
Beberapa bulan kemudian, Katherine juga sebentar lagi akan melahirkan. Mereka tinggal menunggu hari saja.
"Sayang aku harus pergi ke pesta ini, pesta rekan kerjaku. Aku pernah berceritakan padamu kalau aku akan membuat proyek baru nah ini dengan dia tinggal tandatangan kontrak saja. Kamu ikut kesana ya, sebentar saja hanya untuk formalitas agar cepat-cepat tandatangan kontrak "
Kat mengusap wajah suaminya yang makin hari makin tampan saja "Emm, tapi aku akan membuatmu malu lihatlah aku sekarang gendut sekali"
"Kata siapa kamu gendut, kamu itu cantik berisi tidak usah malu. Aku bangga mempunyai istri seperti kamu"
Kat tersipu malu dipuji seperti itu, tanpa canggung lagi Kat duduk di paha suaminya dan mengalungkan tangannya dengan manja.
"Benar kamu tidak malu, bagaimana kalau disana akan banyak perempuan cantik, seksi dan menggodamu"
"Aku tidak akan tergoda sayang, memangnya kapan aku tergoda dengan perempuan lain. Aku hanya akan tergoda dengan mu saja " sambil mencubit hidung Kat yang mancung.
"Baiklah aku akan ikut, aku mengunakan pakaian yang mana sayang"
"Aku sudah menyiapkan semuanya sayang, kamu tinggal mengunakannya saja. Sekarang kamu siap-siap dan kita akan pergi. Aku janji tak akan lama-lama disana"
"Baiklah " Kat segera bangkit setelah mencuri satu kecupan dibibir suaminya.
Lucas yang melihat perubahan Kat begitu senang sekali. Kat sudah mencintainya, tak ada yang perlu dirinya takuti lagi kan. Dirinya akan terus menjaga Katherine sampai tua.
Katherine akan menjadi satu-satunya perempuan yang dirinya cintai, tak akan ada yang bisa mengantikan Kat dihatinya.
...----------------...
"Kamu cantik sekali sayang, ayo turun "
Kat langsung mengikuti langsung suaminya dan menggenggam erat tangan suaminya. Mereka masuk kesebuah hotel, disana sudah ramai dengan tamu-tamu yang lain.
Sungguh Kat tak mengenal satu pun orang yang ada disini. Dia hanya mengikuti langsung suaminya pergi. Suaminya juga membawanya ke seorang laki-laki yang dari tadi tersenyum kearah suaminya.
"Lucas, akhirnya kamu datang juga ini istrimu "
"Iya, dia istriku Stevan"
"Sedang mengandung ya, nanti setelah pesta ini selesai atau besok kita akan tandatangan kontrak ya"
"Baik, aku setuju"
"Ya sudah kamu dan istrimu silahkan menikmati hidangan yang sudah disediakan "
Lucas hanya menganggukan kepalanya dan membawa istrinya kesebuah meja dan membantu sang istri duduk. "Tunggu aku disini sayang, aku akan membawakan mu makanan ya "
"Iya "
Setelah Lucas pergi, Kat melihat sekitar cantik-cantik sekali perempuan disini, dan laki-lakinya sama saja tak kalah tampan tapi lebih tampan suaminya sih.
"Permisi boleh aku bergabung "Kat menatap orang itu, seorang perempuan dengan memakai pakaian yang seksi dan bercampur pirang tersenyum kearahnya.
Karena Kat orangnya tak enakan akhirnya dia menganggukan kepalanya "Emm, silahkan "
Perempuan itu langsung duduk dan memperkenalkan dirinya "Aku Siena dari perusahan Abraham kamu sendiri siapa, kurasa aku baru pertama kali melihatmu. Kamu pengusaha baru "
"Aku Katherine, aku kesini menemani suamiku "
"Oh, kukira kamu pengusaha baru, suamimu memangnya siapa, siapa tahu aku mengenalnya"
"Suamiku Lucas Alexander "
__ADS_1
"Hah kamu istrinya, benarkah "
"Iya memangnya kenapa, apa ada yang salah kalau suamiku Lucas "
"Tidak hanya aneh saja, Lucas itu kan biasanya sering pergi dengan perempuan cantik, tinggi langsing sedangkan kamu"perempuan itu menjeda kata-katanya sambil melihat Kat dari atas sampai bawah.
