Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 98 Mencoba Berbohong


__ADS_3

Lucas mencekik leher perempuan itu di depan teman-temannya. Mereka bertiga hanya bisa berteriak namun salah satu dari mereka menyuruh mereka semua untuk kabur dan meninggalkan temannya ini, yang sedang dirinya cekik.


Tidak butuh waktu lama hanya butuh beberapa menit perempuan itu sudah mati di tangan Lucas. Hanya dicekik saja dia sudah mati. Bagaimana kalau dirinya memperlakukan perempuan itu seperti perempuan yang tadi mungkin akan mati terlebih dahulu.


Lucas melepaskannya begitu saja. Lucas langsung mengejar ketiga orang itu yang sudah kabur dari hadapannya. Jangan harap mereka akan selamat. Mereka semua akan mati dan tak akan selamat sampai kapan pun.


Lucas berjalan dengan cepat mengejar mereka semua. Bahkan Lucas dengan cepat bisa menemukan salah satu dari mereka. Tanpa banyak bicara Lucas menusuknya dari belakang.


Cleb cleb cleb "Akhhh "


Lucas membalik badan laki-laki itu dan meninju wajahnya. Lucas yang belum juga puas terus menghajar laki-laki itu. Saat melihat ada batu Lucas pukulkan kewajah laki-laki itu beberapa kali sampai tak berbentuk lagi.


Darah sudah ada dimana-mana bahkan wajah Lucas juga sudah penuh darah dan tak karuan sekali. Lucas bangkit dan mencari dua lagi. Hanya tinggal dua lagi, maka misi ini akan berhasil dan selesai.

__ADS_1


...----------------...


"Mas dimana Lucas kenapa di tidak ikut kerumah sakit"


Liam yang ditanya seperti itu diam sesaat mencari jawaban yang pas agar istrinya ini percaya. Karena sulit sekali istrinya ini percaya.


"Emm Lucas banyak pekerjaan jadi dia ada dirumah. Tugasku juga sama Lucas yang mengerjakan jadi dia sedang sibuk dirumah "


Liam memeluk istrinya dengan erat, mencium pipinya beberapa kali "Untuk apa aku berbohong. Aku berkata jujur sayang Lucas ada dirumah sedang mengerjakan tugas-tugasnya yang begitu menumpuk. Aku tidak mungkin meninggalkan mu dirumah sakit sendirian. Makannya aku memberi tugas yang berat untuk Lucas"


Zeline masih diam, dia menatap mata suaminya dengan dalam lalu menundukan kepalanya. Suaminya seperti sedang menyembunyikan sesuatu. Sesuatu yang begitu penting.


"Baiklah aku percaya, tapi nanti kalau ada apa-apa dengan Lucas kamu yang tanggung jawab ya. Karena aku melihat kau sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Sesuatu yang besar "

__ADS_1


"Sayang mana mungkin aku berani menyembunyikan sesuatu darimu, aku tidak menyembunyikan sesuatu sayang, aku jujur padamu "


"Aku hidup dengan mu bukan 1 hari 2 hari saja, kita sudah hidup bersama-sama bertahun-tahun ingat itu. Kalau kau lupa aku bisa mengingatkannya "


Liam menundukan kepalanya, dasar ya anaknya ini awas saja pulang akan dirinya marahi. kenapa dia tidak berbicara dulu pada ibunya.


Dirinya kan yang jadi sasarannya. "Aku sungguh berkata jujur sayang, jika kau tak percaya kau telfon anakmu itu, ayo telfon dia "


"Baik aku telfon, kalau dia tak mengangkat berarti kau benar-benar berbohong padaku mas "


Zeline mengeluarkan ponselnya dan Liam mencoba untuk mengontrol wajahnya agar tidak ketahuan. Sesekali Liam bersiul dan tersenyum pada istrinya yang menatap dirinya dengan sangat sinis sekali.


Masih belum diangkat, ya ampun Lucas angkat dulu akhiri dulu permainanmu itu. Apakah kau kalah dalam permainan itu. Tidak mungkin aku saja tidak pernah kalah masa anakku kalah.

__ADS_1


__ADS_2