Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 77 tak enak hati


__ADS_3

Aku dan juga Barbara bersama-sama lembur kerja. Ini sudah jam 12.00 malam, tapi kami berdua belum pulang juga. Aku menghampiri meja Barbara dan menepuk bahunya.


"Apakah kita tidak akan pulang Barbara, ini sudah jam 12.00 malam seharusnya kita sudah pulang"


"Ini sebentar lagi, aku tinggal meng-copy data-data ini setelah itu selesai. Tunggu ya, kau sudah selesai"


"Aku udah selesai sih Barbara, tinggal fotocopy. Aku akan kerjakan nanti pagi saja, karena ini sudah jam 12.00 malam juga. Kita seorang perempuan tidak seharusnya kita pulang malam-malam kan"


"Iya tunggu tadi keasyikan sih mengerjakan semuanya"


"Oke aku beres-beres dulu ya, buku dan peralatan-peralatan yang lainnya"


"Oke Kat "


Aku kembali ke mejaku. Membereskan semuanya aku menyimpan berkas-berkas yang tadi aku kerjakan dan mematikan komputerku. Lalu memasukkan barang-barangku ke dalam tas. Setelah itu selesai aku menghampiri Barbara lagi dan ternyata dia juga sedang beres-beres.


Kami berdua keluar dari kantor bersama-sama. Kami berdua berjalan ke arah rumah masing-masing, karena memang cukup dekat sih rumah kami. Tapi ini untuk pertama kalinya aku lembur sampai jam 12.00 malam.


Biasanya aku lembur sampai jam 09.00 atau jam 10.00, tapi ini sudah kelewat batas sekali. Untung saja kan pintu tidak dikunci oleh pak satpam.


"Kenapa kau diam saja, tidak seperti biasanya setelah membaca kabar itu kau sepertinya malah menjadi murung"


"Aku hanya takut saja, aku seperti mempunyai firasat buruk yang akan terjadi padaku. Jantungku berdetak begitu kencang Barbara, aku takut terjadi sesuatu aku takut dia datang kemari dan mencariku lalu melukai dirimu. Aku tidak sanggup untuk kehilangan dirimu Barbara"


"Jangan berbicara seperti itu. Aku tidak akan apa-apa aku akan baik-baik saja, tidak akan pernah ada yang terjadi. Mana mungkin dia mencarimu sejauh ini, tidak itu tidak akan pernah terjadi. Apakah kau ingin aku antarkan saja ke rumah agar kau bisa tenang"

__ADS_1


"Tidak, aku tidak mau diantarkan olehmu aku pulang sendiri saja yang ada nanti kau akan bolak-balik dua kali kan. Aku tidak mau menyusahkan mu aku baik-baik saja"


"Tapi kau yakinkan, sekarang kita berpisah. Apakah kau yakin bisa pulang sendiri dan tidak akan takut lagi"


"Iya aku tidak akan takut, kau hati-hati ya dadah sampai jumpa besok Barbara"


"Iya Kak sampai jumpa"


Aku segera berlari saat melihat Barbara sudah berbelok kanan. Aku berlari cukup kencang. Jantungku terus saja berdegup dengan kencan. Rasanya aku gelisah dan takut sesuatu terjadi padaku.


Saat sudah dekat di rumahku, di depan rumahku aku mengeluarkan kunci. Tanganku bergetar dan kunci rumahku sampai jatuh, tapi aku dengan cepat mengambilnya dan berhasil membuka pintu.


Aku mengunci kembali pintu dan menenangkan jantungku yang terus berdebar ini. Aku menyandarkan tubuhku ke pintu lalu menatap ke arah jendela, takut-takut kalau ada yang mengikutiku tapi sepi di luar sana sepi tidak ada siapa-siapa.


Kenapa aku menjadi takut ini ada apa, ini untuk pertama kalinya lagi aku merasa ketakutan setelah satu tahun Abang pergi. Aku merasa tenang tapi sekarang aku merasa tidak tenang dan hatiku ini merasa kalau akan ada sesuatu yang terjadi apa Abang akan kembali ?


