Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 281 Karina punya adik


__ADS_3

Anak kecil itu langsung merenggut dan menjauh dari Alex saat melihat wajah Alex yang sangat menyeramkan sekali. Anak kecil itu sudah sangat ketakutan sekali, wajah Alex bener-benar menyeramkan sekali.


Ayu yang melihat dari kejauhan segera mendekati suami dan anaknya itu. Ayu melihat seperti ada yang aneh, Dion seperti murung dan ketakutan padahal dia tadi baik-baik saja bermain dengan Karina"Alex ada apa ini" ucap Ayu sambil tersenyum ke arah anak kecil itu yang masih saja ketakutan dengan Alex.


"Dion ini mobil mobilan nya. Maaf ya tadi Karina meminjamnya "


Dion langsung tersenyum dan menganggukkan kepalanya "Ya sudah Karina aku pulang dulu ya nanti aku main lagi kemari dadah Karina, nanti aku akan membawa mobil-mobilan lagi "


Dion melambaikan tangannya sambil tersenyum ternyata giginya ompong, Alex yang melihatnya langsung membalikkan badan membawa anaknya Karina. Ayu masih saja bingung dengan tingkah suaminya ini, kenapa tiba-tiba seperti itu kan.


"Ada apa sih kamu tiba-tiba berbalik badan seperti itu, Dion itu hanya anak kecil. Jangan membuat hati anak kecil itu sakit "


"Lihatlah giginya ompong menyeramkan sekali, tidak ada tampan-tampannya bagaimana kalau Karina ketakutan, kenapa kamu juga membolehkan Karina bermain dengan anak laki-laki. Dia sungguh tak cocok bermain dengan Karina"


"Apa salahnya sih bermain dengan anak laki-laki dan perempuan sama saja ko,k mereka ini masih kecil jadi wajar kalau bermain. Jangan mengekang anakku dan tidak membolehkan dia bermain dengan anak manapun sama saja, Karana harus punya banyak teman "


"Wajah kamu juga Alex jangan seperti itu, kasihan dia jadi takut kan yang ada bukan Dion yang menyeramkan tapi kamu, kamu yang sangat menyeramkan seperti vampir, wajahmu itu sangat menyeramkan Alex sampai dulu pun aku takut padamu"


"Hey Ayu apa maksudmu, aku seperti vampir aku ini tampan jangan asal bicara ya. Aku ini suami kamu juga. Memangnya kamu mau punya suami vampir"


Ayu hanya tertawa saja menanggapi kata-kata dari suaminya. Suaminya memang seperti vampir selalu menggigitnya dimalam hari. Untung juga Ayu tak menjuluki suaminya ini sebagai nyamuk.


"Kamu jangan terlalu berlebihan, mereka itu masih kecil baru kalau misalnya nanti Karina sudah besar dan ada laki-laki yang mendekatinya bermain dengannya baru kamu marah, baru kamu tanya ini itu, mereka masih kecil baru umur berapa tahun mereka ini. Jadi bebaskan Karina untuk bermain dengan siapapun itu Alex "


Alex sangat ketakutan sekali kalau Karina akan disakiti seperti dia menyakiti dulu perempuan-perempuan lain. Makanya Alex selalu menjaga Karina dengan ketat.


Takut nanti Karina dipermainkan seperti itu, tahu sendirikan bagaimana sepak terjang Alex dulu yang selalu saja mempermainkan perempuan, Alex takut malah anaknya mendapatkan karma karena ulah darinya ini.


