
Chelsea menatap Lucas dengan mata yang sudah basah dengan air mata "Tolong maafkan aku, aku minta maaf Lucas. Kita ini teman kecil, apakah kamu tidak ingat siapa aku ini, jangan seperti itu Lucas tolong "
"Teman kecil, sejak kapan aku tak pernah punya teman sepertimu "
Lucas mengasah pisau kecilnya, dihadapan Chelsea langsung dan keluarganya. "Lucas "
Lucas mengangkat pisaunya, mengusapkannya ke pipi Chelsea, Chelsea sudah sangat ketakutan. Dia mencoba menghindar tapi Lucas makin mendekat..
"Lucas tolong jangan seperti itu, lepaskan anakku Lucas jangan seperti itu. Tolong Lucas " teriak Lisa dengan histeris.
"Emm, kalau anakmu tak punya telinga bagus sepertinya "
Benar saja, setelah mengucapkan itu Lucas memotong telinga kanan Chelsea. Chelsea berteriak histeris atas apa yang dilakukan Lucas.
Lucas sendiri malah tertawa terbahak-bahak mendengar teriakan Chelsea yang begitu pilu "Aku suka teriakan mu "
Lisa sudah mencaci maki Lucas, sedangkan Riyan dan juga Dimas hanya bisa diam di pojokan sambil menutup telinganya, untuk tidak mendengar teriakan Chelsea yang sangat memilukan sekali.
"Lucas biadab kamu, aku bersumpah hal ini akan terjadi pada Katherine "
Lucas hanya tersenyum kecil berjongkok dan menyingkap pakaian panjang Chelsea, lalu menusukan pisau itu di paha Chelsea, dengan menggerak-gerakan pisau itu.
"Lucas sakit, Lucas tolong jangan seperti ini. Aku sangat kesakitan sekali "
"Ambilkan aku alkohol dan juga garam "
"Baik tuan "
Lucas bangkit dan menatap wajah Chelsea yang sudah tidak kuat, "Bagaimana suka dengan apa yang aku lakukan "
Chelsea mana bisa menjawab dia hanya bisa menahan rasa sakit dikakinya dan di telinganya ini "Apakah harus seperti ini Lucas, padahal perbuatanku tidak sejahat itu tapi kamu memperlakukan aku seperti hewan" ucap Chelsea dengan suara kecil.
"Mau sekecil apapun yang kamu lakukan maka akibatnya ini, orang seperti mu tidak boleh dibiarkan hidup. Jika terus dibiarkan hidup malah akan melunjak dan terus bermain-main denganku "
__ADS_1
"Ini tuan garam dan alkoholnya "
Lucas mengambilnya dan mengisi luka itu dengan alkohol, luka yang dibuat Lucas cukup besar dan alkohol itu masuk dengan sempurna.
Lucas juga memasukan garam itu sampai penuh "Akhhh lebih baik langsung bunuh aku saja Lucas, jangan buat aku tersiksa seperti ini, bunuh saja aku. Aku tidak kuat aku tidak akan bisa bertahan bunuh saja aku "
"Tidak seru kalau langsung membunuhmu, aku ingin melihat mu tersiksa. Aku lupa aku punya ide bagaimana kalau digantung itu ide yang bagus "
"Gantung dia terbalik "
"Siap laksanakan tuan "
Lucas mengelilingi jeruji besi itu, melihat ekspresi dari keluarga Chelsea" Bagaimana yang ini kurang atau masih ingin pertunjukan yang lain, ada yang ingin request akan aku apakan perempuan itu ? "
"Lucas kamu keterlaluan kalau saja Kat tahu pasti dia akan sangat marah padamu" teriak Riyan
"Tapi sampai kapanpun Katherine tidak akan pernah tahu, bagaimana. Di sini tidak akan pernah ada yang bicara pada Katherine umur kalian juga tinggal menghitung beberapa hari saja. Apa kalian akan bergentayangan pada istriku dan mengatakan semuanya itu akan sangat konyol sekali"
Lucas menatap Chelsea yang sudah digantung "Biarkan dia sampai mati seperti itu, mungkin dalam waktu 3 jam dia akan mati. Setelah itu ambil bola matanya simpan di ruangan yang sudah aku sediakan. Untuk tubuhnya kalian berikan saja pada anjing-anjing ku yang kelaparan"
Lucas masuk keruangan yang tadi dia masuki, mengganti kembali pakaiannya dan juga membersihkan tangan serta wajahnya, takut-takut ada darah yang tertinggal.
