
Daniel melempar belatinya dan pas sekali mengenal matanya. Daniel tersenyum menatap orang itu yang kesakitan.
"Ampun Daniel, jangan lakukan ini padaku. Aku minta ampun padamu "
Daniel malah tertawa mendengar orang itu memohon padannya. "Sudah aku bilang kan jangan pernah bermain-main denganku"
"Ampun Daniel aku sudah menyesal jangan apa-apakan aku lagi. Aku sungguh minta maaf padamu"
Daniel menatap orang itu, dia sudah penuh dengan luka. Apalagi wajahnya sudah menjijikan sekali. Daniel langsung mengelengkan kepalanya.
"Aku tidak mau memaafkanmu jadi kita mulai permainannya"
"Jangan Daniel, tolong jangan lakukan lagi. Maafkan aku karena pernah akan mencelakai kamu "
"Sudah kubilang kan aku tidak akan pernah memaafkanmu, jadi jangan terus meminta maaf padaku"
Orang ini adalah saingan bisnis Daniel, dia ingin mencelakai Daniel saat di proyek tapi nyatanya Daniel sudah tahu tentang rencana itu. Jadi semuanya gagal Daniel masih hidup.
"Akan aku lakukan apapun yang kamu mau Daniel, lepaskan aku, aku masih punya keluarga"
"Kamu mengatakan kalau kamu masih punya keluarga, lalu aku apakah saat akan melakukan itu kamu tidak berpikir dulu kalau aku pun punya keluarga. Kalau di hadapanku tidak usah memohon-mohon. Jika kamu berani melukaiku maka kamu berani dengan apa yang akan aku lakukan nanti padamu"
Daniel kembali melempar belatinya dan mengenai mulut laki-laki itu "Masih ada belati ku 4 lagi, akan tertusuk ke mana ya akan aku pilih dulu. Aku ingin mengenai matamu yang satu lagi "
"Daniel ampuni aku, ampun Daniel "
"Berisik sekali lebih baik aku jahit saja bibirmu itu, ya lebih baik aku jahit saja itu akan lebih menyenangkan"
Daniel maju dan membawa alat jahit yang tergeletak tak jauh darinya, memang Daniel sudah menyediakan semuanya. Tadinya ingin menemui sang istri yang bersama Ayu tapi Daniel masih punya urusan dengan orang ini.
__ADS_1
Baru saja Daniel memasukkan benang ke arah jarum itu, sudah ada Sela yang masuk "Cepat keluar dari tadi Vio menunggumu, kalau sampai dia tahu kamu akan habis. Vio bisa-bisa akan pergi dari kamu cepat temui dia dulu "
"Kali ini kamu lolos"
Daniel bergegas segera pergi saat Sela akan mengikuti Daniel laki-laki itu kembali berbicara "Tolong nona Sela bantu aku untuk keluar dari sini, aku sudah benar-benar menyesal telah melakukan itu tolong lepaskan aku"
"Kalau bisa lepaskan saja sendiri, untuk apa aku membantumu. Memangnya akan ada untung untukku, tidak ada kan jadi berusahalah sendiri. Kamu saja berani untuk melukai Daniel masa untuk lepas saja tidak bisa, berjuanglah aku yakin kamu bisa semangat"
Sela pergi juga dari ruangan itu, tak peduli dengan orang itu. Biarkan saja dia mati ditangan Daniel siapa suruh dia macam-macam dengan Daniel.
...----------------...
Daniel langsung memeluk istrinya yang sedang menunggu di lobby "Kamu ini dari mana aja sih. Aku dari tadi tunggu kamu, aku pulang aja sama Ayu ya. Kasihan banget dia"
"Ya udah sayang hati-hati ya di jalannya. Maaf aku g bisa anterin kamu. Aku masih ada kerjaan kamu hati-hati ya di jalannya. Jangan ngebut bawa mobilnya pelan-pelan aja"
"Iya aku akan hati-hati dan pelan-pelan bawa mobilnya. Aku pulang ya kamu jangan pulang telat aku tunggu kamu ya "
Daniel melepaskan pelukannya dan mencium kening sang istri. Tak peduli dengan orang-orang yang ada disini yang menatap kemesraan mereka. Biarin saja mereka kan suami istri.
