Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 115 Mulai penasaran


__ADS_3

Kat yang bangun pagi sekali sedang menatap pintu yang ditutup rapat, bahkan dikunci. Saat dirinya akan membuka tadi pintunya dikunci.


"Nona sedang apa "


Kat yang kaget langsung menatap pelayan Lucas "Ini ruangan apa ya Bi, kok dikunci. Sedangkan kamar-kamar yang lain ga dikunci"


"Saya juga ga tahu Nona. Hanya Tuan yang boleh masuk kemari. Bahkan saya juga tidak pernah membereskan kamar ini"


"Hemm, kamar rahasia ternyata "


"Lebih baik Nona jangan terus berdiri di sini, kalau Tuan tahu nanti dia akan marah besar. Lebih baik nona pura-pura tidak tahu saja tentang ruangan ini"


"Semarah apa dia "


"Tapi nona diam ya. Jangan bicara lagi pada tuan, bulan lalu di sini ada pelayan baru yang memang sengaja tuan pekerjaan di sini untuk membantu saya tapi entah bagaimana caranya dia bisa masuk ke ruangan ini, tapi besoknya dia tidak kembali lagi ke sini nona. Memang Tuan tidak memarahinya ataupun berkata apapun tapi dari ekspresi wajahnya sudah menyiratkan kalau dia marah "


Kat menganggukan kepalanya, dirinya tahu apa yang terjadi pada orang itu. Pasti dia mati, tak mungkin selamat. Lucas adalah orang berdarah dingin.


"Nona ayo jangan disini, nanti tuan marah "


Tangan Kat ditarik oleh bibi, kebetulan sekali dengan Lucas yang keluar dari kamarnya. Sudah rapih mengunakan pakaian ke kantornya.


"Sayang kamu sudah bangun. Bukannya kelasmu nanti siang "


"Emm iya, aku ingin keperpustakaan dulu ada sesuatu yang harus aku kerjakan dulu "


Lucas memicingkan matanya "Yakin, dengan siapa "


"Dengan Daisy dan juga Aruna. Kami sudah janjian akan mengerjakan tugas bersama-sama dia perpustakaan"


"Baiklah aku antarkan "


"Aku naik bis saja, atau nanti naik taksi "


"Biar aku antarkan sekarang sarapan "


Sudah Kat tak bisa membantahlah. Sepertinya kata-kata dari Lucas adalah sebuah perintah yang harus selalu dipatuhi.


Selama sarapan pun tak ada yang bicara. Kat juga malah berbicara dengan Lucas. Pasti kalau dirinya ingin pergi sendiri tidak diperbolehkan.


...----------------...


Kat dan Lucas sudah sampai di perpustakaan kampus, benar-benar ya Lucas mengantarkannya sampai perpustakaan dan menunggu Daisy datang.


"Lucas lebih baik kamu pergi kekantor kamu sudah telat "


"Aku akan menunggu tenang saja aku bosnya "


Kat mendelikan matanya jengah dengan sikap Lucas "Aku tidak suka dengan matamu yang menari seperti itu. Jangan perlihatkan itu lagi padaku. Atau aku akan menghukummu "


"Hemm "


Kat duduk didekat ruangan perpustakaan kenapa juga Daisy belum datang juga. Kat terus saja melihat jamnya.


Saat Kat mendongakan dia melihat ada dua orang sedang berlari kearahnya "Kat maaf kami berdua telat " ucap Daisy dengan nafas yang ngosgosan.


"Yaudah yu masuk " ajak Kat yang sudah tak kuat dipantau seperti ini oleh Lucas.


"Ayo, Abang sana pulang aja. Ga percaya banget ya sama Kat padahal ada kita lo"


Lucas tidak menjawab dia mencium satu persatu kening dari ketiga perempuan itu, lalu pergi tanpa kata sedikitpun.


"Yang sabar ya Kat " ucap Aruna sambil tersenyum


"Iya aku harus punya stok kesabaran yang banyak "

__ADS_1


Daisy dan juga Aruna malah tertawa mendengar ucapan Kat. Mereka bertiga segera masuk kedalam perpustakaan dan mencari buku yang mereka butuhkan untuk mengerjakan tugas.


...----------------...


Mereka bertiga sudah selesai kelas, tidak ada kelas lagi hari ini. Mereka bertiga pergi kekantin untuk mengisi perut dan juga bersantai.


"Mau pesen apa " tanya Daisy "


"Samain aja " ucap Kat dan Aruna berbarengan


"Oke deh, biar aku yang pesenin tunggu sini ya"


"Iya "


Daisy pergi memesan makanan sedangkan Aruna dan juga Kat mengobrol. "Gimana Kat ada yang sulit ga "


"Untuk sekarang belum sih, tapi ga tahu kedepannya "


"Aku juga dulu gitu tapi makin kesini makin pusing tahu, kamu gimana sama Abang baik-baik aja kan dia ga galak sama kamu "


"Kalau sekarang sih ga galak"


"Kata kakakku, katanya Abang sangan mencintaimu" bisik Aruna.


