Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 237 Alex masih sama ternyata


__ADS_3

"Tuh kan sudah aku bilang aku ini tidak apa-apa aku sehat, kamu ini Daniel tak bisa aku beritahu. Aku tak sakit apa-apa aku hanya pura-pura saja tadi tapi kamu malah menganggapnya serius *


Vio benar-benar langsung diperiksa oleh dokter, sungguh Vio malu sekali saat diperiksa ya Vio baik-baik saja tak kenapa-napa. Wajah Vio bahkan tadi sampai merah karena menahan malu didepan dokter.


"Ya aku khawatir dengan keadaanmu. Makanya jangan main-main denganku, kalau masalah kesehatan. Aku tidak mau kalau kamu sakit. Apalagi kita sebentar lagi akan menikahkan kamu harus selalu sehat aku tidak mau melihat kamu sakit"


"Hemm, ya aku mengerti kamu ini sulit untuk diajak main-main, padahal aku tadi hanya ingin mengajakmu bercanda tapi malah dianggap serius sama kamu "protes Vio.


"Ya bagaimana lagi, kalau masalah kamu aku nggak bisa main-main. Aku pasti akan selalu serius sayang beneran deh "


"Ya udah deh aku pengen pulang tolong anterin aku pulang sekarang juga ya. Aku ingin istirahat aja dirumah Daniel, sambil mikirin desain yang tadi biar cepet selesai "


"Iya sayang ayo aku anterin pulang " sambil mencium pipi Vio.


...---------------...


"Bagaimana sah"


"Sahh "ucap mereka semua dengan kompak.


Kat tersenyum senang saat melihat Alex dan Ayu sudah menikah dan sah menjadi suami istri. Meskipun tadi Alex salah dalam mengucapkan nama Ayu tapi setelahnya benar juga kan. Tak masalah yang terpenting sekarang mereka berdua sudah menikah kan.


Kat menyuruh anaknya Alex untuk tersenyum, dengan canggung Alex tersenyum pernikahan ini benar-benar sederhana sekali, bahkan hanya didatangi oleh keluarga saja, dekor pun hanya seadanya saja.


Kat memeluk anaknya Alex dengan bangga"Mama senang banget kamu akhirnya nikah, kamu harus jadi suami yang baik ya. Jangan pernah bohongin istri kamu jangan pernah sakitin dia kamu harus jadi suami yang bisa bimbing istri kamu ya Alex, kamu udah nakal maka saat sudah punya istri seperti ini kamu ga boleh nakal. Kamu harus berubah ya "


Alex hanya menganggukkan kepalanya dengan lesu, sekarang hidupnya sudah berubah tak seperti dulu lagi, pasti akan lebih diawasi oleh Ayahnya. Alex pasti akan bosan sekali kalau seperti itu.


Daniel yang ada di belakang adiknya langsung menepuk bahunya "Udah nggak usah sedih nanti juga lama-kelamaan suka, sekarang aja ga suka nanti kamu ga bisa lepas dari Ayu, jalanin dulu aja pasti akan baik-baik aja percaya sama Kakak. Cinta akan datang secepatnya sama kamu "


Alex menatap kakaknya sekilas, lalu menatap Ayu yang juga sama menunduk para tetangga di sana langsung memberi selamat pada Ayu dan juga Alex. Mereka mencoba untuk tersenyum meski rasanya sangat sulit sekali.


Semua orang disini bahagia, hanya pengantinnya saja yang tak bahagia. Mereka memasang senyum palsu, padahal didalam hati mereka menjerit. Apalagi Ayu dia takut kalau misalnya nanti Alex akan kasar lagi padannya. Ya meskipun sudah membuat surat perjanjian tetap saja rasannya takut sekali.


Akhirnya para tamu sudah pulang semuanya, sekarang hanya tinggal keluarga inti saja keluarga dari Ayu dan juga tentu dari Alex. Mereka asik mengobrol berbagai hal.


