Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 189 Berjanji


__ADS_3

Lucas pulang sangat larut sekali karena menunggu kabar dari Bibi Merry, dan juga pekerjaannya yang menumpuk karena memikirkan ini dan itu banyak sekali pekerjaannya sampai-sampai kepalanya rasanya ingin pecah sekali.


Lucas tak mau membahas tentang Tamara dirumah. Takut istrinya mendengar itu dan akan menjadi pertengkaran diantara mereka. Jadi lebih baik Lucas diam dikantor lebih lama saja.


Saat Lucas masuk ke dalam kamar ternyata istrinya sudah tertidur dengan sangat lelap sekali. Lucas duduk di pinggir tempat tidur dan mengelus rambut sang istri.


Ternyata istrinya sudah tertidur, baguslah kalau sampai istrinya sampai menunggu dirinya pulang, Lucas akan sangat merasa bersalah sekali.


"Maafkan aku pulang terlambat seperti ini jam 12.00 malam baru pulang. Maafkan aku sayang aku janji tak akan pulang larut lagi, aku akan banyak waktu dengan kamu tapi nanti sayang banyak yang harus aku kerjakan diluara sana. Ini demi kebahagian kita kelak"


Setelah mencium kening istrinya Lucas pergi ke kamar mandi, untuk segera membersihkan tubuhnya yang lengket. Badannya sudah tak enak sekali.


Meskipun bekerja di dalam ruangan, tapi tetap saja Lucas tak biasa untuk tidak mandi saat mau tidur. Tak akan nyenyak tidurnya ini, yang ada akan terus bangun dan nanti dikantor akan sangat mengantuk sekali.


Kat membuka kedua bola matanya, ternyata Kat belum tidur dia masih bangun, hanya pura-pura tertidur saja saat suaminya pulang. Kat duduk dan menyandarkan tubuhnya.


Mana ada istri yang bisa tenang saat suaminya belum pulang, apalagi sampai selarut ini. Tak pernah suaminya pulang selarut ini, paling malam jam 10 malam tapi ini sudah lebih.


"Kenapa bisa pulang malam sampai-sampai kamu lupa sama aku, buat ngabarin aku aja kamu nggak bisa. Aku telepon aja nggak angkat ternyata kamu baik-baik aja. Dari tadi aku nunggu kamu syukurlah kalau kamu nggak kenapa-napa. Aku tenang sekali"


Kat melihat ke arah kamar mandi, lalu dia pura-pura tertidur lagi. Dia tidak mau kalau suaminya melihat dirinya yang masih bangun. Kat tidak mau bertanya banyak pada suaminya, ingin suaminya sendiri yang mengatakannya sendiri tanpa harus dirinya yang berbicara langsung.


Benar saja tidak lama dari itu suaminya keluar dari kamar mandi. Lucas menatap sekilas istrinya lalu memakai pakaian tidurnya. Lalu membaringkan tubuhnya di samping sang istri memeluknya dengan erat dan mencium keningnya beberapa kali.


Lucas begitu menyayangi istrinya ini, bahkan tak ada niatan Lucas untuk menyakiti istrinya atau pun mengkhianati istrinya.


Lucas akan selalu berada disamping istrinya sampai maut memisahkannya. Mau bagaimana pun keadaanya Lucas akan selalu menyayangi istirnya dan ada untuknya.


...----------------...


Sedangkan Bibi Merry dan juga Tamara sudah sampai di rumah yang bibi Merry janji kan. Tamara mengerutkan keningnya melihat rumah sederhana ini "Kamu yakin Bi membawaku ke tempat seperti ini. Rumah ini begitu sederhana aku tidak mau masuk rumah ini, aku ingin rumah yang lain saja ya setidaknya sama sebesarnya seperti rumahku, aku tidak mau disini "


"Kenapa rumahnya bagus hanya kecil saja, kamu belum lihat dalamnya kan ini juga demi keselamatan kamu kan. Kamu harus bersembunyi di sini kalau kamu tidak di sini mau di mana, emangnya kamu mau di hotel kalau di hotel itu sama saja dengan bohong kamu akan cepat ditemukan oleh polisi. Kalau kamu benar-benar ingin menjauhi polisi ya sudah di sini saja kalau kamu mau pulang lagi ya ayo aku antarkan, Bibi tidak masalah bibi tak akan protes dan lelah ayo"


Tamara langsung menggelengkan kepalanya "Baiklah ayo masuk sekarang. Aku ingin istirahat kasihan anakku di bawa jalan-jalan terus seperti ini, kakiku juga sudah sangat lelah aku ingin segera istirahat dan membaringkan tubuhku ini "


Bibi Merry membuka kunci rumah dan mempersilahkan Tamara untuk masuk terlebih dahulu. Tamara melihat rumahnya bagus. Kenapa di luarnya begitu sudahan tapi di dalamnya cukup mewah. Tamara suka dengan rumah ini apalagi rumah ini sangat bersih sekali, seperti memang sudah disiapkan untuknya.

