Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 267 Jalan jalan dulu


__ADS_3

Keesokan harinya, Daniel yang baru saja siap-siap melihat istrinya juga sedang bersiap-siap. Daniel memeluknya dari belakang dan mereka bertatapan lewat cermin di hadapan mereka. Daniel begitu suka kalau sudah melihat istrinya seperti ini.


"Sayang lebih baik nanti saja sama aku ya jalan-jalannya. Aku ga mau kamu pergi lebih baik kamu diam saja dirumah, jangan kemana-mana ya kamu disini saja sayang "


"Kamu kan kerja aku juga jalan-jalan sama Valeria, aku juga ga akan lama kok. Mungkin dua sampai tiga jam, setelah itu aku pulang aku nggak mungkin lama-lama kok. Valeria udah ajakin aku dari minggu lalu, tapi karena aku ke pantai jadi nggak jadi kan kasihan dia. Aku ga mau nanti Valeria malah salah faham, aku sama Valeria juga udah lama ga habisin waktu sama-sama "balas Vio sambil mengusap rahang suaminya yang mulai tumbuh bulu-bulu kecil di sana.


Vio tak mungkin menolak ajakan dari saudara kembarnya itu, kasihan Valeria dia ingin menghabiskan waktunya dengannya, Vio juga sama ingin jalan-jalan bersama saudara kembarnya itu.


Kapan lagi mereka akan sama-sama, mereka sudah terpisah cukup lama karena Valeria yang malah mau tinggal di sana dan tidak mau pulang-pulang ke sini, baru sekarang kan Valeria pulang.


"Aku akan sangat merindukanmu sayang, kamu jangan lama-lama ya kamu harus selalu kabari aku, saat aku nelfon kamu harus langsung angkat ya jangan sampai kamu diemin aku "


"Tidak akan, aku juga cuma jalan-jalan doang pergi sama Valeria aja. Aku janji gak akan lakuin yang aneh-aneh"


Vio membalikkan badannya dan bersandar ke meja rias, membenarkan pakaian suaminya yang berantakan lagi karena memeluknya dengan erat tadi, lalu dasinya juga belum terpasang dengan benar suaminya ini ya.


"Jangan terlalu lelah ya sayang, aku tidak mau melihatmu nanti kelelahan. Kalau memang sudah lelah pulanglah aku sangat khawatir dengan keadaanmu, aku takut nanti ada yang melakukan sesuatu lagi padamu. Aku tak mau kehilangan kamu sayang"


Sebenarnya Daniel ingin melarang istrinya untuk tidak pergi tapi mau bagaimana lagi istrinya pergi bersama saudaranya, bisa-bisa dia dimarah-marahi oleh Valeria yang cerewet itu dan sangat menyebalkan. Daniel tak mau terpancing emosi dan nanti malah Vio yang akan marah padanya.


Apalagi Valeria sangat membencinya, pasti dia akan membesar-besarkan segalanya. Daniel yakin itu, waktu butik akan Daniel ambil alih saja Valeria langsung datang ke kantornya dan meminta dia saja yang mengolah segalanya katanya Daniel tak punya hak, Daniel lebih baik mundur saja dari pada nanti jadi masalah.


Daniel juga tak mau membuat istrinya kecewa karena melarangnya pergi Daniel akan membiarkannya tapi untuk nanti, Daniel tak akan lagi membiarkannya Daniel akan memberitahu istrinya dengan perlahan sampai dia mengerti kenapa Daniel melarangnya.


"Iya aku juga tidak akan terlalu lelah, aku akan baik-baik saja toh mungkin semua kejadian yang terjadi padaku itu hanya sebuah kebetulan saja, memangnya siapa yang mau mencelakai ku, aku tidak pernah punya masalah dengan siapapun. Bahkan aku tidak pernah bertengkar dengan siapapun kan, maka tak mungkin akan ada orang yang membenciku juga kan "

__ADS_1


"Hemm, tapi kadang akan ada saja sayang, kita tidak tahu kan siapa orang yang membenci kita, meskipun kita tidak pernah membuat masalah tapi tetap saja kalau orang itu iri tidak suka dengan kita mereka akan tetap melakukan hal itu. Aku takut itu terjadi padamu sayang"


Cup


Vio mengecup bibir suaminya agar dia tenang. Vio tidak mau mengecewakan Valeria dengan menolaknya. Sudah beberapa hari ini Vio menolak Valeria yang ingin mengajaknya jalan-jalan. Kalau sudah marah saudaranya itu akan lama dan Vio tak mau itu terjadi.


"Aku antar kamu ke rumah ya, aku yang akan mengantarmu. Aku ingin melihat langsung nanti kamu pergi sayang "


"Jangan Valeria nanti kemari, dia akan menjemputku, sepertinya dia juga sebentar lagi akan sampai kok sayang"


Tiba-tiba terdengar suara klakson mobil. Vio melepaskan pelukan dari suaminya dan melihat ke arah jendela, ternyata itu Valeria, Vio melambaikan tangan ke arahnya.


"Sayang itu Valeria dia sudah datang aku pergi ya, aku pasti akan selalu kabarin kamu. Jadi kamu bisa tenang ya, kamu juga harus fokus kerja ya "


Daniel menahan pinggang istrinya lalu mengecup bibirnya dengan gemas, tak lupa di lumatnya juga bibir yang selalu dia nikmati setiap malam. Rasanya tak rela untuk melepaskannya tapi istrinya sudah mendorong dadanya dengan pelan sekali.