Kat sudah berbicara tadi kepada ibunya Ayu untuk membawa Ayu ikut serta ke sana, karena Ayu sudah menjadi istri Alex maka mau tidak mau Ayu harus mengikuti Alex juga kan. Tak mungkin mereka berpisah.


Sekarang mereka sedang menunggu kedatangan Ayu. Katanya dia mau membereskan dulu barang-barangnya. Kat juga tidak masalah dia menunggu dengan Vio yang ada di sampingnya yang dari tadi hanya diam saja tidak banyak bicara.


Sedangkan Ayu yang ada di kamar bersama ibunya hanya bisa menangis saja "Ayu pergi ya Ibu. Ibu di sini baik-baik Ayu janji akan selalu tengokin Ibu ke sini sama ayah pokoknya ibu baik-baik ya. Jangan pikirin Ayu, pasti Ayu akan baik-baik aja kok "


"Kamu ga usah khawatirkan Ibu, yang ada ibu khawatir sama keadaan kamu. Kamu di sana baik-baik ya kalau ada masalah apapun kamu harus cerita sama Ibu, jangan pendam perasaan itu sendirian. Ibu nggak mau kamu kenapa-napa tapi Ibu nggak tahu apa-apa"


"Iya Bu Ayu pasti akan selalu cerita, Ayu pasti akan selalu telfon ibu ya "


Padahal dalam hati Ayu berkata kalau dia tidak akan menceritakan kesakitannya pada ibunya, Ayu tidak mau menambah beban pikiran pada ibunya biar dirinya saja yang memikirkan tentang rumah tangganya ini.


Ayu tidak mau membuat ibunya malah kepikiran dan nanti sakit tidak Ayu tidak mau itu. Ibunya ini sudah tua, Ayu tidak mau menambah beban ibunya. Sudah cukup sekarang Ayu harus menjalani hidupnya sendiri bahkan menghadapi masalahnya sendiri pula.


"Ya sudah Bu, Ayu sudah siap Ayu akan pergi ya, pergi mengikuti suami Ayu. Ibu doakan saja semoga rumah tangga Ayu ini akan baik-baik saja ya, semoga Ayu betah disana ya Bu "


"Tentu saja ibu akan selalu mendoakan rumah tangga kamu. Ibu akan selalu berdoa untuk kalian berdua, kalian harus bahagia ya Ibu lihat ibu mertuamu baik pasti dia akan bisa melindungi kamu nantinya. Dia pasti akan menyayangi kamu Ayu "


Lagi-lagi Ayu hanya menganggukan kepalanya, mereka keluar berbarengan di sana Kat dan juga keluarganya sudah berdiri dan akan pulang. Mereka sedikit berbincang sedikit dan setelah berpamitan mereka masuk ke dalam mobil untuk segera pulang. Takutnya kalau misalnya pulang malam mereka akan sampai tengah malam, kasian yang menyetir juga kan.


Untuk Alex dan Ayu masih satu mobil dengan Kat dan juga Lucas. Lucas masih takut kalau anaknya Alex akan kabur atau melakukan sesuatu hal yang di luar pikirannya. Lucas tidak pernah tahu kan apa yang dipikirkan anaknya itu. Sedangkan Daniel dan juga Vio di mobil yang lain mereka hanya berdua.


Daniel menatap kekasihnya yang sepertinya sangat kelelahan sekali "Sayang kalau kamu ingin tidur, tidurlah jangan menahannya. Aku tahu kamu sangat mengantuk. Aku tak masalah tak ada teman mengobrol kamu istirahat saja ya sayang "


"Iya Daniel tapi apakah mereka berdua baik-baik saja, kulihat ada raut wajah sedih yang mereka tampakan ya meskipun tidak terlalu terlihat tapi tetap saja bisa terlihat oleh ku "tanya Vio yang memang belum tahu cerita keseluruhan dari kejadian yang Alex lakukan. Vio hanya mendengar sedikit-sedikit cerita dari Daniel itupun tidak banyak dan Vio juga tidak mau terlalu menggali tentang hubungan adik iparnya itu kan.


