Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 164 siapa kah dia itu


__ADS_3

"Abang aku di rumah sedang di sidang sama keluarga, gimana nih aku pusing ah terus sembunyi-sembunyiin tapi malah ketahuan juga. Kenapa sih harus ada beritanya juga "


"Di sidang apa sih, emang kamu lakuin apa sampai harus di sidang. Ga biasanya di keluarga kita main sidang-sidangan, kalau bicara itu yang jelas jangan setengah-setengah aku pusing dengernya "


"Papih sama Mami udah lihat berita kalau abang itu punya anak, mereka itu bertanya-tanya kapan abang nikah lagi mereka kan nggak tahu kalau Katherine itu masih hidup. Aku malah disidang di sini semua keluarga berkumpul aku bingung harus bicara apa abang suruh aku untuk bilang sama mereka kalau Kat ga ada kan, ya inilah akibatnya aku ditanya sana sini"


"Ya udahlah kasih tau aja. Aku juga bingung mau gimana lagi rahasiain ini yang terpenting kalau mereka mau ke sini jangan pernah bawa keluarga Adiba. Aku udah muak dengan kelakuan-kelakuannya aku juga udah dapat berita tentang dia datang ke rumah dengan mengaku-ngaku akan menjadi istriku. Aku muak mendengarnya kalau bukan karena Om Tora aku sudah bunuh perempuan itu, aku bener-bener ga nyaman "


"Iya iya aku harus segera kumpul sama keluarga lagi, aku juga bisa kabur gara-gara aku pura-pura kekamar mandi. Kalau ga kayak gini aku ga akan bisa kabur dan akan terus jadi tawanan "


"Hemm, ya udah sana beresin dulu aja. Aku juga disini lagi ada tamu kamu beresin aja perlahan "


Nabil kembali lagi ke ruang tamu, semua mata langsung menatapnya. Nabil duduk menatap orang-orang yang ada di sana satu persatu, tiba-tiba saja rasa takut menyelimutinya. Tak bisanya kan keluarganya menatapnya seperti ini.


"Jadi jujur Lucas menikah dengan siapa. Kenapa tiba-tiba dia punya anak dan tanpa memberitahu kami sebagai orang tuanya kamu pasti tahu Nabil tentang semua ini, kamu pasti akan tahu semuanya karena kalian selalu saja bersama-sama jangan sembunyikan apa-apa lagi Nabil, jelaskan semuanya "


"Iya Iya Mami aku tahu, Abang nggak nikah lagi sama siapa-siapa kok istrinya tetap sama dia nggak nikah masa sih Abang mau khianati Kat, dia nggak nikah sama siapa-siapa sebenarnya selama ini tuh Kat masih hidup, dia masih ada dan sehat "


Zeline langsung menutup mulutnya dia kaget menantunya masih hidup. Kat masih hidup dia menatap suaminya dan orang-orang yang ada di sana juga "Kamu jangan bohong, kamu jangan nutup-nutupin ini jangan bohong sama mami ceritain yang sebenarnya. Terus yang dikubur waktu itu siapa kalau bukan Kat, bahkan kita semua ada di sana melihat pemakaman itu. Jangan main-main Nabil, ini menyangkut nyawa orang lain. Kamu jangan macam-macam ya "


Nabil menceritakan semuanya dari awal, sampai bagaimana semuanya terjadi tentang dokter Delia pokoknya semuanya Nabil ceritakan, tidak ada yang terlewat sama sekali.


Semuanya sudah Nabil ceritakan, tak ada yang terlewat sedikitpun. Karena Nabil tidak mau ditanya-tanya lagi lebih dari ini. Lebih baik buka saja semuanya dari pada nanti ditanya-tanya lagi dan makin rumit saja kan.


Zeline menangis dan memeluk suaminya "Sekarang di mana Kat, sekarang di mana dia ayo kita pergi ke sana Mami ingin bertemu dengan Kat. Ayo kita pergi sekarang juga mamih ingin bertemu dengan Kat "


"Ya sudah Nabila akan mengantar Mami dan semua keluarga untuk menemui Kat dan juga abang. Tapi jangan terlihat sedih seperti ini ya. Nanti malah Kat juga ikut sedih dia baru saja melahirkan anak laki-laki namanya Daniel, Kat jangan terlalu banyak fikiran dulu kasian dia nanti malah Abang marah lagi kan bisa diusir juga semua dari rumahnya itu"


Kembali Zeline menangis dengan sejadi-jadinya, sekarang dirinya sudah mempunyai cucu ini bukan tangisan penyesalan tapi ini adalah tangisan kebahagiaan. Bahwa menantunya masih hidup dan sekarang dirinya sudah mempunyai cucu.


