
Aruna yang tak melihat Daisy segera mencari keberadaan Daisy, tadi Daisy duduk di sana. Saat tadi dirinya mengambil minum ada di sana bersama Adiba juga kan.
"Kamu lihat Daisy "
"Engga aku ga lihat Daisy kok, eh tapi tunggu tadi Daisy dibawa sama anak-anak laki-laki ke atas"
"Yakin "
"Iya yakin dibawa keatas sama banyak laki-laki coba kamu lihat deh kesana "
"Makasih ya "
"Iya sama-sama "
Aruna segera berjalan dengan cepat, dia bahkan berlari dan mengecek setiap kamar saat akan membuka pintu paling ujung dikunci.
"Daisy, Daisy buka Daisy "
Tak ada jawaban sepi, sangat sepi sekali "Daisy Daisy buka-buka pintunya. Jangan seperti ini, Daisy buka pintunya "
Tak ada jawaban lagi, Aruna segera mengeluarkan ponselnya dan menelfon Kakaknya Nabil. Tapi tidak diangkat.
"Kenapa ga diangkat, ke mana sih Kak Nabil. Kenapa ga diangkat coba "
Aruna segera turun kebawah dan berteriak kearah mereka semua "Tolong siapa saja tolong aku "
Tapi tak ada yang menghiraukannya mereka hanya sibuk dengan pesta mereka. Aruna sudah menangis harus menelfon siapa lagi. Kalau menelfon Abang takut dia marah.
Aruna kembali naik kelantai atas, pintu dibuka dan keluar banyak laki-laki. Aruna bersembunyi melihat siapa saja yang keluar.
"Ya Tuhan apa yang terjadi pada Daisy " gumam Aruna.
Setelah orang terakhir keluar dan menutup pintunya, Aruna segera masuk ke dalam kamar itu dan alangkah kagetnya saat melihat Daisy tidak memakai pakaian apapun dan di tubuhnya banyak bercak merah, juga ada darah di sprei itu. Aruna langsung memeluk Daisy dengan erat.
"Daisy bangun Daisy bangun "
Ponsel Aruna berdering dengan cepat Aruna mengangkat telfon ya.
"Ada apa Aruna menelpon Kakak, Kakak sedang fokus mengerjakan skripsi. Ada apa sih"
"Kak tolong kak "
"Ada apa Aruna "
"Tolong kita berdua Kak Daisy. Kakak bisa datang kemari kan tolong kak"
__ADS_1
"Ada apa dengan Daisy "
"Tolong Kakak datang kemari tolong Kak "
"Dimana kalian "
"Di asrama Kak"
"Baik Kakak akan kesana "
Setelah selesai menelfon, Aruna memakaikan semua pakaian Daisy, meskipun tangannya bergetar namun sebisa mungkin dirinya harus kuat, harus memakaikan pakaiannya Daisy kembali.
"Maafkan aku Daisy, kalau aku tidak berpisah denganmu mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi"
Aruna terus saja memeluk tubuh Daisy. Sungguh dirinya sangat takut bagaimana nanti menjelaskan pada orang tua Daisy dan juga kakaknya.
Nabil yang baru saja datang langsung masuk ke pesta itu, bau alkohol sudah sangat menyengat menusuk hidungnya.
Nabil yang melihat Adiba langsung menarik tangannya"Di mana Daisy dan juga Aruna"
"Kak Nabil ada disini "
"Mana Daisy dan juga Aruna "
"Aku tidak tahu Kak "
"Ada apa ini Aruna "
"Kak " Aruna langsung memeluk kakaknya dengan erat.
"Daisy diperkosa sama banyak laki-laki"
"Apa kenapa ini bisa terjadi "
"Aku ga tahu Kak, Daisy tadi disana sama Devon sama pacarnya dan aku juga lihat di sana ada Adiba. Aku tadi gabung sama perempuan-perempuan yang lain kukira semua ini ga akan terjadi. Gimana kak aku takut"
Nabil bukannya menjawab dia langsung turun kebawah dan menghajar Devon "Apa apaan ini "
"Apa apaan, apa yang sudah kau lakukan pada adikku sialan "
"Apa yang aku lakukan, aku tidak melakukan apa-apa"
"Benarkah kau tak melakukan apa-apa lalu kenapa Daisy ada dikamar hah sialan "
"Aku tidak tahu tanya saja kepada anak-anak yang lain, dari tadi aku di sini mungkin saja Daisy memberikan tubuhnya pada laki-laki lain"
__ADS_1
"Anjing kau ya "
Nabil kembali menghajar Devon. Saat akan memberikan pukulan lagi sudah ada adiknya disampingnya.
