Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 270 Berbohong untuk pertama kalinya


__ADS_3

Vio memperlihatkan pakaian bayi itu kehadapan suaminya "Lihat, Valeria membelikan pakaian sebanyak ini. Padahal kita belum tahu kan anak kita ini perempuan atau laki-laki, dia itu benar-benar yang mengajakku belanja hanya untuk membeli pakaian anak"


Daniel tersenyum melihat istrinya yang bahagia seperti ini "Berarti dia sangat sayang dengan keponakannya, tak apa bagus dong"


"Hem, iya sih tapi masa harus sebanyak ini nanti akan aku berikan sebagian pada Ayu "


"Terserah kamu saja sayang, aku akan setuju-setuju saja. Kamu lihat-lihat dulu saja mana yang kamu mau nanti "


"Iya tentu "


Vio membereskan semua pakaiannya itu, memasukannya kedalam lemari yang paling pojok. Vio akan menyimpannya disana dulu, sebelum semua pakainya di cuci.


Vio berbaring disamping suaminya, menyelimuti kakinya juga agar hangat, lalu Vio menyandarkan kepalanya di dada bidang sang suami.


"Bagaimana harimu sayang, apakah menyenangkan"


"Hemm, begitulah sayang, tak ada yang spesial aku kesal kamu jarang mengabari aku saat tadi, padahal aku sudah menelfon mu tapi kamu tak mengangkatnya"


"Ya maafkan aku, tadi aku benar-benar sibuk dengan Valeria memilih bahan untuk di butik juga"


"Jangan lakukan itu lagi, aku khawatir dengan keadaan kamu "


"Tentu, aku minta maaf aku tak akan seperti itu lagi"


"Janji "


"Tentu saja janji "


Daniel memeluk istrinya dan mengecup keningnya. Lalu mereka berbaring bersama-sama hari juga sudah malam sekali.

__ADS_1


...----------------...


Ayu yang belum tidur melihat suaminya yang baru pulang, tapi pakaian sangat berantakan sekali dan tercium bau Anyir juga. Ayu sampai mengernyitkan dahinya.


Ayu mendekatinya dan sedikit mundur saat bau Anyir itu makin menyengat di hidungnya. Ayu sangat tak suka sekali rasanya mual mencium bau ini "Sebenarnya kamu ini dari mana, kenapa bau darah seperti ini. Apa kamu bertengkar Alex "


Alex mencium tubuhnya sendiri, dia tersenyum kecil "Tadi ada yang kecelakaan dan aku membantunya. Kalau tidak membantunya aku tidak akan mungkin pulang telat seperti ini sayang, aku janjikan padamu tadi pulang jam 09.00 tapi malah bablas sampai jam 11.00 malam. Aku kira kamu udah tidur, kenapa tidak tidur saja sayang padahal aku tak masalah tak ditunggu oleh kamu "


"Terus keadaannya sekarang gimana "tanya Ayu dengan sangat khawatir sekali" Tapi kamu bukan pelakunya kan, kamu nggak nabrak orang itu kan"


"Ya bukan sayang orang lain. Aku cuma nolongin aja, tadi aku sempat bantu dia masukin ke dalam ambulance jadi ya darah dari orang itu kenapa sama aku, makanya bau anyir kayak gini. Aku juga ini udah ga tahan sayang dengan baunya. Dari perjalanan pulang aku terus saja menutup hidungku, karena memang mual seperti apa yang kamu bicarakan tadi sangat bau sekali"


"Syukur deh, aku takut kalau itu kamu. Aku takut kamu yang terluka atau kamu nggak sengaja nabrak orang itu"


"Bukan aku, ya udah sayang aku bersih-bersih dulu, kamu tunggu di kamar ya nanti aku akan susul kamu"


Ayu hanya menganggukkan kepalanya, Alex masuk ke dalam kamar mandi yang ada di ruangan paling belakang. Alex tersenyum kecil saat masuk ke dalam kamar mandi itu.


