Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 269 Mulai curiga juga


__ADS_3

Daniel menatap dua orang yang dibawa masuk kedalam ruangan yang sudah dia sediakan. Ruangan yang sangat luas dan hanya ada mereka saja tak ada orang lain lagi disini. Ya maksudnya hanya ada orang-orang suruhan Daniel dan kedua orang ini.


"Ikat salah satu dari mereka, aku ingin lihat apakah mereka akan kompak "


"Baik Pak"


Daniel hanya menatap dua orang itu, salah satunya diikat tangannya dan juga kakinya, tapi dengan direntangkan dan tak lupa tali-tali itu di ikat pada 4 mobil sekaligus.


Satu orang lagi, berhadapan dengan Daniel langsung "Jadi apa maksud kalian mengikuti istriku sampai pergi ke mall, jika punya urusan dengan ku maka selesaikan saja dengan aku bukan dengan istriku "


"Maksudnya apa, aku sama sekali tidak mengikuti istrimu yang mana istrimu. Memangnya istrimu saja yang bisa pergi ke mall. Kami sedang berbelanja tiba-tiba ditangkap seperti itu saja, jangan aneh-aneh memangnya mall itu punya istrimu "


"Alasan yang sangat membosankan, dan sangat mudah sekali untuk ditebak. Lebih baik jujur daripada harus berbohong dan nanti mati sia-sia saja kan"


"Aku tidak mengikuti istrimu, yang mana istrimu kami saja tidak tahu. Untuk apa juga kami mengikutinya tidak ada kerjaan. Memangnya kami ini seorang penguntit tentu saja kami berdua itu bukan, lepaskan kami harus pergi dari sini, kamu ini mau bekerja "


"Tarik tubuh laki-laki itu"


Mereka perlahan memajukan mobil mereka dengan perlahan, orang yang ditarik itu langsung berteriak kesakitan kakinya sangat sakit sekali "Tolong jangan bunuh aku jangan bunuh aku, aku masih ingin hidup aku masih ingin menikmati dunia, jangan habisi aku tolong ini sangat menyakitkan sekali, jangan lakukan ini "


"Jadi untuk apa kamu mengikuti istriku, aku tanya sekali lagi dengan baik-baik"


Orang yang ada di hadapan Daniel masih saja tidak mau mengatakan apa-apanya, dia masih kukuh berbohong. Daniel terus menginstruksikan kepada anak buahnya untuk memajukan mobil dengan perlahan, supaya orang yang ada di sana itu merasakan bagaimana sakit yang perlahan perlahan akan menyakitinya lebih dalam, mungkin tangan dan kakinya akan putus sebentar lagi.


Daniel akan sangat suka melihat itu, pasti darah akan menciprat kemana-mana sudah lama Daniel tak melihat itu, Daniel ingin segera melihatnya. Kapan lagi Daniel bisa menikmati semua itu kan.


"Jangan habisi aku, jangan habisi aku. Aku akan mengatakan yang sejujurnya "teriak orang yang tubuhnya sudah kesakitan itu, dia sudah tak bisa bertahan lagi, dan tak mau nyawanya melayang begitu saja.


"Jadi siapa yang menyuruhmu untuk melakukan ini" tanya Daniel lagi.


Orang yang ada di hadapannya itu masih saja bungkam, seperti dia tidak peduli kalau temannya akan dihabisi seperti itu, Daniel menyuruh salah satu anak buahnya untuk maju untuk menukar kedua orang ini. Daniel sudah tak sabar ingin melihat darah-darah yang mengalir.


Dia tentu saja berontak, tidak mau tapi karena banyak anak buah Daniel yang keluar, dia tidak bisa melakukan apa-apa. Sekarang laki-laki itu yang ada di sana, dia sudah sangat ketakutan sekali dan memohon ampun padanya untuk dilepaskan tapi Daniel tidak peduli.


