
Malam harinya Alex yang penasaran dengan yang ada di dalam rumah belakang itu akhirnya membobol rumah itu juga. Alex tidak bisa mati penasaran seperti ini. Alex ini orangnya ingin tahu apapun yang disembunyikan oleh orang tuanya pasti Alex ingin tahu.
Takutnya Ayahnya menyembunyikan wanita di sini, tapi tidak mungkin sih mungkin Mamanya sudah menjambak rambut wanita itu apalagi kan mamanya saja yang menyimpan kunci. Jadi itu tidak mungkin. Alex juga lihat tadi ada pelayan yang bicara dengan Mamanya dan seperti menyampaikan hal penting. Terdengar seperti menyuruh pelayan itu untuk menginap berarti ada seseorang kan didalam rumah itu.
Saat pintu sudah terbuka Alex masuk rumah itu, rapi sekali seperti ada penghuninya. Alex dengan perlahan berjalan masuk dan membuka kamar pertama kosong tidak ada siapa-siapa, saat membuka kamar kedua ada orang yang sedang tidur. Tuh kan apa benar firasatnya tak pernah bohong dan juga ke kepoan nya berguna juga kan.
Alex sangat mengetahui perawakan badannya, itu kan Ayu dengan langkah yang cepat Alex menghampiri wanita itu yang sedang tertidur lelap, dia tidur seperti kepompong. Alex sampai tersenyum bahagia saat melihat Ayu ada di sini. Jadi selama ini Mamanya menyembunyikan Ayu di sini.
Mamanya itu benar-benar ya membuatnya pusing, sampai-sampai Alex mencari Ayu ke sana kemari ternyata Ayu masih ada di lingkungan rumahnya tidak kemana-mana. Ayu masih dalam pengawasan keluarganya. Kenapa tak ada satupun yang memberitahunya, mereka semua memang kerja sama untuk mengelabuinya.
Alex diam menunggu Ayu untuk bangun, dia tidak mau membangunkan Ayu tidurnya begitu lelap sekali sampai-sampai Alex tidak akan pernah tega untuk membangunkannya. Biarkan saja Ayu bangun karena dia ingin.
Alex keluar dari kamar itu dengan perlahan yang terpenting Alex sudah tahu kan kalau Ayu ada di sini, kalau Ayu baik-baik saja. Dia tidak kenapa-napa yang selalu Alex khawatirkan yaitu Ayu takut dia kenapa-napa di luar sana.
Bagaimana kalau dia bertemu dengan orang jahat, bagaimana kalau dia dipermainkan tapi untungnya Ayu ada di sini. Ayu sehat dan baik-baik saja dan perutnya juga sudah sedikit menonjol. Alex sebentar lagi akan memiliki bayi.
Alex juga tidak marah dengan apa yang mamanya lakukan. Nanti Alex akan bertanya saja maksudnya apa menyembunyikan Ayu seperti ini darinya. Alex tak mau gegabah marah begitu saja pada mamanya yang ada wajah tampannya ini bisa habis oleh ayahnya.
...----------------...
"Kamu ga boleh begadang sayang kamu harus tidur. Tidur ya kamu kan lagi hamil muda nanti kita akan ke dokter ya setelah udah ga ada badai lagi. Kita akan lihat anak kita ini sayang "
Vio menganggukan kepalanya, dia menyandarkan tubuhnya dan masih menatap suaminya. Daniel mencium kening istrinya lalu berpindah pada hidungnya dan sekarang pada bibir Vio, tadinya hanya ingin mengecupnya saja tapi dia malah tergoda dan ******* bibir Vio dengan perlahan tanpa ada nafsu yang menggebu-gebu. Daniel harus menahan diri istrinya sedang mengandung.
Vio yang mulai terhanyut dengan permainan suaminya yang lembut itu mengalungkan tangannya keleher suaminya. Vio membalas setiap apa yang suaminya berikan. Vio selalu senang bila sudah seperti ini.
