Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 147 habis semuanya


__ADS_3

"Halo Tuan Liam. Maaf mengganggu malammu. Ada yang ingin aku bicarakan padamu, ini sangat penting sekali sampai-sampai tak bisa ditunda lagi, sebenarnya aku awalnya tak ingin bicara tetapi aku sudah sangat lelah sekali "


"Iya tanya ada, apa ada masalah apa yang ingin kamu bicarakan, ayo bicara saja jangan sungkan padaku, aku tak akan marah selagi itu bukan hal sensitif"


"Aku rasanya sudah tidak kuat Tuan untuk menjadi suaminya dari Adiba, dia terlalu pembangkang, dia tidak pernah patuh dengan apa yang saya katakan. Padahal saya memberikan uang padanya, memberikan uang bulanan bekal untuk kuliah tapi saya di rumah tidak disediakan apa-apa "


"Terserah kamu saja mau diapakan dia, aku juga tidak mau dia kembali lagi ke rumahku dan mengacau semuanya. Kamu tahu kan posisiku di sini seperti apa serba salah, kalau aku mengusir mereka harus berdua bersama ibunya di sini aku berhutang budi pada Tora, aku berjanji untuk menjaga istri dan anaknya. Sampai anaknya menikah aku lepas tangan jadi terserah kamu saja mau kamu siksa mau kamu bunuh itu urusan kamu, aku tidak ada urusan lagi "


"Yakin tuan, tuan tidak akan menuntutku nantinya dan mempermasalahkan kalau aku sampai membunuh perempuan ini, aku sudah sangat muak sekali dengannya. Aku sudah sangat marah sekali padanya. Aku sudah tak kuat tuan, aku benar-benar sudah tak kuat "


"Tentu saja aku tidak akan pernah mempermasalahkan tentang kamu yang membunuh perempuan itu, mau kamu apa kan dia aku tidak peduli yang terpenting dia tidak mengganggu keluargaku lagi, aku sudah muak dengan dia, dia sudah menghancurkan masa depan putriku maka terserah kamu saja mau di seperti apakah juga "


"Baik Tuan, kalau aku sudah mendapatkan restu darimu maka aku akan melakukan semauku, karena aku sudah lelah membuat dia untuk bisa patuh padaku saja susah, apalagi untuk menjadi istri yang baik untukku rasanya aku tidak bisa bertahan terlalu lama. Aku juga sudah terlalu geram sekali tuan"


"Ya semuanya ada di tanganmu, dia sekarang adalah istrimu maka semua tanggung jawab ada padamu ada yang ingin kamu bicarakan lagi. Selain ini mungkin masalah pekerjaan atau apa biar sekalian"


"Sudah tuan tidak, aku hanya ingin membicarakan itu saja "


Sambungan langsung diputuskan oleh Liam. Toni melihat ke arah rumahnya apakah perlu dirinya membakar rumahnya, tapi tidak ini adalah rumah peninggalan orang tuanya enak saja dibakar.


Akhirnya Toni malam ini pergi dari rumah untuk menenangkan diri dan memikirkan apa yang akan dirinya lakukan. Sudah dapat lampu hijaukan dari tuan Liam, kalau dia boleh melakukan apapun pada perempuan itu mau dibunuh mau di apakan pun itu tidak masalah. Dirinya bebas sekarang melakukan hal keji apapun pada perempuan itu.


Rasanya hatinya senang sekali, akan segera terbebas dan hidupnya akan nyaman lagi seperti semula. Lebih baik hidup sendiri lebih bahagia dan juga lebih leluasa tidak ada beban dihidupkan ini.


Kalau hidup dengan perempuan ini sungguh banyak beban sekali yang dirinya pikul, dari beban materi, semuanya pokoknya banyak sekali. Kalau sendiri kan tinggal memikirkan dirinya saja sudah beres tak ada lagi.


...----------------...


Lucas yang sedang tertidur nyenyak terbangun, karena suara ponselnya terus saja berdering, Lucas melihat istrinya yang masih tertidur dan memeluknya erat. Dengan sangat perlahan sekali Lucas melepaskan pelukan dari sang istri, lalu membawa ponselnya keluar. Untuk segera memarahi orang yang terus menelfonya ini.


