Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 142 Dinasehati


__ADS_3

"Kenapa papi tiba-tiba membawaku ke ruanganmu ini, ada apa tak biasanya"


"Papi hanya bingung saja dengan keadaanmu yang seperti ini. Tak biasanya kamu berantakan seperti ini. Ini pasti berhubungan dengan Katherine kan, apa dia belum bisa menerimamu sampai sekarang itu wajar. Dia belum bisa menerima keadaanmu, mamimu juga sama dulu seperti itu"


"Bahkan papih harus menghabisi laki-laki yang mengejar mamimu, meskipun dia tidak mati malah menikah dengan kakak mamimu. Kamu tahu kan memang sulit mendapatkan hati seorang perempuan yang sangat kita inginkan"


"Tapi aku sudah lelah pih, aku rasanya ingin menyudahi semuanya saja. Aku ingin dia bahagia dengan orang lain saja"


"Kamu yakin ingin melihat Katherine bahagia dengan laki-laki lain, apa kamu akan siap melihat Katherine di pelaminan dengan laki-laki lain, bermesraan tidur berdua dan satu atap. Kamu yakin akan hal semua itu kalian itu sudah menikah, pernikahan itu bukan hal yang harus dipermainkan Lucas "


"Aku tahu, aku mengerti tapi rasanya aku lelah aku sudah perhatian, aku sudah tidak kasar padanya. Intinya aku sudah lebih baik untuk menjaganya, menjadi suaminya tapi nyatanya tetap saja dia tidak mau menerima aku dengan seutuhnya. Bahkan dia tidak mendukung apa yang aku lakukan"


"Mamimu juga sama tidak mendukung apa yang papi lakukan, bahkan dulu Mami sampai marah saat tahu Papih membunuh orang lagi marahnya begitu besar sekali, tapi papih tidak akan pernah menyerah karena memang papih sangat mencintai Mami kamu. Sekarang papih tanya apa kamu benar-benar mencintai Kat, atau hanya obsesi semata saja yang ada dalam diri kamu"


Lucas memikirkannya, apa selama ini dia mencintai Katherine atau hanya obsesi. Tapi tidak, tidak mungkin dirinya hanya terobsesi pada Kat ya kalau mungkin terobsesi mungkin dirinya akan lebih gila lagi dari sekarang.


"Tidak aku memang mencintai Katherine, aku tidak terobsesi sama sekali padanya papih "


"Iya maka dari itu kalau kamu berbicara tidak terobsesi padanya maka kejarlah. Memang sulit laki-laki seperti kita, memang sulit untuk mendapatkan perempuan yang kita inginkan, kita ini orang yang akan haus akan darah Lucas. Kita ini tidak akan bisa normal sampai kapanpun, mau kita sekuat apapun berubah tapi akan tetap saja hasilnya seperti itu. Sangat sulit sekali memang"


"Kenapa kita harus terlahir seperti ini Papi, kenapa kita tidak menjadi seperti manusia yang lainnya. Kenapa kita harus seperti ini"


"Ya karena ini sudah takdir, mau bagaimana lagi kita tidak akan bisa merubah takdir sampai kapanpun. Kita hanya perlu menerima saja, memang tidak enak menjadi seorang pembunuh, tapi masa lalu kita berdua memang sedikit sama menyakitkan. Karena masa lalu pun tidak akan bisa dirubah Lucas. Kita hanya perlu menjadikan masa lalu sebagai pelajaran saja "


"Aku sudah berobat ke mana-mana, tapi kenapa tidak ada perubahan sedikitpun. Aku juga ingin sembuh aku sampai berbohong pada Mami agar Mami senang melihatku berubah, tapi nyatanya aku sama sekali tidak bisa lepas dari darah dan pisau"


"Papih sangat mengerti dengan perasaanmu itu. Papih mengerti sekarang kamu yakinkan dulu saja hatimu apa kamu benar-benar mencintai Katherine atau tidak, jika benar kamu mencintainya kembalilah kemari dan temui Katherine, kalau tidak lepaskan dengan baik-baik dan berbicara dengan baik-baik juga dengan Katherine. Lalu berikan semua harta ibunya biarkan dia hidup bahagia dengan apa yang diberikan oleh ibunya, kamu juga sudah membuat perusahaan itu naik lagi kan biarkan Katherine mengelolanya"


