Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 145 Tersenyum terus


__ADS_3

Cup "Selamat pagi suamiku "


Lucas mengucek kedua matanya, masih tak percaya kalau Kat akan semanis ini padanya. Lucas terbangun dan menatap istrinya yang sedang tersenyum padanya.


"Selamat pagi suamiku" kembali Kat mengucapkannya .


Lucas menampar pipinya sendiri, ternyata sakit berarti ini nyata "Kamu kenapa "


"Engga, aku cuman cuman baru bangun jadi masih belum kumpul semua nyawanya "


"Ya udah aku udah buatin kopi dan siapin pakaian kantor, kamu segera bersiap ya aku akan menyiapkan makanan dulu buat kamu, sarapan sama buat bekal juga buat kamu. Aku tunggu di bawah ya "


Kat lagi-lagi mencium pipi suaminya dan pergi begitu saja. Lucas memegang bekas istrinya mencium tadi, senyum langsung terbit di bibirnya.


"Ternyata apa yang dikatakan Kat benar, kalau dia akan berubah untuk mencoba mencintainya"


Lucas dengan semangat masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan dirinya sambil bersenandung. Rasanya hari ini sangat spesial sekali perasaannya begitu bahagia sekali.


Meskipun istrinya baru akan memulai mencintainya, tapi itu sangat membuatnya bahagia sekali lebih-lebih dari apapun bahagianya bahkan tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata sama sekali.


Lucas keluar dan memakai pakaian pilihan istrinya, bagus juga penampilannya hari ini. Lucas turun kelantai bawah dengan senyum yang tak pernah luntur dari bibirnya.


"Pagi sayang " ucap Lucas dan mengecup kening istrinya.


"Pagi juga, kamu duduk ya biar aku ambilkan kamu mau makan apa"


"Gimana kamu aja sayang "


Kat mengambil nasi dan juga beberapa lauk pauk dan menyimpannya dihadapan suaminya"Kamu habisin ya, aku ini pertama masak. Kamu cobain enak nggak. Tapi kamu harus jujur komentari semuanya jadi aku bisa memperbaiki semuanya"


"Iya sayang "


Dengan semangat Lucas memakainya dan menatap istrinya "Enak saya ga ada kurangnya kok"


"Masa sih, keasinan atau gimana gitu coba kamu bicara sama aku jujur aja. Aku akan mengoreksinya"


"Ga ada sayang, semuanya sudah pas. Sini kamu cobain "


Kat mendekati suaminya dan langsung membuka mulutnya "Bagiamana sayang suka "


"Emm, suka aku suka enak kok. Bener enak ternyata"


"Apa kataku kamu ga percayaan"


"Ya udah kamu habisin ya"


"Iya sayang, aku suka deh kamu masak kaya gini"


Lucas memakannya dengan sangat lahap sekali. Lucas yang diperhatikan terus oleh istrinya langsung mendongak.


"Ada apa sayang"


"Kamu ini kalau makan kayak anak kecil, jangan belepotan dong "


Kat mengusap samping bibir suaminya dan tersenyum padanya. Lucas merasakan jantungnya makin berdetak. Lucas menelan ludah dengan susah lalu kembali sarapan.


Kalau setiap hari seperti ini bisa-bisa dirinya serangan jantung. Apakah harus memeriksakan jantungnya ini kedokter. Jantungnya terus saja berdetak tak karuan.


"Aku sudah selesai sayang makannya "


"Baiklah, kamu bersantai dulu aku akan ambilkan bekalnya "


Kat pergi kearah dapur dan mengambil bekal yang sudah dirinya sediakan tadi. Lalu kembali pada suaminya yang sudah siap akan pergi.


Kat mengantarkan suaminya sampai kedepan, lalu memberikan bekalnya "Jangan lupa dimakan ya, jangan makan sembarangan ya sayang "


"Hah apa sayang"


"Jangan makan sembarangan "


"Setelah itu "


"Sayang "

__ADS_1


Lucas langsung memeluk istrinya dengan erat, entah kenapa begitu bahagia. Mungkin menurut sebagian orang itu terlihat lebay tapi dirinya begitu bahagia istrinya bisa menerimanya dan mencoba untuk menerima semuanya.