"Ada apa Nabil, kamu mengganggu aku saja aku ini sedang tidur. Jangan membuat hariku jadi buruk Nabil"


"Bisa tidak Bang datang kemari, ini nih si Dimas terus aja ngamuk berisik di sini tuh, anak buah di sini tuh nggak pernah bisa istirahat terus teriak-teriak-teriak udah diperlakukan seperti apapun dia terus teriak, habisin aja bang udah nggak usah disisa-sisain nanti juga akan mati kan, cape aku juga ngurus dia kaya anak kecil makan harus disuapi, aku tak mau ya bang cepat ah habisi dia, aku sudah muak dengannya. Aku sudah tak mau melihat wajahnya. Bisa-bisa ini wajah aku garuk "


"Ya udah sekarang ke sana. Emangnya kenapa sih dia terus teriak ada apa emangnya, ada masalah atau bagaimana sih, dia kan biasanya tidak pernah berteriak-teriak seperti itu ada apa coba katakan padaku "


"Jadi dia ga terima kalau ibunya meninggal di sini, para anak buah Abang ngambil mayat ibunya karena udah bau busuk. Udah nggak berbentuk lagi pokoknya udah banyak belatung makanya mereka mau buang tapi nggak boleh, terus dipaksa dan akhirnya berhasil tapi ya ini dia terus teriak-teriak dari tadi kita sampai pusing dengernya telinga kita aja sakit dengarnya, ayolah kemari habisi dia. Kami tidak bisa bertindak tanpa kamu Abang, hanya kamu yang berhak melakukan ini semua. Kamu sudah kesal ah "


"Ya udah, sekarang meluncur kesana. Udah ah berisik tahu "


Lucas mematikan sambungannya dan kembali masuk ke dalam kamar, dia melihat istrinya masih tertidur Lucas mendekatinya dan mengusap istrinya sebentar, lalu mencium keningnya "Aku pergi dulu sebentar sayang, aku tak akan lama harus ada yang aku bereskan sayang "


Lucas mengambil jaket dan beberapa pakaian ganti untuk nanti pulang. Agar tidak bau amis sepertinya memang harus segera dihabiskan. Sebentar lagi dirinya akan punya anak dan untuk membunuh orang mungkin akan sedikit dikurangi, agar tidak membuat Kat curiga juga kan. Kat tidak boleh tahu kalau dirinya masih aktif sekali membunuh dia hanya perlu tahu kalau dirinya ini seorang pembunuh saja.


Lucas memanggil dua bodyguard "Jaga di depan pintu kamarku. Jangan sampai ada yang masuk selain aku. Kalau sampai istriku bertanya ke mana aku, aku ke kantor ingat itu jangan salah bicara, awas saja kalau salah akan habis nyawa kalian"


"Baik Tuan laksanakan"


"Jangan pernah beranjak dari sini ingat, awas ada CCTV disini yang mengawasi kalian juga "


"Iya tuan"


Setelah memberi pesan, Lucas akhirnya pergi juga, untuk mengeksekusi satu lagi orang yang perlu dirinya habisi, tadinya mau disimpan beberapa tahun sampai mungkin 4 tahun atau 6 tahun tapi sudah mengganggu juga. Ya sudah mungkin memang sudah saatnya dia mati saja sekarang, agar dia bisa berkumpul dengan keluarga besarnya itu.


Ibu, ayah kakaknya sudah tak ada kan, tinggal dia saja kita habisi semua keluarnya. Hanya Kat saja yang tersisa yang lainnya masa bodoh, dirinya tak peduli yang terpenting hidup istrinya tak akan pernah terusik lagi oleh para parasit ini.


...----------------...


"Kalian semua jahat, karena telah membunuh ibuku, kalian semua jahat kalian harus membalas semuanya, nyawa dibayar nyawa aku tidak mau tahu ibu harus selamat. Ibu harus selamat mana kembalikan Ibuku, kembalikan dia, kembalikan dia aku tidak bisa tanpanya tolong kembalikan dia. Aku ingin dia, aku ingin istrinya. Aku ingin istriku "


Nabil menutup kedua telinganya, dia tidak mau mendengar teriakan ini, sungguh lelah rasanya mendengar teriakan yang cerewet ini. Meskipun suaranya sudah serak tapi dia terus saja berteriak apa dia tidak lelah.