__ADS_1


Tamara masuk ke dalam satu kamar yang paling ujung, paling belakang itu kamar yang paling besar. Tamara langsung membaringkan tubuhnya bibi Merry membawa barang-barang Tamara dan menyimpannya di kamar itu.


Tak langsung menatanya karena sudah malam juga, satu lagi Tamara juga tak akan lama disini kan. Lucas akan segera bertindak untuk melenyapkan Tamara.


"Jangan pernah melihat tempat itu dari tampilan awalnya dulu. Sudah tahu dalamnya kamu juga suka kan Tamara, ini tak buruk malahan ini lebih nyaman tak banyak lorong dan kamar kosong. Kamu bisa istirahat disini sepuasnya "


"Iya iya Bibi aku tahu, ya sudah terima kasih karena kamu telah membawaku kemari ternyata pilihanmu tidak buruk juga, tapi di sini tidak akan ada hantu Lea kan. Aku takut dia juga ikut kemari aku tidak mau seperti saat dirumah tadi ketakutan "


"Hantu Lea? Memangnya dia gentayangan ya atau hanya menakut-nakutimu saja ? " tanya bibi Merry dengan wajah tak berdosanya. Padahal kan itu kelakuannya.


"Entahlah aku tidak tahu, ya sudah Bibi istirahat saja aku pun ingin istirahat besok pagi aku ingin makanan bubur, pokoknya aku ingin bubur Bibi, tidak mau tahu bubur ayam yang enak jangan tidak enak. Kalau tidak enak aku tidak akan memakannya "Tamara malah mengalihkan pembicaraannya pada hal lain, jangan sampai Tamara keceplosan kan.


"Iya nanti pagi akan aku siapkan semua itu, tenang saja kamu selalu suka kan dengan makanan yang aku buat"


Bibi Merry segera keluar dari kamar Tamara, bibi Merry memilih kamar yang paling jauh dengan Tamara, karena misinya akan segera dilaksanakan sekarang lebih cepat lebih baik kan daripada harus menunggu nanti.


Akan lama lagi kalau bibi Merry berleha-leha akan butuh waktu beberapa hari lagi. Bisa-bisa nanti mayat Lea sudah busuk kasian dia, seharusnya sudah di makam kan. Apalagi bibi Merry melihat bagaimana kedua orang tua Lea sangat kehilangan dan sedih.


Bibi Merry mengeluarkan ponselnya dan menghubungi nomor polisi, dia akan memberitahu di mana mayat Lea sekarang dia akan memberitahu semuanya.


Agar semuanya beres dan ini adalah perintah dari Lucas. Bibi Merry juga ingin cepat-cepat selesai pekerjaan ini, karena sangat melelahkan sekali pekerjaannya ini sangat menguras energi dan juga pikirannya.


"Halo aku ingin memberitahu sesuatu hal yang sangat penting, tapi tolong jangan lacak nomorku. Aku hanya ingin memberitahu saja ini padamu, aku tahu di mana keberadaan mayat dari Lea, Lea ada di rumah Tamara sahabatnya teman dekatnya. Kalian tahu kan di mana rumahnya Tamara, jadi segeralah geledah rumah itu dan ada ruangan tersembunyi di sana dan di situlah mayatnya disimpan. Dengan mayat-mayat yang lainnya semuanya akan terbongkar kamu bisa tahu semuanya"


"Hanya itu yang ingin aku katakan, aku tidak berbohong apa yang aku katakan benar-benar apa adanya tak ada yang aku tutupi sama sekali. Jangan sampai menyangkut pautkan aku nanti. Terimakasih"


Bibi Merry langsung mematikan sambungannya, dia tidak mau berlama-lama berbicara dengan Polisi takut-takut benar-benar nomornya dilacak. Bibi Merry langsung melepaskan nomor ponselnya dan membuangnya sembarangan, juga menonaktifkan nomor teleponnya.


Sekarang tinggal melakukan misinya yang terakhir setelah ini beres. Bibi Merry juga akan meninggalkan Tamara tidak akan berurusan lagi dengan Tamara, setelah ini Tamara akan diserahkan pada Lucas, dan Lucas sendiri yang akan mengurus semuanya mengurus Tamara juga.


"Maafkan aku Tamara bila aku telah melakukan ini padamu dan meninggalkan kamu. Aku hanya ingin misi ini cepat selesai karena kalau pun aku tetap tinggal bersamamu kamu akan menghabisi nyawaku, dari awal aku tidak pernah percaya denganmu. Tadinya aku ingin menolongmu dari Lucas, tapi ternyata kamu malah ingin menghabisi nyawaku jadi aku tidak jadi untuk melindungimu. Maafkan aku atas kesalahanku yang ini kesalahan yang sangat besar"


"Aku dulu pernah menyayangimu, sangat menyayangimu seperti aku menyayangi anakku sendiri, tapi setelah melihat kelakuanmu yang seperti ini rasa sayangku makin memudar dan rasa simpatiku juga mulai memudar padamu Tamara "


