Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 63 terlalu banyak bicara


__ADS_3

Kembali pada sudut pandang Lucas.


"Aku sudah membawakan dua perempuan seperti yang Abang mau. Mereka berdua di dalam silakan Abang mau melakukan apapun itu terserah Abang. Aku sudah membawakan apa yang Abang mau "


"Kau memang adik yang penurut Nabil. Terima kasih karena kau sudah mencarikan pelampiasanku untuk kali ini. Kau boleh istirahat dan pantau semua anak buah Papih apakah mereka sudah menemukan Katherine"


"Aku sudah menanyakannya Abang pada mereka ternyata mereka belum ada yang menemukan Katherine. Mereka sepertinya mulai payah dan tak bisa mencari satu orang dengan cepat "


"Baiklah kau tunggu di luar. Aku ingin bersenang-senang dulu. Setelah itu kita pulang bersama-sama dan mencari Katherine lagi"


"Tentu Abang aku akan menunggumu, segeralah bersenang-senang "


Aku segera masuk ke dalam ruangan yang sudah disediakan oleh Nabi. Dia yang mencarikan aku manusia untuk kubunuh. Hari ini aku ingin sekali membunuh seseorang karena Kat sudah pergi meninggalkanku maka aku butuh pelampiasan.


Aku melihat ada dua perempuan yang sedang menangis. Satu berambut pirang dan yang satu berambut hitam. Cukup cantik rambutnya tapi untuk wajahnya aku sama sekali tidak tertarik.


Meskipun mereka berdua cantik-cantik tapi aku hanya tertarik pada satu perempuan saja yaitu Katherine. Aku tidak akan pernah melepaskan Katherine dia harus menjadi milikku dan ada terus disampingku.


"Tolong lepaskan aku, apa salahku sampai-sampai aku diculik seperti ini. Kau ingin tebusan berapa aku akan membayarnya dan aku juga tidak akan membocorkan tentang penculikan ini. Aku janji "ucap perempuan berambut pirang mencoba untuk bernegosiasi.


"Kau tidak punya salah apa-apa hanya saja aku sedang ingin melampiaskan hasratku ini. Pacarku kabur maka aku harus melampiaskannya pada kalian semua. Aku tidak butuh uang aku sudah mempunyai uang yang cukup banyak. Jadi aku tidak butuh uangmu aku hanya butuh pelampiasan saja itu yang aku butuhkan "


"Pelampiasan apa, kami tidak salah apa-apa kenapa harus kami yang menjadi targetmu. Apa yang akan kau lakukan pada kami "sekarang perempuan berambut hitam yang berbicara.


"Sudahlah kalian jangan terlalu banyak bicara, nanti kalian akan lelah. Aku akan memulai sekarang itu akan membuatku sangat senang. Jadi kalian harus diam dan tenang ya jangan membuatku marah, hanya perlu menurut saja padaku "


Aku pergi ke arah lemari kecil dan memilih-milih pisau, dari pisau yang kecil sampai yang besar ada semua di sana. Bahkan pedang pun ada Nabil sudah menyiapkan semuanya untukku. Bahkan ada rantai di sana.

__ADS_1


Aku mengambil rantai dan menggantung perempuan berambut pirang. Dia awalnya berontak tapi aku memukul telinganya sampai berdarah dan dia tidak bisa melakukan apa-apa lagi tubuhnya lemas.


"Jangan kau lakukan apa-apa padanya. Tolong jangan seperti ini lepaskan kami berdua "ucap perempuan berambut hitam.


"Jadi kau ingin duluan, kau ingin lebih dulu mati ya. Teryata kau sudah tak sabar "


"Jangan bunuh aku, tolong aku masih punya tanggungan. Aku ini tulang punggung dan aku harus menafkahi Ibuku dan juga adikku. Jangan seperti itu tolong lepaskan aku. Aku janji tidak akan pernah memberitahu tentang masalah ini pada siapapun aku janji itu. Tolong lepaskan aku "


"Aku tidak peduli. Mau kau punya tanggungan ataupun tidak aku sangat tidak peduli. Aku hanya ingin puas saja untuk hari ini "


Perempuan berambut pirang yang aku gantung tadi hanya diam saja. Dia menangis aku dengan cepat menghapus air matanya "Jangan menangis, aku tidak akan menyakitimu aku juga tidak akan membuatmu tersakiti lebih lama. Aku akan menghabisi mu dengan cepat. Setelah aku puas aku tidak akan melakukan apa-apa lagi padamu"


Aku mengambil pisau berukuran sedang lalu menyobek perutnya dan mengambil ususnya. Lalu aku tarik ke arah perempuan berambut hitam. Dia sudah berteriak histeris dia sudah berumuran darah tapi aku tidak peduli. Aku kembali ke arah perempuan berambut pirang itu.


