
"Ada apa kamu menyuruh aku keluar biasanya langsung masuk rumah, ada masalah apa kamu ingin bertemu dengan aku saja tak biasannya seperti ini "
Valeria langsung menarik tangan Daniel untuk menjauh dari sana "Bisa bantu aku, aku sudah melakukan hal yang fatal dan aku tidak tahu harus melakukan apa, aku binggung dari tadi sore harus melakukan apa, dan aku juga binggung harus minta bantuan siapa selain kamu tolong bantu aku ya"
"Apa yang kamu lakukan sampai-sampai kamu harus menarik ku seperti ini. Apa yang kamu lakukan kamu membunuh orang, apakah kamu sudah tega sekarang membunuh orang lain Valeria, aku tak salah tebak kan, kamu pasti melakukan itu "
Valeria langsung menganggukan kepalanya "Iya aku membunuh orang, orang itu selalu saja mengganggu aku tidak suka dengan laki-laki itu dan tanpa pikir panjang aku melakukan itu, aku melakukan hal yang sama pada Tamara waktu itu, aku benar-benar muak dengannya makanya aku melakukan itu tolong aku sekarang aku bingung harus melakukan apa tanpa kamu aku benar-benar bingung Vio sudah tidur kan dia tak akan datang kemari dan mendengar semuanya kan "
"Dia sudah tidur dari tadi bersama Arumi kenapa bisa kamu seperti ini, kalau kamu yang belum mahir kenapa harus melakukannya, kenapa kamu gegabah seperti ini sih, seharusnya kamu berfikir dulu sebelum melakukan ini malah sudah kejadian baru kamu mendatangi aku "
"Aku sudah bilang kan aku melakukannya karena aku kesal dengan tingkah laki-laki itu, bisa kamu bantu aku atau kamu akan terus berceloteh seperti ini dan menceramahi aku, aku tahu aku ini belum sehebat kamu tapi tolong aku untuk membereskan semuanya tadi orang tuanya meneleponku dan katanya ada orang yang melihat aku membawa laki laki itu ke dalam ruangan itu. Aku tidak mau sampai semua ini terbongkar aku tidak mau dipenjara juga bagaimana dengan nama baikku ini "
"Baiklah aku akan membantumu apa imbalannya, aku ingin sesuatu yang sama dengan uang "
"Apakah kamu akan meminta imbalan padaku kamu lupa siapa aku, aku ini adalah kakak iparmu jangan membuat aku kesal ah "
"Aku tidak pernah lupa siapa kamu ya. Aku hanya ingin mempunyai keuntungan saja dengan perempuan seperti kamu, memangnya salah yang aku lakukan kurasa tak ada yang salah deh semuanya baik-baik saja"
"Aku akan memberikan saham padamu bagaimana puas, kamu pasti akan suka dengan itu sekarang lebih baik kamu bantu aku, jangan terus menguji kesabaran aku ini "
"Baiklah aku akan membantumu berarti kita harus menandatangani sebuah kontrak untuk hal ini, agar lebih resmi saja aku takut kamu malah berubah fikiran"
"Iya nanti saja, aku hanya ingin kamu sekarang membantuku dulu jangan sampai nanti aku ketahuan ayo cepat kita harus pergi sekarang aku tidak punya banyak waktu, aku takut ada orang yang menemuinya menemukannya ayo cepatlah aku tidak punya banyak waktu jangan menyebalkan seperti ini Daniel "
Akhirnya Daniel dan juga Valeria pergi dari rumah, mereka benar-benar tancap gas ke arah sana Daniel yang melihat orang yang Valeria bunuh hanya diam saja ditusuk saja dia sudah mati ternyata Valeria menusuk organ-organ pentingnya.