Lucas melangkah begitu saja meninggalkan tempat eksekusinya tadi, tidak kembali melihat Chelsea yang masih digantung. Darah bahkan menetes dengan sangat banyak dari telinga dan juga paha Chelsea yang tadi sudah dilubangi.
...----------------...
Sedangkan Katherine dirumah sedang mual-mual perutnya seperti diaduk, setiap dirinya makan pasti akan keluar lagi.
"Ya ampun apakah seperti ini saat hamil"
Katherine mengusap perutnya yang masih rata "Sayang yang tenang ya, ibu harus makan apa "
Kat berpegangan pada tepian wastafel dan berjalan dengan perlahan kearah tempat tidurnya. Kat perlahan membaringkan tubuhnya yang lemas.
__ADS_1
"Ya ampun Lucas sebenarnya kemana, kenapa sudah semalam ini dia belum pulang juga "
Kat mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi suaminya, untung saja diangkat "Kamu masih di mana Lucas apa kamu menginap"
"Aku sedang di perjalanan pulang sayang, ada apa kamu baik-baik saja kan. Maaf aku pulang telat tadi ada sesuatu yang harus aku kerjakan dulu"
"Tidak ada apa-apa, baiklah aku tunggu kamu "
"Tidak usah sayang, tidur saja "
"Hemm, baiklah "
Kat langsung saja mematikan sambungannya, entahlah dirinya ini harus bersikap bagaimana pada suaminya. Suaminya selalu lembut dan perhatian padannya.
Tapi dirinya seperti susah untuk melakukan itu pada suaminya, entah karena masih trauma atas apa yang pernah suaminya lakukan entah apa.
Dirinya juga binggung, sungguh binggung sekali. Kat memejamkan matanya. Semoga bisa tidur dengan nyenyak.
Lucas yang baru sampai langsung masuk kedalam kamar, istrinya sudah tidur seperti apa yang dirinya minta tadi untuk tidur terlebih dahulu.
Lucas duduk ditepi tempat tidur dan mengusap kepala sang istri "Sayang kenapa wajahmu sangat pucat "
Lucas mencium kening sang istri, menganti pakainya dan berbaring disamping sang istri. Tak lupa memeluknya dengan erat.
"Tidurlah sayang, aku yang akan menjamin semua kehidupanmu. Kamu akan bahagia tanpa ada beban dan pikiran lagi"
...----------------...
Lisa hanya diam menatap anaknya yang sudah kehabisan darah, Lisa masih tak percaya anak perempuannya akan meninggalkannya secepat itu.
"Aku tidak terima atas kematian anakku, aku akan membalas atas apa yang telah dibuat Lucas. Aku tidak terima, kalian semua dasar pembunuh kalian semua di sini hanya menatap anakku yang kehabisan darah, kalian tidak membantunya untuk turun ataupun menyelamatkannya saat laki-laki itu sudah tidak ada"
"Kami dibayar oleh Tuan Lucas bukan olehmu, maka kami akan terus mengikuti arahan dari Tuan Lucas bukan kamu bos kami"
__ADS_1
"Lepaskan putriku lepaskan dia, bawa dia ke rumah sakit sekarang juga tolong jangan seperti iblis yang tidak punya hati, lepaskan dia dan bantu dia. Tolong aku, aku harus minta bantuan pada siapa kalau bukan pada kalian. Lepaskan anakku biarkan dia hidup bawa dia pergi oleh kalian, aku akan sangat berterimakasih atas bantuan kalian itu tolong bantu anakku "
"Sudahlah kamu berteriak sekeras apapun tidak akan pernah ada yang menolong kamu disini. Kamu akan patuh dengan apa yang Tuan Lucas perintahkan. Kami tidak akan pernah membantah kata-katanya ingat itu kami semua akan selalu patuh dan mengikuti arahannya, lihat saja kematian anakmu itu. Makanya jangan bermain-main dengan Tuan kami jika tidak mau seperti ini jadinya"