Daniel melepaskan ciuman itu, Daniel mengusap bibir Vio yang basah. Lalu senyum Daniel terukir di bibirnya "Nanti kalau butuh apa-apa kamu langsung suruh aku aja nggak boleh turun naik ke lantai bawah. Nanti juga aku akan siapkan satu pelayan buat bisa bantuin kamu ambil apa-apa, jadi kamu ga usah repot-repot turun. Oh iya nanti aku akan minta pelayan buat bawa barang-barang kita agar kita pindah kamar dulu saja kelantai bawah agar lebih aman "
"Ya tapi kalau lagi di kamar nggak usah, aku kan masih bisa ambil sendiri. Aku ga akan enak kalau ada yang temenin aku tapi aku ga terlalu deket "
"Iya aku tahu, kamu pasti nggak akan nyaman kalau ada orang lain di dalam kamar. Aku hanya akan menyuruh dia untuk mengambilkan minum makanan dan yang lainnya. Aku tidak membolehkan kamu untuk turun ke bawah hanya sesekali saja, tidak boleh terus turun naik turun naik dan pekerjaanmu juga asisten mu saja yang mengerjakannya, kamu hanya memantaunya dan tidak boleh memikirkan apa-apa. Tapi biar aku saja nanti yang mengurus semuanya"
"Tapi pekerjaan kamu akan sangat banyak sekali Daniel. Aku tidak mau kalau kamu sampai keteteran nantinya, aku ga mau buat kamu tambah fikiran. Masalah butik masalah gampang "
"Tidak akan sayang .Aku tidak mau kamu kelelahan, kamu harus selalu istirahat. Aku pasti bisa mengerjakan semuanya ayo sekarang istirahat aku peluk ya "
Vio tidur di dada telanjang suaminya, Daniel memeluk tubuh istrinya dengan perlahan sebelumnya Daniel mengusap dulu perut sang istri yang masih rata.
"Tidur sayang mimpi yang indah, aku akan ada selalu di sampingmu. Aku tidak akan meninggalkan kamu sayang "Cup Daniel mengecup kening sang istri. Lalu memejamkan kedua bola matanya sambil menepuk pelan punggung sang istri.
...----------------...
Ayu terbangun karena merasakan ada yang mengusap keningnya, saat matanya terbuka alangkah kagetnya di hadapannya malah ada Alex. Ayu langsung bangun dan kepalanya langsung pusing dia sedikit menjauh. Ayu takut sekali kenapa tiba-tiba ada Alex disini.
"Jangan takut Ayu, maafkan aku karena aku telah kasar padamu aku menyadari ternyata aku tidak bisa hidup tanpamu, ternyata aku tidak bisa jauh darimu aku seperti orang gila mencarimu kemana-mana. Tapi tidak ketemu ternyata kamu ada di sini di dekatku masih di sekitar rumahku maafkan aku, maaf kan aku bila telah membuatmu takut sampai-sampai kamu harus sembunyi dari aku "
Ayu yang memang baru bangun tidur, berfikir apakah yakin ini Alex apa ini mimpi Ayu masih bingung dengan semua ini, soalnya saat akan tidur Ayu sedang memikirkan Alex entah kenapa itu pun, Ayy mencoba mencubit tangannya ternyata sakit berarti ini nyatakan.
"Aku benar-benar minta maaf. Aku sudah menghianatimu meskipun dalam surat perjanjian sudah tertulis kalau kita bebas melakukan apapun, tapi tetap saja aku merasa bersalah karena telah menghianatimu aku akan menghancurkan surat perjanjian itu, kita jalani rumah tangga kita seperti orang lain. Kita mulai dari awal ya Ayu, kita susun rumah tangga kita cari awal lagi. Aku janji sama kamu akan berubah "
Ayu berdeham "Tapi aku sudah setuju dengan surat perjanjian itu. Aku tidak mau sampai kamu nanti menyakitiku atau sampai selingkuh lagi dariku. Bahkan kamu sampai melakukan hubungan suami istri lagi dengan perempuan itu. Aku tidak mau sampai itu terjadi lagi, terulang lagi. Bila aku terus bersamamu Alex aku tidak mencintaimu dan aku tidak percaya 100% denganmu jadi biarkan surat itu masih ada dan setelah 1 tahun kita menikah, aku akan pergi sesuai perjanjian yang sudah kita lakukan. Aku tak mau mengingkari surat yang sudah kita buat "
"Aku akan buktikan kalau aku akan berubah, kalau aku tidak akan seperti itu lagi, aku tidak akan selingkuh dan aku tidak akan melakukan hal itu lagi padamu. Aku janji itu Ayu tolong beri aku kesempatan satu kali lagi, aku akan merubah segalanya aku minta maaf. Kita urus anak kita sama-sama aku akan belajar menjadi orang dewasa aku akan belajar menjadi suami yang baik dan menjadi ayah pula. Kamu mau ya beri aku kesempatan "
Ayu malah jadi bingung saat Alex mengatakan ini. Ayu menatap mata Alex yang memancarkan permohonan, tapi Ayu belum percaya Ayu takut, Ayu masih takut dengan apa yang Alex lakukan pertama waktu pertama bertemu.
