Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 51 Guru baru


__ADS_3

Aku masih belum keluar dari kamar, aku masih takut. Aku takut kalau datang ke sekolah ada Abang apa yang akan dia lakukan.


Tiba-tiba pintu kamarku diketuk aku segera membuka pintu, ternyata itu Kak Chelsea, dia sudah rapi dengan pakaian kemeja putih dan celana hitam.


"Kenapa kau belum keluar juga dari kamarmu. Apakah kau tidak akan sekolah ini sudah hampir jam 07.00 kau harus segera berangkat. Nanti kau akan telat"


"Iya Kak, ini aku mau berangkat, Kakak mau melamar kerja "


"Iya Kakak mau cari kerja. Semoga saja Kakak dapat ya doain"


"Pasti Kak, aku akan selalu doakan Kakak semoga cepat dapat kerja yang sesuai dengan Kakak "


"Makasih Kat. Sarapan dulu ya "


"Kayaknya engga deh Kak, aku takut telat aku pergi dulu ya. Kakak hati-hati nanti dijalannya ya "


"Iya Kat, kamu juga ya "


Aku menganggukan kepalaku dan segera pergi dari rumah. Meskipun aku takut tapi aku harus pergi sekolah. Aku tak bisa terus takut dan membiarkan sekolahku berantakan.


Semoga saja Abang tak ada disekolah hari ini. Karena yang aku tahu Abang tak mengajar dikelas manapun kalau hari Rabu dan Kamis.


Saat masuk kedalam gerbang, aku menelusuri parkiran, syukur tak ada mobil Abang. Aku berjalan dengan cepat untuk segera masuk kedalam kelas.


Baru saja aku bahagia dan melangkahkan kakiku kedalam kelas sudah ada Abang disana duduk dikursi guru. Tatapannya langsung mengarah padaku.


Aku tak menghampirinya, aku langsung saja duduk di kursi ku. Dian juga sudah ada didalam kelas.


"Kenapa tiba-tiba ada Pak Lucas, bukannya hari ini ga ada pelajarannya" bisikku pada Dian.


"Aku juga ga tahu tiba-tiba dia masuk kelas. Kita anak-anak juga pada bingung"


"Suka aneh-aneh saja ya"


"Hemm, aku juga kaget tadi "


Aku tak melanjutkan mengobrol ku, karena datang seorang perempuan cantik ke kelas kami. Dia tersenyum pada Pak Lucas dan langsung memeluknya.


Mereka seperti sangat dekat sekali. Bahkan Pak Lucas tersenyum pada perempuan itu. Setelah mereka selesai berpelukan Pak Lucas maju kedepan diikuti perempuan itu.


"Baiklah pasti kalian bingung kenapa saya ada di kelas kalian saat saya tidak mengajar. Ini adalah guru baru namanya Carolet dia guru baru di sini menggantikan Pak Lukman. Jadi kalian tahu kan dia mengajar mata pelajaran apa"


"Iya kami tahu Pak "


"Kalau begitu saya serahkan anak-anak pada kau Carolet semoga kau betah bekerja disini "

__ADS_1


"Pasti Lucas aku akan betah apalagi bersamamu "


Pak Lucas hanya tersenyum dan mengusap kepala perempuan itu lalu pergi begitu saja. Bahkan sekarang tatapannya tak menatapku dia hanya menatap lurus.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku dan Dian seperti biasa makan bakso itulah makanan kesukaan kami. Kami juga melihat ada Pak Lucas bersama Bu Carolet guru baru itu. Mereka sangat asik bercanda gurau. Pokoknya mereka seperti pasangan kekasih.


"Apakah itu pacar keduanya Pak Lucas, kemarin anak yang lebih muda sekarang yang tua"


"Entahlah aku juga tidak tahu Dian. Mungkin dia seorang playboy"


"Kenapa kau sepertinya kesal sekali"


"Tidak aku tak kesal "


Aku kembali memakan baksoku, lalu ada yang mengagetkan kami berdua. Dia menepuk pundak ku dan juga Dian. Sampai-sampai bakso yang Dian makan keluar lagi.


