara itu adalah rumah yang paling terpencil dan jarang orang tahu. Apa kamu sudah lama selingkuh dengan Stevan sampai-sampai tahu rumah Tamara, apa kalian sering melakukan permainan menjijikan kalian dirumah Tamara juga "
__ADS_1
"Tidak, aku sama sekali tidak selingkuh dengan Stevan sejak kapan aku selingkuh dengannya tidak mungkinlah aku menghianati Tamara. Aku juga mengenal baik dia mana mungkin aku menghianatinya, aku tidak akan mungkin menyakiti hati perempuan lainnya aku juga sama perempuan kan"
"Baiklah begitu ya, yang kutahu kamu tak akan peduli mau dia punya istri atau pun tidak akan kamu pakai, apakah kamu tidak mempunyai penyakit "
"Apa maksudmu, penyakit apa Lucas "
"Tidak tahu, siapa tahu kamu punya penyakit menular. Mungkin nanti aku akan menganti mobil takut-takut istriku terkena virus "
Siana diam tak menggubris kata-kata Lucas, benar saja masuk ke rumah Stevan. Siena bingung mau apa ke rumah ini dirinya kan mau minta bantuan, memang hanya satu-satunya Lucas yang bisa membantunya.
Sienna sudah menelpon ke sana kemari untuk meminta bantuan pada temannya, rekan kerjanya tapi tidak ada yang membantu satu-satunya cara yaitu menemui Lucas dan meminta bantuan padanya perusahaan yang paling maju dan dia pasti akan bisa membantunya.
"Turun"
"Kenapa harus turun. Aku tidak mau aku tidak mau turun, aku meminta bantuan padamu uang bukannya mengantarkan ku kemari "
"Aku tidak akan jadi membantu perusahaanmu, padahal hanya berkunjung kerumah Tamara tapi kamu sangat ketakutan sekali "
"Baiklah baiklah aku akan turun, aku sama sekali tak takut "
Sienna langsung turun dan disusul dengan Lucas, mereka berjalan ke rumah Tamara pintu sudah terbuka dengan lebar dan Tamara sudah berdiri di sana dengan angkuh.
"Bagaimana Tamara aku sudah membawakan, pesananmu sudah datang dengan selamat, boleh kan aku menjadi penontonmu sudah lama aku tidak melihatmu menghabisi seseorang"
"Tentu saja, kamu akan selalu menjadi penonton ku satu-satunya, hanya kamu saja Lucas "
"Maksudnya apa ini Tamara. Ada apa ini maksudnya apa, kenapa malah seperti ini "
Tamara berjalan ke arah Sienna, mengusap pelan pipi siana dengan kukunya yang panjang dan menekannya dengan perlahan sampai-sampai pipi Siena berdarah.
"Tamara kamu melukaiku, ada apa dengan kamu ini"
"Yang mana, yang mana aku lukai. Aku ingin melihatnya yang mana "
Tamara mengusap pipi itu lagi "Tak ada yang aku lukai apakah dalam hatimu yang aku lukai, akan aku bantu sembuhkan ya. Atau mau aku ganti hatimu itu "
"Maksudmu apa Tamara"
Tamara mengangkat tangan yang satunya lagi dan menusukkan sebuah garpu ke arah mata Sienna, dia tidak peduli apapun sekarang yang dia bawa adalah senjatanya.
"Akhhh Tamara kamu gila, apa-apaan ini tolong siapa saja, Tamara apakah kamu gila hah "
Siena sampai terjatuh dan memegang matanya yang masih ada garpunya itu. Dia berteriak dengan histeri Siena kaget dengan apa yang Tamara lakukan, kenapa Tamara bisa sejahat ini.
"Ya ampun Siena maafkan aku, tadi aku tidak sengaja garpu itu tiba-tiba saja sudah ada dalam genggaman tanganku. Sungguh-sungguh aku minta maaf aku tidak sengaja mari aku obati, aku sangat pintar dalam mengobati orang "
Siena mundur dia tidak mau, tapi Tamara langsung menarik rambut Sienna dan menggusurnya ke ruangan yang sama. Ke ruangan di mana suaminya berada Siena sudah minta ampun tapi Tamara tidak mendengarkannya, meskipun Siena memukul-mukul tangan kaki Tamara tapi Tamara begitu kuat.
Dia tidak peduli dengan pukulan yang diberikan Sienna, dia terus menarik rambut itu sampai rasanya Siena merasakan kalau rambutnya itu akan lepas dari kulit kepalanya, menyakitkan sekali.
"Lihatlah Stevan, aku sudah membawakan selingkuhanmu. Bagaimana kalian suka disatukan dalam satu ruangan. Kalian suka perselingkuhan kalian akan aku tonton silahkan lanjutkan perselingkuhan kalian. Mau kalian melakukan persetubuhan di sini pun aku tidak peduli, aku akan melihat seberapa hebat perempuan ini sampai-sampai bisa mengalahkan aku cobalah aku ingin lihat "
Siena menatap Stevan yang sudah sangat pucat sekali, Siena tidak tahu kalau Stevan ada di sini juga. Siena sangat ketakutan sekali dengan Tamara yang begitu marah, wajahnya begitu menakutkan.
Lucas juga ikut masuk dan dia langsung mengunci pintunya, Lucas menyalakan semua lampu yang ada di sana membuka ventilasi juga agar tidak terlalu pengap di sini, dan menyemprotkan sesuatu agar tidak terlalu bau karena ruangan ini sudah lama tidak terpakai.
Saat menikah Tamara sudah berjanji pada Lucas dia tidak akan kembali menjadi Tamara yang haus akan darah, Tamara yang gila yang haus akan sesuatu yang berwarna merah dan cair serta bau amis.
Dia berjanji kalau sudah punya suami dia akan berubah dan akan menahan rasa ingin membunuhnya itu. Tapi satu hal yang Lucas ingat kalau sampai suaminya selingkuh maka Tamara akan kembali lagi menjadi Tamara yang tidak akan pernah takut dengan namanya darah dan tidak akan pernah takut dengan namanya membunuh orang.
"Lucas kenapa kamu ada disini "ucap Stevan yang kaget, apa istrinya selingkuh dengan Lucas.
"Kenapa, aku penonton di sini Tamara sendiri yang sudah membolehkan aku untuk melihat bagaimana ganasnya Tamara. Mungkin kamu tidak tahu siapa sebenarnya Tamara, tapi sekarang kamu akan tahu Stevan siapa istrimu sebenarnya, jika ingin selingkuh pikir-pikir jadilah laki-laki yang baik dan kamu juga Siena jadilah perempuan baik-baik jangan terus menggoda suami orang lain dan kamu juga jangan terus menggoda perempuan lain, jika sudah menikah setialah pada satu pasangan"
Mereka berdua hanya bisa diam. Sienna dan juga Stevan hanya bisa diam mereka tidak menyangka kalau Tamara dan juga Lukas begitu dekat maksudnya mereka tahu satu sama lain.
__ADS_1
Lucas langsung mengambil sebuah kursi dan duduk di sana, tidak lupa mengeluarkan rokok saat melihat film seperti ini Lucas selalu saja mengeluarkan rokoknya dan melihat setiap adegan yang akan diperankan oleh seorang pembunuh itu dan sekarang dirinya akan menonton langsung Tamara membunuh kembali.
Sudah lama juga kan tidak melihat seorang Tamara membunuh, apalagi dia sekarang membunuh suaminya dan juga selingkuhan suaminya dan ini akan sangat menyenangkan sekali dan penuh dengan kejutan seperti ini.