Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 181 Kenapa tidak mau membantu


__ADS_3

Lucas yang membaca setiap pesan dari bibi Merry hanya bisa tersenyum senang, akhirnya apa yang dia inginkan tercapai juga meskipun Tamara dan juga anaknya selamat.


Lucas sekarang sedang ada di rumah sakit, melihat tubuh Lea yang dibawa oleh para suster. Setelah Bibi Merry mengabarkan tentang semuanya Lucas langsung bergerak, bukannya dirinya tidak mau membalas pesan itu tapi takut-takut ada Tamara dan bisa membaca semuanya.


Tamara pasti akan selalu ada disamping bibi Merry, tak akan jauh-jauh apalagi mereka baru bertemu lagi. Tamara sangat dekat dengan bibi Merry.


Inilah akibatnya telah bermain-main dengannya, Tamara sudah salah memilih lawan, seharusnya dia berpikir ulang untuk melawan dirinya karena tidak akan pernah berhasil. Dirinya tidak akan pernah kalah oleh siapapun. Tamara bukanlah apa-apa.


Lucas sekarang sedang menunggu bibi Merry, tadi dia sudah bertatapan langsung dengan bibi Merry, Lucas hanya menunggu di lobby saja. Tak mungkin kan dirinya datang kesana. Yang ada semua orang akan curiga.


"Lucas "panggil Bibi Merry dengan pelan


Lucas langsung menarik Bibi Merry ke dalam sebuah ruangan. Jangan sampai ada yang melihat mereka bertemu seperti ini.


"Kamu ini bagaimana sih tidak membalas pesan Bibi, bibi harus melakukan apa lagi. Bibi sudah mengadu domba mereka berdua dan sudah membuat Lea mati lalu Bibi harus melakukan apalagi, bibi binggung sekali. Kamu jangan membuat bibi terjebak disana ya. Bibi tak mau lama-lama tinggal disana "


"Ya sudah biarkan dulu Tamara menyembuhkan lukanya saja, biarkan dia terpuruk dengan apa yang dia lakukan karena dia telah menusuk temannya sendiri. Nanti aku akan kabari kamu lagi apa yang harus kamu lakukan. Bukannya kamu tidak mau sampai ketahuan kan jadi kamu kalau sedang tidak bersama Tamara maka beri aku kabar saja, agar aku bisa langsung membalasnya atau kamu kirim pesan kosong saja ya. Berarti itu tandanya kamu sedang tidak bersama Tamara "


"Baiklah aku bingung harus melakukan apalagi, aku juga tidak mau ya sampai terbawa-bawa nanti ke kantor polisi kalau sampai Tamara tertangkap. Dia memang sudah sangat gegabah tapi ya sudahlah. Kenapa kamu tidak menyuruhku untuk menghancurkan mentalnya saja itu akan lebih baik kan"


"Kalau kamu tidak ada di TKP kamu tidak akan terbawa-bawa dalam masalah itu, kamu bisa mengelak semuanya kamu bisa bicara kalau kamu tidak ada di sana saat kejadian itu terjadi. Aku sedang memikirkan rencana yang lebih gila lagi dari itu bi, jadi kamu tenang saja ya aku akan terus memantaumu aku tidak mungkin membiarkanmu di rumah itu terlalu lama. Aku juga menempatkan orang ku di rumah itu. Jadi jika nanti terjadi apa-apa padamu dia akan langsung membawamu kabur "


"Siapa orangnya kenapa aku tidak tahu, yang mana Lucas orangnya "


"Nanti juga kamu akan tahu orangnya, untuk sekarang jangan tahu dulu nanti saja. Nanti juga kamu bakal tahu semuanya, tanpa harus aku beritahu "


"Baiklah awas saja ya kamu membiarkan aku nantinya, aku tidak mau terus bersamanya"