__ADS_1


"Aku ingin ibuku, aku tidak peduli mau bagaimanapun keadaannya aku ingin bertemu dengan ibuku sekarang juga, sekarang juga sekarang juga aku ingin bertemu Ibuku Ibuku Ibuku Ibuku Ibuku"teriaknya dengan histeris sekali.


"Aduh ya ampun berisik sekali sih, kamu tidak bisa diam ya Ibu mu sudah tidak ada jangan berisik. Aku lelah mendengar suaramu itu yang cempreng sudah diam diam-diam, aku tidak mau lagi mendengar suaramu itu. Aku akan trauma kalau terus mendengar suara mu itu, suaramu itu sangat jelek sekali. Aku tidak suka tolong jangan buat telingaku copot tolong ah "


Tapi lagi-lagi Dimas berteriak. Tapi saat melihat Lucas datang dia langsung diam, dia tidak mengeluarkan suara lagi dia langsung menundukan kepalanya. Lucas mendekati tempat Dimas di penjara itu, menatap wajahnya.


Dimas sudah kurus sekali, bahkan lekuk wajahnya sudah terlihat tulang, Dimas seperti tulang saja, kasian dia tapi Lucas benci sekali. Kalau saja dia tak mengusik Kat mungkin tak akan seperti ini.


"Kenapa diam bukannya tadi kamu terus berteriak. Ayo berteriak lagi aku ingin dengar suaramu sampai kapan kamu akan terus berteriak. Ayo berteriak lagi, berteriak berteriak lah ayo " teriak Lucas yang kesal.


"Aku ingin ibuku kembalikan Ibuku, dalam keadaan apapun kembalikan ibuku, tolong kembalikan ibuku aku tak bisa tanpa ibu, aku ingin ibu, aku ingin ibu. Aku ingin ibu kembali. Bawa ibuku kembali kesini"


"Berikan ibunya di mana dia, sudah kalian buang ibunya belum "


"Sudah jadi bangkai, kami tidak mungkin membawanya kemari kami saja sudah tidak bisa membawanya, karena sudah kacau, kacau sekali sudah penuh belatung juga "


"Keluarkan dia, mari kita kirimkan dia kepada ibunya cepat "


"Tidak, aku tidak mau dikeluarkan kemarin kan Ibuku, kembalikan ibuku. Aku tidak mau dikeluarkan aku tidak mau kemana-mana, kembalikan ibuku aku hanya minta ibuku saja tolong kembalikan Ibuku, apa sulitnya kalian membawa ibuku. Tolong berikan ibuku padaku, tolong Ibuku Ibuku aku hanya butuh ibuku. Hanya ingin ibuku. Aku begitu butuh dengan ibuku "


"Kamu terlalu berisik, ambilkan aku cambuk sekarang, kita lihat apakah dia akan terus berteriak "


Setelah mendapatkannya. Lucas langsung menggunakannya dan mencambuk kedua kaki dari Dimas, tidak berhenti bahkan tidak satu kali terus saja dia mencambuk kaki itu, sampai Dimas lemas dan tidak bisa berdiri lagi, Lucas senang sekali.


"Masih ingin bertahan atau ingin mati. Itu pilihannya mati atau bertahan, hanya itu pilihannya tak ada yang lain lagi "


"Aku lebih baik mati saja daripada harus bertahan seperti ini, aku lebih baik mati aku mati saja. Lebih baik aku mati daripada harus bertahan melihat wajahmu dasar kamu pembohong, lihat saja nanti akan ada yang datang pada Kat dan membunuhnya, dia akan mati dia tidak akan pernah hidup, dia juga akan ikut kami "


Lucas kembali mencambuk Dimas, sekarang mengenai wajahnya sampai wajah itu terluka dan terlihat bekas cambukan di wajahnya itu. Dimas sampai berteriak histeris.


"Bawa dia ke jalan raya lemparkan saat ada mobil tronton, habisi dia cepat sekarang aku tidak punya banyak waktu lagi"


"Baik tuan, baik "


"Baik tuan, kami laksanakan semuanya. Kami akan membunuhnya dengan melemparkannya "


Ada 4 orang yang membawa Dimas, karena Dimas di sana masih saja berteriak saat anak buah Lucas mengangkatnya, langsung saja menyumpal mulutnya itu karena sangat berisik dari tadi, mereka benar-benar membawanya ke jalan raya untuk menunggu mobil tronton.


