Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 275 Harus sabar


__ADS_3

Daniel masih memikirkan tentang permintaan istrinya. Bagaimana ini dirinya mau bertemu dengan Tamara sedangkan keadaan Tamara begitu mengenakan sekali. Daniel tak mau kalau nanti malah akan menjadi masalah besar.


"Hey kenapa kamu melamun "


"Kamu Sela hanya membuat aku kaget, kalau mau masuk itu ketuk pintunya jangan langsung masuk "


"Apaan sih aku udah ketuk pintu ya, kamunya aja yang ga dengar. Ini aku kasih semua berkasnya, aku mau izin dulu buat cek kandungan "


"Hemm, sana pergi "


"Kenapa sih banyak banget fikiran kayaknya "


"Vio pengen ketemu sama Tamara "


"Hah bukannya anak itu udah menghilang ditelan bumi kan "


"Ya, tapi dia datang lagi aku belum cerita sama kamu kalau dia datang lagi dan ingin mencelakai Vio, tapi untungnya tidak"

__ADS_1


"Apa kenapa bisa, kamu ga salah bicarakan "


"Engga beneran, dia emang pengen balas dendam sama aku tapi lewat Vio, jadi ya begitulah ceritanya. Pokoknya panjang banget ceritanya "


"Aku pengen ketemu. Aku ingin lihat langsung dia, aku takut dia juga akan mencelakai aku nantinya. Kamu pasti kurung dia kan sekarang "


"Ya dia ada denganku tapi Vio ingin melihatnya, tapi keadaannya itu sangat memperihatinkan sekali. Aku tak bisa membawanya, aku tak mau Vio kasihan dan melepaskannya kamu tahu sendiri kan bagaimana Vio itu, dia itu terlalu baik"


"Hem, kamu benar ayo aku ingin bertemu dengan perempuan itu ayo cepat "


...----------------...


Sela menatap keadaan Tamara yang begitu mengenaskan. Sela mendekatinya dan menarik rambut Tamara dengan pelan.


Tapi Tamara malah meludahi Sela, untung saja Sela buru-buru menghindar dan tak mengenai apa-apa Sela.


"Gila ya kamu "

__ADS_1


"Jangan dekati aku, kalian semua jahat pergi dariku sekarang juga. Jangan dekati aku, sana pergi aku tak suka didekati oleh kalian semua. Pergi jangan dekati aku sialan kalian semua " teriak Tamara dengan sangat melengking sekali.


"Ist baru bertemu saja sudah sangat menyebalkan. Aku harus tenang, aku harus tenang dan tak terpancing emosi"


"Pergi kalian dari sini, mau apa kalian disini hah, aku tak sudi melihat wajah kalian, pergi dari sini pergi jangan ada yang mendatangiku "


Sela mundur sedikit "Kamu sudah gila ya Tamara, aku sudah menyangka dari dulu kalau kamu itu tak akan menjadi teman yang baik dan sekarang terbukti kan. Memang kamu itu seharusnya pantas sekali dibully oleh gengnya Valeria, aku menyesal dulu selalu menolongmu. Seharusnya kami mendiamkan kamu saja"


"Tak pernah ada yang menyuruhmu untuk menolongku. Aku tak pernah memintanya ya. Kalian saja sok jadi anak baik tapi apa kenyataannya kalian semua munafik kalian semua busuk " lagi-lagi Tamara berteriak.


Sela mengelengkan kepalanya "Dasar tak tahu diri dan tak tahu terimakasih aku muak Daniel ada disini. Aku mau pergi saja"


Sela melangkah pergi menjauh, Sela harus ingat kalau dirinya ini sedang mengandung maka harus bisa mengatur segalanya.


"Lihat saja aku akan membalas kalian semua, aku akan memperlihatkan siapa aku yang sesungguhnya kalian tak akan pernah bisa hidup dengan tenang "


"Bodo amat, silahkan saja jika kamu ingin balas dendam kami tak akan pernah takut kamu hanya seorang pengecut"

__ADS_1


__ADS_2