Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 121 Takut kecolongan


__ADS_3

"Biar aku ambilkan Lucas"


Chelsea dengan cepat mengambil piring Lucas dan mengisinya dengan berbagai makanan, lalu memberikannya kembali pada Lucas.


"Kamu mau apa sayang " tanya Lucas pada Kat yang diam saja.


"Sama kan saja "


"Baiklah "


Lucas mengambil makanan untuk Kat dan menyimpannya dihadapan sang kekasih "Ada lagi sayang "


"Sudah aku hanya ingin ini saja "


Mereka mulai makan, tak ada yang berbicara hanya suara alat makan mereka saja. Chelsea sekali-kali melirik Lucas lalu Kat.


Mereka seperti tidak sedang bertengkar dan baik-baik saja, apakah benar Lucas menerima begitu saja ?


"Kat kakak boleh kan tidur sama kamu"


"Ga bisa, bukannya sudah disediakan kamar untukmu. Kenapa ingin tidur bersama adikmu meski kalian sudah terpisah satu tahun lamanya, tapi itu bukan alasan untuk kalian bisa tidur bersama" Lucas yang menjawab.


"Hanya satu hari saja Lucas aku sangat rindu dengan adikku itu "


"Kalian bisa menghabiskan waktu pada siang hari. Untuk malam hari Kat tidur sendiri tanpa siapapun kalau kamu tidak suka dengan aturanku, dengan aturan rumahku lebih baik kamu pergi saja cari hotel"


Lucas langsung menyudahi makan dan meninggalkan meja makan begitu saja. Bahkan Lucas membanting alat makanya.


"Kenapa sih aku ga boleh tidur sama kamu, padahal kita kan adik kakak, apa ada yang salah dengan aku "


"Yaudah kak mau gimana lagi, ini bukan rumah kita"


"Bukan rumah kita, jelas-jelas ini rumah kamu jadi kamu berhak lakuin apa aja "


"Ga bisa gitu kak, ya udahlah mau gimana lagi. Ini emang bukan rumah aku, ini rumah Lucas dia adalah tuan rumah disini. Kita disini hanya perlu mengikutinya saja "


"Kamu itu kalah olehnya, gimana kamu udah minta surat-surat perusahan ? "

__ADS_1


"Belum "


"Kenapa belum Kat, kamu ini gimana sih kamu ga percaya sama kakak"


"Bukannya kayak gitu, emangnya mudah ambil sesuatu gitu aja. Sedangkan perusahaan itu lagi dikelola sama Lucas "


"Kamu terlalu baik sampai-sampai mau-maunya diperlakukan seperti itu, kamu itu harusnya tegas jangan seperti itu "


"Yaudah Kakak aja yang minta sama Lucas, sebenarnya Kakak datang ke sini itu untuk nemenin aku atau untuk ambil harta itu sih. Aku jadi binggung seharusnya kita saling cerita saat kita ga ketemu. Tapi kakak malah bahas tentang harta. Aku jadi curiga kalau kakak emang mau kuasai semua itu "


"Kamu tega tuduh kakak kayak gitu, ga ada sedikit pun fikiran kesana. Kakak cuman ga mau harta kamu dimiliki Lucas itu aja, dia itu orang asing "


"Dia akan menjadi suamiku, jadi tak masalah. Sudahlah kak aku lelah jangan terus membahas tentang harta. Lama-lama aku muak mendengarnya"


"Aku memang serba salah, karena aku di sini bukan kakak kandungmu aku ini kakak tiri. Jadi kamu semena-mena seperti ini padaku Kat "


"Aku tidak pernah menganggapmu kakak tiri, mungkin kamu saja yang menganggapku adalah adik tirimu. Kalau kamu memang benar-benar menyayangiku seharusnya kamu tidak usah mengungkit-ungkit tentang harta orang tuaku. Biarkan itu mengalir begitu saja jika memang Lucas ingin mengambilnya sudah jangan terus dipermasalahkan, siapa yang akan memegang perusahaan itu dan mengelolanya"


"Kamu akan sadar nanti saat Lucas mengusirmu "


Padahal surat perusahaan ada ditangannya tidak ditangan Lucas, Kat hanya ingin tahu saja segigih apa kakaknya akan meminta terus menerus surat itu dan juga jabatan.


