Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 210 Berbagi


__ADS_3

Lucas duduk dengan tenang. Lucas menatap ibu-ibu itu dengan santai. Tapi ibu-ibu itu sudah naik pitam hanya melihat lucas yang duduk dan tidak melakukan apa-apa menyebalkan sekali bukan. Dia bangkit dan kembali menunjuk ke arah Lucas.


Tak bisa dibiarkan terus seperti ini. Yang ada uangnya yang terpakai untuk berobat tak akan diganti oleh laki-laki angkuh itu. Uangnya sangat berharga sekali. Dibandingkan apapun uang adalah segalanya untuknya.


"Cepat ganti uangku. Katanya kamu mau transfer tapi mana tidak ada, kamu harus tanggung jawab atas apa yang telah anak kamu lakukan. Jangan diam saja seperti ini. Lakukan sesuatu aku tidak suka melihatmu yang seperti itu, ganti rugi ya atas semuanya "


"Bisakah kita bicara dengan baik-baik, kamu punya sopan santun tidak. Aku sangat tidak suka dengan tingkah mu ini "


"Alah dalam masalah ini tidak ada kata sopan santun, lebih baik sekarang cepat berikan uang yang kamu janjikan bukannya mau diganti menjadi 10 kali lipat mana. Aku tidak suka ya laki-laki pembohong sepertimu itu, kamu hanya menjanjikan hal yang tidak pasti saja dasar, kalau kamu tidak punya uang jangan sok-sokan mau menggantinya apalagi melipatkan nya menjadi 10 kali lipat"


Lucas memanggil kepala sekolah untuk mendekatinya "Cek CCTV kemarin di depan gerbang sekolah, aku mau sekarang "


"Baik Pak"


"Apa-apaan ini, tiba-tiba minta cek CCTV udah tahu anaknya salah malam minta cek CCTV buat apa coba ga ada gunanya juga. Jangan membuat aku marah ya dengan kelakukan kamu ini"


Lucas malah melangkah ke arah komputer yang ada di meja kepala sekolah, dan melihat kalau benar memang istrinya sedang berjalan dengan Alexander dan tiba-tiba ibu-ibu ini menabraknya, lalu tiba-tiba memaki-maki istrinya juga. Berani sekali perempuan ini.

__ADS_1


Sepertinya perempuan ini belum tahu siapa dirinya. Perempuan ini sudah tidak sayang nyawanya lagi, gampang untuk menghabisi perempuan cerewet seperti ini, bahkan sekarang pun Lucas bisa melakukannya di depan kepala sekolah.


"Kalau keluargamu ingin baik-baik saja maka jangan macam-macam dengan istriku. Lihat kamu kemarin menabraknya dan tidak minta maaf sampai-sampai kamu memarahinya, ini ada CCTV dan ada bukti juga kamu tak akan bisa mengelak lagi ibu-ibu cerewet "


Perempuan itu langsung bungkam dia menerobos Lucas dan juga kepala sekolah, melihat cuplikan itu memang benar sih sebenarnya dia yang salah karena tiba-tiba saja menabrak Kat yang sedang berjalan bersama anaknya, kemarin dia terburu-buru jadi ya begitulah.


Hanya tak sengaja saja tapi malah dibesar-besarkan seperti ini. Hanya tak sengaja saja. Lebay sekali ah hanya seperti itu saja. Malas deh kalau sudah berurusan dengan orang seperti ini.


"Ya sudah yang kemarin ya biarkan berlalu saja, itu sudah kejadian juga toh ga ada yang terluka juga kan sama istri kamu, lebay banget sih. Aku aja dengernya geli tahu ga sih masalah kecil ini langsung dibesarkan"


"Berani-beraninya ya kamu mengatakan itu, aku akan membawa suamiku kemari, lihat saja apa yang dia akan lakukan padamu. Dia tidak akan melepaskanmu, kamu akan habis olehnya. Lihat saja aku akan datangkan suamiku kemari "


"Silakan saja bawa suamimu itu, aku juga ingin berbicara dengan suamimu bagaimana mendidik istrinya sampai-sampai tidak sopan seperti ini pada orang lain. Sampai menunjuk-nunjuk seperti itu dan berteriak apalagi tidak punya rasa sopan santun sedikitpun"


Perempuan itu tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Lucas, dia keluar dan menelepon suaminya seperti ada sedikit cekcok tapi Lucas tidak peduli, dia menunggu saja ingin lihat siapa suaminya itu.


...---------------...

__ADS_1


Daniel dan juga Hans seperti biasa makan di kantin duduk paling pojok, saat melihat ada Tamara Daniel melambaikan tangannya untuk Tamara datang ke hadapannya.


Daniel muali sekarang bertekad akan baik dengan anak perempuan itu. Karena kasian saja. Sepertinya dia tak punya uang juga untuk jajan.


Dengan ragu Tamara mendekatinya, Tamara seperti enggan "Iya Daniel kamu membutuhkan aku, ada apa"


"Duduklah bergabung dengan kami, kenapa kamu malah keliling sana kemari. Ada yang kamu cari "


Dengan perlahan Tamara duduk Lucas membagi dua bekalnya bersama Tamara "ini makanlah, jangan sungkan habiskan aku tak suka penolakan "


"Tapi aku tidak lapar, aku tak mau kamu habiskan saja ya. Pasti Mama mu membuatkan ini hanya untuk mu saja bukan untuk dibagi seperti ini "


Tiba-tiba ada suara perut yang bersuara, Daniel lalu menunjuk perutnya Tamara "Lalu itu perut siapa yang bersuara, sudah makan saja tidak usah malu denganku dan maaf juga aku hanya memberikan setengah makananku saja. Aku tidak ada maksud menghinamu"


"Malahan aku berterima kasih, karena kamu sudah baik mau membagi makananmu untukku. Sungguh terimakasih "


Daniel menganggukan kepalanya saja. Hans yang melihat itu membagi juga makanannya pada Tamara. Lalu mereka bertiga makan bersama-sama. Anak perempuan pada pembully itu menyaksikannya dan tak suka ada yang baik dengan Tamara.

__ADS_1


__ADS_2