Takutnya malah nanti dibilang kepo dan ingin ikut campur masalah adik ipar. Vio tak mau sampai itu terjadi, sebenarnya Vio acuh dengan hal seperti itu, tapi Vio entah kenapa merasa kasian saja dengan Ayu seperti tertekan sekali.

__ADS_1


"Ya biasalah kamu tahu sendiri kan Alex itu nakal dan dia ketahuan kalau dia simpan perempuan di apartemen sama Mama dan akhirnya dinikahin kayak gini kan. Ya udahlah yang terpenting aku nggak kayak gitu kan aku cuma setia sama kamu aja, aku nggak pernah lakuin itu dan aku nggak pernah simpan perempuan di manapun itu hanya kamu aja sayang. Udah kamu istirahat ya jangan banyak pikiran besok juga kamu jangan ke butik lebih baik sih istirahat aja"


"Iya aku ngantuk banget dan pengen tidur, maaf ya aku ga bisa temenin kamu sayang "


"Ya udah sayang tidur ya, ga masalah sayang yang terpenting kamu bisa istirahat "


Daniel mengusap kening calon istrinya itu lalu kembali fokus pada jalanan, ini akan sangat melelahkan perjalanan akan sangat jauh bahkan tadi mereka berangkat dari rumah itu jam 04.00 pagi untuk mengejar waktu karena takut macet juga dijalannya kan.


Soalnya jalannya ke daerah pemukiman yang jalannya cukup rusak. Jadi mereka harus tancap gas dari pagi pagi sekali, kalau tidak seperti itu mereka akan sampai jam berapa sedangkan akad saja dimulai jam 8 pagi. Untung saja tadi mereka tak telat kan, acara langsung dimulai tadi saat mereka datang kesana.


...----------------...


Daniel menunggu kedatangan Vio, hari ini adalah hari pernikahan mereka. Daniel sungguh tak sabar dia sudah duduk berhadapan langsung dengan ayahnya Vio. Semua tamu juga sama sedang menunggu pengantinnya mereka duduk dengan tenang tidak ada yang bicara sama sekali.


Vio datang dengan diiringi sebuah lagu. Daniel tersenyum melihat bidadarinya datang dengan balutan kebaya putih yang begitu cantik, didampingi oleh saudaranya Valeria. Meskipun wajah Valeria cemberut sedangkan Vio tersenyum dengan sangat cantik sekali.


Daniel tidak peduli karena yang akan dia nikahi adalah Vio bukan Valeria mau bagaimanapun raut wajahnya Daniel tidak peduli. Yang terpenting bidadarinya tersenyum dengan sangat manis sekali. Daniel sampai pangling dengan bidadarinya itu. Saat didandani sangat berbeda sekali. Maklum Vio kan jarang dandan jadi sekali di dandani cantik sekali.


Vio langsung duduk di samping Daniel, lalu Daniel melihat Valeria yang mendekatinya dan membisikkan sesuatu "Lihat saja kalau kamu sampai melukai saudaraku maka aku akan membongkar siapa dirimu, aku tahu Daniel siapa kamu. Hanya saja aku belum mendapatkan bukti yang akurat. Suatu saat aku akan berikan bukti itu pada Vio, agar dia meninggalkan kamu. Mungkin sekarang aku tak bisa melarangnya karena aku tidak punya bukti, tapi nanti aku akan membuat kalian berpisah aku tidak rela saudaraku menikah dengan laki-laki seperti kamu"


Daniel tidak menjawab. Dia hanya diam saja dan Daniel tahu apa maksud dari Valeria. Dia mengancam apa pasti Valeria pernah melihat Daniel membunuh ya apalagi kalau bukan itu, tak ada lagi rahasi besar Daniel yang disembunyikan dari Vio.