"Sedangkan aku apa, memangnya kamu cantik ya lebih dari aku "
Perempuan itu malah tertawa dan menepuk tangan Kat "Kamu terlalu gendut, lihatlah tubuh mu itu. Apakah Lucas akan berselera dengan kamu. Kamu yakin suami kamu tidak selingkuh "
"Sienna "
"Lucas "
Siena langsung memeluk Lucas dengan erat, tapi Lucas langsung memeluknya dengan cepat "Apa-apaan kamu ini "
"Aku kangen sama kamu Lucas, kapan kita jalan-jalan dan bekerja sama lagi, perusahan kita sudah lama tak bekerja sama mau memulai dari awal "
"Tidak "
Lucas langsung duduk disamping istrinya dan memberikan makanan yang sudah dia bawa tadi "Lucas kenapa kamu dingin "
"Tidak juga "
"Lucas "rengek Siena dengan manja
Lucas tak menggubris malah menyuapi sang istri, Siena yang kesal duduk dan menatap Lucas "Aku juga mau Lucas suapi aku "
Lucas memalingkan pandangannya dan menatap Siena"Kamu punya tangan dan bisa makan sendiri, dan kamu juga bukan siapa-siapaku. Kita ini hanya rekan kerja itu pun dulu jadi tidak usah sok kenal dan sok dekat seperti ini. Aku tidak suka dengan kamu yang bertingkah seolah-olah kita ini teman dekat, nyatanya kita sama sekali tidak dekat dari dulu kita dekat juga karena bisnis bukan karena hal lain. Dan jangan sekali-kali lagi menghina istriku kamu dan istriku tidak akan pernah bisa dibandingkan sampai kapanpun"
"Istriku lebih lebih dari segalanya dan lebih lebih baik dari kamu, jadi jangan membuat aku marah dan bisa melakukan sesuatu padamu Sienna"
"Itu dulu, tapi aku menolak kan aku tidak mau menikah denganmu perempuan yang tidak bisa tahan dengan satu laki-laki. Lebih baik kamu berbaur dengan yang lain jangan mengganggu kami berdua di sini"
Siena yang kesal langsung saja pergi, dia menatap Kat dengan tatapan permusuhan. Kat hanya memelotkan matanya saja. Dasar perempuan aneh.
"Siapa dia sebenarnya kenapa dia begitu angkuh "
"Dia hanya rekan kerjaku saja, rekan kerja biasa memang ayahnya dulu pernah memintaku untuk menikahi anaknya. Tapi aku tidak mau aku tidak mencintainya dan aku juga tidak mau punya istri seperti Sienna yang bisa dipakai oleh setiap laki-laki. Tenang saja aku tidak mungkin tertarik padanya dan aku juga sudah tidak menjalin kerjasama lagi dengannya. Jangan dengarkan kata-kata Sienna dia itu ular dia itu bisa melakukan apa saja"
Kat menganggukan kepalanya tak mungkin kan dirinya curiga pada suaminya, sedangkan suaminya setiap hari kerja dirumah jarang pergi kekantor. Kalau pun pergi kekantor pasti dirinya dibawa.
Tidak mungkin kan suaminya ini sampai selingkuh, ya tidak mungkin. Suaminya Lucas pasti akan selalu setia pada dirinya tak akan mungkin mengkhianatinya.
"Ayo sayang buka mulutmu lagi, aku sudah membawakan cake kesukaan mu"
Kat dengan patuh membuka mulutnya dan memakan cake itu enak sekali. Ini adalah malakan kesukaannya dan kebetulan sekali ada disini kan.
...----------------...
Sienna yang mempunyai rencana licik dan tahu kalau Lucas dan Stevan akan melakukan proyek baru, segera mendekati Stevan. Dia tahu kelemahan Stevan itu apa.