Setelah ada didalam kamar Kat membuka tas besar yang ada dibawah tempat tidur. Kat ingin memindahkan semua berkas-berkas penting ini.


Kalau disimpan disini bisa-bisa kakaknya tahu dan mengambilnya, bisa saja kan Chelsea nekat. Kita tidak akan pernah tahu bagaimana sikap seseorang.


...----------------...


Pagi-pagi Kat sudah pergi meninggalkan rumah Lucas, tentu saja dengan supir tak mungkin Lucas membiarkan dirinya pergi sendiri.


"Jadi kita mau kemana nona "


"Kita kerumah utama saja ya "


"Baik nona "


Kat membawa tas besar, lebih baik disimpan dirumah Daisy saja agar lebih aman. Setelah sampai Kat langsung membawa tasnya dan berlari masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Kat sayang kamu kemari "


"Iya mih aku ingin menitipkan sesuatu padamu "


"Ya sudah ayo kemari "


Zeline membawa Kat keruang pribadinya "Sini duduk ada apa "


Kat tanpa disuruh dua kali lagi langsung duduk "Begini aku ingin menitipkan surat-surat penting pada Mami. Karena mungkin kalau dipegang olehku tidak akan aman, aku tidak bisa menjaganya takut-takut aku malah kecolongan. Jika Mami yang menyimpannya akan aman"


"Baiklah apa saja itu "


"Surat rumah, perusahaan, villa dan rumah yang ada di Inggris semua surat-suratnya ada di sini aku tidak mau sampai ini jatuh ke tangan orang yang salah. Ayah sudah memberikan ini semua padaku dan aku tidak mau menyia-nyiakannya. Ini adalah peninggalan dari Mamaku, mana mungkin aku memberikannya pada orang lain"


"Baiklah sayang kemari biar mamih simpan, kenapa tidak Lucas yang menyimpannya "


"Lucas mengembalikan ini semua padaku katanya menyuruhku untuk menyimpannya. Aku takut semua ini hilang jadi lebih baik disimpan pada mamih saja"


"Baiklah aku simpan ya "


Kat menganggukan kepalanya, Kat mengigat saat Lucas memberikan semua berkas ini..


flashback on


"Kami membicarakan tentang surat-surat perusahaan katanya Chelsea ingin mengelolanya"


"Kamu yakin akan memberikan semua hartamu pada Chelsea, apa kamu percaya dengan dia. Aku sih tidak masalah jika kamu ingin memberikannya pada Chelsea silahkan. Aku tidak akan melarangmu, karena ini punyamu bukan punyaku, tapi pikir kan baik-baik semuanya apakah itu akan baik kedepannya. Apakah dia hanya ingin hartamu saja dan mengambil semuanya. Kamu tahu ini adalah sebuah peninggalan dari orang tuamu yang selalu harus kamu jaga"


"Mungkin aku waktu itu tiba-tiba mengambil ini darimu karena aku sengaja, aku tidak mau sampai berkas-berkas ini jatuh pada tangan yang salah. Aku hanya ingin kamu yang memilikinya, aku hanya ingin kamu yang mengelola semua perusahaannya meski mungkin sekarang harus aku dulu yang membantumu dan menunggu kamu untuk lulus dan mengelola perusahaan ini aku tidak masalah. Aku tidak akan perhitungan"


"Aku mengerti "


"Ya kalau begitu ini aku serahkan semua surat-surat berkas-berkas penting padamu. Kamu bisa simpan kamu bisa berikan pada Chelsea. Mungkin kamu lebih percaya pada kakakmu untuk mengelola semua perusahaan ini, nanti kamu tinggal bilang saja padaku kalau kamu sudah memberikan ini pada Chelsea dan aku akan mundur Chelsea yang akan maju nantinya"


Kat mengambil kantong besar itu, masih menatapnya dengan binggung. Sedangkan Lucas sendiri keluar dari kamar itu.


flashback off

__ADS_1


__ADS_2