Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 58 Tak Semudah itu ternyata


__ADS_3

Aku mencoba untuk tidur, aku ingin istirahat. Aku juga tadi sudah melihat dalam tas yang Daisy berikan ternyata itu uang yang sangat banyak.


Aku sangat kaget, Daisy mempunyai uang sebanyak ini. Apa ini uang tabungannya. Tapi dirinya berjanji akan menggantinya lagi suatu saat nanti.


Aku terbangun saat mencium bau yang sangat aku kenal. Tidak, tidak mungkin kan dia ada disini. Aku perlahan untuk melihat kearah kiriku.


Ada seorang laki-laki memakai pakaian serba hitam dan kepalanya juga tertutup dengan kupluk. Aku yang akan pergi dari samping laki-laki ini tiba-tiba saja tanganku dipegang.


"Dian disini "


Aku langsung lemas, aku syok aku tahu siapa ini. Aku begitu mengenal dia, dari baunya saja aku sudah mengenalnya.


Aku terduduk kembali, dia membuka kupluknya dan tersenyum mengerikan padaku.


"Mau kabur ke mana sayang, kemanapun kau akan pergi aku akan tahu di mana dirimu, bersama siapa dan apa yang kau lakukan. Apakah kau ingin Daisy cekala"


"Aku yakin kau tidak akan sejahat itu pada adikmu"


"Benarkah coba kau lihat ini "


Aku menunggu Abang mengeluarkan ponselnya, alangkah kagetnya saat aku melihat Daisy terikat di suatu tempat, matanya juga tertutup dia sedang berteriak-teriak.


"Jangan apa-apakan Daisy " jeritku dengan histeris.


Orang-orang langsung melihat ke arahku "Maaf istriku sedang menonton film, jadi dia terbawa emosi" ucap Abang pada penumpang yang menatapku.


"Apakah kau masih tidak percaya. Siapapun yang telah membantumu aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya. Meskipun itu adikku sendiri"


"Kau gila "


"Ya memang aku gila, kenapa ? "


Aku diam, tanganku digenggam erat oleh Abang, sampai-sampai aku kesakitan. Aku hanya bisa meringis saja.

__ADS_1


"Aku sudah bilang kan padamu, jangan pernah pergi dari sampingku karena aku akan menemukanmu di manapun kau berada. Sekarang kita pulang dan kau menerima akibatnya. Mungkin ya akan lebih parah dari yang kemarin. Kau sudah bermain-main denganku. Meskipun aku mencintaimu tapi jika kau membantah apa yang aku katakan aku tidak akan segan-segan untuk menyakitimu"


Ya Tuhan apalagi yang akan terjadi padaku, aku sungguh takut. Aku sangat ketakutan sekali. Baiklah aku tak mau Daisy meninggal gara-gara aku. Yang harus aku selamatkan sekarang adalah Daisy.


"Tolong lepaskan Daisy, aku tak akan pernah pergi lagi darimu kalau kau yang tak mengusirku"


"Itu adalah janjimu. Jika kau melanggar maka kau akan tahu akibatnya. Aku tidak akan pernah melepaskanmu sayang sampai kapanpun, kau akan ada dalam genggamanku. Kau hanya akan pergi saat kau mati saja itupun kalau aku mengizinkanmu untuk mati"


"Aku tidak peduli, yang terpenting orang-orang yang aku sayangi bisa lepas darimu"


"Panggil aku dengan benar sayang "


Abang makin mempererat pegangan tangannya dan aku rasa tulangku akan patah kalian dipegang terus seperti ini.


"Iya Honey " meskipun aku enggan tapi demi keselamatan tanganku, akan aku lakukan.


"Anak pintar "


Abang mengusap kepalaku dan menyenderkan kepalaku di dadanya, lalu dia memeluk tubuhku dengan cukup erat juga.


Aku sudah kembali ke kota yang sama lagi, pelarianku sungguh gagal total. Kenapa Abang bisa tahu tentang pelarianku ini. Apakah dia menyimpan sesuatu di tubuhku, tunggu-tunggu apa karena cincin yang aku pakai, apa cincin ini ada gps-nya.