Kita lihat saja apakah Valeria akan bisa menjauhkannya dari Vio. Apakah Valeria akan mendapatkan semua bukti itu kita lihat saja. Daniel tidak sabar menunggunya, menunggu Valeria memberikan buktinya padanya.


Ijab kabul segera dimulai. Daniel melafalkannya dengan sangat lancar bahkan tidak diulang lagi. Setelah berdoa bersama, pasang cincin lalu dilanjutkan dengan resepsi. Banyak tamu yang datang apa lagi alumni sekolah mereka hampir semua datang dan tidak menyangka kalau Daniel dan Vio akan menikah.


Setelah tamu sedikit melonggar Vio segera mendekati saudaranya yang dari tadi diam saja. Bahkan saat diajak berfoto dengan teman-teman yang lain Valeria tidak mau malah marah-marah. Hari ini Valeria sangat sensi sekali, setiap ada yang menyapanya malah dimarahi.


"Kamu ga senang ya aku nikah"


Valeria menatap kembarannya itu sekilas lalu mendelikan matanya "Aku sudah memberitahumu yang sebenarnya siapa Daniel, tapi kamu masih nekat menikahinya. Ya sudahlah itu memang sudah keputusanmu. Aku hanya tidak suka saja kamu sudah aku beritahu tapi kamu malah meneruskan hubungan ini, sampai kapanpun hubungan ini tidak akan pernah bener Vio dia itu sedang berbohong padamu ada sesuatu yang disembunyikan. Seharusnya sebelum menikah kamu tahu dulu tentang Daniel yang sebenarnya emangnya kamu terima kalau suami kamu kayak gitu, kalau suami kamu itu seorang pembunuh"


"Aku harus lihat dulu dengan mata kepalaku sendiri, aku nggak bisa gegabah dong sekarang mau nuduh tanpa bukti yang ada aku yang akan disalahkan. Kamu tolong ngerti aku, kalau kamu ada diposisi aku kamu juga akan seperti ini Valeria "


"Iya iya aku mengerti, selalu harus ada bukti apalagi ini menyangkut tentang Daniel aku mengerti. Aku mengerti tidak usah kamu bicara lagi padaku. Selamat ya atas pernikahanmu semoga saja dia benar-benar menjadi suami yang baik dan tidak ada kebohongan yang dia sembunyikan lagi darimu. Satu lagi semoga saja dia tak menyakiti kamu Vio "


Sebelum mereka menikah waktu itu Vio sudah menyelidiki tentang Daniel, tapi tidak satupun yang Vio temukan Daniel seperti biasa baik-baik saja, tidak ada kejanggalan bahkan Vio sampai mengikutinya, menyuruh orang pula, banyak yang Vio lakukan tapi hasilnya tak ada.


Semoga saja pernikahannya ini akan baik-baik saja ya. Hidupnya akan lebih bahagia setelah menikah dan juga Valeria bisa menerima Daniel menjadi suaminya. Vio juga tak mungkin kan terus seperti ini dengan saudaranya.


...----------------...


Kat menatap anaknya Alex yang sedang meminum kopinya "Kamu ga ada kepikiran gitu buat bulan madu sama Ayu. Kakak kamu aja sama Vio udah bulan madu loh, mereka mungkin akan lama di sana. Kenapa kalian gak ikut aja sekalian, ya kalian ke mana Kakak kamu ke mana. Kenapa kamu malah diam di rumah aja dan fokus sama kerjaan"


Kat juga ingin melihat anak bungsunya ini bersenang-senang sama seperti kakaknya. Tak seperti ini murung terus, semenjak mereka pulang dari rumah Ayu itu Alex memang jadi pendiam sekali. Bahkan berbicara pun seadanya.