Semuanya sudah terlambat, kalau saja tadi dia mau berbicara yang sebenarnya Daniel akan melepaskan mereka berdua, tidak akan membunuh salah satunya tapi Daniel sudah tidak punya ampun lagi, berani sekali dia tidak mematuhi kata-katanya dan angkuh seperti itu.


"Tarik dia sekarang juga " teriak Daniel dengan sangat lantang sekali.


Mobil melaju dengan kencang dan kaki, tangan orang itu langsung terpisah darah menciprat kemana-mana Daniel hanya tertawa melihat itu, orang yang di hadapan Daniel hanya bisa menggigil takut, jadi orang yang dihadapinya ternyata lebih gila dari orang yang mempekerjakannya.


Daniel senang melihat darah-darah itu, Daniel merasa hidup lagi. Merasa tenaganya kembali lagi malah melebihi sebelumnya Daniel menjadi bahagia. Sebenarnya hidup dengan istrinya juga bahagia, tapi ini lebih bahagia lagi.


Daniel yang memang sudah terlanjur masuk ke dunia seperti ini sangat menikmati semua yang terjadi hari ini. Daniel jadi berpikir ulang apakah dia akan berobat lagi atau berhenti dan melakukan apa yang sudah dia lakukan sejak dulu. .


"Jika tidak mau seperti dia maka katakan yang sejujurnya, aku tidak mau ada kebohongan lagi"


"Baik-baik aku akan mengatakan semuanya. Tapi tolong jangan bunuh aku, aku masih punya anak dan istri aku belum siap untuk mati, jangan apa-apakan aku, aku janji tak akan berbohong. Aku akan mengatakan apa saja yang aku tahu "


"Belum siap untuk mati, tapi kamu mau berurusan denganku seharusnya sebelum melakukan itu berpikir dua kali. Jika ingin berurusan dengan orang lain selidiki dulu seperti apa orang itu, bukan langsung gegabah dan mengikuti musuhmu itu"


"Aku sedang butuh uang, aku hanya butuh uang dan pekerja, aku bekerja pada nona Tamara yang menyuruhku untuk memata-matai seorang perempuan yang bernama Violetta, kami sudah lama mengikutinya bahkan kami mengintainya, kami disini hanya disuruh saja, tolong jangan apa-apakan aku "


"Rencana apa yang sudah Tamara siapkan, tak mungkin kan kamu tidak tahu apa yang sudah Tamara rencanakan, dia akan memberitahu orang-orangnya pasti "


"Rencananya cukup besar "


"Apa bicara padaku atau mungkin kamu ingin senasib dengan temanmu itu, ingin tubuhmu terpisah-pisah sepertinya "


Laki-laki itu sangat ketakutan sekali, entah takut nasibnya seperti orang itu. Entah takut kalau Tamara akan mengamuk nantinya kalau dia membuka rencana itu.


Daniel mengeluarkan pisau dan dia langsung berbicara "Nona Tamara sudah merencanakan pembunuhan nona Violeta saat dia melahirkan akan menghabisinya, bahkan dengan anaknya sekaligus itu yang aku tahu rencananya. Tolong jangan bunuh aku. Aku minta maaf aku tidak akan ikut campur lagi, aku akan mundur dari pekerjaan itu aku akan keluar dan rahasia ini akan tetap aku jaga. Aku janji tak akan pernah bocor rahasia ini "


"Aku belum puas dengan jawabanmu, jawab dengan lengkap "


"Tapi hanya itu saja yang aku tahu, aku tidak tahu apa-apa lagi itu rencana yang sangat besar kata nona Tamara, kami hanya disuruh untuk mencelakai sedikit-sedikit Nana Violetta kalau dia keluar dari rumah, kami hanya disuruh itu saja kami benar-benar mengikuti rencana dengan baik dan nanti puncaknya saat Nona Violetta melahirkan"

__ADS_1


"Saat orang-orang sedang lengah maka kita akan melakukan apa yang disuruh oleh Nona Tamara, menghabisi Nona Violetta dan juga anaknya sekaligus"


"Selidiki semua ini untukku, kamu harus selalu memberitahuku apa saja yang Tamara rencanakan. Aku ingin itu dariku "


Daniel begitu marah saat mendengar rencana Tamara, berani sekali dia ingin menghabis istrinya dan juga anaknya sekaligus. Dia belum tahu sedang berurusan dengan siapa.