"Aku rasa kamu tidak patut untuk aku sayangi, tidak patut untuk aku lindungi dari siapapun. Kelakuanmu ini sudah terlalu jahat sudah terlalu semena-mena, mungkin kelakuanku juga sama jahat sekali dengan mengorbankan nyawamu dan juga anakmu tapi semoga saja Lucas tidak menghabisi anakmu juga dan menyelamatkannya, aku akan selalu berdoa untuk itu"


"Aku berharap kamu bisa meninggal dengan tenang Tamara, aku berharap apa yang aku lakukan ini tak akan menganggu hidupku kedepannya. Semoga saja semuanya baik-baik saja tak ada hambatan sedikit pun"

__ADS_1


"Aku bahagia pernah mengurusmu Tamara dan juga pernah mengurus Lucas saat kecil, aku bahagia pernah ada di hidup kalian berdua. Tapi saat besar seperti ini aku malah mendukung salah satu di antara kalian berdua, maafkan aku karena masalah ini Tamara"


Bibi Merry mengusap air matanya, perjalanannya akan segera berakhir permainannya juga akan segera berakhir. Semuanya akan kembali seperti semula dan Bibi Merry juga akan melanjutkan hidupnya, hidup masa tuanya kembali di rumah sederhananya yang nyaman dan juga hangat.


Tidak akan pusing dengan kelakuan Tamara yang seperti ini dan perintah-perintah Lucas juga. Hidupnya akan bebas dan kembali seperti semula.


...----------------...


Lucas terbangun, tapi tidak menemukan istrinya, tapi pakaian kantornya sudah disiapkan. Lucas segera bergegas masuk ke kamar mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kantor. Setelah semuanya siap Lucas turun ke bawah ternyata istrinya sedang menyuapi anaknya Daniel.


Lucas sangat senang melihat pemandangan ini. Sangat menyejukkan hati, Lucas ingin selalu melihat ini. Bagaimana istirnya dengan cekatan dan sabar menyuapi anaknya Daniel yang sedang aktif-aktifnya.


"Selamat pagi sayang"


"Pagi Lucas "ucapkan tanpa melihat ke arah suaminya, dia masih fokus menyuapi Daniel. Kat juga masih kesal dengan suaminya ini.


Lucas memeluk istrinya dari belakang dan mencium pipinya "Maafkan aku pulang terlambat. Aku janji malam ini aku tidak akan pulang terlambat mau makan malam"tawar Lucas.


Kat dengan semangat langsung membalikkan badannya dan menatap suaminya Lucas. Lucas senang melihat keceriaan istrinya kembali lagi "Boleh tapi aku yang masak, kita makan malam di rumah saja. Biar kita juga menemani Daniel, bagaimana tapi kamu harus pulang siang jangan malam-malam lagi. Awas saja nanti kamu ingkar janji "


"Iya sayang aku janji akan pulang siang jam 08.00 malam aku akan pulang, kamu sediakan saja semuanya ya. Aku akan pulang aku janji tidak akan terlambat pulang lagi. Ak dan kamu akan makan malam bersama malam ini"


"Janji ya, aku tidak mau kamu mengingkari janji kamu" Kat memegang jas suaminya dan mencium.


"Tentu aku janji padamu sayang, aku tidak akan pulang larut malam lagi, aku akan pulang siang dan juga selalu ada untuk kamu"


"Baiklah, aku sudah menyediakan sarapan untuk kamu. Ayo ke meja makan sekarang"


Lucas memangku Daniel yang duduk di bawah dan membawanya kemeja makan, memang seperti ini Daniel selalu ingin makan ditemani oleh mainan-mainan yang banyak.


Bahkan disuapin pun harus sambil bermain robot-robotan, mobil-mobilan pokoknya semua mainannya pasti akan Daniel turunkan dan dimainkan seperti itu, tapi itu tak masalah untuk Lucas ataupun Kat.


Kat melayani suaminya dengan rasa yang begitu bahagia, akhirnya suaminya punya waktu juga kan untuknya. Baiklah sekarang berpikir positif saja kalau suaminya sedang banyak pekerjaan.


Makanya pulang larut malam terus tidak usah berpikir ke yang lain-lain. Kat tidak mau punya pikiran ke sana atau sampai menuduh suaminya berselingkuh, tidak dia tidak mau seperti itu.


Kasian suaminya cape-cape cari uang tapi fikirannya malah seperti itu kan. Kalau belum melihat langsung suaminya dengan perempuan dan bermesraan dirinya tak akan percaya. Kalau sudah melihat itu maka dirinya akan pergi meninggalkan suaminya.

__ADS_1


Setelah mengambil kopi dan juga sarapan untuk suaminya, Kat juga ikut sarapan di sana sedangkan Daniel dia malah berjalan kembali ke arah mainannya. Memang masih agak susah untuk berjalan suka jatuh, tapi Daniel selalu berusaha untuk bisa berjalan. Memang sekarang Daniel sedang belajar berjalan.


Anaknya ini sangat cepat sekali tumbuh, bahkan Kat saja masih tak menyangka anaknya akan tubuh cepat seperti ini sangat menakjubkan sekali.


__ADS_2