Alex baik tapi setelah itu dia memukul Ayu, bahkan berani melakukan hal-hal yang membuat Ayu trauma. Ayu tidak mau itu sampai terjadi lagi pertama bertemu saja sudah seperti itu bagaimana nanti kedepannya.
Pernikahan itu akan terjalin selamanya. Jadi Ayu lebih baik mengikuti surat perjanjian yang pernah mereka buat saja, satu tahun cukup Ayu tidak mau terlalu lama bersama Alex. Mau sekaya apapun Alex Ayu akan mundur tetap akan mundur.
Ayu tidak bisa kalau hidup dengan laki-laki kasar seperti Alex. Meskipun sekarang dia sudah memohon meminta maaf tapi tetap saja takut suatu saat terulang lagi hal yang sama. Mau kehidupan senyaman apapun kalau suaminya kasar tetap saja tak akan bahagia dan malah akan membatin saja.
__ADS_1
Ayu takut kalau ini hanyalah bujuk rayu Alex saja, agar Ayu bisa kembali padanya dan nanti Alex bisa melukainya sesuka hatinya lagi Ayu benar-benar tidak percaya dengan Alex.
"Tapi aku_"
"Aku tidak meminta untuk kamu menjawab sekarang, aku akan membuktikan segalanya padamu Ayu kalau aku tidak akan pernah seperti itu lagi. Aku tidak akan pernah menghianatimu lagi, aku tidak akan berselingkuh lagi maafkan aku karena telah membuat surat perjanjian seperti itu seharusnya sebuah pernikahan itu tidak dipermainkan seperti itu kan. Di sini aku yang salah di sini aku yang terlalu egois maafkan aku Ayu maafkan aku "
"Lebih baik kamu istirahat lagi, boleh aku temani kamu di sini hanya menemani saja aku tidak akan melakukan apa-apa aku janji. Aku hanya ingin ada bersamamu saja "
Ayu menimang-nimang semuanya saat mendengar ada hujan turun lagi dan juga sepertinya badai akan dimulai lagi. Ayu tidak sanggup kalau harus tidur sendirian. Bukan apa-apa dia takut kalau misalnya hujan turun dengan sangat deras sekali, itu mengingatkannya pada sebuah masa lalu yang menurutnya sangat menyakitkan, kehilangan seseorang yang Ayu sayangi.
Dengan perlahan Ayu menganggukkan kepalanya. Alex langsung tersenyum karena Ayu mau. Alex membantu Ayu untuk berbaring kembali mereka berhadapan. Alex mengusap lembut kepala Ayu tatapan mereka sesekali bertubrukan, tapi Ayu langsung mengalihkannya.
Ayu langsung menundukkan kepalanya mencoba untuk tidur, sebenarnya jantungnya berdegup dengan kencang takut-takut Alex tiba-tiba saja memukulnya, tapi Ayu juga takut sendirian. Pelayan yang tadi akan menemani juga ternyata tidak ada, pasti Alex sudah menyuruhnya untuk pulang kan siapa lagi kalau bukan Alex yang melakukannya.
Ayu tadi menunggunya sampai ketiduran juga. Pada saat membuka mata malah Alex yang ada di hadapannya, apakah Mama mertuanya sudah tahu tentang semua ini apakah ini izin dari Mama mertuanya Alex ada disini.
...----------------...
"Daniel bangun, ayo cepat bangunlah kenapa kamu sulit sekali untuk aku bangunkan "
"Ayo bangun Daniel nanti kamu kesiangan Katanya kita mau ke dokter dulu mau cek kandungan, nanti kamu kesiangan loh ke kantor kasihan Sela terus aja urus kerjaan kamu, ayo dong jangan kayak gini Daniel bangun jangan tidur terus "
"Yang ayo bangun dong. Biasanya juga langsung bangun ga suka kayak gini lama "
Terhitung sudah 20 menit dari tadi Vio membangunkan suaminya, tapi tidak ada pergerakan sama sekali suaminya masih saja tertidur. Malah mempererat pelukannya itu Vio sampai lelah terus saja memanggil nama suaminya ini.