"Tapi_"


"Masih ingin hidup atau ingin sampai di sini saja, itu pilihanmu. Aku bisa dengan cepat mengetahui siapa keluargamu, di mana tempatmu tinggal, aku bisa tahu semuanya. Kamu tidak mengecek dulu siapa musuhmu ini meskipun kamu hanya anak buahnya Tamara tetap saja kamu akan tetap berurusan denganku"


"Aku tidak akan segan-segan untuk menghabisi dari pohonnya sampai ke akar-akarnya"


"Baik, aku akan mengikuti apa kata-katamu tapi tolong jangan lakukan apa-apa pada diriku dan juga keluargaku. Aku mohon padamu "


"Tentu, jika kamu memang ingin diajak kerjasama"


Daniel berjalan kebelakang laki-laki itu dan merobek leher belakangnya, lalu menyimpan sebuah cip "Jika kamu sampai main-main denganku maka dalam satu detik saja kepalamu ini akan hancur. Jadi kamu tidak akan pernah bisa kabur sebelum informasi itu aku dapatkan, aku mau yang lengkap sekali tak boleh ada yang kurang sedikitpun "


Orang itu meringis kesakitan, mau teriak pun takut malah langsung dibunuh "Baik-baik aku akan mengikuti apa kemauanmu, aku akan selalu mengikutinya "


Daniel menjahit luka itu tanpa rasa jijik sedikitpun, bahkan rasanya untuk Daniel sangat menyenangkan sekali meskipun dia sudah berobat, tapi tetap saja rasanya melakukan hal ini menyenangkan sekali.


Daniel akan berfikir ulang. Apakah dia akan kembali lagi atau tidak, karena Daniel sebenarnya tidak bisa lepas dari hal ini, tapi daniel berjanji tidak akan pernah melukai istrinya atau anaknya dan Vio tidak akan pernah tahu lagi apa yang Daniel lakukan.


...----------------...


"Alex aku lihat kinerjamu sangat buruk sekali, Ayah tidak mau ya kamu terus seperti ini, kamu akan punya anak dan kamu juga harus membiayai istrimu tapi kamu makin kemari pekerjaanmu ini makin jelek. Istrimu akan segera melahirkan apa kamu akan terus seperti ini, apa kamu tak akan pernah berubah "


Alex yang tidak punya ide akhirnya berbicara juga pada ayahnya, kebetulan sekali kan ayahnya datang ke kantor. "Alex sedang punya masalah Ayah makanya Alex terus saja memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalah itu semua, tanpa harus melakukan kekerasan. Alex ingin semuanya selesai dengan cepat ini tentang orang tuanya Rena yang datang kemari dan menuduh Alex "


"Lalu"


"Mereka terus mengancamku dan banyak saksi mata yang melihat aku selalu pergi dengan Rena, padahal hanya beberapa kali saja. Aku sudah membunuhnya dan aku takut orang tuanya itu malah memberitahu publik dan Ayu tahu, aku tidak mau kalau tiba-tiba Ayu pergi. Baru saja aku dan Ayu memperbaiki semuanya. Aku tidak mau harus sampai kembali berpisah dengannya"


"Suruh siapa kamu selingkuh. Kalau sudah menikah itu setia pada satu perempuan, cuma setia sama satu perempuan kenapa sulit sekali buat kamu Alex"


"Menurutmu apa yang lebih bagus untuk bisa menyingkirkan mereka, kamu kan sering melakukan hal itu pada perempuan-perempuan yang sudah kamu pakai dan mereka sudah tidak berguna lagi untukmu"


