Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 22 Apa ini yang kau mau


__ADS_3

"Mana guru mu itu, katanya mau kesini, tapi ga ada " tanya Chelsea padaku.


"Sabar saja Kak. Aku sudah janjian kok sama dia buat ketemu disini "


"Tapi, mana lama banget tahu ga sih, harusnya tadi kita berangkat bertiga saja "


"Kat " tiba-tiba ada yang memanggilku, aku menatap orang itu yang ternyata Pak Lucas.


Dia langsung duduk berhadapan denganku,. Sedangkan Kak Chelsea hanya menatap Pak Lucas dengan kagum.


"Kamu itu Lucas anaknya Tante Zeline kan ? "


"Ya "


"Ya ampun, apa kamu gak ingat aku, ini aku Chelsea temen sekolah kamu waktu SD loh"


"Oh, bukannya kita akan makan Kat lalu kenapa kau membawa dia ? "


"Emm, begini Abang aku hanya ingin mengajak Kakakku saja agar kita bisa makan sama-sama"


Ku lihat raut wajah Pak Lucas langsung berubah. Dia seperti kecewa padaku, tapi memangnya aku salah mempertemukan dia bersama Chelsea, kurasa tidak kan.


"Emm, bagaimana kalau kita pesan makanan sekarang " aku mencoba mencairkan suasana. Tapi Pak Lucas masih saja diam.


Chelsea yang memang sangat ingin bertemu dengan Pak Lucas segera berpindah tempat dan duduk disamping Pak Lucas. Setelah tadi menarik tanganku dan memesan makana untuk kami bertiga.


"Luc kenapa kau diam saja ? "


"Tidak aku memang seperti ini "


"Tapi, kau berbeda tidak seperti dulu. kenapa kau sangat pendiam. Kau dulu sangat aktif dan sangat pintar sekali di sekolah. Bahkan kau bisa satu kelas denganku padahal umurmu di bawahku kan"


"Hemm " lagi-lagi Pak Lucas hanya berdehem.


Makanan tiba dan aku hanya menatap makanan itu sambil menatap kedua orang didepan ku " Kurasa kalian akan sangat cocok bila menjadi pasangan "


Mereka berdua yang sedang asyik mengobrol langsung menatapku. Aku yang salah tingkah segera bangkit dan celingak-celinguk mencari sesuatu yang bisa mengalihkan keadaan.

__ADS_1


"Akan aku bawakan kopi, kalian pasti suka kopi tunggu ya"


Dengan langkah cepat aku segera pergi dari hadapan mereka. Tatapan mereka begitu aneh padaku, yang satu begitu tajam dan yang satu lagi seperti marah.


Setelah mengambil dua gelas kopi aku memberikannya pada mereka "Emm, sepertinya aku tak bisa lama-lama silahkan kalian teruskan ya. Aku akan pergi selamat bersenang-senang "


Aku mengambil tasku dan sedikit berlari. Aku tak mau Pak Lucas nanti memberhentikan ku dan melarangku untuk pergi bisa gawat kan. Ini sudah aku rencanakan bersama Chelsea.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Akhirnya kau datang Kat, kukira kau tak akan datang "


Aku duduk dan tersenyum pada Darwin "Maaf tadi aku harus mengantar Chelsea dulu bertemu dengan Pak Lucas"


"Hah, Pak Lucas kau tak salah ?"


"Tentu tidak salah, karena mereka dulu pernah satu kelas dan satu sekolah. Biarkan mereka untuk saling mengingat masa lalu. Kurasa, mereka berdua itu sangat cocok kalau bisa bersama-sama bisa menjadi pasangan"


"Hemm, iya juga ya "


"Terserah kau saja, aku akan memakannya "


"Benar ya " tanya Darwin memastikan.


"Iya benar pesankan apa saja, aku akan memakannya "


"Baiklah, tuan putri "


Aku hanya tersenyum saja, Darwin kalau seperti ini sangat tampan. Andai saja Darwin bukan anak nakal pasti akan banyak yang suka dengan Darwin.


"Mau kau berdansa dengan ku ? "


"Berdansa ? "


"Iya, ada musik yang sangat ku suka dan musiknya juga cocok untuk kita berdansa. Apakah kau mau berdansa denganku Katherine ?"