"Baiklah, ayo kita bersiap sekarang kita bersiap aku ingin segera pergi ke sana, menemui Kat dan juga anaknya aku ingin menemui cucuku "


Semua keluarga langsung bubar dan akan bersiap-siap untuk pergi ke rumah Lucas yang baru. Mereka membawa barang-barang yang banyak mungkin akan menginap beberapa hari di sana, karena sudah lama tidak bertemu dengan Kat dan juga Lucas sudah beberapa bulan mereka tidak bertemu. Meskipun hanya beberapa bulan tetap saja itu sudah cukup lama.


Sedangkan rumah Lucas yang ada disini, masih diurus dan baik-baik saja bahkan ditinggali beberapa orang kepercayaan Lucas. Zeline selalu datang kerumah itu untuk mengenang menantunya yang sudah tiada.


Tapi sekarang dirinya mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan kalau menantunya itu masih ada. Dia masih hidup dan sekarang sudah melahirkan seorang cucu.


...----------------...


"Sayang kenapa sendiri. Bukannya Tamara ada disini"tanya Lucas yang baru bergabung kembali. Tapi tak melihat keberadaan Tamara. Padahal dirinya baru beberapa menit meninggalkan mereka berdua tapi Tamara sudah menghilang saja.


"Dia sudah pulang. Dia baru saja pulang katanya ada sesuatu yang harus dia kerjakan. Aku merasa aneh dengan Tamara, seperti ada sesuatu yang mengganjal saja dalam perasanku ini "


Lucas mengambil alih anaknya dan menatap istrinya dengan lekat "Apa yang membuatmu aneh, apa dia mengatakan sesuatu padamu sayang atau mungkin dia menyinggung mu "


"Tidak dia sama sekali tak menyinggungku, apa Tamara sepertimu sama sepertimu" Kat bertanya dengan begitu serius bukannya dia ingin tahu tapi dirinya seperti melihat diri Lucas tapi versi perempuannya.


Lucas diam mencium pipi anaknya lalu kembali menatap istrinya. Mungkin dirinya harus jujur, dirinya sudah janjikan pada istrinya kalau dirinya akan menceritakan segala hal apapun itu. Tak boleh ditutup-tutupi meskipun ada yang dirinya sembunyikan.

__ADS_1


"Iya dia sama denganku kami bertemu di tempat rehabilitas, saat dulu aku ketahuan oleh papi kalau aku memiliki kelainan seperti itu, aku langsung direhabilitasi dan di situlah aku bertemu dengan Tamara ternyata dia sama denganku tidak beda. Jadi kami berteman dan menceritakan satu persatu kisah kami"


"Kami berdua juga tidak bisa sembuh, kami sama-sama menjadi seseorang yang haus akan darah dan tidak bisa lepas dari itu semua. Kami berdua memang sepakat untuk membohongi dokter kalau kalau sudah baik-baik saja padahal kenyataannya berbeda kami masih sama tak ada bedanya sama sekali "Lucas terus saja menatap wajah istrinya, ingin melihat ekspresi istrinya seperti apa. Apakah dia akan kecewa atau akan biasa saja.


"Dia mengajakku berteman. Apakah itu tidak akan apa-apa, apa dia tidak akan macam-macam mungkin saja dia ingin memancing ku dan ingin merebutmu dariku" tiba-tiba saja Kat menjadi gelisah saat mendengar ucapan suaminya itu. Berarti mereka sudah dekat cukup lama sampai bisa membuat rencana sama-sama.


Mereka berdua ini laki-laki dan perempuan, pasti akan ada salah satu yang menyimpan rasa dirinya tahu pertemanan antara laki-laki dan perempuan itu selalu ada saja yang tertarik dari salah satu mereka.


