
"Ngapain coba disini, ga ada kerjaan banget deh. Ganggu orang aja perasaan "
Alex yang baru saja akan tidur malah dihubungi oleh Rena, mengatakan kalau dia sudah ada di depan rumah dan benar saja Rena ada didepan rumahnya. Anak ini akan membuat masalah apa lagi sih. Alex ini sedang lelah mencari keberadaan Ayu, ditambah lagi dengan perempuan ini yang datang ke rumah.
"Aku mau ketemu sama mama kamu, dia harus tanggung jawab atas apa yang sudah terjadi sama aku. Aku jadi ga punya penghasilan bahkan untuk bekerja saja sulit sekali itu juga gara-gara Mama kamu "
"Tanggung jawab apa sih, kamu ini ya kita udah ga ada hubungan lagi. Aku tidak mau kamu membuat aku harus bertengkar lagi dengan orang tuaku, sekarang pergi dari sini dan jangan pernah ganggu aku lagi. Ini sudah sangat malam sekali tapi kamu nekat pergi kesini apa kamu gila "
"Aku tidak bisa mendapatkan pekerjaan dari manapun, jadi aku ingin Mama kamu bertanggung jawab atas semua itu dia harus menjamin aku. Aku tidak bisa kalau harus seperti ini terus aku butuh pekerjaan. Aku butuh uang untuk hidupku ini. Aku tak bisa hidup tanpa uang "
"Aku nanti yang akan membantumu sekarang pulanglah, sana pulang jangan membuat kepala berdenyut "
Rena malah memeluk Alex, benar-benar tidak ada baik-baiknya malah seperti ini. Perempuan ini sekalinya diberi hati meminta jantung nanti setelah diberi jantung akan minta apa lagi ini coba.
Alex melepaskan pelukan itu, dia sudah bertekad untuk tidak menyelingkuhi Ayu lagi. Alex akan berubah demi dirinya sendiri dan demi keluarganya juga Alex tidak mau mengecewakan lagi Mamanya sudah cukup apa yang selama ini Alex lakukan.
Mama selalu saja pusing dengan tingkahnya dan Alex sekarang tak mau melakukan itu lagi. Alex ingin Mamanya bahagia tak memikirkan apa-apa.
"Kenapa kamu melepaskan aku, sakit tahu didorong seperti itu. Kamu ga punya hati ya Alex "
"Maka keluarlah dari sini sekarang juga, cepat atau aku akan bertindak lebih dari ini. Nanti aku yang akan membantumu bekerja sekarang pergi dari sini ya sudah malam aku butuh istirahat, kami semua disini butuh istirahat sekarang pergilah jangan membuat ulah"
__ADS_1
"Aku ingin diantarkan pulang oleh mu, hanya kali ini saja. Setelah ini aku tak akan meminta lagi, aku tak akan minta diantarkan lagi, antarkan aku pulang "
"Kenapa kamu membuatku pusing, datang kemari sendiri tapi pulang ingin diantarkan "
"Ya udah kalau kamu ga mau, aku akan tetap diam di sini aku tidak peduli dengan tetanggamu nanti yang akan berkomentar apa dengan keluargamu, aku juga punya foto kita berdua. Ingat Alex aku punya rahasia kamu, aku bisa kapan saja menyebarkan semua ini dan kamu akan hancur "
Lagi-lagi Alex mengalah "Baik-baik, aku akan mengantarkanmu tunggu di sini. Jangan ikut masuk"
Alex membawa mobilnya dahulu. Rena tersenyum senang. Rena juga tak menyangkan kalau rumah keluarga Alex akan sebenar ini. Kalau dirinya tinggal disini bagaimana ya pasti akan sangat hebat sekali.