"Kamu dirumah hati-hati ya kalau ada apa-apa kamu hubungi aku "


"Iya salim dulu "


Kat menyalimi tangan suaminya, lalu Lucas mencium bibir istrinya, bukan kening lagi tapi bibir sekarang "Aku pergi sayang "


"Iya hati-hati sayang "


Lucas masuk kedalam mobil dan melambaikan tangan pada istri kesayangannya itu. Kat juga membalas lambaian tangannya.


Kat menutup wajahnya, sebenarnya dirinya juga malu melakukan ini mencium Lucas, lalu ya seperti yang kalian tadi lihat seperti itu tapi dirinya harus mencoba semuanya, tidak buruk juga untuk bisa mencintai seorang Lucas meskipun dia seseorang yang tidak sempurna, sama sepertinya tidak sempurna.


Kat masuk kedalam rumah dan mengunci pintunya juga. Kat tidak mau ada yang tiba-tiba masuk kedalam rumahnya.


Kat juga mengeluarkan semua buku pelajarannya, karena tak ada pekerjaan lagi sekali itu. Kat akan belajar dirumah saja semoga saja nanti dirinya bisa kuliah lagi.


...----------------...


Lucas sampai ke kantornya dengan masih tersenyum, karyawannya yang menunduk dan memberi salam pun dijawab dan disapa balik, Lucas hari ini begitu ramah pada setiap karyawannya, bahkan saat ada kesalahan Lucas tidak marah sama sekali hanya menyuruhnya untuk memperbaiki semuanya.


"Kamu ngerasa ga sih kalau tuan Lucas hari ini beda banget, dia itu senyum terus tambah ganteng aja kan"


"Iya sih, dia beda ga kayak biasanya, setiap kita nyapa dia atau ada kesalahan pasti dia akan marah-marah tapi sekarang dia biasa aja, kayak ga terjadi apa-apa gitu, kayak semuanya itu baik-baik aja"


"Kalau misalnya Tuan Lucas seperti ini terus kita akan bahagia ya bekerja di sini, kalau ada kesalahan tinggal selesaikan kembali kerjakan kembali tanpa ada bentakan-bentakan yang selalu dia lakukan"


"Ya begitulah, tapi sepertinya sekarang kita harus cepat-cepat bekerja takut-takut nanti dia berubah lagi, tiba-tiba jadi galak lagi kan tidak enak"


"Baiklah ayo kita bekerja, hari ini kita harus semangat karena bos kita sedang baik. Siapa tahu kita akan diberi bonus"


Mereka segera kemeja masing-masing dan mengerjakan tugas-tugas mereka.


...----------------...


"Daisy kamu mau kemana "


"Apaan sih tanya-tanya, aku mau ke mana itu bukan urusan kamu kali"


"Mau apa coba Adiba, kamu ikut kita berdua yang ada kamu tuh buat masalah. Kemarin aja masalah yang kamu buat tuh udah ngebuat seluruh teman-teman kita tuh benci sama aku dan juga Aruna. Udahlah jangan ikut-ikut lagi aku nggak mau kamu ikut sama aku"


Daisy menarik tangan Aruna, Adiba diam menatap kepergian Daisy. Tapi karena Adiba sangat ingin tahu kemana perginya Daisy dan juga Aruna akhirnya mengikuti dari belakang.


Dengan menaiki taksi. Siapa tahu dia akan ke rumah abang kan jadi dirinya tahu di mana rumahnya dan bisa mampir kapan-kapan mungkin.