Alex menghembuskan nafasnya dengan kasar "Aku kan sudah bilang sama mama kalau aku nggak tertarik sama Ayu, aku nggak cinta sama dia mau bulan madu kayak gimanapun nggak akan buat aku tertarik sama dia mah. Ya udahlah yang terpenting aku tanggung jawab aja kan sama dia, aku ga mau habisin uang buat bulan madu dengan perempuan yang aku ga suka. Lebih baik aku menyibukkan diriku dengan cara bekerja"


"Ya ga bisa kayak gitu, jangan macam-macam ya. Awas aja nanti kamu selingkuh atau sampai nyakitin Ayu. Mama nggak mau anak Mama jadi laki-laki brengsek seperti itu. Kalau kamu emang belum siap buat ajak Ayu jalan-jalan setidaknya kamu ajak bicara dia. Dari semenjak Kakak kamu menikah Mama tidak melihat kamu berbicara dengan Ayu kamu terus mendiamkannya kasihan dia, pasti dia sangat kesepian sekali Alex dia mengantungkan hidupnya disini pada kamu. Tapi kamunya malah seperti ini responnya "


"Tidak ada yang harus aku bicarakan juga Ma dengannya, rasanya percuma juga apa yang harus aku bicarakan dengannya tidak akan pernah nyambung. Karena kamu benar-benar berbeda sekali Ma "


"Mau bagaimanapun dia istrimu, nanti saat kamu jatuh cinta padanya kamu akan merasakannya bagaimana tidak enaknya diacuhkan seperti itu. Mama tahu semua ini berat buat kamu. Tapi tetap kamu itu harus baik padannya ajak bicara dia jangan didiamkan terus"


"Hemm, aku mengerti ma, Alex mau berangkat kerja dulu ya Kakak kan lagi nggak ada jadi Alex yang handle semuanya. Alex akan lebih fokus bekerja saja"


"Ya udah kamu hati-hati ya, jangan jajan diluar lagi awas aja "


"Iya ma, aku pamit dulu"


Alex pergi begitu saja bahkan tanpa menemui istrinya dulu. Sedangkan Ayu dia hanya diam saja di kamar dia sudah mual-mual sepertinya Ayu benar-benar hamil Ayu harus membeli testpack.


Saat ada yang mengetuk pintu Ayu segera membukanya ternyata itu Mama mertuanya, Mama mertunya ini setiap hari selalu menemuinya dan mengajaknya bicara, sungguh kadang Ayu malu karena harus selalu di susul dulu "Ma "

__ADS_1


"Kamu ini kenapa nggak keluar kamar ayo jalan-jalan. Jangan terus di kamar kalau mau makanan atau cemilan apapun bawa aja nggak usah sungkan nggak usah takut ya, Mama udah beli banyak makanan kok sayang "


Ayu tersenyum dengan canggung, dia keluar tidak enak juga kan menolak ajakan Mama mertuanya. Ayu dibawa ke ruangan santai di sana juga sudah ada teh hangat dan juga beberapa camilan.


"Mama lihat beberapa hari ini kamu kurang makan dan mama lihat juga kamu kayaknya lagi mual-mual, kita ke rumah sakit ya mama yang nganter kamu"


"Ga usah ma, nanti beli testpack aja, nanti Ayu pergi ke depan aja sambil jalan-jalan sekali ma "


"Udah langsung ke dokter aja, Mama yang nganter. Kita cek ya kandungan kamu semoga aja kamu benar-benar udah hamil. Nanti mama punya cucu dari kamu, ya udah makan dulu aja cemilan ini kamu isi dulu perutnya ya, mama juga udah buat teh hangat"


"Terimakasih ma"


"Iya sama-sama sayang. Maaf ya Alex masih kayak gitu sama kamu, tapi mama yakin nanti Alex bakal berubah, dia nggak akan cuek lagi sama kamu. Kamu tenang aja Mama akan selalu ada di samping kamu, kamu nggak perlu takut sama Alex kalau dia nyakitin kamu, kamu bisa bilang mama"


"Iya Mah mungkin sampai kapanpun Alex ga akan pernah mau sama Ayu. Ayu sadar diri kok Ayu ngerti Ayu ini siapa"


