Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 279 Bentakan


__ADS_3

Daniel yang sedang ada dikantor didatangi oleh anak buahnya yang waktu itu terlihat dalam misinya untuk menghabisi Tamara.


"Jadi apakah kamu sudah menemukan dimana perempuan itu, aku tidak mau ya hanya omong kosong tanpa bukti "


"Ini pak kami sudah menemukannya dan dia ada disekitar kita Pak. Jadi apakah kita akan langsung menangkapnya saja "


Daniel mengambil foto yang diberikan oleh anak buahnya. Daniel sampai mengernyitkan keningnya "Kenapa wajahnya berbeda "


"Nona Tamara melakukan operasi plastik saat dulu. Kenapa kita sulit karena dia sudah berubah wajahnya ya jadi kita kesulitan"


"Mana aku lihat fotonya lagi "


Daniel menatap orang itu, bukannya ini perempuan yang kemarin datang kerumahnya. Jadi benarkan firasatnya tentang laki-laki ini.


Daniel langsung mengeluarkan ponselnya dan menelfon istrinya tapi tak diangkat, Daniel langsung melangkah pergi, Daniel tak bisa kalau terus diam menunggu jawaban dari sang istri.


"Pak kita belum selesai membicarakan ini Pak, pak mau kemana Pak "


Tapi Daniel terus saja melangkah Daniel tak mau sampai terlambat. Daniel sedikit berlari kearah mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan cepat juga.

__ADS_1


Bahkan Daniel ugal-ugalan tak memperdulikan orang-orang yang Daniel pikirkan adalah anak dan istrinya. Tamara itu pasti akan seperti dulu untuk mengincar lagi istrinya dan juga anaknya. Perempuan itu benar-benar berbahaya.


Daniel keluar dari dalam mobil, Daniel masuk kedalam rumah dengan tergesa-gesa " Sayang Vio kamu dimana, Vio jangan buat aku takut dimana kamu "


Daniel masuk kedalam kamar dan melihat istrinya yang sedang berdandan. Daniel bernafas lega istrinya ada dirinya.


"Kenapa kamu tak mengangkat telfon ku aku sudah bilangkan jika aku menelfon maka kamu harus cepat mengangkatnya "


"Oh maaf Daniel sepertinya aku sedang mandi, maaf aku sedang berdandan aku akan pergi bersama ibunya Marcel kami ingin jalan-jalan dia ingin tahu tentang daerah sini "


"Tidak, aku tak mengizinkan kamu untuk pergi dengan perempuan itu, dia itu berbahaya "


Vio mengerutkan keningnya sudah mulai Suaminya ini. Kenapa coba semuanya tak boleh bergaul dengan Vio. Vio juga ingin punya teman bisa banyak mengobrol dan banyak lagi tapi suaminya ini selalu saja menolaknya.


"Nanti aku yang akan menemani kamu "


"Tapi aku sudah janji pada ibunya Marcel kalau kita berdua akan jalan-jalan sekarang. Daniel biarkan aku sedikit bebas "


"Aku selalu membelaskan mu, tapi tolong untuk kali ini menurutlah seperti sebelum-sebelumnya karena ini untuk keselamatan kamu juga. Jangan ngeyel "

__ADS_1


"Tapi Daniel "


"Apa kamu sayang dengan aku Vio, kalau iya kamu sayang maka diamlah disampingku dan menurutlah padaku dan diam dirumah "


"Ada apa sih dengan kamu, memangnya kenapa dengan orang itu "


"Sudah aku bilang kan diam dirumah diam kenapa kamu ini banyak ngomong dan ingin tahu Vio hanya ikuti saja kata-kata suami mu apa salahnya " bentak Daniel yang sudah kesal dengan tingkah istrinya yang terus saja berbicara.


Vio yang kaget langsung mundur atas bentakan suaminya itu. Vio tak menyangka saja suaminya akan melakukan ini.


"Baik aku akan tetap dirumah tapi apakah perlu kamu sampai membentakku seperti itu "


"Ya karena kamu selalu membantah apa yang aku katakan, selalu meminta penjelasan, jelas jelas ini demi keselamatan kamu sendiri "


Daniel langsung melengos pergi meninggalkan sang istri dan mencari anaknya.


"Dimana anakku "


"Nona bermain dengan tetangga baru Pak yang kemarin "

__ADS_1


"Apa gila ya kalian ini "


Daniel berlari keluar rumah untuk mengambil anaknya,kenapa juga Arumi ada disana.


__ADS_2