Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 136 Membereskan senjata


__ADS_3

"Ada apa Nabil aku sedang dikantor dan ada istriku. Bukannya kamu akan berkencan dengan adikku "


"Berkencan bagaimana, dia menjadi murung gara-gara tahu tentang Adiba yang dilecehkan oleh bodyguard itu. Dia sudah mengetahuinya sepertinya Adiba mengatakannya. Jadi dia mau langsung saja aku antarkan pulang. Sungguh sial kan aku ingin mengajaknya jalan-jalan malah dia sedang sedih"


"Ya sudah beritahu saja, ini juga demi membalaskan dendamnya aku cuman mau keadilan untuk adikku tak lebih. Aku ingin dia tak memikirkan itu semua. Kamu jelaskan saja padanya. Dia juga pasti akan mengerti"


"Apa kamu yaki. Bagaimana kalau dia marah padamu dan membencimu"


"Tidak masalah itu sudah resiko ku, yang terpenting aku sudah melakukan yang terbaik untuk adikku dan untuk semua keluargaku. Intinya aku sudah membalas semua para penjahat itu"


"Baiklah Abang, aku akan menemui Daisy "


Lucas langsung mematikan sambungannya saat istrinya keluar dari kamar mandi "Kenapa dimatikan "


"Tidak sayang, Nabil menanyakan tentang pekerjaan. Mari kita pulang saja ini sudah sore "


"Pekerjaan kamu sudah selesai ? "


"Sudah sayang, pekerjaannya sudah selesai tinggal kita pulang saja "


"Baiklah "


Kat membereskan barang-barangnya dan dibantu oleh sang suami. Setelah beres semuanya mereka keluar dari ruangan ini dan berjalan kearah lobi.


...----------------...


Nabil benar-benar menemui Daisy, mereka sekarang sedang ada ditaman rumah. Daisy yang masih binggung tak memulai pembicaraan menunggu Nabil yang berbicara padanya.


"Aku ingin menjawab pertanyaanmu tadi, yang belum sempat aku jawab"

__ADS_1


"Tentang yang aku harus tanya dulu pada abangku sendiri, jadi kamu yang mau menjawabnya"


"Hemm, aku akan menjawabnya sekarang. Tapi kamu jangan marah ya kalau sudah tahu semua ini "


"Tergantung "


"Apa yang kamu katakan tadi siang itu benar, tidak ada yang salah. Semuanya sangat benar jadi memang mungkin itu sedikit menyakitkan tapi itulah hal yang harus diterima oleh seorang Adiba yang sudah berani bersekongkol dengan seorang penjahat"


Daisy menutup mulutnya karena kaget, lalu mengelengkan kepalanya "Kenapa harus dibalas dengan cara yang seperti itu lagi. Kan ada cara lain bisa saja di penjara atau mungkin kasus pembunuhan mantan pacarku dan juga teman-temannya ini juga berhubungan dengan Abang ? "


"Kamu tahu kan Abang kamu itu belum sembuh sampai sekarang. Kamu sudah tahu semuanya maka Abang kamu akan membalas dengan caranya, bukan dengan cara melapor polisi seperti itu. Ini yang terbaik buat kamu mau bagaimanapun kamu harus menerimanya Daisy, tidak boleh egois dan menyalahkan abangmu"


Daisy menangis, bukan menangisi mereka yang telah meninggal itu. Tapi menangisi keadaan saudaranya yang sampai sekarang belum sembuh juga.


"Apakah Abang tidak akan pernah sembuh sampai kapanpun ?"


"Entahlah aku juga tidak tahu "


Nabil malah tersenyum "Kalau Kat tahu dia sudah berlari sejak dulu, dia tidak akan menikah dia tidak akan ada di sisi kita. Maka kamu harus diam dan menyimpan semua rahasia ini. Jangan sampai Kat tahu"


Daisy hanya diam, tidak mengiyakan sama sekali. Tatapannya malah tertuju pada kolam renang.


...----------------...


Kat terbangun ditengah malam, saat melihat kearah sampingnya kosong suaminya tak ada disini. Kemana dia. Kenapa tidak ada.