"Ga usah bilang kayak gitu, Mama nggak suka kamu ngerendahin diri kamu sendiri kayak gini. Kamu harus percaya diri bahwa suami kamu suatu saat akan mencintai kamu, apalagi nanti kalau dia udah tahu kalau kamu lagi hamil pasti dia bakal seneng banget, mama yakin itu "


"Iya mah semoga saja"


Padahal Ayu tinggal menunggu waktu saja, hanya satu tahun pernikahan dia akan bercerai dengan Alex semoga saja semuanya berjalan dengan lancar. Semoga saja Mama mertuanya ini tidak menghalangi keputusan dirinya dan juga Alex karena surat perjanjian itu sudah ditandatangani di atas materai.


Dan Ayu juga nanti akan mempertahankan hak asuh anaknya, kalau memang benar-benar Ayu mengandung. Ayu tidak akan rela kalau anaknya sampai jatuh ke tangan Alex mau bagaimanapun Ayu adalah ibunya.


Ayu yang melahirkannya, meskipun anaknya terlahir karena sebuah kesalahan tapi Ayu akan tetap menyayanginya mau bagaimanapun itu keadaannya. Ayu akan terus mempertahankan anaknya.


...----------------...


Sedangkan Alex memberhentikan mobilnya saat melihat perempuan yang akan dirinya jemput sudah menunggu.


"Ayo sayang, kita berangkat "


Perempuan itu langsung naik, dan tersenyum pada Alex "Aku tidak menyangka loh Pak Alex akan benar-benar menjemputku. Aku kira tadi Pak Alex hanya pura-pura saja"


"Kapan aku pura-pura, kalau aku sudah bilang akan menjemputmu maka aku akan menjemputmu"sambil mencium tangan perempuan itu.


"Baiklah Pak, aku senang sekali "


"Panggil saja aku Alex, kalau sedang seperti ini panggil saja nama "


"Baiklah Alex, oh ya apakah tidak akan ada masalah kita datang sama-sama seperti ini kekantor "


"Siapa sih yang akan marah tidak akan ada yang marah"


"Ya mungkin nanti Bu Sela "


"Tidak akan, kamu tenang saja ya semuanya akan baik-baim sana cantik "


Alex melajukan kembali mobilnya menuju kantor. Selama perjalan Alex tak melepaskan genggaman tangannya dari perempuan itu.


Mereka tak butuh waktu lama sudah sampai juga. Alex turun diikuti oleh perempuan itu. Alex bahkan mengandengannya dihadapan banyak orang.


"Nanti istirnya dengan ku lagi ya, langsung saja datang keruangan ku sayang. Aku akan menunggumu "


"Tentu Alex aku akan datang dan menemui mu " ucap perempuan itu dengan manja, lalu mencium pipi Alex dengan mesra.


Alex hanya tersenyum saja dan melambaikan tangannya kearah perempuan itu. "Alex "


Alex yang sedang bahagia langsung saja jadi cemberut lagi, karena dihadapannya ada Kak Sela "Kamu itu apa-apaan dicium sama perempuan lain malah diem, udah nikah masih aja gatal sama perempuan kamu mau aku pecat perempuan itu dari sini" tegas Sela.


"Kak Sela tenang dulu dong, aku cuman main-main aja nggak beneran kok"


"Ga beneran, terus gimana hati istri kamu. Aku bisa bilangin ini sama Tante Kat ya. Awas aja sekali lagi aku lihat kamu sama perempuan itu, aku bilang sama tante Kat biar perempuan itu didatangi sama tante Kat sekalian dan kamu juga dimarahin sama dia, jangan macam-macam lah kamu ini udah berumah tangga fokus sama satu perempuan bukannya masih suka sana sini "

__ADS_1


"Iya iya Kak Sela mulai cerewet deh kayak Mama. Udah ah Alex mau kerja dulu"


Alex langsung masuk kedalam lift untuk menghindari Sela. Alex tidak bisa melukai Kak Sela yang ada dia akan berurusan dengan kakaknya.


__ADS_2