"Menghabisinya"


"Kamu sudah punya jawabannya sendiri, tinggal kamu lakukan saja kenapa diambil pusing. Semua itu bisa dilakukan dengan mudah tidak usah terlalu banyak memikirkan hal itu, tak ada ide yang bagus selain itu. Aku tidak mau melihat kinerjamu yang buruk lagi seperti ini, kasian Daniel dia pasti nanti akan banyak pekerjaan karena membereskan pekerjaan mu juga "


"Dia juga sama punya istri kan, dia juga harus menemani istrinya tidak mungkin terus fokus pada pekerjaannya "


"Apa semuanya tidak akan menjadi masalah besar ayah, aku takut kalau semuanya akan makin melebar dan itu akan menjadi masalah lagi, masalah yang baru"


"Lalu saat kamu membunuh para perempuan yang telah kamu pakai itu kamu pernah berpikir tidak, apakah akan menjadi masalah besar nanti kedepannya. Kamu tidak pernah berpikir ke sana kan, kamu hanya menghabisi mereka dan setelah puas kamu tinggalkan mereka begitu saja kan sama saja"


"Ayah tahu tentang semua itu, sejak kapan ayah tahu "


"Tentu saja Ayah tahu. Memangnya Ayah ini mudah dibohongi, Ayah tidak akan mungkin tidak tahu apa yang anak Ayah lakukan, jadi jangan sok menjadi anak polos Alex. selesaikan masalahmu sendiri Ayah sudah memberimu solusi kan dan sekarang semua keputusan ada di tanganmu. Mau kamu menghabisi mereka ataupun tidak itu adalah urusan kamu. Kamu harus mengurus rumah tanggamu dengan baik, jika kamu ingin baik-baik saja dengan Ayu maka pikirkan apa yang harus kamu lakukan"


Benar juga kata-kata dari ayahnya, tapi apakah Alex mampu untuk menghabisi mereka bukan apa-apa rumah mereka itu bukan rumah terpencil, malah padat penduduk kalau sampai Alex membunuh mereka berdua di rumah itu yang ada malah akan ketahuan.


Pasti mereka akan berteriak-teriak, kalau misalnya dilakukan malam hari Alex tidak bisa meninggalkan Ayu begitu saja, pasti akan mencarinya dan bertanya-tanya ke mana sebenarnya Alex.


Alex benar-benar ragu untuk menghabis mereka. Apalagi mereka adalah orang tua. Alex tak berani kalau menghabisi orang tua seperti mereka. Entah kenapa Alex malah berfikir seperti itu.


Padahal dulu Alex suka sekali membunuh orang, itu sudah seperti hobinya tapi sekarang berbeda. Malahan Alex ingin menjauhi itu semua.


...----------------...


"Mana temanmu Bara Kenapa kamu pulang sendiri mana dia, aku kan menyuruh kalian berdua pergi bukan hanya dirimu saja, mana dia "


"Dia tidak ada, aku tadi juga menyelidiki Nona Violetta hanya sendiri dia tidak datang aku tidak tahu kemana dia"

__ADS_1


"Seharusnya kalau temanmu itu tidak ada maka tunggu dia atau kamu cari dulu dia, jangan gegabah tiba-tiba pergi sendiri bagaimana kalau ketahuan. Semuanya bisa hancur aku tidak mau rencana ini malah hancur begitu saja, aku sudah membuatnya dari bertahun-tahun yang lalu aku ingin semua ini sukses tidak ada kendala sedikitpun. Ingat aku tak mau ada masalah "


"Iya karena dia tidak datang-datang Nona makanya aku pergi sendiri saja, daripada nanti aku kehilangan jejak Nona Violeta. Lebih baik aku kerja dulu saja sendiri tapi ternyata dia tidak ada menyusul ku, aku kira dia akan menyusul ku, aku janji tak akan melakukan apa yang telah aku lakukan itu "


Tamara sedikit curiga dengan anak buahnya ini, karena wajahnya begitu pucat sekali dan seperti ketakutan. Ada apa sebenarnya dengan Bara, dia tidak seperti ini sebelumnya dia selalu mulus melakukan apapun, tapi sekarang lihat wajahnya begitu pucat dan sangat membuatnya curiga.