"Parah ya tuh anak, ga tahu malu banget pengen ikut-ikut mulu kesel deh jadinya males juga hadapi dia "


"Bener Daisy, dia itu nggak tahu malu, bener-bener ya aku juga nggak habis pikir kenapa dia tiba-tiba baik aneh banget kan kita jadikan ke rumah Kat kamu udah telepon dia"


"Udah, aku udah hubungin dia kok, katanya dia lagi free juga dan juga pengen diajarin pelajaran-pelajaran selama ini, dia ketinggalan pelajaran kan, dia juga pengen nyatet katanya siapa tahu dia bisa kuliah lagi"


"Oke deh, aku juga penasaran kita berdua kan belum pernah ke rumah Kat"


"Iya Abang pelit nggak bolehin kita ke sana"


"Iya emang pelit banget dia, parah banget deh kita harus protes nanti "


...----------------...


Lucas membuka bekal dari istrinya, menu yang berbeda. Lucas tersenyum dan memfoto bekalnya itu, setelah puas memfoto makanan itu Lucas lalu memakannya.


Tiba-tiba ponsel Lucas berdering ternyata dari istrinya, tanpa banyak drama Lucas langsung mengangkat. Tak biasanya kan istrinya menelfon seperti ini.


"Halo sayang kamu udah makan bekalnya"


"Ini aku lagi makan sayang, baru aja aku mau makan"


"Ya udah kamu makan dulu aja, aku mau minta izin Daisy sama Aruna mau main ke sini. Aku pengen belajar sama mereka, nggak papa ya mereka datang ke sini cuman belajar aja kok"


"Iya sayang nggak papa, ga masalah kenapa harus bilang nggak masalah kok buat aku mereka datang. Malah aku senang mereka bisa temenin kamu"


"Ya tetap aja aku harus izin dulu sama kamu, meskipun kamu ngebolehin, tapi kan kamu kepala keluarga jadi aku harus selalu bilang "

__ADS_1


"Iya sayang aku izinin, ya udah kamu tunggu Daisy aja ya. Aku mau makan kamu juga jangan lupa buat makan yang banyak jaga kesehatan, kamu juga lagi hamil kan sayang"


"Iya, ya udah aku mau siapin cemilan dulu buat mereka ya sama mau siapin buku-buku yang kita akan pelajari"


"Iya sayang i love you "Lucas mencoba untuk mengucapkan kata itu, apa akan dibalas oleh istrinya atau tidak tapi ternyata....


"Love you too"


Senyum kembali terukir dalam wajah Lucas. Entah sudah berapa kali dia tersenyum hari ini, rasanya giginya akan kering kalau dia terus saja tersenyum.


Karena memang sebahagia itu saat cintanya dibalas oleh perempuan yang sangat dirinya cintai. Mungkin kalian semua pernah merasakan ini, meskipun agak terlihat berlebihan tapi ya inilah aku, aku bahagia bisa dicintai seperti ini meskipun belum seutuhnya.


...----------------...


Saat mendengar ada suara bel Katherine langsung berjalan ke arah pintu, ternyata itu Daisy dan juga Aruna "Ya ampun akhirnya kalian datang, aku kangen banget udah lama ya kita nggak ketemu"


Mereka bertiga langsung berpelukan "Iya kangen banget. Padahal kita bertiga baru sama-sama kan. Tapi udah terpisah gara-gara Kat udah nikah, tapi nggak masalah sih. Berarti kan jodohnya Kat udah ada tinggal kita berdua aja" ucap Aruna dengan riang.


"Ya udah ayo cepat masuk-masuk, aku udah siapin cemilan nanti kita nonton film setelah belajar mau nggak"


"Boleh-boleh, aku juga punya tontonan baru nih "jawab Daisy.


Mereka bertiga segera masuk, belum juga mereka duduk sudah ada suara bel lagi "Siapa itu Kat apa kamu mengundang teman yang lain"


Katherine menggelengkan kepalanya "Ga aku ga undang siapa-siapa kok, cuman kita bertiga aja emang temen aku siapa lagi kalau bukan kalian. Ga aku ga undang siapa-siapa deh"


"Mungkin Abang pulang"


"Kalau suamiku pulang dia pasti akan langsung masuk, ga pencet bel deh"


Tiba-tiba pelayan masuk dengan seorang perempuan "Nyonya maaf katanya ini teman nyonya"


Perempuan yang belum terlihat itu langsung maju dan tersenyum ke arah Katherine. Daisy dan Aruna langsung memutarkan matanya malas melihat perempuan ini, kenapa juga tiba-tiba ada di sini.