Tidak biasanya suaminya sulit untuk dibangunkan. Padahal kemarin malam mereka tidur siang, masih siang jam 8 malam mereka tidur. Tapi suaminya malah sulit untuk dibangunkan seharusnya gampang kan karena tidur masih siang.
"Hmm, sayang nanti aku masih mengantuk, nanti saja ya "balanya serak sambil menyembunyikan wajahnya di belahan dada Vio. Sudah kebiasaan Daniel seperti ini.
Daniel membuka sedikit matanya melihat ke arah jam ternyata ini masih setengah enam, istrinya ini tidak kira-kira membangunkan jam segini "Sayang apakah kamu tidak salah jam 05.30 aku biasanya bangun jam 06.30 sayang ini terlalu pagi nanti saja ya seperti biasa aku bangun 06.30 saja ini masih 05:30. Masih ada waktu satu jam untuk tidur sayang, kita harus pergunakan waktu dengan tepat"
"Ist kamu ini gimana sih kita tuh harus bersiap, belum sarapan, belum apa pasti akan lama terus nanti juga di jalan bakalan macet. Aku ga mau nanti kalau dikantor malah keteteran karena telat "Vio dengan tenang menjelaskan semuanya pada suaminya, pagi-pagi suaminya sudah membuatnya harus mengomel-ngomel seperti ini. Vio ingin bersiap terlebih dahulu tapi tidak bisa tubuhnya ini terus saja dipeluk oleh suaminya.
"Sejak kapan tidur membuat lelah, yang ada tidur membuat bugar nanti saat bangun. Sudah aku masih mengantuk sayang"
"Ahh ayo bangun, kalau begitu lepaskan pelukanmu. Aku akan bersiap dulu saja. Kamu tahu sendirikan aku akan lama kalau bersiap itu "
"Tidak aku sudah nyaman seperti ini, aku tidak mau melepaskan mu. Kita nanti bersiap bersama-sama saja sayang. Sudah lebih baik kamu juga tidur masih ada waktu 1 jam ayo tidur lagi. Sayang kalau tidak kita pergunakan sayang "
Vio yang sudah lelah membujuk suaminya pasrah sajalah, daripada malah terus mengomel dan membuatnya pusing di pagi hari lebih baik mengikuti apa kata suaminya saja. Yang terpenting Vio sudah mengingatkan suaminya ini kan.
...----------------...
Sedangkan Ayu dan juga Alex sudah bangun mereka berhadapan tapi tidak bicara apa-apa, para pelayan juga sudah datang menyajikan makanan mereka awalnya kaget saat melihat Alex ada di sana, tapi mereka mencoba untuk biasa-biasa saja.
Karena Alex juga tidak marah-marah dan tidak menyalahkan mereka juga, ya mereka bersyukur kalau begitu tinggal bicara pada Nyonya saja kalau Tuan Alex ada di sini. Mereka juga tidak ada yang berani untuk menyuruh Tuan Alex pergi dari sini yang ada ingin mati.
"Kamu setiap hari makan ini, atau ada yang lain selain ini "tanya Alex saat melihat menu makanan yang disajikan oleh para pelayan tadi, untuk Alex tentu saja berbeda makanan kesukaan Alex setiap pagi.
Meraka tadi langsung terburu-buru membawa sarapan untuk Alex kemari. Mereka tak mau membuat masalah dengan anak bungsu majikannya ini. Karena mereka tahu bagaimana anak majikannya ini kalau sudah marah, tak akan pandang siapa saja akan kena.
"Iya saat mengandung entah kenapa aku hanya ingin makan buah-buahan saja, kalau pagi hari. Kalau misalnya makan nasi aku selalu muntah makanya aku mencari makanan yang memang masuk saja dulu aku tidak mau membuat bayiku kelaparan. Buah-buahan juga cukup untukku apalagi ini dengan porsi yang banyak "
"Baiklah nanti aku akan membelikan banyak buah-buahan untukmu. Ayo sekarang makan, pasti kamu sudah lapar"
Ayu lagi-lagi menganggukan kepalanya, sesekali dia juga menatap Alex yang makan di hadapannya tidak ada pembicaraan dan tadi malam juga Ayu tertidur dengan sangat nyenyak sekali.