Lucas malah tidak bisa menjawab ucapan papihnya itu, terlalu terburu-buru "Aku akan pergi dulu ke Jepang, untuk mengurus semua pertemuan yang belum aku selesaikan. Setelah itu aku akan pikir-pikir lagi aku sekarang akan berangkat"


"Berbicaralah pada Kat terlebih dahulu, diskusikan dulu. Mungkin saja dia mau ikut kamu ke Jepang"


"Tidak Papi, aku ingin tahu apakah dia juga mencintaiku saat aku pergi. Apakah dia akan mencariku, apakah dia akan menelponku, apakah dia akan mengkhawatirkanku, apakah dia akan kemari untuk menanyakan kabarku saja. Aku hanya ingin itu aku hanya ingin sedikit perhatiannya"


"Tapi jika nanti Katherine kabur, kamu jangan pernah menyesal dan jangan pernah mencari nya lagi bagaimana kamu siap dengan itu "


"Ya mungkin kami berdua bukan jodoh"


"Baiklah papih akan mengizinkanmu untuk pergi ke Jepang dan jikalau Katherine sampai lari, kamu tidak boleh mengejarnya ataupun mencarinya lagi, ingat itu janji harus ditepati Lucas "


"Aku mengerti janji harus aku tepati. Apakah ada yang perlu kita bicarakan lagi, aku harus bersiap pergi ke Jepang sekarang juga. Nabil sudah menyiapkan semuanya aku tinggal pergi ke bandara dan menyelesaikan pekerjaanku yang cukup banyak itu"


"Baiklah kamu silakan pergi dan usir bodyguard mu itu dari rumah. Biarkan Katherine di sana memikirkan akan kabur atau akan bertahan dengan kamu"


"Kenapa begitu pih, aku ga mau, biarin aja bodyguard ku di sana sekalian jaga rumah juga kan"


"Berarti kamu ga benar-benar lepasin Katherine, kamu ga bener-bener buat Katherine kabur, kamu masih mau kurung Katherine di rumah itu, kalau kamu memang mencintai seseorang maka bebaskanlah dia, biarkan dia bergaul dengan siapapun. Biarkan dia bebas dan tidak seperti sedang di penjara, mungkin itu akan sulit untuk kamu tapi setidaknya belajarlah dari itu dulu dan Kat akan nyaman bersamamu, dia tidak akan senang dikekang dan diperhatikan oleh banyak orang seperti itu di rumahmu"


"Tidak akan biarkan saja mereka di sana aku juga akan menempatkan beberapa lagi bodyguard di sana, agar lebih banyak sekalian"


Lucas langsung saja keluar dari ruangan Papihnya. Liam hanya bisa diam dan menatap anaknya yang begitu keras kepala lebih lebih dari dirinya.

__ADS_1


Liam juga tahu kalau keluarga Katherine sekarang ada di tangan Lucas dan sudah mati, tinggal Dimas yang tersisa. Memangnya selama ini dirinya terlihat diam dan tak tahu apa-apa. Tapi kenyataannya Liam tahu apa saja yang anaknya lakukan.


...----------------...


"Abang yakin ke Jepang ga akan bawa Kat gitu, kalau kejadian apa-apa gimana. Kat kasihan dia tinggal sendirian dia kan lagi hamil loh"


"Ga apa-apa biar dia mandiri"


"Mandiri atau pengen buktiin kalau Kat itu suka sama abang, terus cari-cari abang telepon-telepon abang gitu"


"Salah satunya itu, udahlah biarin aja biarin dia berpikir harus milih yang mana. Dia mau tetap stay sama aku atau dia mau pergi dan nanti aku akan cari lagi dia sampai ketemu dan aku akan melakukan hal yang lebih dari ini"


"Ya kalau abang gitu terus yang ada Kat ga pernah betah, yang ada dia takut bang. Ayolah sedikit jadi laki-laki yang biasa normal gitu"


"Sudah kucoba, tapi nyatanya tidak berhasil sama saja kan. Sudah aku sedang tidak mau mengobrol. Aku ingin tidur, jangan ganggu aku nanti kalau sudah sampai Jepang baru kamu bangunkan aku"


"Baiklah "


...----------------...