"Jadi sekarang harus bagaimana. Apa yang harus dilakukan kamu jangan diam saja seperti itu Daniel kamu jangan membuat aku takut dan malah membuat aku jadi pusing, aku ingin semua ini cepat selesai tolong bantu aku, kalau bukan dengan kamu aku harus minta bantuan siapa lagi "
"Tunggu dulu, apa punya lahan kosong di sini daerah sini"
"Kenapa tidak membawanya saja ke tempat lain lalu kubur dia, jangan disini bagaimana kalau ketahuan aku tak mau ada orang yang tahu ah"
"Dasar bodoh kamu pengen ketahuan kamu ingin dipenjara nanti, kita harus menguburnya atau mungkin membakarnya untuk menghilangkan jejak ada ruangan sesuatu yang mungkin bisa aku gunakan untuk menghabisinya. Ya maksudku membakarnya agar tak ada bukti juga "
"Tidak ada"
"Sangat simpel sekali, memang tak berguna kamu ini ya"
Daniel mendekati mayat itu dia membuka tali-talinya, Daniel memutilasinya Valeria dari tadi hanya diam melihat semua apa yang Daniel lakukan. Dia bingung harus melakukan apa jadi ya sudahlah minta bantuan Daniel ya meskipun dia harus mengeluarkan uang memberikan sahamnya tapi yang terpenting dia bisa dibantu kan.
Kalau tak ada Daniel siapa lagi yang akan membantunya, tak mungkin dia minta bantuan orang lain yang ada bisa ketahuan semua ini dan menjadi fatal kedepannya.
__ADS_1
Valeria terus saja mengikuti langsung Daniel, mayat itu dibakar oleh Daniel setelah dipotong-potong kecil sangat menyengat sekali ini baunya Valeria tak kuat dengan baunya ini.
Menjijikan sekali rasanya ah, semoga saja tak ada yang menciumnya kan.
...----------------...
Setelah beberapa bulan berlalu Ayu memotret kebersamaan anaknya dan juga suaminya itu sangat lucu sekali, mereka ini menggemaskan sekali. Ayu ingin membuat kenang-kenangan yang bagus untuk anak-anaknya dan juga ayahnya benarkan saat anak laki-lakinya ini sudah besar sangat mirip sekali dengan Alex, tidak ada bedanya mereka ini benar-benar seperti kembaran saja tapi beda usia.
Karina juga makin besar makin mirip saja dengan Ayahnya, tapi versi perempuannya sungguh mereka ini memang ingin sama dengan Ayahnya, mereka memang tak mau berbeda dengan ayahnya sungguh luar biasa sekali.
Alex dan juga kedua anaknya itu sedang tertidur dengan lelap, Ayu menyimpan fotonya itu dan dia akan menyimpannya agar dia bisa memberitahu pada anak-anaknya inilah ayahnya, inilah Ayah yang selalu menemani mereka saat tidur.
Ayah yang selalu membawa merek bermain, selalu memandikan mereka, ya Ayu lupa memberitahu pada kalian semua kalau Alex lah yang selalu memandikan mereka, karena dengan Alex saja mereka patuh dan mau melakukan itu.
Ayu mencium satu persatu kening Alex dan juga kedua anaknya itu. Tak pernah Ayu menyangka hidupnya akan sebahagia ini, hidupnya akan sangat lengkap dia sudah punya anak suami yang baik, meskipun pada awalnya pernikahan mereka memang seperti itu, banyak sekali rintangannya bahkan Alexander berselingkuh.
Tapi sekarang dia sudah sangat berubah Ayu sangat bersyukur sekali dengan apa yang terjadi dalam hidupnya ini, memang semuanya butuh proses dan Ayu tidak bisa langsung meloncat pada hal yang bahagia harus ada sakitnya dulu baru bahagianya pasti akan seperti itu.
Pernikahan itu ada pahitnya ada manisnya dan ayu mendapatkan yang pahitnya dahulu tapi sekarang sudah dapat yang manisnya, bahkan sangat manis sekali, Ayu bagai sekali.
Ujian dalam setiap pernikahan sangat berbeda-beda, tidak sama semuanya dan inilah ujian hidupnya, hidupnya benar-benar diuji tapi semuanya sudah dilewati dengan baik kan tidak ada yang tidak mereka lewati satupun, semuanya sudah selesai dan hidupnya sekarang harus selalu bahagia.