Entah kenapa tapi tidurnya memang berbeda dari sebelum-sebelumnya, apa mungkin karena ada temannya bisa jadi kan.
"Kita pindah ke rumah utama ya, kamu pindah lagi ke kamarku. Kita tidur bersama-sama lagi tidak usah pisah seperti ini, toh aku juga sudah tahu kan jadi tak perlu ada yang disembunyikan lagi "
__ADS_1
Ayu yang mendengar itu sampai tersedak. Alex memberikan minum kepada Ayu dan dia langsung meminumnya dengan secara perlahan. Ayu benar-benar tak menyangka kalau Alex akan mengajaknya kembali lagi ke kamarnya tidak Ayu tidak mau.
"Bisakah aku tinggal di sini saja, aku sudah nyaman. Rasanya senang saja tinggal di sini kamarmu kan ada di lantai 2 aku sedang mengandung aku tidak mungkin naik turun, aku lebih baik disini saja "
"Baiklah biarkan aku saja yang pindah kemari, aku akan membawa pakaianku kemari dan kita tidur di sini, untuk pintu yang aku kemarin bob akan aku perbaiki lagi. Semuanya akan kembali seperti semula"
Ayu melihat ke arah pintu depan ternyata pintunya memang rusak. Ayu tidak sadar akan pintu yang rusak ternyata Alex masuk dengan cara membobol pintu itu ya Ayu tidak tahu. Sampai senekat itu Alex hanya karena ingin mencarinya. Apakah Ayu harus terharu dengan apa yang Alex lakukan.
"Aku nanti akan pergi bekerja, aku akan mengabari mu nanti saat sampai di kantor. Nanti makan siang aku pulang untuk menemanimu makan, aku paling pulang jam 05.00 sore kalau tidak lembur itu pun, kalau lembur aku pulang jam 09.00 malam mungkin, aku akan menduplikat kuncinya saja agar kamu tidak perlu menungguku pulang. Jadi kamu tidur saja nanti aku saat pulang bisa langsung masuk ke dalam rumah kan, aku juga tidak akan mengganggu kualitas tidurmu"
Ayu lagi-lagi hanya menganggukan kepalanya dia tidak berkata apa-apa, merasa aneh saja dengan perubahan Alex ini. Dari Alex yang jutek, Alex yang seenaknya, Alex yang kasar berubah menjadi Alex yang penuh perhatian dan juga selalu berbicara apapun pada Ayu.
Selama ini Ayu tidak pernah diperlakukan seperti ini kan oleh Alex. Jadi wajar saja kalau Ayu merasa aneh dan canggung saja. Merasa bingung juga harus merespon Alex dengan cara seperti apa.
Ayu takut salah meresponnya, Ayu takut itu akan memancing kemarahan Alex dan kembali memukulnya. Memang apa yang Alex lakukan selalu saja terngiang-ngiang dalam kepalanya karena bukan dilakukan satu atau dua kali saja.
"Kalau makan siang kamu makan apa "lagi-lagi Alex menanyakan makanan yang akan dimakan oleh Ayu. Pembahasan mereka sekarang adalah tentang makanan.
"Kalau untuk makan siang aku makan apa saja, tapi mama sering membawakan aku sup dan camilan yang lainnya dan juga jus, sore harinya aku juga suka makan buah-buahan lagi makanan ringan dan banyak lagi apapun yang Mama berikan ke sini pasti aku akan memakannya. Kalau untuk makan malam kadang aku makan kadang tidak, karena aku kadang mual paling hanya minum jus saja setelah itu minum vitamin dari dokter"
"Baiklah aku akan mengingat semua itu. Semuanya sudah ada di kepalaku untuk cek dokter kapan lagi aku akan menemanimu nanti. Aku juga ingin melihat perkembangan bayi yang ada dalam perutmu"
"Satu minggu lagi aku akan pergi ke dokter, sesuai habis obat saja"
Alex melihat kalender di ponselnya "Hari Selasa pas satu Minggu. Baiklah hari Selasa aku akan cuti dan mengantarmu ke dokter kandungan, aku juga ingin tahu bagaimana perkembangan anakku apakah dia baik-baik saja. Apakah dia sudah mulai bergerak dan sudah mulai terbentuk juga aku penasaran sekali. Sebesar apa bayi yang ada didalam perut itu "
"Iya"
Ayu tidak terlalu berharap lebih karena Ayu tahu bagaimana Alex dulunya. Ayu hanya tidak ingin membuat Alex marah saja, makanya dia memberitahu semuanya dan nanti mau Alex mengantarnya ke dokter kandungan atau tidak itu tidak masalah, karena mama mertuanya juga selalu mengantarnya kan.