"Eh Kat apa kabar. Maaf ya tiba-tiba datang ke sini tadi lihat Daisy sama Aruna pergi, terus nggak sengaja lewat sini. Ga apa-apa kan kalau misalnya aku gabung sama kalian"


"Bukannya kebetulan, tapi kamu emang ikutin kita, dari tadi kamu tanya aku pergi ke mana aku pergi ke mana. Tapi pada akhirnya kamu ikutin aku juga kan mau apa sih ngikut-ngikut "


"Kenapa sih Daisy kamu tuh sama aku galak banget. Aku tuh cuman pengen gabung sama kalian, aku tuh cuman pengen ya belajar sama-sama. Mungkin kalian pasti ke sini cuman mau belajar kan"


"Ya udah gabung aja "ucap Kat yang tidak tega melihat kalau misalnya Adiba pulang kembali.


"Kat kamu ga salah, dia tuh pembohong, kalau kamu suruh masuk perempuan ini yang ada dia bakal buat onar "


"Apaan sih Daisy, orang rumahnya juga udah bolehin kok kamu kok yang ngotot. Emangnya kamu yang punya rumah ini"


Dengan tidak sopan Adiba berjalan terlebih dahulu dan duduk di ruang tamu. Lalu memakan cemilan tanpa rasa bersalah sedikitpun dan tanpa rasa malu sedikitpun.


"Tuh lihat kan Kat, dia itu nggak tahu malu bisa-bisa nanti setiap hari dia datang kemari. Kamu harus hati-hati dia itu perempuan licik, dia itu perempuan ular dia itu bisa buat kamu dibenci sama semua orang, hati-hati jangan terlalu baik sama orang "bisik Daisy


"Aku nggak tahu kalau dia kayak gitu banget, kirain dia udah berubah"


"Jangan berharap dia berubah "


Mereka bertiga akhirnya mau tidak mau bergabung juga, ya mau bagaimana lagi orangnya sudah datang masa mau diusir tidak enak. Nanti malah akan menimbulkan masalah yang lebih besar lagi, lebih baik diam saja dan menerimanya dan bersama-sama mengobrol seperti ini.


"Oh ya Kat kalian di sini cuman tinggal berdua ya, boleh kali kita tinggal di sini juga sama suamiku ya. Kerja suamiku di sini jadi bodyguard suamimu misalnya"


"Aku tidak mengurus tentang siapa yang bekerja di sini dan apapun itu, yang mengurus adalah suamiku"


"Padahal kamu istrinya loh, kamu juga boleh loh ngatur semuanya. Mau masukin siapapun kerja di sini. Jangan lemah lah jadi perempuan harus kuat terus harus bisa ngatur suami juga"


"Memang harus kayak gitu ya, emang harus ya istri ngatur suami"


"Ya haruslah, jadi istri itu harus pinter-pinter"


"Udah udah Kat jangan didengerin dia mah musyrik " ucap Aruna dengan sewot.


"Apaan sih Aruna, kamu tuh ikut campur banget ya. Musyrik emangnya aku ini apa, sampai-sampai dikatain musyrik. Boleh ngasih aku keliling di sini, pengen lihat aja suasana rumah kamu tuh gimana gitu"


"Ya udah aku temani yu"


"Ga usah Kat, aku jalan sendiri aja, nggak apa-apa kamu di sini aja belajar aku keliling sendiri aja"

__ADS_1


Kat menatap Daisy dan juga Aruna, tiba-tiba ada orang asing yang ingin berkeliling rumahnya sendiri tanpa pemilik rumah. Apakah kalian semua akan mengizinkannya, aneh sekali kan mau berkeliling tapi tidak mau ditemani oleh yang punya rumah.


__ADS_2