"Sekarang aku butuh kepalamu sayang kita lakukan dengan cepat ya"


Aku cepat-cepat membawa kepala itu dan membekukannya di sebuah kulkas yang memang sudah disediakan di sini. Aku sengaja membawakan ini untuk Katherine oleh-oleh dariku.


Aku keluar terlebih dahulu dari ruangan ini, rasanya aku ingin meluruskan badanku dulu. Biarkan perempuan itu trauma terlebih dahulu melihat usus yang melingkar pada tubuhnya.


"Apakah sudah selesai bang apa kita akan pergi sekarang, kita cari Kat lagi sebelum dia lari lebih jauh lagi "


"Tidak aku belum selesai, ini masih dalam tahap pengerjaan sebentar lagi. Aku hanya ingin bersantai terlebih dahulu setelah itu aku akan memulai lagi"


"Baiklah aku akan menunggumu"


Setelah beberapa menit beristirahat aku kembali masuk dan melihat perempuan itu yang mencoba untuk membuka talinya, tapi tidak bisa aku sudah kembali kemari.

__ADS_1


"Kenapa kau malah ingin kabur dariku. Jangan kabur ya kita sekarang mulai bermain-mainnya. Pasti akan sangat menyenangkan sekali bermain-main dengan perempuan secantik dirimu"


"Lepaskan aku, aku mohon padamu aku janji tidak akan memberitahu siapa-siapa tolong kasihani aku"


"Tapi sayangnya aku tidak punya rasa kasihan sama sekali. Aku lebih suka kau berteriak dan menangis di hadapanku itu sangat menyenangkan sekali "


Aku mengambil pisau andalanku, yaitu pisau kecil yang selalu aku bawa kemanapun. Aku berjongkok di hadapan perempuan itu dia sudah menangis dia sangat ketakutan dan itu sangat menyenangkan aku sangat suka itu.


"Baiklah kita mulai dari mana dulu ini"


"Tolong lepaskan aku, aku minta tolong padamu "


"Maaf aku tidak akan pernah melepaskanmu, makanya jika kerja itu yang benar jangan jadi perempuan penghibur memang kau menafkahi orang tuamu dan juga adikmu, tapi tidak seperti ini caranya. Aku tidak suka perempuan penghibur seperti kalian berdua. Aku jijik dan pastinya aku selalu ingin membunuh kalian semua"


"Tidak pekerjaanku bukan itu, sungguh aku tidak bekerja seperti itu "


"Memangnya sebelum aku membawa kalian berdua aku tidak tahu apa pekerjaan kalian. Sudah jangan berbohong padaku aku tahu.Tidak usah capek-capek berbicara ya, lebih baik kau diam dan duduk dengan manis "


"Tapi, "


"Diam kau, aku tidak suka kau bicara terus "


Aku langsung merobek mulutnya, dia menangis tak bisa melakukan apa-apa aku mengarahkan pisauku ke arah jidatnya dan menarik pisau itu lurus sampai ke arah dadanya aku seperti akan membelah kepalanya, tapi itulah yang aku akan lakukan padanya. Meskipun menggunakan pisau kecil ini tapi aku bisa mengelupas kulitnya.


Setelah itu aku mengambil sebuah palu dan memukul kakinya dengan itu, dia berteriak dan mulutnya sangat lebar sekali aku tertawa melihat dia berteriak dengan mulut yang lebar.


"Berteriak lah aku suka teriakanmu, aku suka saat kau berteriak dengan mulut yang begitu lebar seperti itu. Aku senang melihatnya ayo teriak kembali"

__ADS_1


Sekarang aku mengambil pedangku, aku menebas tangan perempuan itu. Lalu aku mengambilnya dan menyimpannya di pangkuannya, karena aku tidak mau lama-lama akhirnya aku menebas tubuhnya dengan membagi duanya. Ini cukup bagus dan cukup membuat aku puas untuk melampiaskan semua kekesalan ku kepada Kat.


__ADS_2