Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 59 Sudah ada disini lagi


__ADS_3

Saat aku terbangun orang pertama yang aku lihat adalah Mami Zeline. Aku melihat ke kanan ke kiri ternyata aku sudah di kamarku, kamar yang sudah disediakan oleh mamih.


Aku memegang jidatku yang sudah diperban "Daisy ambilkan minum, ayo sini mamih bantu kamu bangun ya"


Aku dibantu bangun oleh mamih, lalu memberikanku air minum "Ada apa dengan kamu, kenapa kamu bisa seperti ini kalau kamu pergi tuh bilang dulu sama mami. Pasti mami antar kamu, mau jalan-jalan, mau ke mall atau ke manapun itu"


"Maaf mih " hanya itu yang bisa aku katakan.


"Kalau nanti kamu mau pergi-pergi lagi bilang sama mami atau kamu bisa minta bantuan Daisy, untuk antar ke mall atau ke manapun itu yang kamu mau ya. Jangan tiba-tiba pergi gitu aja. Mamih jadi khawatir Mami tadi cari-cari kamu. Untung saja kan Abang temuin kamu.Kata Abang kamu udah tergeletak gitu saja di jalan gimana kalau orang lain yang temuin kamu"


Tak mungkin kan Abang berkata jujur, dia pasti akan berbohong. Kalau dirinya berbicara pasti mamih akan disakiti oleh Abang.


Tidak, itu jangan sampai terjadi lagi, dirinya tidak mau sampai terjadi apa-apa pada mamih, dia terlalu baik untuk disakiti oleh Abang.


"Sekarang kamu istirahat ya, nanti Daisy tungguin kamu di sini. Abang lagi banyak kerjaan dia lagi urus kerjaan dulu. Mungkin nanti pagi dia ke sini atau engga mungkin malam"


"Iya mih makasih "


"Sama-sama sayang "


Mamih mencium keningku cukup lama, lalu meninggalkan aku berdua dengan Daisy. Aku langsung melihat keadaan Daisy.


"Kau baik-baik saja kan Daisy "


"Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu. Apa kau baik-baik saja, apa yang dilakukan Abang sampai-sampai kau pulang seperti ini. Aku begitu kaget saat kau pulang seperti ini Kat. Memang aku sempat diancam oleh Abang bahkan aku sampai di kurung sebuah tempat gara-gara membuatmu pergi, tapi dia dengan cepat menemukanmu aku curiga dengan cincin yang kau pakai"


Pandangan Daisy langsung terarah pada cincin yang aku pakai "Maafkan aku Daisy "


"Jangan seperti itu, aku yang ceroboh seharusnya aku memikirkan semua ini dengan matang dulu. Seharusnya juga aku mengambil cincin ini mungkin kalau aku mengambil cincin ini semua ini tidak akan pernah terjadi. Kau juga curiga kan dengan cincin ini pasti kau kagetkan saat tiba-tiba Abang ada di sampingmu"


"Aku juga sama curiga dengan cincin ini, memang sepertinya Abang menyimpan GPS di cincin ini. Aku sangat kaget saat dia ada di sampingku. Kau pasti akan sama jika ada di posisiku saat aku bangun tidur sudah ada dia di sampingku"

__ADS_1


"Aku bukan kaget lagi, aku yakin aku akan pingsan. Tapi aku tidak akan menyerah. Aku akan tetap membantumu untuk kabur dari sampingnya"


"Sudah Daisy sampai sini saja, kau jangan berurusan lagi dengan kakakmu. Aku tidak mau kau celaka atau siapapun celaka. Dia itu bukan orang seperti kita dia itu berbeda. Aku tidak mau kalian terluka karena hanya menolongku saja. Sudah sampai sini saja aku akan baik-baik saja disampingnya saat aku tidak melakukan kesalahan sedikitpun"


"Tapi Kat "


"Kau hanya perlu percaya saja padaku, aku yakin dia tak akan menyakitiku saat aku patuh padannya, tolong jangan berurusan lagi dengannya. Aku tahu dia kakakmu tapi dia begitu bahaya"


Daisy memelukku"Maafkan aku ya telah membuatmu harus seperti ini "


Tiba-tiba saja pintu terbuka, Daisy langsung melepaskan pelukannya ternyata itu kakaknya. Membawa Laptop dan berkas-berkas juga.


