
"Siapa disana "
Aku yang kaget tiba-tiba saja ruanganku gelap, aku mencoba untuk keluar dari ruangan inap ku. Saat aku membuka pintu begitu gelap sekali.
"Dokter, suster " tak ada yang menyahut.
"Kenapa rumah sakit begitu sepi tak seperti biasanya"
Aku berjalan kearah lorong dan menatap sekitar sepi, suster yang suka berjaga juga tak ada. Apakah libur tapi ga mungkin juga kan libur.
"Hallo apa disini ada orang " tidak ada sahutan lagi.
Aku yang penasaran terus berjalan sambil memegang infusan ku "Jangan main-main ini rumah sakit "
Buk tiba-tiba ada yang memukulku dan membuat aku tak sadarkan diri.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Aku terbangun dan tanganku di borgol, aku melihat sekitar masih gelap dan aku dibaringkan ditempat tidur rumah sakit.
Ada yang berjalan mendekat padaku, lalu dia menyalakan lampu yang langsung menyorot kearah wajahku.
__ADS_1
"Malam Darwin "
"Siapa kau "
"Kau tak mengenal aku ya "
"Jangan main-main "
"Aku sedang tak main-main bersamamu, aku hanya ingin memberimu pelajaran "
"Aku tak pernah berbuat salah ya "
"Hemm, ternyata kau sangat pelupa sekali. Baiklah kita mulai operasinya, tapi tanpa bius kau pasti akan sangat menikmati saat-saat operasi itu dilakukan "
"Enak saja, saat kau akan melakukan kejahatan pada satu orang kau tidak mengampuninya kan, meskipun dia minta tolong untuk kau lepaskan "
"Siapa, aku tak pernah menyakiti siapa-siapa "
"Shut berisik, kita mulai sekarang "
Orang itu membawa pisau operasi, dia menuju kearah wajahku lalu memegang kelopak mataku dan membuat mataku melotot.
__ADS_1
Dia menahan kepalaku mengunakan sesuatu agar tak bergerak, aku sudah sangat takut. Aku sudah berteriak tak karuan, tapi orang itu hanya fokus pada mataku saja.
Mataku diganjal oleh sesuatu lalu pisau dingin itu menyentuh mataku, "Tolong lepaskan aku, tolong jangan seperti ini "
Tapi dia tak menghiraukan aku yang takut, dia mencongkel mataku, aku berteriak histeris, aku tak bisa menahan rasa sakit ini.
"Akhirnya dapat juga "
Aku melihat mataku dimasukan kedalam toples. Aku masih begitu kesakitan, sangat sakit sekali bahkan aku tak bisa mengungkapkan bagaimana sakitnya.
Dia kembali melakukan hal yang sama pada mataku yang sebelahnya, aku sudah memohon untuk dia tak mencongkel mataku lagi, tapi nihil dia melakukannya lagi.
Aku sudah lelah, suaraku sudah tak ada, gelap sekali disini dan aku merasakan darahku mengalir dan bau amis sekali.
Aku sekarang tak punya mata, aku hanya bisa diam dan merasakan sensasi sakit yang tak pernah aku rasakan..
"Terima kasih untuk bola matamu yang menurutku sangat jelek ini, karena kau sudah pernah melihat apa yang seharusnya kau tak lihat makanya aku mengambil bola matamu. Sudah aku bilang kan jangan pernah bermain-main denganku apalagi bermain-main dengan orang yang aku sukai maka inilah akibatnya"
"Siapa kau, aku tak akan terima "
"Tak penting untukku mau kau tidak menerima pun itu tak masalah untukku. Yang terpenting mata ini sudah ada di hadapanku dan kau tak akan pernah bisa melihat apa yang pernah kau lihat lagi"
__ADS_1
"Akhh sialan kau "
Aku mendengar langkah kaki keluar dari sini, aku masih diborgol dan kepalaku juga masih ditahan. Aku akan mati, sebentar lagi aku yakin aku akan mati.