"Tidak akan, aku tidak akan membiarkanmu disana terus. Ya sudah temui lagi Tamara jangan membuatnya curiga dengan kamu yang tiba-tiba menghilang seperti ini. Dia pasti akan mencarimu dan nanti pada akhirnya kita malah ketahuan, bisa kacau semuanya bi"


"Iya aku pergi menemui Tamara lagi "


Bibi Merry keluar dari ruangan itu, setelah beberapa menit baru Lucas menyusul untuk pergi dari ruangan itu dia sudah cukup puas dengan pekerjaan bibi Merry tapi dirinya masih memikirkan rencana yang lebih gila lagi dari ini, sekarang waktunya pulang untuk menemui sang istri yang pasti sudah menunggunya di rumah.


Dirinya tak mau membuat istrinya menunggu lama lagi. Kasian dia terus saja menunggunya pulang. Pasti istrinya akan senang saat melihatnya pulang dengan cepat seperti ini. Dirinya juga sudah membelikan banyak makan untuk sang istri tercinta.

__ADS_1


...----------------...


"Bibi dari mana saja. Kenapa lama sekali, aku ini sedang butuh bibi jangan terus menghilang seperti itu"


"Aku tadi mencari kamar mandinya, aku tidak tahu kamar mandinya di mana. Orang-orang di sini juga sedang sibuk. Aku hanya meninggalkanmu beberapa menit bukan sampai beberapa jam kan, jadi tidak usah takut kalau aku akan kabur meninggalkanmu. Bagaimana kamu sudah bisa melihat jenazah Lea, aku ingin cepat-cepat pulang Tamara aku ingin makan aku sudah lapar"


"Aku tidak berani berbicara pada mereka, aku takut mereka malah berpikir kalau akulah pembunuhnya. Apalagi polisi tidak menelponku kan dia pasti langsung menelepon keluarga Lea, aku harus memberi alasan apa pada mereka jika aku langsung tiba-tiba tahu tentang masalah ini. Aku sangat takut bibi bagaimana ini, apa yang harus aku lakukan bibi, aku sungguh binggung sekali memikirkan ini semau"


"Kamu ini ribet sekali ya tinggal tanya aja kenapa susahnya sih, gini nih orang yang salah tuh pasti takut aja, padahal tinggal tanya aja banyak alasan yang bisa kamu buat"


Bibi Merry segera berjalan ke arah polisi dan akan bertanya langsung saja "Permisi Pak apakah yang dibawa tadi adalah Nona Lea, saya orang tua temannya Lea tadi kami ke rumah Lea akan berkunjung tapi malah melihat ambulance dan juga polisi, saat bertanya ke tetangga katanya ada pembunuhan dan nona Lea sendiri yang menjadi korban"


"Iya benar itu Nona Lea, tapi belum boleh ada yang melihat dulu jenazah korban harus keluarganya terlebih dahulu. Dan juga Nona Lea harus diotopsi dulu karena memang ini masuknya pembunuhan kan siapa tahu ditemukan sidik jari atau hal-hal yang lain yang bisa menemukan pelakunya. Kami juga sudah meminta izin pada keluarga dan mereka mengizinkannya"


"Baiklah kalau begitu aku akan menunggu saja keluarganya. Aku juga tadi sudah menelpon keluarganya, aku akan menunggu mereka saja pak"


"Baik Bu silahkan "


"Baiklah terimakasih pak "


Tamara malah menangis, dia mengeluarkan ponselnya dan menjauh dari para polisi dan juga bibi Merry. "Ayo angkat jangan diamkan aku seperti ini, kenapa lama sekali angkatlah Lucas, aku sangat membutuhkan bantuan mu, angkat teleponku ini tolonglah jangan diamkan aku "


"Halo ada apa Tamara, Kalau tidak ada hal penting jangan menelponku"


"Halo Lucas kamu bisa bantu aku, aku bingung harus melakukan apa. Aku tidak mau sampai tertangkap oleh Polisi, kamu bisa datang ke rumah sakit aku harus bicara langsung denganmu, aku sangat ketakutan sekali Lucas, aku tidak punya siapa-siapa aku hanya bisa bercerita padamu dan meminta bantuan padamu juga"


