
"Ada apa Dimas disini saja "
"Baiklah "
"Jadi ada apa kau membawaku kemari "
"Aku ingin bicara denganmu dan ini sangat penting. Bisakah kau membujuk Ayah untuk kembali pada ibu. Ayah sudah melayangkan surat cerai pada ibu dan sekarang ibu menangis terus. Bisakah kamu membantuku"
"Aku tidak bisa janji padamu untuk membantumu karena aku juga sudah lama tidak bertemu dengan ayah. Ayah seperti menghindari kita semua"
"Hemm, kukira hanya aku saja "
"Aku juga sama dijauhi. Yasudah aku mau keperpustakaan "
"Tapi kalau Ayah menemuimu coba kau bicara padanya ya"
__ADS_1
"Iya akan kucoba, tapi aku tak janji akan berhasil "
Aku langsung saja pergi dari hadapan Dimas, karena aku juga masih takut dengan dia. Takut tiba-tiba dia melukaiku. Apalagi aku tidak membantunya sebenarnya sih ingin, tapi Ayah sudah lama tidak mengunjungiku aku juga tidak menghubungi ayah sih karena aku canggung.
Saat aku masuk perpustakaan sudah ada Ibu Carolet yang tersenyum padaku. Ada apa dia tiba-tiba tersenyum dan ada di perpustakaan. Bukannya dia tadi di kantin kan.
"Katherine ya. Apakah kita bisa bicara dulu sebentar saja"
"Iya Bu aku Kat, boleh ada yang Ibu ingin bicarakan denganku"
Ibu Carolet mengajakku duduk di pojokan, aku mengikutinya saja entah apa yang akan dia katakan aku akan mendengarkannya.
"Kau pacarnya Lucas ya"
"Bukan, jika Ibu memang ingin dengan Pak Lucas silakan. Aku bukan penghalang kok aku juga bukan siapa-siapanya Pak Lucas "
__ADS_1
"Tidak, kenapa kau berfikir seperti itu aku sudah punya suami kau tahu Lucas itu sangat mencintaimu. Cobalah untuk menerimanya"
"Apakah ibu tahu Pak Lucas itu sebenarnya siapa"
"Iya aku tahu siapa dia dan apa saja yang sering dia lakukan. Aku tahu penyakitnya dan aku tahu semuanya tentang dia. Aku tahu dia selalu menghabisi nyawa seseorang tapi baru kali ini aku melihat dia jatuh cinta pada seorang perempuan dan itu kau"
"Tapi apakah itu menjamin dia tidak akan membunuhku. Aku takut dia mencintaiku tapi bisa saja dia mengambil nyawaku. Aku belum siap untuk pergi meninggalkan dunia ini banyak yang belum aku kejar dan aku tidak mau terjebak dengan orang seperti itu"
"Cobalah pikirkan dulu semuanya, aku tahu kau juga menyayangi Lucas kan aku juga tahu tentang kisah masa kecil kalian. Lucas pernah bercerita padaku kami ini teman masa kuliah sih . Memang dia sulit untuk didekati tapi kalau sudah dekat dia baik seperti yang kau lihat saat dia bersama aku dia baikan"
"Iya dia baik, hanya pada ibu saja. Ibu tidak tahu kan apa saja yang dia lakukan padaku. Mungkin aku akan bergabung dengan teman-temanku lagi kalau Ibu sudah selesai berbicara"
"Ya sudah, kau pikirkan dulu ya semuanya. Intinya kau harus bisa menerima Lucas. Jangan kecewakan dia"
"Aku tidak bisa janji untuk melakukan itu yang aku pikirkan adalah mentalku dan juga tubuhku Bu. Mungkin aku bisa menerimanya. Apakah dia bisa menerima aku saat nanti aku tiba-tiba pergi bersama teman-temanku atau mungkin aku pergi bersama keluarga aku yang dia tidak kenal. Apakah dia tidak akan menyiksaku atau membunuhku ?"
__ADS_1
Bu Carolet diam aku segera pergi dari hadapannya, dia juga tidak akan bisa menjawab kan karena itu semua pasti akan terjadi.