"Hai Siena kamu datang juga"
"Tentu saja. Bukannya kamu mengundangku kan. Makanya aku datang kemari kalau kamu tidak mengundangku aku tidak akan datang, kamu ini bagaimana Stevan"
"Iya Iya aku tahu, aku salah menanyakan hal ini padamu jadi ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan padaku"
"Kamu punya proyek baru dan itu bersama Lucas kan"
__ADS_1
"Ya begitulah. Aku sedang membuat proyek besar-besaran bersama Lucas, untungnya juga lumayan besar "
"Denganku saja kerjasamanya, kamu batalkan kerjasama mu itu bersama Lucas bagaimana"
"Lalu apa yang aku dapatkan darimu"
Siena mendekatkan bibirnya ke telinga Stevan "Kenikmatan di atas ranjang "
Stevan tersenyum senang, lalu dia menatap Sienna kembali "Deal kapanpun aku butuh, kamu harus ada di manapun itu tidak boleh menolak. Bagaimana setuju tidak "
"Tentu aku setuju, asalkan kamu tidak melanjutkan proyek itu bersama Lucas. Aku ingin proyek itu dibatalkan dan kamu bisa memakaiku kapan saja di manapun, jam berapa pun aku akan datang padamu"
"Baiklah aku setuju "
Stevan kenapa menerima itu karena dia sudah lama tidak melakukan **** bersama Shena. Dulu sering tapi semenjak dirinya menikah sudah tidak. Siena itu perempuan yang bisa dipakai oleh laki-laki manapun dan permainannya sungguh memuaskan dan membuat siapa pun ketagihan.
Karena Stevan sudah lama tak melakukan hubungan suami istri maka tak masalah. Istrinya sedang hamil dia tidak bisa melayaninya dengan baik. Bahkan sekarang istrinya tak ada di Indonesia.
Makin membosankan saja kan hidupnya ini, lebih baik menghabiskan waktu bersama perempuan cantik seperti Siena.
"Ayo kita kekamar "ajak Siena.
Stevan dengan patuh mengikuti langkah Siena, dia tak peduli meninggalkan tamu-tamu yang ada disini. Mereka masuk kekamar paling pojok dan melakukan hubungan suami istri.
...----------------...
"Tadi kenapa tidak berpamitan dulu "
"Stevan tidak ada, ini juga sudah malam lebih baik kita pulang saja. Tak masalah tak berpamitan nanti besok aku dan dia akan bertemu lagi "
"Hemm, baiklah kalau itu tidak masalah untuk proyekmu nanti "
"Tidak akan sayang, kita berdua tinggal tandatangan kontrak saja. Setelah itu selesai tinggal memulai pekerjaannya saja"
"Baiklah, tapi sepertinya perempuan tadi sangat tertarik sekali padamu "
Lucas menatap istrinya sekilas lalu kembali fokus menyetir "Ya sudah yang terpenting aku tidak tertarik kan sayang, hanya dia yang suka padaku "
"Jadi kamu mengakuinya, mengakui semuanya "
"Bukan seperti itu sayang, maksudku ya sudah kalau dia memang suka padaku tak usah digubris aku tak akan tergoda padanya "
"Kamu sudah berapa lama kenal dengan perempuan itu "
"Ya lumayan lama, kenal juga karena ada proyek bareng, kalau ga ada ya ga akan kenal sayang "
"Gitu ya "
"Kenapa sih istri aku ini, kamu cemburu ya"
"Ya iyalah cemburu mana ada seorang istri yang suka suaminya deketin sama perempuan lain, apalagi perempuan itu main nempel-nempel aja lihat aja tadi dia langsung peluk-peluk kamu kan"
Lucas tersenyum mendengar istrinya berkata seperti itu, tak biasanya kan istrinya mengatakan cemburu. Sepertinya harus sering-sering dibawa keluar.
"Iya iya aku mengerti sayang, aku juga tidak suka dipeluk olehnya. Kita tak akan bertemu lagi dengan perempuan itu "
"Benarkah bagaimana kalau dia tiba-tiba ada dikantormu "
"Tinggal diusir saja sayang, kamu juga nanti ada disana. Kamu bisa melihat bagaimana interaksi aku bersamanya "
__ADS_1
Kat tak menjawab, dia hanya menganggukan kepalanya saja. Masih kesal saja dengan tingkah perempuan itu. Kenapa harus nempel-nempel suaminya.