"Apa yang terjadi, apa ada sesuatu yang terjadi padamu dan juga Roni. Aku lihat wajah begitu pucat seperti sudah ada yang terjadi "


"Tidak ada nona, aku baik-baik saja dan aku juga tidak bertemu dengannya. Mungkin dia masih ada di rumahnya atau mungkin dia sakit makanya dia tidak datang. Wajahku pucat karena aku sedang tidak enak badan saja, tiba-tiba saja aku pusing Nona "


"Kalau dia sakit dia akan berbicara padaku atau menelponku, tapi tidak ada jangan berbohong padaku. Apa yang terjadi wajahmu sangat pucat sekali. Orang lain pun yang melihatnya pasti akan mengatakan kalau wajahmu itu sangat pucat seperti orang mati. Kalaupun sakit seperti apa yang kamu katakan tak seperti ini "


"Tidak ada Nona, tidak ada yang sedang aku sembunyikan, semuanya baik-baik saja Nona. Untuk apa aku berbohong padamu nona "


"Awas saja jika kamu menyembunyikan sesuatu dariku, aku tak akan mengampuni mu "


"Tidak ada, apa sudah cukup Nona aku akan menjaga di depan sambil sedikit beristirahat "


"Aku belum bertanya apa yang sudah kamu lakukan pada Vio. Apa kamu sudah melakukan tugasmu dengan benar. Aku ingin Vio menderita sebelum hari di mana aku akan menghabisinya, aku ingin dia sangat-sangat menderita sekali"


"Kami tidak bisa bergerak dengan cepat. Maksudku, aku tidak bisa bergerak dengan cepat karena dia pergi bersama kembarannya Valeria yang terus saja menjaganya dengan ketat. Bahkan tangannya itu selalu digenggam saat ada yang mendekatinya Nona Valeria akan menjadi tameng. Sangat sulit sekali kalau dia pergi dengan saudara kembarnya itu, saudara kembarnya itu lebih jeli. Berbeda dengan Nona Vio yang sering lengah"


Bara mencoba untuk berbohong pada Tamara, daripada dia ketahuan kan. Bara harus menjadi pengkhianat demi keselamatannya sendiri kalau tidak seperti ini Bara pasti akan habis di tangannya Daniel.


Awalnya Bara pikir pekerjaan ini sangat mudah, hanya memata-matai seorang perempuan saja istri dari seorang Daniel pengusaha besar, ternyata di balik kejayaannya itu ada sesuatu yang dia sembunyikan.


Kalau tahu begini Bara tidak akan pernah mengambil pekerjaan ini, Bara lebih baik mencari yang lain saja daripada nyawanya yang harus melayang dan sekarang Bara malah berurusan dengannya dan harus mengkhianati Nona Tamara orang yang menggajinya.


"Benarkah, aku rasa kamu tak akan mungkin lalai seperti ini, ada yang mengancam mu kan. Siapa orangnya apa Daniel ? "


"Tidak ada, memangnya siapa yang akan mengancamku Nona. Aku sama sekali tidak diancam oleh siapa-siapa. Aku hanya sedang lelah saja sekarang makanya aku terlihat lalai. Mana mungkin juga Daniel, nona Vio pergi bersama saudaranya nona bukan dengan suaminya " berbagai alasan akan Bara keluarkan agar dirinya selamat.


"Aku tidak percaya kata-katamu, tapi jika sampai kamu berbohong maka lihat saja apa yang akan terjadi. Aku tidak suka orang pembohong, aku mau kamu bawa Roni kemari, aku ingin dia ada dihadapan ku mau dia sakit atau pun sedang melakukan apa bawa kepadaku, sekarang juga pergi "


"Baiklah aku akan menyusul kerumahnya dan membawanya kemari "


Bara segera keluar dari ruangan Tamara. Tamara masih bingung saja dengan tingkah Bara yang seperti itu. Bara tidak pernah seperi ini dia selalu menjalankan tugasnya dengan baik.