Mereka berdua turun bersama-sama Valeria sudah menunggu di sana, dengan tangan yang dilipat dengan alis yang juga naik sebelah. Seperti itulah wajah sinis nya, kalau setiap melihat Vio dan Daniel bergandengan dengan mesra. Tapi Daniel dan Vio tak peduli, mereka sudah menikah ini.


"Aku titip istriku ya, kalau ada apa-apa langsung hubungi aku jika ada orang yang mencurigakan juga langsung hubungi aku juga, aku akan langsung datang kesana nanti "


Valeria membuka kacamatanya dan menatap Daniel "Aku juga tahu, kalaupun ada orang yang mengancam aku akan langsung menghubungi tuan besar, aku tidak mungkin membiarkan istrimu ini celaka. Jadi sudahlah aku hanya mengajaknya jalan-jalan sebentar dan nanti pulangnya ke mall untuk belanja pakaian dan tak akan lama, aku ini saudaranya jadi aku bebas untuk pergi bersamanya kapanpun jam berapa pun itu jangan lupakan itu "


"Saat kamu menikahi saudaraku maka kamu harus ingat kalau aku akan selalu datang padannya. Aku tak akan mungkin membiarkan Vio begitu saja denganmu. Aku masih mengawasi mu Daniel, lihat saja sampai ada yang kamu lakukan pada saudaraku maka kamu akan habis oleh ku "


"Tapi aku lebih berhak aku ini suaminya, setelah menikah Vio adalah milikku dan tanggung jawabku jangan lupakan itu juga Valeria "

__ADS_1


"Hemm, aku mengerti biarkan dia keluar rumah jangan terus mengurungnya. Dia itu bukan tahanan, dia juga butuh udara segar tak terus dirumah seperti ini kasian saudaraku ini "


"Aku tahu, aku mengerti ya sudah sana segera pergi sebelum siang dan nanti akan macet "


Tangan Vio ditarik oleh Valeria, mereka masuk ke dalam mobil. Vio melambaikan tangan pada suaminya Daniel masih sangat takut sekali, takut kalau Tamara akan merencanakan sesuatu, tapi Daniel sudah menyuruh beberapa anak buahnya untuk mengikuti Vio. Dia tidak akan bisa melepaskan Vio begitu saja kan.


...----------------...


Ayu melambaikan tangannya di depan wajah Alex, tapi pandangannya masih kosong saja. Ada apa dengan suaminya ini tidak biasanya. Ayu jadi takut kalau Alex kenapa-napa "Alex apa kamu baik-baik saja, kenapa kamu melamun seperti ini "sambil menepuk bahunya dengan pelan.


Alex langsung tersadar dan tersenyum, dia merubah raut wajahnya menjadi bahagia "Aku baik-baik saja, maaf ya sayang aku tak kenapa-napa kok "


"Baik-baik saja, tapi kamu melamun seperti itu. Ada apa sebenarnya, apa yang terjadi sampai-sampai kamu melamun seperti ini, kalau punya masalah coba kamu ceritakan sama aku biar hati kamu juga sedikit tenang Alex "


Alex mencium tangan istrinya lalu menggelengkan kepalanya. Alex tidak mau membuka apa yang sedang terjadi. Alex akan menyelesaikan masalah ini dengan orang tuanya Rena, semoga saja mereka tidak lapor polisi.


Bukan apa-apa Alex takut nanti Polisi datang kemari bersama kedua orang tuanya Rena dan masalahnya pasti akan besar, Papinya, mamahnya, istrinya kakaknya pokoknya semuanya akan tahu tentang masalah ini. Apalagi tentang perselingkuhannya itu pasti akan membuat hati istrinya sakit.


Alex tak mau membuat istrinya sedih dan menjadi dingin lagi pada Alex. Alex sekarang sudah sadar dia tak akan melakukan itu, dengan Rena adalah kesalahan besarnya, awalnya karena ingin membuat Ayu sakit hati, tapi sekarang Alex malah balik mencintai Ayu kan.


"Aku hanya sedang kepikiran tentang pekerjaan kantor itu saja sayang tidak ada yang lain. Aku benar-benar baik-baik saja aku tidak kenapa-napa kok. Kamu tahu sendiri kan aku sekarang sedang banyak pekerjaan makanya aku seperti ini melamun saja"


Ayu mengusap kening suaminya "Jangan terlalu capek, aku tahu pekerjaan kamu banyak tapi sebisa mungkin tolong jangan terus memaksakan dirimu, nanti kalau kenapa-napa bagaimana aku tidak mau kamu nanti sakit. Bukannya aku tidak mau mengurusmu aku hanya tidak siap saja melihat kamu berbaring, tetaplah sehat dan jangan melamun seperti tadi bagaimana kalau kamu sedang menyetir. Lebih baik kamu pergi bersama sopir saja, jangan menyetir sendirian seperti itu ya "


"Iya sayang, maaf aku hanya tadi pusing saja aku tidak akan melakukan itu lagi dan aku juga akan pergi dengan sopir. Ya sudah aku pergi dulu ya ke kantor. Kamu hati-hati dirumah ya sayang "

__ADS_1


Alex mencium kening istrinya dan mengambil tas yang sudah disiapkan oleh istrinya juga, tak lupa bekal yang selalu dia bawa. Istrinya sudah mulai membawakan Alex bekal.


Alex tidak usah keluar, kadang kalau mau makan Alex melakukan video call-an agar istrinya selalu percaya padanya, kalau Alex tidak main-main saat jam istirahat ataupun di jam-jam lainnya. Alex ingin menjaga kepercayaan sang istri tapi untuk masalah ini Alex tidak bisa berbicara dengan istrinya.


__ADS_2