"Lele kau mengagetkan kami saja " teriak Dian dengan kesal


"Hehehe maaf nih kangen sama kalian berdua. Gimana ditinggalin sama babang tampan ini kangen ga "


"Ga sama sekali, ganti ya bakso ku yang udah kamu buat jatuh "


"Oke awas bayar ya "


"Iya sono sono"


Dian dengan senang langsung pergi sedangkan Ale dia duduk berhadapan denganku. Dia adalah temanku dan juga Dian. Kami memang dari awal sudah berteman tapi dia sering saja tidak sekolah, liburan lah apalah. Tapi dia selalu naik kelas ya otaknya encer sih.


Ale memegang tanganku yang sebelah kiri, yang tak aku gunakan untuk makan " Kenapa diam saja, kau tidak mau memesan bakso lagi. Sepertinya kau murung sekali Kat. Ada apa apakah kau merindukanku"


"Ini juga masih ada kok. Kamu ini kenapa sih liburan saat masih sekolah kenapa ga nanti saja "


"Shutt sudah aku membawa hadiah untukmu tunggu "


Ale melepaskan genggaman tangannya dan mengeluarkan sebuah kotak berwarna biru beludru. "Tara apakah kau suka. Biar aku pakaikan "


di dalam kotak itu ada sebuah gelang yang sangat cantik awe mengambil gelang itu dan memakaikannya di tangan kiriko lalu mengangkat tanganku "Bagaimana kau suka kan aku sangat susah memilih gelang ini hanya untukmu saja. Aku sebisa mungkin mencari gelang yang cocok denganmu lihat lah tanganmu sangat mungil untung saja pas kan aku memilihnya"


Aku melihat gelang itu dan menganggukan kepalaku "Iya aku suka terimakasih, lalu kau membelikanya untuk Dian juga kan ? "


"Tentu saja aku membelikannya, nanti akan aku berikan setelah dia makan bakso "


"Baiklah, terimakasih ya "

__ADS_1


"Iya sama-sama. Suapin dong kayaknya enak tuh bakso"


"Beli sana "


"Satu suap saja Kat "


"Baiklah buka mulutmu "


Ale dengan patuh melakukan itu, aku menyuapinya dan dia menggerak-gerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri. "Emm, enak memang enak kalau disuapi "


"Lagi dong "


Aku kembali melakukannya, baru saja akan menyuapinya ada suara deheman. Aku melihat kearah suara itu dan ternyata itu Abang. Dia menatapku dengan tatapan tajam.


Aku tak peduli dia saja sekarang sedang bersama perempuan lain kan. Aku kembali menyuapi Ale. Sekarang aku mendengar suara gebrakan meja dan Abang langsung saja pergi.


"Kenapa dia, siapa dia Kat "


"Dia anak dari yang punya sekolah ini. Sekaligus guru di sini juga. Makanya jangan libur-libur terus"


"Oh pantesan, emang suka kayak gitu ya gebrak-gebrak meja "


"Iya, udah mendarah daging mungkin soalnya kalau belajar juga kayak gitu kalau marah ya gitu biarkan saja"


Aku mendengar suara ponselku berdering, saat aku lihat ternyata itu pesan dari Abang. Aku tak mau membacanya jadi aku langsung menyimpan ponselku kembali.


"Siapa Kat pacar ya"


"Bukan, cuman operator saja "


"Hemm, gitu ya lagi-lagi dong "


Aku kembali menyuapi Ale, dia memang seperti ini anaknya selalu saja manja pada diriku dan juga Dian.


Dian sudah muncul lagi dengan berbagai macam bakso, aku sampai melongo melihat dia membawa beberapa mangkok.


"Apakah kau tak salah Dian "


"Tidak, aku sudah lama ingin makan bakso banyak mumpung ada yang bayarin kan "


"Parah Dian, awas saja kalau ga habis, kalau nggak habis kamu bayar sendiri ya


"Ih ga ada dalam perjanjian ya, ga pokoknya habis ga habis kamu yang bayar"


"Dih dasar ya "

__ADS_1


__ADS_2