Aku menatap cincin ini cukup lama, lalu melihat kearah jalan, tapi ini bukan kembali kerumah Abang, dia mau membawaku kemana.


"Kenapa kita kesini "


"Aku ingin memberikan sebuah kejutan sayang " Abang tersenyum padaku, tapi itu bukan senyum yang tulus tapi senyum yang sangat menakutkan sekali.


Jantungku sudah tak karuan, aku sudah sangat ketakutan, kejutan apa. Apa Abang akan memberikanku pada beruang atau pada buaya kenapa aku jadi merinding seperti ini.


Aku sangat ketakutan sekarang, ya aku sangat ketakutan sekali. Abang memberhentikan mobilnya disebuah hotel, kenapa harus kemari, apa dia akan memperkosaku?


"Ayo turun sayang, kita bersenang-senang "

__ADS_1


"Apa yang akan kau lakukan "


"Turun saja sayang, aku tak akan memperkosa mu, aku janji padamu ayo turun panggil aku dengan benar ya sayang. Jangan buat aku marah "


"Baik Honey "


Aku segera turun, baru juga aku mau melangkah Abang sudah menggenggam tanganku dengan sangat erat. Dia membawaku kelantai paling atas.


Saat sudah sampai di lantai paling atas itu hanya ada satu kamar di sana. Kami langsung masuk dan kamar ini begitu luas dan besar sekali. Aku juga sudah mencium wangi daging yang baru saja dibakar. Abang menarikan kursi untukku lalu tanpa banyak bicara dia menyajikan daging bakar di hadapanku, beserta minumannya juga.


Setelah menyajikan semuanya Abang duduk "Makanlah sayang, aku yang membuatnya, setiap yang dimakan olehmu akan aku yang mengolahnya "


Aku dengan patuh melakukan apa yang Abang mau, dengan perlahan aku memakan daging itu. Setelah setengah lagi daging itu akan habis tiba-tiba Abang bicara.


"Apakah kau tak takut aku akan meracuni mu "


Aku mendongakan kepalaku "Tidak, aku sama sekali tidak takut. Kalau memang kau ingin membunuhku dengan perlahan itu tak masalah berarti aku akan lepas darimu kan"


Abang malah tertawa dan melempar sendok serta garpunya, lalu dia menatapku dengan tatapannya yang menakutkan.


"Bagus juga nyalimu "


Abang membangunkan untuk berdiri dan langsung mencekik leherku, aku memegang tangan Abang untuk menahannya, tapi itu percuma.


Cekikannya begitu kuat, Abang menjedotkan kepalaku ke tembok beberapa kali, lalu membiarkan tubuhku merosot begitu saja.


Aku terbatuk-batuk dan memegang leherku yang sakit, pandanganku langsung buram. Abang masih berdiri dan menatap tubuhku yang sudah tak berdaya.


Mungkin sampai sini saja hidupku, mungkin semua kesakitan yang aku rasakan selama ini dari kecil sampai sekarang akan segera hilang.


Aku selalu disakiti oleh ibu dan sekarang oleh Abang. Laki-laki yang pertama kali aku percaya kalau dia akan bisa menjaga aku, laki-laki yang pertama kali mendekatiku dan baik padaku, laki-laki yang pertama perhatian padaku dan selalu mengantarkanku pulang dan selalu ada saat aku kecelakaan.


Ternyata laki-laki itu bukan laki-laki baik seperti apa yang aku lihat dulu. Dia adalah seorang monster yang bisa membunuhku kapan saja.

__ADS_1


Sekarang mungkin sudah saatnya aku untuk pergi dari sampingnya ini. Sudah cukup untukku hidup aku akan pergi selamanya. Mungkin itu akan sangat meringankan beban hidupku. Satu lagi aku akan bertemu dengan mamah.


Kata yang aku dengar saat aku akan tak sadarkan diri dan entahlah mungkin aku mati itu adalah "Kau tidak akan pernah mati sebelum aku yang mengizinkan mu mati, karena aku adalah pencabut nyawa mu Kat "


__ADS_2