Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 185 Ditangkap polisi


__ADS_3

"Tuan kami sudah mendapatkan rekamannya, semuanya bahkan saat jenazah itu dibawa"


Lucas tersenyum dengan senang "Aku suka dengan kerjamu yang cepat. Baikan sebarkan ke sosial media sekarang. Agar semua orang tahu, tapi ingat harus selalu hati-hati jangan sampai Tamara tahu tentang semua ini "


"Baik tuan, kami akan selalu hati-hati. Kami tidak akan gegabah tuan. Mau langsung semuanya atau bagaimana tuan "


"Langsung saja semuanya. Aku ingin tahu bagaimana respon orang-orang. Aku ingin mereka melihat semua ini dan mengomentari tentang rekaman ini "


"Baik tuan, akan kami laksanakan sekarang "


"Baik "


Anak buah Lucas keluar. Sedangkan Lucas dia begitu bahagia sekali rencananya untuk memusnahkan Tamara dengan perlahan berhasil. Lihat saja Tamara akan hancur secara perlahan.


"Aku akan membuatmu mati dengan perlahan Tamara. Aku tidak akan membiarkan mu hidup dengan tenang sampai kapanpun. Kamu akan mati dengan perlahan Tamara. Kamu sudah membuat aku marah "


Lucas mengambil ponselnya dan ingin melihat langsung rekaman itu tersebar dengan luas. Apalagi dengan komentar-komentar kasar mereka yang pasti akan banyak caci maki.


Lucas tertawa melihat setiap tanggapan dari orang-orang yang melihat rekaman itu. Sungguh puas hatinya ini sampai-sampai tak bisa berhenti tersenyum karena hal ini.


...----------------...


Tamara yang sedang mengunjungi kantor, penasaran dengan karyawannya yang berkumpul "Kalian sedang apa sampai berkumpul seperti ini "


Mereka langsung menatap kearah Tamara "Maaf Bu kami sedang melihat rekaman jenazah yang bernama Lea dibawa diculik. Lihatlah Bu mereka sangat terlihat Bu dari CCTV"


Tamara menerobos dan melihat sendiri apa yang terjadi. Sialan kenapa bisa sampai tersebar seperti ini. Siapa yang telah melakukan ini.


"Lebih baik kalian sekarang bubar, kerjakan pekerjaan kalian. Aku membayar kalian bukan untuk menonton rekaman ini. Aku membayar karena untuk bekerja di perusahaan ini, jadi kerjakan semua tugas kalian dengan benar jangan sampai ada yang salah. Aku tidak mau ada kesalahan sedikitpun"

__ADS_1


"Baik Bu "


Mereka semua kembali duduk dikursi masing-masing sambil berbisik-bisik membicarakan Tamara. Tapi Tamara tak peduli akan hal itu. Dirinya sedang marah dengan apa yang terjadi.


Kenapa bisa rekaman ini tersebar begitu saja. Bukannya tidak ada CCTV yang nyala. Lalu kenapa ini rekaman bisa tersebar dengan luas begini. Semua orang sudah menontonnya apalagi komentar-komentar mereka begitu jahat dan mencaci maki orang yang telah menculiknya.


Tamara yang akan mengecek berkas tidak jadi, dia malah kembali lagi keluar dari dalam kantor tidak peduli dengan pekerjaannya. Bagaimana ini bagaimana kalau ada yang tahu kalau dalang dari semua perbuatan ini adalah dirinya sendiri.


Wajah Tamara sudah sangat pucat sekali. Memikirkan tentang semua ini. Tentang masalah ini, siapa sebenarnya orang yang sedang bermain-main dengannya. Kenapa dia begitu pintar seperti ini.


Apakah bibi Merry yang melakukan ini, Tamara aka. bicara dengan bibi Merry, pasti bibi Merry yang telah melakukan ini semua. Dia yang telah menjebaknya.


...----------------...


Sedangkan dirumah Kat sibuk membuat kue ditemani oleh anaknya Daniel. Daniel terus saja menunjuk-nunjuk kearah tepung. "Ada apa sayang, apakah kamu mau membantu mamah, baiklah mamah akan memberikannya "


Kat menaburkan sedikit tepung pada tangan anaknya. Dan Daniel sendiri langsung mengusapkannya kepipinya.