Aku melihat sekitar lalu menggapai tangan Darwin yang sudah berjongkok untuk menyambut ku. Kami berdua berdansa, bahkan dansa kami begitu lincah.

__ADS_1


Aku yang pertama kali berdansa dengan seorang laki-laki begitu senang. Apalagi kami berdua tidak kaku, aku bersama Darwin seperti sudah lama bersama tidak ada rasa canggung sedikit pun.


"Kau senang Kat "


"Ya aku senang sekali " sambil terus berdansa dan sesekali kami berdua menari. Kami tertawa bersama dan tak memperdulikan sekitar.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku membuka gerbang rumahku, rasa senangku masih sangat melekat dalam benakku. Rasannya aku ingin mengulang hal yang tadi bersama Darwin.


Lelahku rasanya hilang, digantikan dengan kebahagian yang sederhana, tapi itu bisa membuatnya terus tersenyum. Tapi, senyumku langsung hilang saat melihat Pak Lucas ada di teras rumahku sedang duduk sendirian.


"Abang disini "


Pak Lucas langsung bangkit dan berjalan kearah ku. Lalu dia berhenti berhadapan denganku. Cukup dekat kami berdiri.


"Hanya karena Darwin kau meninggalkan aku bersama Chelsea. Dengan Darwin kau cepat sekali akrab ya dan bisa langsung mau diajak makan ke manapun tanpa ada rasa curiga sedikitpun. Tapi, saat bersamaku kau susah sekalk. Kau seringkali kabur dan tidak mau aku ajak makan ataupun antar pulang, tapi dengan laki-laki yang baru saja beberapa hari dekat denganmu dan belum kau kenal dengan baik kau langsung mau. Aku kecewa padamu Katherine. Apakah ada yang salah saat aku mendekatimu?"


Aku diam, aku tak tahu harus menjawab apa. Aku begini hanya demi kebaikan Pak Lucas saja. Aku ingin Pak Lucas mendapatkan yang terbaik. Aku bukanlah perempuan yang cocok untuk Pak Lucas.


"Jawab aku Katherine ! " teriak Pak Lucas.


"Aku merasa tidak cocok saja bersama abang. Aku ini bukan siapa-siapa aku ini tidak pantas dikejar oleh laki-laki yang seperti Abang. Menurutku Kak Chelsea lebih cocok bersama Abang. Kalian seimbang kalian sama-sama pintar dan dulu juga pernah dekatkan. Sedangkan aku hanya bisa melupakan tentang masa lalu yang pernah kita lalui. Aku tidak akan pernah cocok bersama Abang "


Pak Lucas membuang pandangannya, apakah ini penglihatan ku yang buram atau bagaimana aku melihat Pak Lucas seperti menahan tangis.


"Baiklah, jika ini yang kau mau, kau ingin aku menjauh darimu kan. Kau ingin aku tidak mengganggumu kau ingin aku bersama Chelsea ya. Itu yang kau mau, itu yang kau inginkan Katherine"


Tiba-tiba saja hatiku merasa tak rela, aku tak rela Pak Lucas dengan perempuan lain, tapi aku juga tak mampu bersama Pak Lucas. Aku takut bila Pak Lucas akan seperti Ayah yang meninggalkan Mamah.


Pak Lucas begitu sempurna dan pasti banyak perempuan yang ingin bersama Pak Lucas. Aku mencoba untuk memantapkan hatiku ini agar bisa membiarkan Pak Lucas dengan perempuan lain.


Karena aku pun bersama Pak Lucas tak ada hubungan apa-apa. Kami hanya murid dan guru saja tak lebih dari itu.


"Iya, lebih baik Abang cari perempuan yang memang seimbang dengan Abang, yang bisa membuat Abang bangga di luaran sana. Kalau abang memilihku hanya akan malu nantinya. Aku tidak sebanding dengan Abang ataupun dengan keluarga Abang nantinya. Terima kasih atas kebaikan Abang selama ini padaku"


Pak Lucas langsung pergi tanpa menjawab perkataanku, air mataku langsung mengalir tanpa diminta. Ada apa sebenarnya dengan diriku ini.

__ADS_1


__ADS_2