Daniel mengantarkan sang istri sampai parkiran, setelah itu Daniel kembali masuk kedalam ruangannya. Masih ada waktu panjang untuk menghukum orang itu sekarang Daniel harus mengerjakan dulu tugas-tugasnya yang menumpuk ini.
Vio sesekali menatap Ayu yang masih saja menangis. Bagaimana ini Vio juga bingung harus berbicara apa lagi. Dari tadi Ayu hanya menangis saja "Kamu yakin mau pulang ke rumah dengan keadaan seperti ini, nanti yang ada Mama malah tahu kan"
Ayu segera mengusap air matanya "Aku mau pulang aja Kak, aku mau istirahat rasanya lelah sekali. Semoga aja Mama lagi ga ada di rumah jadi dia nggak akan tahu kan. Aku ga mungkin ceritain ini semuanya sama Mama, nanti yang ada Alex malah marah sama aku. Aku ga mau buat masalah dalam keluarga itu, kayaknya semenjak aku masuk keluarga mereka semuanya jadi hancur kayak gini ya jadi banyak masalah"
"Ga usah nyalahin diri sendiri. Ga pernah ada yang salah kamu bukan pembawa masalah dalam keluarga. Memang Alex aja ga bisa berubah. Seharusnya sih Alex dikasih pelajaran atau mungkin kamu mau ke suatu tempat dulu, menenangkan hati kamu aku bisa kok bicara sama Mama nanti"
Ayu langsung menatap Vio. Ini adalah sebuah kesempatan kan. Ayu bisa menjauh dulu dari Alex, takutnya Alex malah akan kasar padanya nanti malam. Siapa tahu dengan dia bersembunyi dulu Alex akan berubah kan ya.
__ADS_1
Setidaknya menyayangi anak yang ada dalam kandungannya. Ayu tidak peduli kalau Alex akan membencinya tidak suka padanya, tapi pada anaknya jangan didiamkan terus. Kasian anaknya ini.
"Bagaimana caranya kak, kakak akan bicara apa sama mama jangan sampai Mama tahu tentang masalah ini. Aku tidak mau malah berlarut-larut masalahnya"
"Emm, nanti akan aku fikirkan pokoknya kamu tenang saja aku akan membantumu untuk jauh dulu dari Alex"
Vio memarkirkan mobilnya saat mereka sudah sampai di depan rumah. Ayu juga membenarkan dulu penampilannya supaya tidak terlihat berantakan, mereka berdua segera turun dan ternyata Mama mertua mereka ada sedang berbicara dengan Valeria.
Ayu menundukan kepalanya karena takut dengan tatapan kembarannya Kak Vio, tatapannya begitu menusuk sekali.
"Nah itu Vio udah pulang sayang "
"Ya udah Tante, aku mau bicara dulu ya sama Vio.
Makasih loh Tante udah mau ajak ngobrol aku dulu sambil nungguin Vio "
"Iya sayang sama-sama kayak sama siapa aja kamu ini"
Valeria langsung menarik tangan Vio, padahal Vio ingin bicara dengan ibu mertuanya ini. Malah ada Valeria dan pasti pembicaraannya akan panjang sekali.
"Ayu kenapa diam saja dan menunduk seperti itu apa kamu sakit "
Ayu langsung mendongakan kepalanya dan mengelengkan kepalanya"Engga Ma, Ayu cuman lagi emm, Ayu istirahat dulu ya Ma "
"Iya sayang, kalau ada apa-apa kamu harus bilang sama Mama jangan diam aja ya. Kamu harus selalu terbuka sama Mama"
"Iya Ma, Ayu pasti akan selalu terbuka dengan Mama. Ayu kekamar dulu ya Ma "
"Iya sayang, kalau mau makan langsung kedapur saja ya. Jangan sungkan-sungkan "
__ADS_1
Ayu menganggukan kepalanya lagi dan langsung masuk kedalam kamarnya. Ayu akan istirahat sebenar setelah itu Ayu akan menunggu Kak Vio.