Daniel malah sibuk memainkan tepung itu, Kat kembali fokus membuat adonan kuenya dibantu dengan pelayan lainnya.


Sesekali Kat menatap anaknya, masih tenang Kat memasukannya kedalam oven menunggu dengan sabar sambil membawa main anaknya.


"Sayang, apakah ayah akan suka dengan apa yang kita buat, emm sepertinya akan sangat suka ayah dengan kue yang kita buat "


Tak butuh waktu lama kue sudah matang, Pelayan segera mengambilnya untuk mendinginkannya "Aku akan mandi dulu bersama Daniel, kamu tunggu saja dulu sampai dingin ya "


"Baik nyonya "


Kat mengambil Daniel dan membawanya kekamarnya untuk memeriahkan diri dan menyambut suaminya pulang. Pasti suaminya akan pulang siang lagi. Maka dirinya harus cantik.

__ADS_1


...----------------...


Tamara yang baru saja sampai dirumah sudah dikagetkan dengan polisi yang ada didalam rumahnya "Ada apa ini kenapa tiba-tiba ada Polisi, ada apa Pak anda ke rumah saya"


"Maaf Bu, kami harus memeriksa ibu. Ada yang melaporkan kalau ibu adalah tersangka dari pembunuhan ibu Lea "


Tamara langsung lemas dan memundurkan langkahnya "Maksudmu apa Pak aku ini adalah sahabatnya. Mana mungkin aku melakukan itu tega sekali orang itu mengatakan kalau aku adalah pelakunya"


"Ibu bisa menjelaskan dikantor polisi, mari bi ikut kami sekarang juga "


Tamara mau tidak mau mengikuti polisi. Ada bibi Merry juga disana yang hanya diam saja. Apa selama ini dirinya sudah ditipu oleh bibi Merry. Awas saja dirinya akan membalas semuanya.


Sedangkan bibi Merry setelah melihat Tamara dibawa oleh Polisi, dia masuk ke dalam kamar Tamara dan mengemasi barang-barang Tamara seperlunya.


Lalu bibi Merry mengambil kunci kamar ibunya Tamara. Dia masuk kedalam kamar itu dan melihat keadaan ibunya Tamara yang sudah sangat mengenaskan.


"Merry kamu harus pergi dari sini, jangan ada disini pergi dari sini "


Bibi Merry tak menghiraukan perkataan itu. Dia menatap ibunya Tamara "Nyonya ingin pergi kan dari rumah ini "


"Aku tidak akan bisa pergi kemana-mata Tamara pasti akan mengincarku "


"Nyonya bisa pergi, Tamara ditangkap oleh polisi "


"Apa kenapa bisa "


"Ceritanya sangat panjang sekali Nyonya dan aku tidak bisa menceritakannya di sini, jadi Nyonya ingin pergi atau tidak kalau ingin pergi aku akan membantu Nyonya untuk pergi dari sini. Karena aku tahu Tamara akan kembali lagi sebentar lagi, aku tahu dia akan bisa mengelak dari pertanyaan-pertanyaan yang polisi berikan"


Sera diam, dia menatap Merry lalu menggelengkan kepalanya. Dia sudah memikirkan jawabannya "Aku tidak akan bisa pergi kemana-mana dengan kondisiku yang seperti ini. Yang ada aku akan menyusahkanmu saja lebih baik kamu yang pergi dari sini. Jangan sampai dia melampiaskan semuanya padamu lebih baik kamu yang pergi jangan ada di sini"

__ADS_1


"Aku harus menyelesaikan sesuatu Nyonya, tapi jika nyonya ingin tetap disini baiklah aku tidak akan memaksa, ini beberapa makanan juga minumannya. Nyonya harus selalu menjaga kesehatan Nyonya siapa tahu harta ini akan jatuh lagi ke tangan Nyonya suatu saat nanti. Tamara tidak akan bisa hidup lebih lama lagi nyonya "


Merry keluar dengan cepat. Merry tidak ingin menjelaskan lebih lanjut lagi apa yang terjadi sebenarnya dan apa rencana yang sudah dirinya susun bersama Lucas, pokoknya ini adalah misi rahasia sangat rahasia.


__ADS_2