Damar terbangun, Ayu langsung mengambil alih dan menyusuinya. Alex sampai terbangun dari tidurnya karena suaminya ini sangat gampang terusik bahkan kalau Ayu bergerak sedikit suaminya akan bangun hebat sekali suaminya ini.
"Makan dulu Alex ini sudah sangat siang kamu dari tadi tidur saja bersama anak-anak, aku sudah menyiapkan semuanya mumpung anak-anak tidur kamu makan kalau mereka sudah bangun mereka tidak akan pernah mau lepas darimu cepat. Kamu harus mengisi tenaga kamu sebelum bermain-main dengan anak-anak "
Alex hanya menganggukan kepalanya, dia tersenyum ke arah istrinya ini, beruntungnya dirinya ini. Alex belum mau bangun dia masih pusing kalau misalnya langsung dibangunkan malah akan tidak enak.
"Karina maupun Damar kalau udah tidur sama kamu pasti lalap banget mereka susah untuk bangun, apa sih yang membuat mereka harus nempel terus sama kamu. Aku aneh padahal aku yang melahirkannya tapi mereka sangat ingin terus menempel dengan kamu Alex aneh saja, aku kada suka iri dengan kamu "
"Aku juga ingin dekat dengan anak-anak aku juga mau mereka tempelin seperti itu, tapi mereka hanya seperti itu sama dengan kamu, sungguh semuanya ini tak adil sekali, aku ingin seperti kamu mungkin kamu punya rahasianya sampai seperti itu "
"Ya sudah pasti karena mereka adalah anak-anakku, kamu jangan aneh mereka adalah darah dagingku maka mereka akan terus menempel padaku tidak usah takut kasih sayang mereka tidak akan berubah mereka juga akan menyayangimu sama besarnya seperti padaku"
"Seharusnya kamu senang kamu bebas dan tak ditempeli oleh anak-anak kamu bisa main kesana kemari , kamu bisa belanja juga "
"Tidak aku tidak suka seperti itu, menyebalkan sekali tahu hal seperti itu, aku tak suka, aku juga ingin dekat dengan anak-amak aku ingin mereka menempel padaku terus menerus seperti pada kamu "
Alex segera bangun dan duduk di samping istrinya "Kamu tahu aku senang sekali bisa menikah denganmu Ayu, ternyata menjalani sebuah pernikahan tidak sulit maksudku tidak rumit seperti apa yang aku pikirkan waktu itu aku kira pernikahan itu akan sangat membosankan dan tidak akan menyenangkan"
"Tapi nyatanya sangat menyenangkan sekali, apalagi dilakukan dengan orang yang sangat aku cintai juga aku sangat tidak percaya dengan sebuah cinta tapi sekarang aku percaya kalau cinta itu ada, kalau kasih sayang itu memang ada aku saja yang tidak bersyukur dengan semua hal itu aku bahagia bisa ada di samping kamu di samping anak-anak juga aku senang sekali sayang "
__ADS_1
"Aku juga bahagia ada seorang laki-laki yang mau menerima keadaan keluargaku, meskipun awalnya kamu membuatku kecewa tapi sekarang kamu tak pernah membuat aku kecewa lagi Alex kamu benar-benar sudah membuktikan padaku kalau kamu sudah berubah, kalau kamu tidak sama lagi seperti yang dulu aku percaya semua orang itu bisa berubah tidak mungkin dia akan terus seperti itu, akan ada saatnya mereka berubah kan "
"Tentu sayang semuanya akan berubah dengan indah pada waktunya "
Alex memeluk istrinya dan juga anaknya yang sedang menyusui itu, hidupnya sudah bahagia jangan sampai ada lagi kesedihan.
...----------------...
Daniel memeluk istrinya dari belakang, mereka sedang menikmati angin pagi dan melihat anaknya yang sedang bermain menangkap kupu-kupu.
Daniel mengusap perut istrinya yang buncit, istrinya sedang mendung lagi sekarang dan Daniel begitu bahagia sekali.