"Dengan Polisi. Memangnya kamu sudah melakukan apa sampai-sampai harus berhubungan dengan polisi"


"Ya makanya tolong datang kemari ke rumah ku saja ya, aku harus berbicara dengan kamu "


"Maaf aku tidak punya waktu untuk mengurusi masalah orang lain, masalahku saja banyak dan aku juga tidak mau terbawa-bawa dalam masalahmu. Lebih baik kamu selesaikan saja masalahmu dan bawa saja pengacara untuk menyelesaikan semua kasus kamu itu. Aku sibuk untuk membahagiakan istriku dulu jadi aku tidak ada waktu untuk mengurusi masalah orang lain, atau mungkin kamu bisa meminta bantuan pada teman-temanmu yang lain, bukan aku saja kan temanmu"


"Tapi aku ini teman mu kan, masa kamu tidak mau membantuku sama sekali. Aku sedang butuh bantuanmu Lucas dan aku mau kamu yang membantuku, tidak mau orang lain mereka tidak akan pernah becus membantuku. Kamu pasti bisa menyelesaikannya dengan cepat, tolong aku apa kamu tidak kasihan dengan aku yang sedang mengandung ini "


"Iya aku tahu kamu temanku tapi kamu tidak lebih penting. Istriku lebih penting jadi tolong jangan hubungi aku ya untuk masalahmu ini yang mungkin akan rumit. Aku tidak akan menolongmu mau kamu sampai memohon-mohon padaku pun aku tidak akan menolongmu, jadi urus saja masalahmu sendiri. Kamu juga punya kan orang dalam masa tidak bisa membantumu. Apalagi aku tidak mau berurusan dengan Polisi "

__ADS_1


Baru saja tamara akan berbicara lagi tapi Lucas tapi sudah di mematikan sambungannya" Sialan kenapa sih saat aku sedang seperti ini tidak ada yang mau menolong ku, Lucas juga terlalu mementingkan kebahagiaan perempuan itu, memangnya harus setiap hari perempuan itu dibahagiakan"


Tamara jadi kesal lagi kan, dirinya harus melakukan apa sekarang bagaimana kalau sidik jarinya tertempel di tubuh Lea. Bagaimana kalau semuanya ketahuan perusahaannya bisa hancur dirinya bisa jatuh miskin dan tentang ibunya yang dirinya kurung juga bisa ketahuan semua orang, kenapa malah jadi rumit seperti ini.


"Dari mana kamu "tanya bibi Merry sekarang bibi Merry yang gantian bertanya.


"Aku mau minta bantuan pada Lucas untuk membantuku, tapi dia tidak mau dia malah mementingkan istrinya. Dia tidak mau membantuku sama sekali padahal hanya dia temanku yang bisa membantuku dalam kasus hal seperti ini"


"Ya pastilah dia pilih istrinya, toh dia udah punya istri, yang paling utama itu adalah keluarga bukan orang lain. Meskipun kamu teman dekatnya Lucas ,tetap saja sekarang kehidupan Lucas adalah istrinya dan juga anaknya. Kamu tidak bisa merubah itu atau melupakan semua itu, sebelum kamu menelpon Lucas juga kamu harusnya menelpon dulu pada istrinya meminta izin. Jangan sampai istrinya Lukas berpikir yang tidak-tidak dan nanti malah ada pertengkaran dalam rumah tangga mereka, cuman gara-gara kamu minta tolong sama Lucas dan Lucas lebih fokus mendalami kasus kamu"


"Tapi tetap saja akulah yang lebih utama aku yang lebih dulu mengenal Lucas maka Lucas harus menolongku. Seharusnya aku yang lebih dulu Lucas tolong lebih di utamakan, seharusnya dia selalu ada untukku bersamaku "