"Beristirahatlah Daisy, biar aku yang menjaga Kat "


Daisy tanpa banyak bicara langsung bangkit dan saat mereka berhadapan Abang berbicara.


"Bagaimana permainanmu gagalkan. Jangan sampai pernah bermain-main lagi denganku Daisy. Jika tidak pacarmu yang akan jadi sasarannya, aku tidak akan segan-segan untuk membunuhnya apalagi sampai kau berbicara pada Papi atau mami keluarganya yang akan hilang juga ingat itu"


Daisy tak menjawab dia langsung saja pergi meninggalkan kamar ini, bahkan Daisy sedikit membanting pintunya. Abang duduk disampingku dan langsung fokus pada pekerjaannya.


"Kenapa kau tidak membunuhku saja, kenapa kau masih membiarkan aku hidup, mungkin jika aku mati kau akan lebih tenang dan lega "


"Itu belum saatnya kau mati, nanti kalau saatnya tiba aku akan melakukannya. Jadi sekarang beristirahatlah dan jangan banyak bertanya. Sekarang suasana hatiku sedang senang jadi jangan membuatnya kacau dengan perkataanmu yang tidak penting itu"


Aku diam, aku membaringkan tubuhku. Bahkan aku membelakanginya. Aku mendengar dering ponselnya dan tanpa banyak bicara dia langsung mengangkatnya.


"Kenapa Carolet "


Ternyata dari perempuan itu, aku makin menajamkan pendengaranku, aku tak bisa mendengar percakapan mereka hanya bisa mendengar Abang saja yang berbicara.


"Hahaha kau pasti merindukan ku "

__ADS_1


"Iya aku sebentar lagi akan pulang kesana dan mengajar lagi "


"Kau ingin titip apa, biar aku bawakan "


"Benarkah kau ingin itu. Baiklah aku akan membelikannya untukmu "


"Iya aku akan belikan untukku "


"Ya sudahlah segeralah istirahat, kau juga besok akan mengajar lagi kan good night"


Abang mematikan sambungannya mereka seperti pacaran saja. Menyebalkan sekali tapi tunggu kenapa aku ga suka seharusnya aku senang dong Abang bisa mencintai perempuan lain dan bisa melepaskan aku.


"Segeralah tidur jangan menguping "


"Aku tidak menguping, kau saja yang mengangkat telepon di dekatku jangan salahkan aku jika aku mendengarnya"


Aku bangkit dari tempat tidur, meskipun kepalaku pusing tapi aku ingin pergi ke kamar mandi.


"Mau ke mana kau "


"Mau ke kamar mandi. Apakah aku harus izin agar kau tidak menghukum ku lagi seperti ini. Aku hanya ingin buang air kecil saja apakah tidak boleh"


"Cepatlah lakukan"


Tanpa memberikan jawaban aku segera masuk ke dalam kamar mandi. Aku menatap kaca besar yang memantulkan diriku yang begitu pucat.


Aku sangat berantakan dengan perban di jidat, belum lagi di tubuhku banyak perban. Kenapa hidupku malah makin hancur setelah aku keluar dari rumah Ayah.


Aku kira saat keluar dari rumah itu aku akan terhindar dari ibu, akan bahagia karena tak ada yang menyiksaku, tapi nyatanya aku malah masuk kandang serigala. Aku sudah keluar dari kandang buaya masuk kandang serigala salah besar kan.


"Kenapa lama sekali di kamar mandi. Apa yang kau lakukan"

__ADS_1


Baru juga aku masuk sudah ditanyakan "Ya sebentar lagi aku akan keluar"


Aku yang tidak mau pintu kamar mandi sampai di rusak akhirnya keluar dan Abang sudah ada di hadapanku. Dia menuntun ku ke arah tempat tidur dan kembali membaringkan ku tanpa rasa bersalah sedikitpun. Dia memelukku dari belakang karena aku memunggunginya.


__ADS_2