Alex mengusap rambutnya ke belakang, air shower sudah membasahi tubuhnya, Alex menundukkan kepalanya kebohongan pertama yang dibuat Alex, tidak mungkin Alex berkata jujur kalau dia telah membunuh seseorang yang ada istrinya malah takut.


Yang ada istrinya nanti besok pagi kabur dan tak ada disampingnya. Biarkan ini menjadi rahasianya seorang, hanya dirinya saja yang tahu jangan orang lain.


"Ini yang terakhir kalinya aku berbohong padamu Ayu, dan untuk nanti aku tidak akan pernah melakukannya lagi, aku tidak bermaksud untuk berbohong padamu. Aku ingin rumah tangga kita baik-baik saja maka aku melakukan ini "


Alex yang sudah selesai mandi dan berpakaian menghampiri istrinya yang ada di meja makan, dan sedang menyediakan makanan untuknya juga.


"Kamu makan juga sayang"


"Tidak, aku sudah makan kamu saja ya, tadi aku baru aja selesai makan"

__ADS_1


"Kenapa baru makan, udah malem banget sayang "


"Tadinya aku mau nunggu kamu, tapi ternyata kamu lama ya udah aku makan duluan aja"


"Lain kali nggak usah kayak gitu, kalau mau makan, makan aja ya nggak usah tunggu aku ya. Aku ga mau nanti kamu malah nahan lapar ga baik loh sayang, apalagi didalam perut kamu ada bayi juga kan "


"Iya Alex, aku ga akan kayak gitu lagi "


Alex makan dengan lahap. Bahkan dia sama sekali tidak jijik dengan apa yang dia lakukan tadi, padahal yang dia lakukan tadi begitu sangat penuh darah dan juga teriakan. Belum lagi tubuh yang Alex potong-potonggi. Besok pagi pasti akan sangat heboh sekali.


Ternyata benar kata ayahnya jika diselesaikan dengan seperti ini sangat cepat dan tidak membuat Alex harus berpikir, bagaimana ide yang lebih bagus. Ini adalah ide yang terbagus.


...----------------...


"Valeria jam segini kamu baru pulang, kapan kamu akan menikah Vio aja dia sudah menikah kan lalu kamu akan kapan. Mama juga ingin melihat kamu bahagia sayang "


"Jangan samakan aku sama Vio mah, aku dan Vio berbeda, dia sudah menemukan jodohnya sedangkan aku belum. Tunggu saja nanti juga aku akan menikah pada waktunya. Sendiri juga aku bahagia Ma "


"Sampai kapan, Mama juga ingin punya menantu dari kamu Mama juga pengen punya cucu dari kamu kapan coba "


Valeria menghela nafasnya "Nanti juga akan ada saatnya, jangan tanya hal itu. Valeria ini sedang pusing dengan semua pekerjaan yang harus Valeria urus. Mama bisa kan jangan tambah pikiran Valeria ini belum lagi perusahaan. Bukannya Ayah membebankan semuanya pada Valeria "


"Ya sekalian kamu cari jodoh juga dong di sana siapa tahu ada yang cocok, dan kalian nanti bisa menikah juga kan "


"Iya Mama, doain aja yang terbaik buat Valeria, semoga saja Valeria cepat-cepat punya jodoh. Ya udah Valeria mau istirahat dulu udah kan nggak ada yang mau dibicarain lagi"


"Hemm sudah "


Valeria langsung pergi meninggalkan mamanya begitu saja, ini sudah sangat malam tapi Mamanya malah bertanya seperti itu. Valeria juga sudah bilang kan tidak berminat untuk menikah sampai kapanpun.

__ADS_1


Valeria tidak suka dengan atur-aturan yang sangat banyak itu. Biarkan saja mamanya bertanya-tanya terus, banyak laki-laki yang mendekatinya tapi Valeria tidak berminat untuk serius dengan mereka ataupun melakukan hubungan rumah tangga. Itu akan sangat rumit dan Valeria tidak mau melakukannya.


__ADS_2