"Tapi aku yakin Dion itu besarnya akan menjadi laki-laki playboy sepertiku nanti, jadi aku harus menjauhkan Karina dari laki-laki semacam dia, lihat giginya ompong dan itu adalah tanda-tanda kalau dia akan sepertiku, karena aku juga dulu ompong sama seperti anak kecil tadi, gigiku tak ada "


Ayu mencubit tangan suaminya itu, kenapa coba jadi bawa-bawa gigi ompong sungguh tak masuk akal sekali suaminya ini "Tidak masuk akal emangnya urusannya dengan gigi ompong dan playboy apa. Memang kamu saja wataknya sudah Playboy. Karina ayo bersama mama saja ayahmu ini kepalanya sedang pusing jadi bicaranya ke mana-mana melantur"


"Gigi ompong saja sampai dibuat masalah, benar-benar menyebalkan Ayahmu ini "


Ayu mengambil alih Karina dan membawanya masuk ke dalam rumah. Alex tentu saja mengikuti istrinya tidak mungkin kan dia diam di luar rumah sendirian seperti ini, apalagi sedang panas-panasnya. Bisa-bisa nanti Alex menjadi kering seperti keripik.


Ayu mengganti pakaian anaknya terlebih dahulu, lalu menyuruh Karina untuk tidur siang. Setelah melihat Karina yang mulai terlelap dan tidur dengan nyenyak barulah Ayu pergi ke kamarnya. Suaminya masih mengikutinya dari belakang tanpa suara seperti hantu.


Alex langsung memeluk istrinya dari belakang "Kenapa sih kamu selalu saja membela anak-anak kecil itu yang bermain dengan Karina, aku kan ingin Karina hanya bermain dengan anak perempuan saja"


"Ya aku harus bagaimana, mereka itu masih kecil aku tidak mungkin bersikap sepertimu, mereka itu hanya ingin bermain sama-sama. Mainan mereka hanya apa mobil-mobilan, Karina membawa Barbie nya itu saja tidak ada yang mereka lakukan dan tidak akan ada laki-laki Playboy. Mereka saja belum mengerti cinta-cintaan tapi kamu sudah berpikir jauh Alex sungguh tak masuk akal sekali kamu ini "


"Hemm, kamu terus mengomel tapi aku suka, aku suka dengan suara kamu Ayu yang terus memarahiku"

__ADS_1


Alex menggigit leher istrinya cukup keras sampai-sampai Ayu berteriak "Sudah aku bilang kan, kamu ini memang vampir lepaskan aku. Dasar vampir tak tahu diri "


Ayu mencoba melepaskan pelukan suaminya itu, tapi sulit sekali. Suaminya itu malah makin mempererat pelukannya dan menggulingkan tubuh mereka di atas tempat tidur. Alex menyingkirkan rambut yang menutupi wajah cantik istrinya.


Alex tidak menyangka saja dia akan tergila-gila dengan perempuan yang dulu dia selalu siksa, yang selalu dia permainkan ya maksudnya Alex awalnya tak akan benar-benar dengan Ayu tapi sekarang Alex tidak bisa lepas darinya.


Alex makin mendekatkan wajahnya dengan istrinya, dan dia menyatukan bibir mereka berdua. Ayu pun membalasnya dengan senang hati tidak ada penolakan sama sekali. Ayu suka sekali kalau sudah dicium seperti ini oleh Alex rasanya menyenangkan dan membuatnya ketagihan.


...----------------...


Ayu bangun di pagi hari, dia sudah muntah-muntah Alex yang mendengar itu lantas segera bangun dan menghampiri istrinya yang masih muntah, Alex begitu khawatir dengan keadaan istrinya. Tadinya Alex sangat mengantuk sekali tapi saat mendengar istrinya muntah-muntah matanya langsung terbuka dan tak mengantuk lagi.


"Sayang kamu kenapa, kamu baik-baik saja kan. Kenapa tiba-tiba muntah di pagi hari, kamu tak pernah seperti ini sayang "


"Entahlah aku tidak tahu, tolong aku ingin mandi air hangat pusing sekali kepalaku ini Alex bantu aku. Aku ingin membersihkan diriku yang sudah lengket gara-gara kamu "


Alex terlebih dahulu membawa Ayu untuk duduk dan setelahnya Alex melakukan apa yang istrinya mau. Ada apa dengan istrinya ini tiba-tiba muntah-muntah di pagi hari, Alex menjadi takut dengan apa yang terjadi dengan istrinya, takut istrinya sakit Alex.