Ayu tidak mau membuat masalah saat dia sedang mengandung seperti ini. Ayu harus selalu melindungi bayinya, Ayu tidak mau kalau bayinya kenapa-napa hanya karena keegoisannya, sebenarnya masih ada rasa kesal dan marah pada Alex.
Mana ada sih istri yang siap melihat suaminya berselingkuh seperti itu, ya meskipun Ayu tidak mencintai Alex sama sekali tapi tetap saja rasanya sakit sekali yang orang tahu Alex itu kan suaminya.
"Kamu tidak mengidam apa-apa, katanya kalau orang hamil kan suka ngidam mungkin kamu ingin sesuatu biar nanti aku belikan aku akan cari meskipun itu nanti susah" kembali Alex membuka pembicaraan dengan istrinya.
Sengaja Alex banyak bicara dengan istrinya untuk lebih mendekatkan lagi saja. Alex tidak mau terlalu canggung dengan istrinya, Alex benar-benar ingin berubah tidak hanya di mulutnya saja tapi benar-benar dari hatinya sendiri.
Alex bener bener menyesali apa yang pernah dia lakukan, ingin menebusnya pada sang istri meskipun Alex tahu kalau istrinya sekarang sedang mencoba untuk tidak membuatnya marah, tapi Alex akan tetap mencoba untuk bisa meluluhkan hati istrinya dan membuat istrinya percaya pada Alex, apa yang sedang dia lakukan benar-benar nyata dan tidak hanya omong kosong saja.
Benar kata Mamanya seharusnya Alex tidak seperti ini. Seharusnya dari awal Alex mendengarkan kata-kata mamanya. Kenapa tidak dari awal saja Alex mencoba hubungan ini bersama Ayu dan bodohnya dia malah membuat surat perjanjian yang tidak penting itu.
Dan pada akhirnya sekarang Ayu malah ingin terus mengikuti surat perjanjian itu kan, mulai sekarang sepertinya Alex tidak akan gegabah dalam melakukan hal apapun. Alex akan mendengarkan nasehat yang diberikan mamanya.
Karena benar apa yang dikatakan Mamanya itu tidak pernah salah Mamanya memang tahu yang terbaik untuk Alex. Seharusnya dari awal Alex tak pernah meragukan feeling seorang ibu kan.
Mamanya selalu memberikan yang terbaik untuk Alex, tapi Alex malah mengambil keputusan yang sepihak seperti ini. Karena awalnya Alex tidak mau menikah kan karena alasan dia masih kuliah dan yang lainnya.
Padahal Alex belum puas menjadi anak yang nakal dan mempermainkan seorang perempuan. Entah kenapa dari kecil Alex sangat suka mempermainkan seorang perempuan, seperti yang kalian tahu kan Alex itu selalu saja melukai seorang perempuan saat masih sekolah.
Dan itu terbawa sampai dewasa sampai-sampai Alex menjadi laki-laki penikmat perempuan tanpa ikatan pernikahan, hidupnya begitu penuh dengan dosa. Jangan pernah ada yang mengikuti apa yang Alex lakukan karena pada akhirnya akan menyesal.
"Ayu "
"Hemm"
"Aku akan berjuang untuk kamu, aku tak peduli kamu terima atau tidak, tapi suatu saat jika kamu sudah mulai mencintaiku tolong kamu bicara ya jangan pendam semuanya aku akan dengan senang hati membalasnya "
"Emm, iya semoga saja aku akan bisa mencintaimu dalam waktu yang tersisa ini. Karena aku tak bisa janji tentang hal apapun padamu Alex "
"Iya aku mengerti, aku akan menunggunya. Aku akan menunggu dengan sabar. Dan aku akan membuatmu jatuh cinta padaku"
__ADS_1
Ayu hanya bisa tersenyum saja. Ayu tak tahu harus menjawab apa. Takut salah saja nanti dan malah membuat masalah juga kan. Jadi untuk sekarang Ayu hanya perlu mengikuti kemauan Alex dan jalan yang sudah ditentukan oleh Allah.