Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 253 Sikap Alex


__ADS_3

"Nah kenapa ga dari awal aja kan sama suaminya Ayu dibawa. Kalau kita dari awal bicara sama suaminya pasti akan langsung dibawa. Suaminya Ayu kan banyak uang. Dia ga akan rugi cuman kasih uang buat mertuanya"lagi-lagi bibinya Ayu berbicara seperti itu. Ayu sudah sangat malu sekali dengan Alex,


"Kalau gini kan ga usah jual sawah, rumah apalah, harta juga ga akan habis. Udahlah sekarang kalau ada apa-apa tinggal minta sama suaminya Ayu "


"Daripada kamu terus aja berbicara lebih baik pulang sana, dari tadi terus aja berbicara. Ini tuh di rumah sakit kalau bicara itu dijaga ya seenaknya saja. Sana pulang kamu ada disini juga ga ada gunanya"tegur ayahnya Ayu, karena dia juga kesal dengan tingkah adik dari istrinya ini terus saja mengoceh tak ada hentinya. Dari tadi sampai datang kerumah sakit terus saja mengoceh.


"Aku kan memang berbicara apa adanya, ini memang kenyataannya. Seharusnya dari awal itu suaminya Ayu datang. Dia kan orang kaya, dia bisa memberikan uang, fasilitas segalanya. Untuk apa punya suami kaya tapi tidak bisa dipergunakan. Percuma saja kan "jawabnya dengan angkuh sambil mengibaskan tangannya dan mendelikan matanya pada Ayu dan juga Ayahnya.


Alex segera maju berhadapan dengan bibinya Ayu itu, Ayu sudah menahan tangan Alex tapi percuma. Alex terus saja maju. Ayu sangat takut sekali dengan Alex yang akan melukai bibinya dan juga Ayu tak mau keluarganya tahu bagaimana Alex itu.


"Mulutmu itu kenapa sangat menjijikkan sekali, lebih baik pulang saja berisik tidak ada gunanya juga kan di sini. Hanya julid saja terus berbicara yang tadi lagi yang tadi lagi ,apa tidak punya topik yang lain. Kita ini sedang mengurus ibu mertuaku tapi kamu terus saja mengatakan orang kaya orang kaya uang uang apakah dalam otakmu itu hanya ada uang saja. Apakah otak mu itu sangat kecil sampai-sampai hanya itu yang kamu fikirkan "


"Aku ini lebih tua dari kamu, berani sekali mulutmu itu meskipun kamu orang berada tapi kamu tidak pantas berbicara seperti itu, dasar ya tidak punya sopan santun mentang-mentang kamu ini punya uang"


"Aku akan menghormati orang yang bisa menghormati semua orang, bukan sepertimu yang mulutnya seperti sampah lebih baik pergi dari sini. Aku tidak mau melihat wajahmu itu, rasanya muak sekali aku ingin sekali jahit mulutmu itu agar diam dan tak terus berbicara. Kalau tidak mau membantu dan tidak ada gunanya tidak usah datang kemari, tidak usah ikut campur dalam keluarga ini pergi dari sini sekarang juga. Sana tak ada yang membutuhkan perempuan seperti kamu sana-sana "


"Hey kamu ya_"


Alex langsung menarik tangan bibinya Ayu itu keluar dari ruangan tunggu, bahkan Alex tak segan-segan melakukan itu meskipun dia terus saja berteriak tapi Alex tidak peduli, ditariknya terus tangan perempuan itu dan Alex langsung mendorongnya dengan sangat kasar sekali. Alex tak peduli dengan orang-orang yang menatapnya.


Satu lagi Alex juga tak peduli dengan keluarga Ayu yang melihat tingkahnya ini. Alex sudah terlalu muak dan ingin sekali menghabisi orang ini ditempat tapi rasannya tak mungkin.