"Ayo sayang bathub nya sudah terisi penuh, kita sekarang mandi ya maksudnya kamu saja yang mandi aku masih belum mau "


Alex langsung menggendong Ayu dan memasukan istrinya ke dalam bathtub itu, dengan perlahan tentunya pakaian Ayu tadi sudah dilepaskan dulu. Ayu merasa mualnya sudah tidak terlalu separah tadi.


Badannya sudah sedikit rileks, badannya sudah enakan. Ayu suka sekali kalau sudah berendam air hangat seperti ini.


"Hanya mandi saja, jangan yang aneh-aneh kamu tidak boleh menyentuh yang lain-lain. Hanya mengoleskan sabun ke punggung ku saja "


"Iya aku takkan menyentuh apa-apa "sambil cemberut, karena tadinya juga Alex mau pegang-pegang tapi kalau sudah diperingati seperti ini Alex harus mengikuti apa kata Ayu, nanti kalau tidak diikuti malah akan mengomel seperti ibu-ibu kompleks yang cerewet.


"Sayang kenapa ya kamu sampai muntah-muntah seperti ini apa kamu sakit, kita harus kedokter aku tak akan bekerja aku akan mengantarkan kamu saja ya. Aku begitu khawatir dengan keadaan kamu ini sayang"


Alex mengusap-usap sabun cair itu di punggung istrinya, Alex sekuat tenaga tidak menyentuh sesuatu yang bergantung itu. Alex harus bisa tahan dan tidak membuat istrinya marah.


Alex menarik nafasnya dan menghembuskan ya lagi. Alex memalingkan wajahnya saja agar matanya ini tak terus tertuju kesana. Alex itu sangat mudah tergoda sekali dengan apa yang istrinya punya.


"Entahlah aku juga tidak tahu, kamu seharusnya tahu kenapa aku muntah-muntah seperti itu di pagi hari mungkin kamu ingat dulu saat dulu aku seperti itu"


"Apa sih aku tidak mengerti. Memangnya dulu kamu kenapa, aku rasa tak pernah kamu seperti ini sayang. Jangan buat aku pusing sayang "


"Jangan sok tidak tahu deh, kamu itu sudah punya anak sudah berpengalaman juga masa sih nggak tahu. Alex aku akan kesal dengan kamu jika kamu pura-pura seperti ini "


Alex benar-benar binggung apa sih istrinya ini, Alex akan mengingat-ingat semuanya"Emm, apa ya kamu hamil apakah Karina akan punya adik, apa aku akan punya anak lagi beneran ini sayang. Ya ampun aku baru ingat dulu juga kamu seperti ini kan, aku benar-benar senang sekali kalau itu betul sayang"


Ayu langsung memutar bola matanya, kesel dengan tingkat suaminya "Iya karena kamu terus saja setiap hari menebar benih di rahimku ini dan kamu juga tidak pernah mau memakai pengaman, aku yakin aku sekarang sedang mengandung anak. Satu kamu juga tak membolehkan aku untuk meminum obat pencegah kehamilan "

__ADS_1


"Yes akhirnya, semoga saja anak yang kamu kandung ini adalah seorang anak laki-laki agar aku bisa bergulat dengannya nanti, kita harus ke rumah sakit kita cek keadaan kamu ya sayang. Aku mau tahu sayang aku sudah tak sabar sekali "


Alex mencium seluruh wajah istrinya. Alex begitu senang sekali, ya kenapa juga harus pakai pengaman Ayu itu kan istrinya jadi Alex bebas dong kalau mau menyimpan benihnya tidak usah ketakutan juga.


Alex juga ingin punya banyak anak bersama Ayu, makannya Alex tak membolehkan istrinya untuk meminum apapun yang bersangkutan dengan pencegah hamil.


...----------------...


Alex dan Ayu sudah pulang, mereka sudah memeriksakan ke dokter dan benar saja kalau Ayu sedang mengandung, tadi Karina tidak dibawa karena takutnya nanti rewel di sana.


Setelah sampai rumah Alex dan Ayu langsung memberitahu Karina tentang kabar gembira ini, memang dari awal Karina ini ingin mempunyai seorang adik.