Aku mencoba untuk tenang, tarik nafas lalu aku menghembuskannya lagi, tarik lagi dan menghembuskannya kembali. Aku masuk ke dalam kamar dan membersihkan diriku, cuci tangan mengganti pakaian, cuci muka pokoknya aku bersih-bersih tubuhku dengan cepat.


Aku langsung menarik selimutku dan membuka ponselku.Aku yang khawatir dengan Barbara segera memberi pesan padanya.


Kat : Barbara kau sudah sampai rumah kan kau baik-baik saja kan.


Aku menunggu jawaban dari Barbara, aku begitu khawatir dengannya. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Tiba-tiba ponselku berdering aku segera membuka pesan itu ternyata itu dari Barbara.


Barbara :Aku sudah pulang Katherine, kau bisa tenang. Aku baik-baik saja kau juga sudah sampai rumah kan.

__ADS_1


Aku lega saat sudah membaca pesan itu. Ternyata dia baik-baik saja aku segera membalas pesan itu.


Kat : Syukurlah kalau kau sudah sampai di rumah, aku begitu khawatir padamu Barbara. Aku takut terjadi sesuatu padamu tadi aku sangat gelisah sampai-sampai aku terus melongok keluar takut-takut ada yang mengikutiku.


Barbara : Semuanya baik-baik saja Kat, kau bisa tenang. Sudah lebih baik kau sekarang tidur.


Aku hanya membaca pesan dari Barbara, aku menyimpan ponselku dan sekarang aku merasa tenang saat Barbara mengatakan kalau dia baik-baik saja, tapi ada sesuatu yang mengganjal dalam hatiku.


Seperti ada yang terjadi pada Barbara, tapi aku melihat dia membalas pesanku dan tidak ada yang aneh saat membalas pesan ini.


Aku kembali bangkit untuk melihat ke arah jendela lagi, aku membuka gorden kamarku sedikit dan mengintip. Apakah ada seseorang yang mencurigakan di depan rumahku tapi sama saja tidak ada.


Tidak ada orang sama sekali di sana, sepi hening dan menakutkan sih karena aku tidak pernah menengok keluar rumah saat jam segini, yang ada aku sudah tidur kan.


Aku dengan perlahan mundur dan kembali ke arah tempat tidur, aku menarik selimutku sebatas dada dan mencoba untuk tidur. Semuanya akan baik-baik saja aku yakin Abang tidak akan pernah mencariku sejauh ini.


Seperti yang Barbara katakan kalau Abang tidak akan mencariku sejauh ini, aku harus Tenang dan tidak boleh khawatir seperti ini. Aku harus tenang.


Aku juga sangat bodoh, waktu itu kenapa aku tidak bilang pada Kak Tio kalau orang yang telah membunuh itu adalah Abang. Kenapa aku diam saja aku hanya memberitahu kalau ada orang yang membunuh.


Aku melihat pembunuhan itu, kenapa aku tidak terus terang kalau Abang orang yang telah membunuh Sabrina dan teman-temannya.


Saat itu, saat aku melaporkan Abang ke kantor polisi aku sedikit ragu. Makanya aku tidak memberitahu siapa nama Abang ke polisi. Kukira akan tertangkap tapi nyatanya tidak.


Abang bisa lari, padahal hanya beberapa menit kan aku pergi dan langsung menelepon polisi. Seharusnya Abang bisa tertangkap tapi kenapa dia tahu kalau aku mau lapor polisi, apa dia menyadap ponsel aku ?

__ADS_1


Tapi, tidak mungkin. Kan Abang tidak pernah meminjam ponselku yang ini. Dia tidak pernah mengotak-atik ponselku yang ini. Sudahlah aku lebih baik tidur dulu saja, kalau aku terus memikirkan tentang masa laluku, masa lalu yang sudah sangat lama itu yang ada aku akan kesiangan untuk besok bekerja. Banyak fotokopian yang harus aku kerjakan, ya semoga saja sekarang aku bisa tidur.


__ADS_2