Lucas mendekati istrinya dan memeluk tubuh istrinya dengan sebelah tangannya "Tidak akan Tamara tidak akan merebut ku, sampai kapanpun. Kalau dia mau mungkin dari dulu dia bersamaku. Percayalah padanya dia tidak akan macam-macam padamu selagi dia tahu kalau kamu adalah istriku, dia hanya ingin berteman dia tidak punya siapa-siapa. Kalau mungkin dia tertarik padaku dari dulu mungkin dia tidak akan menikah dengan Stevan. Mereka sudah menikah cukup lama "


Kat mencoba untuk menerima penjelasan suaminya, meski masih ada rasa takut dihatinya "Orang tuanya memangnya kemana "


"Tidak ada, orang tuanya sudah tidak ada. Bertemanlah dia akan bisa melindungimu disaat aku tidak ada. Mungkin saja tiba-tiba musuhku datang aku tidak pernah tahu ke depannya akan seperti apa hidup kita ini. Aku hidup dengan banyak musuh sayang "


Kat memeluk suaminya dan juga anaknya. Dia tahu hidup dengan Lucas berarti siap untuk menanggung semuanya, menanggung musuh-musuh yang tiba-tiba bisa saja datang dan melakukan sesuatu pada keluarganya.


Seperti waktu itu, tiba-tiba musuh suaminya datang dan mencelakai mereka berdua kan. Untung saya Allah masih menyelamatkan mereka bertiga. Anaknya bisa lahir dengan selamat dan baik-baik saja.


...----------------...


Tamara yang baru saja pulang masuk ke sebuah kamar, dia duduk dan menatap perempuan tua itu yang terbaring lemah dengan tubuh yang begitu kecil sekali. Tak terawat sedikitpun bahkan pakainnya saja sudah tak berbentuk lagi.


"Aku sudah membuat Stevan mati dengan selingkuhannya, bagaimana suka tidak dengan apa yang aku lakukan mungkin kamu selamat karena aku tidak membunuh kamu, dulu juga kamu selingkuh seperti dia. Kalian sama-sama tukang selingkuh bagaimana masih kuat untuk hidup bersamaku. Aku masih belum puas untuk menghukum mu ingat itu aku belum puas, sampai kamu mati dengan tubuh yang menurutku layak untuk mati "


"Tamara lebih baik kamu bunuh saja aku, daripada kamu mengurungku seperti ini. Aku sudah tidak kuat untuk hidup di dunia ini, buat aku mati aku tidak sanggup hidup terus menerus seperti ini. Aku sudah tidak kuat aku ingin mati saja jangan membuatku makin menderita "


"Sadarlah jangan seperti ini terus, hidupmu akan seperti ini terus menyengsarakan hidup orang lain. Kamu akan mempunyai anak jangan sampai anakmu tahu kalau ibunya orang gila, dia akan kecewa padamu nanti "


"Ya, jika itu membuatku senang maka akan aku lakukan terus menerus. Apapun akan aku lakukan demi kesenanganku, dan kamu tidak perlu ikut campur tentang semua itu masih untung aku masih memberi kamu makan, meskipun hanya tiga hari sekali syukuri apa yang telah aku berikan. Jangan melunjak dan mengatur hidupku sudah cukup kamu menghancurkan hidupku "


"Aku harap ini akan terjadi padamu suatu hari nanti, anakmu akan memperlakukanmu seperti ini. Bahkan lebih dari ini. Aku akan selalu mendoakan untuk kesengsaraan mu itu, ingat itu "


Tamara malah tertawa, dia tertawa terbahak-bahak dan langsung melayangkan sebuah pukulan pada perempuan tua itu tapi perempuan tua itu hanya diam saja.


Dia sudah kebal dengan setiap pukulan yang Tamara berikan, dia sudah tidak merasakan sakit lagi saat Tamara menyakitinya sudah bertahun-tahun dia disakiti oleh Tamara.


Dan sekarang rasanya sudah biasa saja, malahan sudah tak kerasa lagi. Sudah kebal tubuhnya ini dengan. setiap pukulan yang diberikan Tamara.


"Itu tidak akan pernah terjadi, anakku tidak akan seperti itu dia akan menurut padaku dan dia tidak akan membuatku kecewa seperti dirimu. Sekarang tidak akan pernah ada yang bisa membelamu lagi. Stevan tidak akan pernah bisa membelamu lagi, dia sudah tiada bersama selingkuhannya. Aku senang menghabisinya tadinya aku ingin menghabisinya di depan wajahmu, tapi kurasa kamu tidak akan kuat jadi lebih baik menghabisinya di belakangmu saja orang yang selama ini membelamu sudah tiada, kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa. Kamu hanya akan tunduk padaku "


Tamara keluar dari kamar itu setelah mengeluarkan semua unek-uneknya. Entah kenapa setiap dirinya marah pasti dirinya akan melampiaskan pada perempuan tua itu, setelah itu dirinya akan tenang dan semuanya akan baik-baik saja seperti sekarang dirinya baik-baik saja.