__ADS_1


"Pergi sana daripada terus merecoki di sini, jangan ada lagi di sini berisik tahu nggak telinga tuh berasa panas terus. Kalau ga ada guna tuh nggak usah ikut sana pulang, ngerepotin aja"


"Kamu ya"


"Apa, kenapa emangnya aku takut dengan perempuan sepertimu sana pergi tidak usah ikut campur dalam keluarga ini berisik terus dari tadi nggak pernah diem itu mulut. Lihat saja sekali lagi kamu seperti itu aku tak segan-segan mengirim mu ke alam kubur "


Alex masuk lagi kedalam, meninggalkan bibinya Ayu yang melongo dengan sikap suaminya Ayu. Ayu sendiri di dalam sangat ketakutan sekali Ayu menatap ayahnya yang juga sama diamnya merasa kaget saja melihat menantunya seperti itu.


Tak menyangka akan langsung menarik adik dari istrinya dan membawanya keluar seperti itu. Ayu menatap Ayahnya dan mendekatinya.


"Ayu apa dia seperti itu sama kamu "


Ayu menelan ludahnya dengan susah payah. Ayu dengan cepat mengelengkan kepalanya belum saatnya Ayu bicara. Lagian sekarang juga Alex mulai baik padannya.


"Sayang ayo bangun ini aku bawain makanan yang kamu mau. Bukannya tadi kamu mau telur gulung sama martabak telur ya, ini aku udah beli sayang. Ayo makan mumpung masih anget "


Daniel memang tadi pergi malam-malam mencari apa yang istrinya mau, tapi sekarang saat pulang istrinya malah tertidur. Daniel membangunkannya dengan secara perlahan sekali.


"Hemm" Vio hanya bergumam saja.


"Ini aku sudah bawakan makanan yang kamu mau. Bukannya tadi kamu mau ini sayang "

__ADS_1


"Hemm"


"Sayang bangun dulu katanya mau makanan ini, aku sudah membelinya aku sudah membawakannya sayang bangunlah "


Vio hanya membuka sedikit matanya lalu kembali menutupnya tapi mulutnya berbicara "Kamu makan aja aku udah nggak mau, aku udah nggak berselera sekarang aku maunya tidur udah ngantuk berat banget sayang "


"Sayang jangan gitu dong katanya mau ini, katanya mau makan ini aku udah beliin loh. Aku udah cari loh sayang "


"Iya tapi aku ngantuk, kamu aja yang makan kamu aja yang ngabisin aku mau tidur. Kamu juga segera istirahat sayang "


Daniel pasrah dia juga tidak bisa marah, Daniel mengerti dengan sikap istrinya. Dia kan sedang mengidam jadi Daniel harus tenang dan bisa mengontrol emosinya.


Jangan sampai emosinya ini meledak-ledak dan membuat istrinya malah makin marah. Daniel menyimpan makanan yang diinginkan istrinya itu, tidak memakannya juga siapa tahu nanti malam dia terbangun dan ingin ini, kalau Daniel habiskan Daniel harus cari ke mana lagi.


"Ya sudah aku simpan di sini ya nanti kamu harus makan, habiskan semuanya sayang "


Tidak ada jawaban, Daniel mengusap lembut kepala istrinya itu dan menciumnya beberapa kali. Setelah itu Daniel pergi ke arah ruang kerjanya masih ada pekerjaan yang harus dia kerjakan.


Kalau masalah butik Valeria ingin mengambil alih semuanya. Ya sudah Daniel juga tidak mempermasalahkannya, toh dia juga tahu bagaimana Valeria dia akan keras sekali. Apalagi itu punya kembarannya pasti dia tidak akan memberikan semua kendali padanya.


Valeria itu memang keras kepala sekali. Untung saja yang menjadi istrinya Vio bukan perempuan itu, kalau sampai perempuan itu sudahlah Daniel tidak tahu apakah dia akan tahan.

__ADS_1


Mungkin kalau daniel menikah dengan perempuan itu Daniel akan terus bertengkar dengan Valeria, kalau memang mereka berjodoh tapi jangan sampai istrinya hanya tetap satu Violetta saja. Tak ada yang lain lagi sampai kapan pun itu.


__ADS_2