"Sudah Kak, kita harus bawa Daisy ke rumah sakit cepat"
"Urusan kita belum selesai lihat saja kalian semua akan habis "
Nabil kembali naik kelantai atas dan membawa Daisy keluar dari sana. Bahkan pesta sudah berhenti anak-anak bingung apa yang terjadi, karena memang mereka tidak tahu tentang kejadian Daisy.
Devon menarik tangan Adiba "Bagaimana ini ini kan rencanamu"
"Sudah tenang, semuanya akan baik-baik saja tidak usah takut. Aku jamin itu semua "
Adiba ikut keluar dari pesta itu dan dirinya akan berpura-pura kalau dirinya tidak tahu apa-apa tentang masalah ini.
Masalah yang sudah dirinya rencanakan dan ingin segera terlaksana. Sekarang sudah terlaksana dan Daisy sudah hancur sehancur hancurnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Semua keluarga Daisy sudah ada di sana, Mami papinya bahkan kakaknya sudah ada di sana. Aruna yang takut disalahkan hanya bisa menunduk, tapi Zeline mendekatinya dan memegang tangan Aruna.
"Apa yang terjadi sayang, kenapa bisa sampai Daisy diperkosa seperti ini"
Semua keluarga langsung berkumpul ingin mendengar apa yang Aruna tahu.
"Awalnya aku dan juga Daisy bersama-sama tapi saat sudah masuk kedalam pesta itu dia langsung pergi bersama Devon. Dia langsung diajak olehnya otomatis aku pisah dengan Daisy. Makanya aku bergabung dengan yang lain, kulihat juga ada Adiba makanya aku tenang saat melihat Daisy bersama Adiba, tapi sudah beberapa jam berlalu aku kembali untuk mengecek keadaan Daisy, dia tidak ada di kursi itu dia sudah tidak ada di sana. Aku mencari ke lantai atas semua aku buka, tapi ada satu pintu yang tidak bisa aku buka. Aku sudah mengedor pintunya dengan keras tapi tidak ada yang keluar"
Aruna menatap semua wajah keluarganya lalu melanjutkan kembali bicara "Aku turun lagi ke bawah untuk menanyakan pada teman-temanku yang lain, tapi katanya Daisy tadi dibawa oleh beberapa laki-laki ke atas. Makanya aku langsung mengeceknya kembali aku lihat ada beberapa laki-laki yang keluar dari ruangan yang dikunci itu. Aku tidak tahu apa yang mereka lakukan, tapi saat aku masuk aku melihat Daisy yang sudah, aku tidak bisa menjelaskannya lagi aku minta maaf. Aku minta maaf karena tidak bisa menjaga Daisy tolong aku minta maaf "
Aruna kembali menangis dan bundanya Syifa segera memeluknya dengan erat, papih Daisy langsung pergi diikuti oleh Lucas juga.
"Papih mau kemana "
"Membunuh semua orang yang ada dipesta itu "
"Jangan kotori tangan Papih lagi, serahkan semuanya pada Lucas "
Liam langsung menatap anaknya, "Kau belum sembuh"
"Aku tidak akan pernah sembuh seperti papi, sampai kapanpun. Daripada Papi akan mengecewakan Mami lagi lebih baik aku yang bertindak. Akan aku habisi semua pelakunya termasuk Adiba"
"Jangan apa-apakan Adiba. Papi punya janji pada ayahnya "
"Aku tidak berjanji, siapapun yang telah mengusik kehidupan keluargaku. Apalagi sampai membuat Daisy seperti itu maka akan habis semuanya di tanganku"
__ADS_1
Lucas langsung pergi meninggalkan papihnya. Semua orang akan habis olehnya..