Tamara menatap foto Katherine dia tersenyum "Apakah aku harus menjadikan kamu teman atau musuh kita lihat saja. Apakah pertemanan kita ini akan mutlak menjadi pertemanan atau hanya aku akan membuatmu menjadi alasan saja, agar bisa mencapai tujuanku. Sebenarnya aku tidak mau memperalat perempuan lemah sepertimu, tapi apa dayaku ini "


Tamara menghapus kembali foto Kat, jangan sampai Lucas tahu kalau dia menyimpan foto istrinya, bisa gawat nanti. Bisa berperang nanti dirinya dengan Lucas.


...----------------...


Zeline langsung berlari masuk ke dalam rumah. Dia berteriak-teriak meneriaki anaknya dan juga menantunya. Kat yang sedang tertidur langsung bangun dan menatap suaminya "Siapa di luar kenapa sangat berisik, ada apa ya "

__ADS_1


"Hemm, apa sayang "Lucas mendengar suara berisik itu "Aku akan cek sayang kamu disini saja ya "


Lucas menyalakan lampu dan berjalan keluar dari dalam kamar, diikuti oleh Kat yang juga penasaran siapa yang datang. Baru saja mereka turun beberapa langkah mereka sudah tahu siapa itu. Kat yang pertama terlebih dahulu berlari ke arah Zeline lalu memeluknya dengan erat.


Lucas sampai ikut berlari takut istrinya jatuh karena berlari begitu cepat, membuat jantungnya hampir jatuh saja.


Zeline menangis kembali melihat Kat yang masih hidup, dia beberapa kali mencium kening Kat saking senangnya bisa melihat kembali Katherine anak dari sahabatnya "Kenapa tidak pulang ke rumah. Kenapa kalian malah ke sini dan kamu juga Lucas kenapa menyembunyikan Katherine seperti ini, kenapa kamu tidak berdiskusi dulu dengan keluarga kamu malah mengambil keputusan seperti ini"


"Pasti Nabil sudah menjelaskan semuanya mami, ada alasannya aku menyembunyikan Kat. Kalau aku harus menceritakan dan berdiskusi dulu dengan kalian yang ada semuanya akan ketahuan, aku tidak punya waktu untuk itu "


Kembali Zeline memeluk Kat dengan erat, dia begitu bahagia melihat keberadaan Kat. Tiba-tiba saja ada suara tangis bayi. Zeline menata Kat dan juga Lucas "Apa itu cucu mami, iyakan itu cucu mamih"


Lucas menganggukan kepalanya, Lucas naik kelantai atas dan membawa anaknya turun, Zeline dengan perlahan mengambil anak itu dan tersenyum bahagia melihat cucunya.


Ternyata dirinya sekarang sudah tak muda lagi, dirinya sudah tua dan sekarang memiliki cucuk, satu persatu keluarga memeluk Kat, apalagi Daisy dia yang menangis paling keras melihat Kat masih hidup, dia memang sangat terpuruk atas kehilangan Kat. Kat yang selalu ada saat dirinya terpuruk dan sedang butuh teman.


Disana juga ada semua keluarga Kat, kecuali keluarga Adiba memang itu yang diinginkan Lucas kan dari awal, kalau tidak boleh membawa keluarga Adiba satupun nanti yang ada malah buat masalah dia. Nanti malah akan bulak balik kesini.


"Kat aku senang banget. Akhirnya bisa ketemu sama kamu lagi. Kenapa sih kamu nggak telepon aku atau kabarin aku, padahal aku akan jaga rahasia, aku ga akan bilang sama siapa-siapa padahal aku bisa menyimpan rahasia loh"


"Maaf ya Daisy, Aruna bukannya aku nggak mau buat kabarin kalian emang Lucas nggak mau dulu tahu keluarga tentang ini karena masalahnya rumit banget, sangat rumit sekali "


"Iya iya kita ngerti kita ngerti. Maaf ya kita malah tanya-tanya kayak gitu, kita tuh kangen banget sama kamu kita tuh bener-bener kehilangan banget Kat "


Mereka bertiga kembali berpelukan, alangkah senangnya bisa bertemu lagi dan bersama-sama lagi. Tak menyangka kalau semua ini bisa terjadi, kalau semua kejadian yang telah mereka alami ternyata itu hanya kejadian yang disengaja dan disembunyikan.