"Abang ga salah bunuh dia di jalan kalau misalnya nanti dia ditemuin sama polisi dan tahu kita yang menyiksa gimana, bisa gawat bang, bisa jadi masalah kita akan masuk kantor polisi "


"Buat apa ada kamu, ya sudah kamu saja nanti yang mengurus semuanya "


"Bang jangan kayak gitu lagi, yang lain lah cekik dia, atau tenggelamkan atau seperti biasanya jangan mencoba hal seperti itu ah "


"Sudah lama aku tidak melihat orang tertabrak dan terlindas, jadi aku ingin melihatnya biarkan saja, nanti biar mereka bereskan mayatnya itu jangan sampai masuk forensik, ingat kamu yang mengurus semuanya"


"Ya sudahlah terserah Abang saja "


Akhirnya Nabil menyerah saja, dia juga sudah pusing, memikirkan tentang semua ini terserah. Abangnya saja yang punya dendam yang terpenting dirinya sudah mengerjakan semua tugasnya dengan baik. Sangat baik sekali bahkan dari pekerjaan kantor, dari pekerjaan bunuh-bunuhan bahkan dirinya ikut.


Meskipun ya dirinya tidak langsung turun untuk membunuh orang-orang itu, Abangnya tidak membolehkan dirinya menyentuh orang itu. Ya maksudnya membunuh orang itu.


Karena Abangnya bilang tidak mau sampai Nabil terjerumus, karena dari kecil dia sudah menyelamatkan mental Nabil untuk tidak menjadi seorang psikopat.


Memang dirinya ingat bagaimana dulu dirinya diculik, tapi dirinya tidak diperlihatkan apa dan diberi tontonan apa, karena matanya ditutup oleh Abangnya dengan sangat erat oleh tangan mungil itu, sampai-sampai dirinya hanya bisa mendengar teriakan, suara gergaji mesin dan juga pukulan saja tidak tahu apa yang dilakukannya dengan alat-alat itu.


Mungkin ini yang membuat kakaknya ini trauma atau menjadi seorang psikopat karena itu mungkin, memang sangat sulit sekali sih.


Dimas benar langsung dilemparkan begitu saja saat ada tronton yang lewat, kebetulan sekali tronton itu sedang berjalan dengan sangat kencang-kencangnya jadi tubuh Dimas langsung terlindas begitu saja.


Anak buah Lucas juga sudah melakukan video foto semuanya, tadi yang naik mobil tronton itu langsung kabur dia tidak mau tanggung jawab, karena memang Dimas langsung terlempar begitu saja bukanlah tertabrak olehnya dari depan.

__ADS_1


Anak buah Lucas langsung membereskan TKP, seperti yang tadi diarahkan oleh Nabil, tidak boleh ada sidik jari atau jejak sedikitpun harus beres harus seperti semula lagi dan CCTV yang ada di jalan itu harus terhapus semuanya, jangan sampai tersebar dan jangan sampai ada yang tahu.


Bisa gawat kalau ketahuan, sungguh ini akan menjadi kasus yang besar karena semua keluarganya dibunuh, apalagi hanya tinggal Kat yang tersisa, diusutnya akan sangat besar-besaran sekali.


...----------------...


Kat yang terbangun dari tidurnya langsung duduk, karena kaget suaminya tidak ada di sampingnya. Kemana coba suaminya ini. Biasanya ada disini "Lucas kamu di mana, Lucas jangan tinggalkan aku, Lucas kamu dimana aku ga mau ditinggalkan kamu, Lucas dimana Lucas " Kat memangil manggil anaknya tapi tak ada, dia tak ada disini.


Kat keluar dari dalam kamar, tapi malah ada dua orang yang sedang berjaga "Lucas mana ya, dimana Lucas nya "


"Tuan sedang ada kerjaan di kantor Nyonya, kata tuan kami suruh menjaga di sini. Tuan juga tadi memberikan pesan Nyonya jangan keluar dan jangan kemana-mana. Tuan tidak akan lama nanti juga akan pulang ada sesuatu berkas yang harus dia kerjakan dan sangat penting sekali nyonya, kata tuan akan kembali lagi dan tak akan menginap "


"Baiklah terima kasih atas informasinya "


"Sama-sama nyonya"


Kat segera masuk ke dalam kamar lagi, dia membaringkan tubuhnya dan memainkan ponselnya tentu saja untuk menelpon suaminya. Tetap saja sudah diberitahu tapi khawatir,takut kalau dia kemana.