Kat tak menjawab, binggung juga mau mengatakan apa. Karena hatinya masih kosong dan belum menerima Lucas.


"Kamu suka juga kan sama Abang "


Kat seketika langsung menatap Aruna "Emm, "


"Udah ga usah dijawab aku tahu kok jawabannya, nanti juga lambat laun kamu akan suka sama Abang. Cinta akan datang lambat laun, asal kamu bisa menjalaninya"


"Hemm iya, oh ya kamu tahu ga tentang ruangan yang dikunci diruangan Lucas "


"Berarti itu rahasia banget ya didalamnya "


"Ya mungkin, aku juga ga tahu tapi mending kamu ga tahu deh. Takutnya nanti malah kamu celaka. Mending jalanin aja yang sekarang. Ga usah terlalu ikut campur, nanti kamu celaka "


Kat menganggukan kepalanya, Daisy juga sudah membawa pesanan mereka. "Ayo makan "


"Makasih Daisy "


"Iya sama-sama "


Baru juga mereka akan makan, datang laki-laki yang duduk disamping Daisy. Daisy sudah menjauh tapi laki-laki itu kembali mendekati Daisy.


"Reno ngapain sih deket-deket "


"Kenapa emangnya ga boleh, sekarang jomblo kan"


Daisy wajahnya sudah sangat tegang, Kat langsung berdiri "Kat kamu disini saja "


Daisy dengan cepat langsung duduk ditempat Kat, sedangkan Kat ada disamping laki-laki itu "Mahasiswa baru ya "


"Iya"


"Cantik juga blasteran ya "


"Bisa kamu lihat sendiri "


Reno terus saja mendekat Kat, bahkan mepet duduk kearah Kat "Lebih baik pergi aja deh jangan ganggu, lagi mau makan nih "


"Galak banget "


"Siapa juga yang galak, jangan ganggu mau makan. Kalau mau ada disini ya disana duduknya jangan mepet-mepet emangnya itu kurang lebar kursi disebelah kamu "

__ADS_1


"Jomblo "


"Dah nikah " Kat langsung sepontan berbicara seperti itu. Kesal terus saja mepet.


"Masa sih " sambil mencolek dagu Kat.


Kat yang tak terima langsung menampar Reno "Kurang ajar ya, pergi sana. Jangan bikin masalah ya mau nih kuah bakso bersarang dirambut kamu "


"Awas ya, dasar anak baru semena-mena "


"Bodo "


Mahasiswa dan mahasiswi yang lain menatap kearah Kat dengan sinis, tapi Kat tidak peduli "Kat dia itu orang yang punya tempat ini "tegur Aruna.


"Ga peduli mau siapapun dia kalau dia ga sopan ya harus dihajar, ngapain didiemin aja jangan mentang-mentang dia yang punya ini jadi seenaknya sama anak-anak yang lain udah biarin aja ga usah dipikirin"


"Kamu bisa dikeluarin loh"


"Ga apa-apa tempat kuliah banyak kok bukan di sini aja. Aku paling ga suka ya laki-laki yang kayak gitu berani sama perempuan dan ga sopan dia itu kayak ngelecehin banget. Enak aja main colek-colek emangnya aku apaan"


Kat malah acuh dia menyantap makanannya. Sedangkan Daisy dan juga Aruna sudah sangat ketakutan. Takut Kat malah di teror dan juga di bully disini.


...----------------...


"Kenapa malah kekantor aku mau pulang aja "


"Udah ikut aku dulu, aku mau ketemu sama temenku dulu. Setelah itu kita pulang sama-sama "


"Yaudah deh "


Kat duduk dengan wajah yang ditekut. Kenapa sih harus kekantor dulu. Padahal udah pengen istirahat tapi malah dibawa kemari.


"Mau makan apa "


"Engga aku masih kenyang "


"Kamu emang makan apa"


"Makan bakso "


"Ya udah, aku pesenin dulu makanan kamu belum makan nasi"


"Ga mau. Aku kenyang aku lagi ga mau makan"


"Kamu lagi diet"


"Ga juga aku emang ga mau makan nasi aja, nanti malam juga kan makan nasi"


"Mau camilan, es krim atau apa "


"Emm boleh aku mau es krim rasa coklat "


"Coklat aja "


"Iya aja"


"Ok "


Lucas mengotak atik ponselnya dan kembali duduk dikursinya. Kat hanya bisa diam dengan bosan menunggu Lucas membereskan pekerjaannya dan juga menunggu temannya datang.


Tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu, ada seorang perempuan membawa es krim "Ini nona es krimnya "


"Terimakasih "


Setelah es krim ada di tangannya Kat langsung melahapnya, sebenarnya jumbo tapi tidak masalah habis tidak habis yang terpenting dimakan saja kan.

__ADS_1


__ADS_2