Kat bangun perlahan dan mencari suaminya itu, takut juga kalau tidur sendirian. Biasanya ditemani sekarang tidak ada.


Apakah Kat sudah nyaman bersama Lucas, entahlah hanya Kat saja yang tahu tentang masalah itu. Kat melihat adalah kamar yang terbuka pintunya sangat lebar sekali. Kat masuk ke sana siapa tahu suaminya ada di sana kan.

__ADS_1


Benar saja suaminya ada disana sedang membersihkan pisau "Kenapa kamu bangun sayang "tanya Lucas tanpa melihat kearah istrinya.


"Kamu tahu aku datang ke sini"


"Tentu saja aku tahu. Mana mungkin aku tidak tahu istriku mendatangiku ke sini. Kenapa kamu bangun Ada apa sayang apa kamu haus, lapar atau ingin sesuatu biar nanti aku belikan dan aku cari ya" Lucas membalikan badannya dan menatap istrinya.


Kat malah memperhatikan ruangan ini "Kenapa banyak pisau di sini. Kenapa tidak menyimpan pisaunya di dapur saja. Pisau kan digunakan untuk memotong sayuran, daging, buah-buahan dan yang lainnya. Lalu kenapa kamu memajangnya di sini dan ada kampak, ada celurit, ada samurai dan banyak lagi untuk apa kamu menyimpan semua ini"


Lucas mendekati istrinya dan berbisik "Jika nanti ada yang merebutmu, aku bisa langsung menghabisinya"


Kat otomatis mundur langsung merundingkan dirinya ini "Jangan lakukan itu "


"Maka tetap disampingku sayang"


"Tapi apakah tidak berbahaya kamu memiliki senjata api juga, bagaimana kalau polisi tahu. Kamu akan ditangkap oleh mereka karena sudah menyimpan senjata begitu banyak di rumah. Bagaimana kalau kamu mau dipenjara lalu bagaimana nanti aku menjelaskan pada anakmu, kalau kamu sampai di penjara"


Lucas meraih pinggang istrinya dan ******* bibir istrinya dengan lembut "Itu tidak akan pernah terjadi sayang semuanya mustahil. Aku tidak akan pernah ditangkap oleh Polisi, tenang saja kamu seperti tidak tahu saja siapa suamimu ini"


Kat hanya diam saja, dirinya baru ingat siapa Lucas dan keluarganya. Dia kan orang kaya orang terpandang, apalagi perusahaannya ada di mana-mana pasti banyak yang segan untuk mendekatinya apalagi melaporkannya ke kantor polisi. Lucas akan dengan cepat keluar dari sana.


Mungkin juga tidak akan pernah dipenjara dan dia akan dibebaskan. Dibiarkan untuk memiliki semua senjata ini, sebenarnya ini sangat berbahaya. Bagaimana kalau nanti anaknya tiba-tiba masuk ke dalam ruangan ini dan mengambil salah satu benda tajam ini.


"Kembalilah tidur sayang, aku belum selesai membereskan barang-barangku ini ada satu peti lagi yang belum aku bereskan dan harus aku pajang di sini. Kalau bukan hari ini kapan lagi. Aku akan mengajakmu berkemah pasti kamu akan sangat senang sekali kita akan pergi hanya berdua saja, persiapkan dirimu ya hanya dekat-dekat sini saja tidurlah terlebih dahulu nanti aku akan menyusulmu"


Lucas mencium kening Kat cukup lama, beralih pada pipinya dan terakhir pada bibirnya yang begitu membuat candu Lucas.


"Tidur sayang, aku akan menyusulmu ya "


Kat dengan patuh melakukan apa yang Lucas mau, dia benar-benar naik lagi kelantai 2 untuk segera tidur lagi. Sedangkan Lucas sibuk dengan barang-barangnya yang banyak sekali.

__ADS_1


Harus dibersihkan satu-satu dan diasah kembali juga agar kembali tajam. Satu lagi dirinya juga akan membawa istrinya pergi berkemah maka harus banyak yang dibawa.


Senjata apa saja yang akan dirinya bawa, nanti lihat saja mungkin akan banyak tapi akan sangat bermanfaat.


__ADS_2