"Lihat sayang sudah aku bilang kan hidup kita kan bahagia pada waktunya, setelah Tamara hilang kita bisa bahagia kita bisa pergi kemana-mana kamu tidak akan ketakutan lagi dan aku juga tidak akan ketakutan lagi kalau kamu akan kenapa-napa di jalan, kita akan memiliki anak kedua aku bahagia sekali hidup kita seperti ini"
"Ya kamu benar setelah Tamara tak ada kita lebih bahagia hidup kita sudah lengkap kita tak akan lagi merasa ketakutan, padahal Tamara itu bukannya seseorang yang perlu kita takuti tapi karena kamu terlalu sayang sama aku jadi seperti itu "
Daniel mencium pipi istrinya dengan gemas "Aku hanya khawatir dan takut kehilangan kamu sayang aku tak mau kamu kenapa-napa makannya aku melakukan hal itu, aku begitu ketakutan sekali, takut kalau kamu akan pergi dari aku "
"Tapi sekarang tidak lagi "
"Ayah mama lihat aku sudah mendapatkan kupu kupu yang cantik "
Arumi mendekati kedua orang tuanya dan memperlihatkannya pada mereka "Kupu kupu ini untuk adik kecil yang akan lahir, aku bahagia sekali akan memiliki seorang adik, aku ingin segera memeluknya tapi aku harus selalu sabar kan "
"Sebentar lagi kamu akan memeluk adik kamu, Arumi akan menjadi kakak dan harus baik pada adiknya "
"Tentu saja Ayah Arumi akan baik pada adik, Arumi kan ingin punya adik seperti Karina, Arumi tak akan mungkin membuat adik menangis, Arumi akan terus menyayangi adik sampai nanti "
Vio yang mendengar itu senang sekali, hidupnya sudah tak ada yang perlu di takutkan lagi semuanya sudah selesai. Tinggal mereka saja yang bahagia lagi. Vio juga berdoa agar kelahiran anaknya yang ini baik-baik saja tak ada kendala sedikit pun.
Daniel memangku anaknya, mereka bertiga berpelukan lagi seperti Teletubbies. Daniel tidak menyangka kehidupannya akan sempurna seperti ini, Daniel juga tidak menyangka akan menikah dengan temannya sendiri.
Perempuan yang selalu dia kejar akhirnya menjadi miliknya, yang awalnya seperti mustahil akan memiliki tapi sekarang Daniel sudah mempunyai anak dengannya bahkan akan dua anak, mereka benar-benar bersyukur dengan apa yang sudah Tuhan berikan padanya hidupnya sudah sangat lengkap sekali.
"Ayah akan membuat kalian semua bahagia, ayah akan selalu ada di samping kalian, kalian adalah permata Ayah, sampai kapanpun Ayah tidak akan pernah menyakiti kalian semua kalian adalah sesuatu yang sangat berharga dibandingkan apapun itu kalian akan selalu ada dalam hati Ayah sampai kapan, ayah begitu bahagia sekali "
Arumi mencium pipi kedua orang tuanya, Arumi juga senang bisa hidup bahagia bersama orang tua yang begitu menyayanginya, dia sangat beruntung sekali banyak teman-temannya yang tidak beruntung kan tapi Arumi sangat beruntung mempunyai orang tua seperti mereka yang perhatian tidak suka marah-marah selalu menuruti apa kemauan Arumi.
Bahkan untuk punya adik pun langsung diturutikan oleh kedua orang tuanya. Arumi benar-benar beruntung sekali dalam segala hal, Arumi bahagia sekali bisa ada dalam keluarga ini.
"Jika suatu saat Ayah membuat kesalahan Arumi harus mengingatkan Ayah, jangan diamkan ayah begitu saja tegur ayah jika sampai Ayah melukai Mama atau sampai menyakiti mamamu. Ayah hanyalah seorang manusia biasa, bisa saja melakukan sebuah kesalahan suatu saat nanti"
__ADS_1
"Aku yakin Ayah tidak akan seperti itu. Ayah pasti akan selalu membuat kita bahagia dan tidak akan mungkin membuat kesalahan Arumi sayang kalian berdua, kalian adalah orang tua terbaik untuk Arumi. Arumi benar-benar bahagia sekali "
"Arumi sayang kalian semua, Arumi benar-benar beruntung sekali "