"Apa aku bilang aku akan bisa mendapatkan Alex lagi, dia akan jatuh di tanganku. Aku akan memperalat Alex dia akan ada disampingku. Akan aku buktikan pada Mamanya kalau Alex bisa aku dapatkan "
Rena kembali memasang wajah sedihnya saat Alex datang, dia ingin terlihat seolah-olah kalau dirinya ini terpuruk. Rena langsung masuk ke dalam mobil dan menundukan kepalanya. Selama perjalanan juga Rena masih diam tapi setelah sedikit jauh barulah Rena berbicara.
"Diamlah aku tidak mau mendengar suaramu, yang sudah terjadi ya sudah biarkan saja terjadi. Mau bagaimanapun tidak akan pernah bisa diulang sampai kapanpun kejadian itu, akan tetap ada. Jadi tidak usah banyak bicara dan menanyakan kenapa aku tidak menolongmu"
"Tapi aku butuh jawabanmu. Kamu adalah kekasihku saat itu Alex, tapi kamu malah mendiamkan ku. Seharusnya kamu disana membela aku dengan mati-matian, ini malah sebaliknya "
Alex malah tertawa "Kata siapa kamu pacar aku. Sejak kapan kita pacaran, aku tidak pernah mengatakan kalau kita ini punya hubungan spesial, kamu hanya datang kepadaku dan mau tidur bersamaku itu saja. Aku sama sekali tidak menganggapmu siapapun, jangan terlalu geer"
"Kamu begitu jahat tahu "
__ADS_1
"Kalau kamu tahu aku jahat, sekarang kamu kenapa mau diantar oleh ku "
Rena menatap sekitar. Kenapa ini berbeda ini bukan jalan ke rumahnya "Ini jalan ke mana, ini bukan jalan ke rumahku antarkan aku ke rumahku Alex. Aku tidak mau kemana-mana aku tidak mau pergi ke mana-mana, aku ingin pulang "
"Katanya mau terus bersama aku, tapi sekarang malah protes. Bukannya kamu ingin terus ada di sampingku maka diamlah akan aku turuti apa kemauanmu itu, kamu akan tetap ada di sampingku. Jadi diam dan tunggu saja "
Rena masih mencerna semua maksud dari semua ini. Rena masih diam dia melihat Alex membawanya ke sebuah bangunan tua dan sangat gelap sekali. Rena ketakutan sekarang benar-benar ketakutan kenapa harus ke sini.
"Aku ingin pulang, aku ingin pulang sekarang juga aku tidak mau ikut denganmu. Aku ingin ke rumah saja. Sudah kerumahku saja Alex kita kerumah saja ya"
"Diamlah aku akan membuatmu akan terus ada di sampingku, jadi menjadi lah anak penurut kalau kamu ingin itu"
"Tidak aku tidak mau lepaskan aku, pasti kamu akan melakukan sesuatu kepadaku. Lepaskan aku jangan lakukan apapun padaku "
"Aku kira perempuan nakal tidak ada takut apa-apa, tapi ternyata kamu masih takut ya dengan yang akan aku lakukan, sudah duduk manis anak nakal dan kita akan memulai permainan baru dalam hubungan ini, seperti apa yang kamu mau. Bukannya kamu yang mau jadi pacarku maka sekarang aku katakan kalau kita sedang pacaran, maka kamu harus menuruti apa kemauan dari pacarmu ini"
Rena menggelengkan kepalanya membuka pintu mobil tapi sulit sekali, Rena sudah sangat ketakutan apalagi dengan senyum Alex yang tiba-tiba saja menggelegar dan itu membuat Rena makin makin takut lagi. Alex langsung berubah seketika itu sangat menakutkan sekali.
"Aku ingin keluar aku ingin keluar. Tolong jangan lakukan ini jangan lakukan apa-apa sama aku Alex "
"Berisik kamu"
__ADS_1
Alex menyiku wajah Rena sampai dia pingsan. Alex membawa Rena ke sebuah bangunan tua. Entah apa yang akan Alex lakukan kita lihat saja nanti setelah Rena bangun apa yang Alex lakukan.