Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 280 Bukan dia


__ADS_3

Daniel langsung saja menerobos masuk kedalam rumah itu, saat melihat anaknya akan memakan kue Daniel langsung menepisnya, dan memangku anaknya.


Marcel juga dengan ibunya kaget dengan tingkah Daniel itu "Pak apa ada masalah, kenapa kamu menepis makanannya "


"Aku tidak suka anakku diberi makan seperti ini. Aku masih bisa membelinya "


Daniel sebenarnya ini langsung menyergapnya tapi dia berfikir dua kali, kalau sampai dia melakukan itu akan menjadi masalah, anaknya ada disini. Kalau tak ada anaknya Daniel sudah menembak kepala perempuan ini.


"Aku tahu Bapak bisa membelinya, tapi setidaknya biarkan anak bapak mencicipinya kasian dia sudah mau memakannya "


"Terserah aku, dia adalah anakku, Arumi adalah anakku jadi tak usah banyak komentar "


Daniel keluar dari dalam rumah ini, Daniel juga sudah menuduh beberapa orang untuk mengawasi rumah ini. Daniel juga ingin memastikan lagi takut anak buahnya ini salah orang, salah sasaran bisa gawat itu.

__ADS_1


"Ayah kenapa kamu seperti itu, padahal mereka begitu baik kenapa kamu tak membolehkan aku ada disana. Aku sedang bermain bersama Marcel, dia begitu baik sekali padaku, aku suka main dengannya "


"Sudah Ayah bilangkan jangan pernah bermain dengan orang yang baru dikenal, ayah juga tak suka bila kamu bermain dengan anak laki-laki cukup dengan perempuan saja sayang. Atau Arumi bermain saja dengan Mama, tunggu Karina main kemari"


"Ah, ayah ini tak asik sekali, aku tidak mau kalau harus terus bermain dengan Mama bosan sekali, Karina juga tak setiap hari datang kerumah, da paling kemari satu Minggu sekali atau satu bulan sekali, lama sekali Ayah "


"Emm, nanti kita main kerumah Karina, pokoknya kamu jangan kemana-mana tetap dirumah dan menjadi anak yang baik dan manis "


Daniel memberikan Arumi pada sang istri, istrinya langsung saja membawa anaknya pergi, Daniel juga akan mengurus dulu Tamara, tak mau sampai kehilangan jejaknya ini.


Daniel yang sudah mendapatkan telfon lagi segera menghindar dan mengangkatnya "Bagaimana apakah benar tetanggaku itu adalah orangnya, apakah dia benar-benar Tamara "


"Maaf Pak kami salah orang, dia bukan nona Tamara"

__ADS_1


"Sialan kenapa kalian ini bodoh sekali, kenapa bisa salah, kalian ya ingin aku bunuh hah, pekerjaan kalian ini tak pernah ada becusnya jangan-jangan kalian berkerja sama dengan Tamara "


"Tidak Pak, jangan apa-apakan kami. Kami juga tidak berkhianat mana mungkin kami bekerja untuk nona Tamara "


"Temukan Tamara dalam waktu 2 hari, jika tak ketemu akan aku habisi nyawa kalian dihadapan keluarga kalian, aku tak main-main dengan kata-kataku ini. Aku bisa melakukan apa saja "


"Baik pak kami akan melaksanakan semuanya "


Daniel langsung mematikan sambungannya, Daniel berteriak dengan kencang saking kesalnya dengan orang-orang yang dia kerjakan tak ada yang becus satu pun. Kenapa bisa salah dan keliru seperti itu.


Daniel keluar dari ruangan itu, Daniel harus menenangkan dirinya dan membuat kepalanya menjadi dingin, Daniel harus menemui istrinya, hanya istrinya lah obat terampuh yang bisa membuatnya tenang dan kembali dingin dan tak marah-marah lagi.


Meskipun sekarang harus membujuk istrinya dengan mati-matian karena dirinya tadi sudah membentaknya, tapi tak masalah.

__ADS_1


__ADS_2