"Seberapapun kalian berteman lama, mau dari bayi atau masih dalam perut pun kalau sudah punya keluarga masing-masing pasti akan lebih mengutamakan keluarganya. Itu adalah pilihan Lucas yang tepat untuk memilih keluarganya daripada harus ikut campur tentang masalah orang lain yang akan membuatnya pusing tujuh keliling nantinya"


"Apakah Bibi sudah mengenal istrinya Lucas, sampai-sampai harus terus membelanya seperti ini "


"Tidak juga, aku tidak mengenal istrinya Lucas hanya inilah realitanya dalam kehidupan memang seperti itu. Kamu tidak bisa egois ingin meminta bantuan pada Lucas banyak yang bisa membantu kamu bukan Lucas saja, Lucas punya kehidupan maka dia harus menjalankan hidupnya dengan baik. Ini masalahmu Tamara maka kamu harus menyelesaikannya sendiri"


"Kamu tidak bisa memaksa orang seperti itu, apalagi sampai membenci istrinya gara-gara Lucas tidak mau membantumu, semua pilihan dan semua keputusan ada di tangan lucas jadi kamu hanya bisa mengikutinya saja"


"Kamu ini bukan adiknya atau ibunya atau keluarganya, kamu ini hanya seorang teman itu tidak lebih penting dari keluarga. Jadi kalau kamu adiknya baru Lucas akan turun tangan langsung tapi kamu hanya seorang teman, tidak lebih dari itu. Berteman cukup lama tidak mengharuskan temanmu itu harus terus menolongmu saat dalam kesusahan dan menjadikanmu prioritas utamanya, mereka juga punya kehidupan Tamara "


"Kamu dari awal sudah mengenal Lucas kan, kalau dia tidak mau berurusan dengan masalah orang lain. Jika kamu berani melakukannya berarti kamu berani untuk bertanggung jawab, tidak harus mencari perlindungan dari orang lain. Apalagi perlindungan dari Lucas dia bukan orang baik-baik bisa saja semuanya ketahuan kan dan Lucas juga ikut dipenjara atas kesalahannya yang dulu-dulu pernah dia lakukan, orang seperti Lucas akan anti dengan polisi"


"Maka sekarang daripada kamu pusing mencari orang untuk membantu dirimu lebih baik kamu selesaikan saja masalahmu ini sendiri. Kamu yang pertama memulai dan kamu yang harus menyelesaikan semua ini, kamu tidak bisa melimpahkan semua masalah ini pada orang lain"


"Terus aja Bibi memojokkan ku dan menyalahkanku atas masalah ini di sini aku sedang pusing sedang stress. Seharusnya bibi mencari solusi untukku. Bagaimana aku bisa mengelak dari mereka agar aku tidak ditangkap ini malah nyerocos kemana-mana"


"Aku bukan memojokkan kamu, aku hanya memberimu nasehat agar kamu tidak tergantung pada orang lain. Tergantung pada orang lain itu tidak akan menguntungkan kamu, kamu malah akan makin pusing. Jadi lebih baik hiduplah mandiri dan kerjakan masalahmu sendiri"


"Aku juga tidak bisa memberimu solusi dan cara bagaimana kabur dari mereka. Masalah itu harus dihadapi bukan malah dihindari. Lebih baik kamu pulang dulu saja ya Tamara. Kalau kamu mau nunggu keluarga Lea di sini silakan Bibi banyak pekerjaan yang harus babi kerjakan "


Bibi Merry langsung saja melengos meninggalkan Tamara, sedangkan Tamara menjambak rambutnya saking kesalnya dan binggung harus melakukan apa.


Lebih baik pergi kerumah Lucas dan ambil simpati Katherine, pasti semuanya akan sekalian. Lucas mau tidak mau akan membantu. Itu jalan satu-satunya yang harus dirinya ambil. Katherine itu polos jadi dia akan mau disuruh membujuk suaminya.

__ADS_1


__ADS_2