Apa Daniel sudah tahu tentang semua ini, apa Daniel telah mengancamnya. Tapi tidak mungkin Daniel kan sibuk dengan pekerjaan yang banyak itu, apalagi dia sibuk untuk memanjakan istrinya itu. Jadi dia tidak akan ada waktu untuk menyelidikinya atau tahu apa yang terjadi dengan Vio.


Pasti Daniel akan berpikir apa yang terjadi pada istrinya itu adalah sebuah kecelakaan biasa saja. Daniel bukan orang berbahaya, dia dari dulu selalu baikan pada orang lain. Jadi dia tidak mungkin jahat pada orang lain. Tamara sangat mengenal bagaimana Daniel.


...----------------...


Ayu yang baru saja menyiapkan makanan untuk menyambut suaminya pulang pekerja tiba-tiba saja mendapatkan ponselnya berdering. Ternyata itu dari suaminya dengan cepat Ayu segera mengangkat telepon itu, pasti suaminya ingin menanyakan sesuatu padanya.


"Halo ada apa Alex, apa ada sesuatu yang ingin kamu mau aku masakan, atau ada yang ingin kamu tanyakan padaku "


"Tidak ada sayang, hanya saja hari ini aku izin pulang telat ya. Aku ada meeting di luar tapi kamu tenang saja aku tidak akan makan di luar. Setelah itu aku akan pulang, kamu jangan tunggu aku untuk makan jika kamu lapar maka makanlah terlebih dahulu. Aku akan pulang dengan cepat aku usahakan ya sayang"


"Baiklah kalau kamu lapar pun tak apa-apa makan di sana. Aku juga tidak masak terlalu banyak, kalau kamu memang sedang sibuk maka bereskan dulu saja semua pekerjaan kamu ya. Jangan khawatir aku disini baik-baik saja dan aku juga tidak akan berpikir yang aneh-aneh"


"Baiklah aku pasti akan pulang jam 09.00 malam mungkin paling telat. Aku tidak mungkin pulang larut sekali aku juga bawa kunci cadangan jadi kamu bisa tidur terlebih dahulu. Kamu kan selalu mengantuk sayang"


"Iya, ya sudah kamu segera bersiaplah untuk meeting jangan melamun lagi ya"


"Tentu aku tidak akan melamar lagi. Ya sudah aku matikan dulu ya sayang, maafkan aku hari ini aku tidak bisa pulang cepat hanya hari ini saja aku janji itu. Aku akan menyelesaikan meeting dengan sangat cepat sekali"


"Iya tidak masalah, aku mengerti kamu banyak pekerjaan. Aku tidak akan melarangmu untuk melakukan hal apapun Alex. Yang terpenting kamu selalu bicara dengan aku "


"Tentu sayang, terima kasih aku matikan ya"


"Iya"


Setelah menerima telepon dari Alex Ayu kembali membersihkan tempat dia memasak tadi. Sebenarnya sih para pelayan masih datang kemari, tapi Ayu hanya meminta bahan makanan saja.

__ADS_1


Ayu juga sudah berbicara pada Mama mertuanya kalau Ayu akan memasak sendiri saja dulu untuk beberapa bulan ini. Ayu juga mau sambil belajar dan ingin tahu saja selera Alex itu seperti apa.


Agar nanti dia setelah pulih melahirkan maka Ayu akan memasak sendiri lagi seperti ini, dan tahu kesukaan suaminya dan lidah suaminya seperti apa. Ayu tidak mau terus mengandalkan pelayan pelayan yang ada di sini, Ayu ingin mandiri saja bisa melakukan segalanya sendiri seperti ibunya.


__ADS_2