Keluarga ini sedang bahagia. Apalagi ditambah dengan kehadiran Daniel melengkapi keluarga ini dan membuat keluarga ini makin hangat, bahkan nenek-neneknya sampai berebut ingin memangku Daniel dan membawanya bermain meskipun Daniel masih kecil dan tidak tahu apa-apa.


Kat yang sudah berkumpul dengan Aruna dan juga Daisy mereka banyak sekali bercerita tapi tiba-tiba Aruna berbicara tentang keadaan Adiba, memang diluar pembicaraan mereka "Kamu tahu ga kalau Adiba itu udah ngelahirin anak perempuan loh, kayaknya sebelum Daniel lahir deh bahkan keluarga juga lagi kacau gara-gara masalah dia, dia tuh nggak mau urusan anaknya. Aneh banget kan dia itu ibu macam apa coba "


"Ga mau urus anaknya kenapa, kenapa nggak mau. Emang ada masalah apa sampai ga mau urus anaknya aneh-aneh aja deh "


"Ya ga tau juga, karena kita juga sih cuma denger-denger doang saat orang tua kita bicara. Apalagi Adiba emang suka bolak-balik sih ke rumah utama dia tuh nggak mau ngurus anaknya pengennya tuh sama suaminya dia yang urus. Sedangkan dia ya sibuk main sama yang lain sama teman-teman yang lain. Dia itu lagi ketagihan sama nongkrong-nongkrong dan foya-foya ngabisin uang"


"Kok bisa ya kayak gitu sampai nggak mau urus anak sendiri, padahal kan itu darah dagingnya seharusnya dia menyayangi anak itu. Hanya karena teman saja dia bisa menelantarkan anaknya dan tidak mau mengurus anaknya"


"Iya makanya dia nggak urus banget anaknya. Saat mau cerai pun tante Airin itu nggak mau kalau sampai Adiba itu bercerai sama Toni jadi ya makin ribet banget, pokoknya tuh kita tuh pusing setiap hari itu ngurusin dia yang teriak-teriak lah apa lah pokoknya pusing deh. Ga ada ujungnya tahu ga sih kalau kita terus liat dia yang gitu gitu aja "


Daisy mengiyakan ucapan Aruna, "Bener pusing tahu nggak sih kalau ada di rumah. Apalagi dia udah datang dengan teriak-teriak dan enggak mau urus anaknya. Anak itu nangis terus kasihan banget. Padahal masih bayi banget tapi udah nggak punya kasih sayang dari ibunya, ibunya malah asyik foya-foya dia masuk klub sana-sini main sana sini nongkrong sana sini, kasihan banget pokoknya Toni yang ngurus anaknya itu sendiri emang aneh ya itu perempuan. Apalagi dia sampai berani selingkuh "


"Dia selingkuh. Kamu tahu dari mana "tanya Aruna yang baru tahu tentang itu, karena memang dari awal dirinya tidak tahu.


"Ist, kamu ini ketinggalan gosip banget di sekolah tuh udah banyak banget yang bilang, kalau si Adiba itu pacaran sama Reno Playboy itu parah banget kan"


Kat tidak ikut berbicara karena dia juga tidak tahu, dia hanya mendengarkan semua ucapan Aruna dan juga Daisy. Dia hanya menjadi pendengar yang baik dan sesekali dia juga menimpalinya karena sudah lama juga kan mereka tidak bertemu.


Jadi mereka mengobrolkan setiap hal, segala hal semuanya mereka bicarakan tanpa henti bahkan sekarang sudah menunjukkan jam 03.00 subuh tapi mereka belum tidur juga mereka asik mengobrol terus-terusan.


Lucas juga tidak menyuruh istrinya untuk tidur, karena dia tahu istrinya ingin berkumpul dulu dengan keluarganya sedangkan Daniel sendiri dia sudah terlelap dari tadi.

__ADS_1


__ADS_2