"Kamu di mana aku khawatir, dimana sih cepat pulang sekarang "


"Aku di jalan sayang, sebentar lagi juga aku sampai rumah kok, tadi aku ke kantor dulu emang ini bener-bener kerjaan lagi banyak banget. Maaf ya sayang aku ga bilang tadi kasian sama kamu lagi tidur"


"Ya udah kamu hati-hati ya, di jalannya cepat pulang aku nggak bisa kalau tidur sendirian, ayo cepat pulang"


"Iya sayang ini sebentar lagi, nanti aku peluk lagi ya tunggu aku, aku akan pulang "


"Iya dada sayang"


"Dadah ayang"


Lucas mematikan sambungannya dan menatap Nabil yang sedang menahan tawanya "Ayang ayang ayang ayangan aja ah, jangan ayang ayangan mulu ah "


"Sirik aja istri-istri aku, kalau aku kayak gini sama istri orang baru kamu marah. Ini tuh istri aku jadi nggak usah marah. Terserah aku dong mau ayang-ayangan mau beb mau apapun itu "


"Ya udah, ya udah sana pulang bukannya tadi bilang lagi di jalan padahal masih di sini. Masih sama kita kan masih senang-senang lihat video tabrakan adiknya istri bos"


Lucas langsung melempar botol ke arah Nabil sungguh anak ini ya, lama-kelamaan makin kurang ajar. Sangat kurang ajar malahan. Awas saja.


Lucas benar-benar pulang, dia tidak lama di sana hanya ingin menunggu laporan dari anak buahnya apa sudah bersih semua TKP dan tidak ada saksi mata, sudah dihapus pokoknya semuanya tidak ada jejak sedikitpun.


Lucas juga melihat kalau Dimas sudah tidak berbentuk lagi bahkan sangat menjijikan sekali, sudah banyak yang keluar dari tubuhnya itu dan sekarang sudah diberikan pada anjingnya yang sudah menunggu hidangan terakhir mereka. Sudah habis makanan mereka itu, sudah tidak punya lagi dirinya ini.


Selama di perjalanan Lucas seperti sedang diikuti, tapi dia tidak terlalu menghiraukannya sesekali Lucas melihat ke belakang, tapi tidak ada orang maksudnya mobil tapi rasanya hatinya mengatakan kalau ada yang mengikutinya dari tadi.


Semoga saja tidak akan terjadi apa-apa, jangan sampai terjadi sesuatu pada istrinya, karena yang terpenting adalah nyawa istri dan anaknya kalau untuk dirinya tidak masalah, mau mati sekarang pun tidak ada masalah yang terpenting anak istrinya bisa selamat.


"Jangan datang sekarang musuh, karena istriku sedang hamil nanti saja saat kita bertemu berdua baru kamu tampakan wajahmu itu, agar aku bisa menghabisi mu"


Lucas lebih mempercepat jalannya. Siapa tahu memang dirinya diikuti kan dia bahkan berbelok dengan cepat ke arah komplek rumahnya dan masuk ke dalam rumah, untungnya gerbang rumahnya itu tertutup tidak terlihat kalau sudah masuk ke dalam.


"Bawa mobilku yang baru di rumah papi"


"Yang mana Tuan"


"Yang baru saja aku beli, dan jual mobil ini, jangan sampai ada yang tahu kalau aku menjual mobil "


"Baik tuan"


Lucas langsung masuk ke dalam rumah dan naik kelantai dua, masih ada orang yang berjaga. Lucas sudah menyuruhnya untuk turun ke bawah dan menjaga lagi saat pintu dibuka ternyata istrinya sudah tertidur sambil memegang sebuah buku.


Lucas mengambil buku itu dengan sangat perlahan dan menyimpannya di atas nakas, setelah mengganti pakaiannya, Lucas kembali tidur di samping sang istri.

__ADS_1


Lucas memeluknya, menatap wajah istrinya ini, kenapa istrinya ini makin cantik saja. Makin kemari makin cantik saja sungguh dirinya beruntung sekali.


__ADS_2