"Beneran Karina akan punya adik, terus mana adiknya Karina pengen sekarang Ayah. Karina pengen langsung main sama dia "Karina mengeluarkan tangannya untuk meminta adiknya pada ayahnya. Alex memangku Karina untuk menjelaskan semuanya. Mana mungkin adiknya bisa dengan instan ada.


"Karina kalau ingin punya adik kita harus menunggu 9 bulan dulu, baru nanti adik akan muncul dari dalam perut Mama. Karina harus sabar menunggu adiknya dan Karina juga harus menjaga mama, dan juga nanti adik yang ada di perut Mama"


Karina mengerutkan keningnya sambil menatap perut mamanya yang masih rata "Tapi perut Mama kecil. Memangnya bisa mengeluarkan seorang adik, kenapa adik harus keluar dari perut Mama dan kenapa juga harus 9 bulan lama sekali padahal Karina ingin main sekarang bersama adik" Karina malah mulai merengek.


"Tidak bisa adik harus tumbuh dulu di dalam perut Mama, nanti lambat lawan perut Mama akan besar Karina akan melihatnya. Karina bisa sabar kan menunggu 9 bulan lagi tidak akan lama"


"Begitu ya, tapi apakah nanti boleh Karina melihat adik yang ada di dalam perut Mama. Karina sangat penasaran kenapa adik bisa ada dalam perut Mama"


"Tentu nanti kita akan melihat adik yang ada di dalam perut Mama ke dokter setelah kandungan Mamah cukup besar, nanti kita akan tahu adik Karina itu laki-laki atau perempuan kita akan bisa mengetahuinya sayang "


"Begitu ya tapi Karina masih pusing, tapi tak masalah nanti juga mungkin Karina akan mengerti kan ayah.. Karina sungguh pusing dengan semua penjelasan dari ayah"


Alex yang mendengar celotehan anaknya itu hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Alex juga bingung harus menjelaskan bagaimana lagi pada Karina yang Alex tahu ya itu Karina harus menunggu adiknya sampai 9 bulan dulu.


"Tapi Karina pengen punya adik laki-laki Ayah agar suatu saat adik bisa menjaga Karina, Karina kan anak perempuan kalau Karina terus dijaga sama ayah nanti ayah lelah"


"Doakan saja semoga nanti Mama melahirkan anak laki-laki tapi kalau adik perempuan juga tidak masalah, dia juga akan bisa bersama Karina terus nantinya kalian berdua akan terus bersama-sama"


"Tidak Karina tidak mau, kata teman Karina mempunyai adik laki-laki itu lebih menyenangkan. Ayah tahu kan teman Karina punya adik laki-laki dan katanya suka saja dan Karina juga mau merasakannya. Bagaimana rasa suka itu kalau punya adik laki-laki nanti kan kalau mau punya adik perempuan Karina bisa minta lagi sama ayah dan juga mama, tapi apakah boleh nanti Karina melihat bagaimana cara membuat adik"


Alex langsung tersedak ludahnya sendiri saat mendengar semua itu "Tidak boleh Karina, tidak boleh melihat ayah dan juga mama membuat adik. Nanti saat dewasa Karina akan mengerti. Tahu dari mana kamu akan hal itu ada yang memberitahumu ? "


"Tidak, sama sekali tidak ada, Karina cuman bingung kenapa adik bayi bisa ada dalam perut Mama dan kenapa juga harus menunggu 9 bulan itu saja, makanya Karina penasaran bagaimana cara membuatnya apakah menggunakan tepung seperti kita akan buat kue"


Ayu dan juga Alex tertawa, Alex mencubit hidung mancung anaknya itu "Nanti juga saat kamu dewasa kamu akan mengerti. Dan kamu sendiri pasti akan tertawa jika ayah menceritakan hal ini"


Karina yang memang masih polos dan tidak mengerti apa-apa hanya mengernyitkan keningnya dan tidak menggubris apa kata-kata Ayahnya, yang terpenting Karina akan mempunyai seorang adik. Karina akan bisa bermain dengan adiknya pokoknya nanti adiknya lahir Karina akan langsung ajak main dia.


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2