Kat terus saja melihat ke arah gerbang, menunggu pintu itu terbuka tapi nyatanya sampai malam hari pintu itu tidak terbuka juga. Kenapa Lucas dia tidak pulang-pulang juga. Apakah dia sengaja meninggalkannya. Apakah Lucas memang ingin meninggalkannya selama ini.


"Dimana sih Lucas kenapa tidak ada, kenapa dia tak pulang "


Kat menggenggam erat ponselnya, dia sudah menghubungi Lucas dari tadi tapi tidak diangkat, malahan tidak aktif nomornya. Kemana coba laki-laki itu tiba-tiba menghilang tanpa arah seperti ini.


"Nyonya anda sudah berdiri dari tadi di sini, sudah dua jam anda berdiri. Mau saya ambilkan kursi nyonya"


"Kamu ada info suamiku ke mana, dari pagi dia tak pulang ini sudah sangat malam sekali "


"Kenapa aku tidak tahu" gumam Kat


"Apa Nyonya ingin makan sekarang, dari siang nyonya belum makan "


"Baiklah, siapkan makanan untukku ya. Aku akan makan sekarang"


"Baik nyonya"


Kat melangkah ke arah ruang makan, dia masih memikirkan tentang Lucas yang tidak berbicara padanya, apa Lucas masih marah padanya karena perihal polisi itu.


Kat duduk dan makanan datang, Kat hanya menatap makanan itu, lalu melihat kearah sampingnya tak ada suaminya.


Meskipun enggan untuk memakannya, tapi Kat mengingat kalau dirinya ini sedang mengandung. Kat memakan makan malamnya dengan malas-malasan. Meskipun tidak ada sosok suaminya yang selalu menemaninya dan perhatian padanya rasanya hilang sudah sosok yang selalu ada untuknya.


Biasanya setiap malam Lucas akan memijat kakinya, memeluknya dengan erat, tapi sekarang dia tidak ada. Suaminya tidak ada, apa begitu fatal kata-katanya apa suaminya sakit hati dengan kata-katanya itu sampai pergi ke Jepang pun tidak bilang.


Kat mencoba menelfon Nabil untung saja diangkat "Ya ada apa Kat"


"Di mana suamiku, Nabil kamu pasti sedang bersamanya kan "


"Suamimu dia sedang, ada"

__ADS_1


"Tolong berikan ponselmu pada suamiku. Kenapa dia juga tidak mengaktifkan teleponnya"


"Aku tidak tahu, ya sudah aku berikan dulu ponselnya pada suamimu tersayang "


Nabil tadi langsung mengosongkan ponselnya pada Lucas, tadinya Lucas tidak mau menerima, tapi Nabil dengan cepat terus saja memaksa Lucas untuk mengambil ponselnya ini. Agar cepat-cepat beres kan masalah mereka ini.


"Halo"


"Kamu di mana Lucas, kenapa kamu ga bilang kalau kamu pergi ke Jepang, kenapa kamu ga pulang dulu kerumah "


"Memangnya kamu peduli aku pergi ke sini, memangnya kamu khawatir sama aku yang pasti ga kan "


"Kamu ini gimana sih, aku ini kan istri kamu masa aku nggak peduli kamu pergi ke Jepang tanpa izin, tanpa bilang dulu sama aku. Aku ini khawatir sama kamu. Emangnya kamu ini anggap aku ini apa sih di sini apa aku ini boneka buat kamu "


"Ya aku kira kamu nggak akan cariin aku"


"Tau ah nyebelin tau nggak sih kamu, aku tuh nunggu kamu dari pagi sampai malam, tapi kamu nggak datang-datang ke rumah. Kalau emang kamu ga pulang telepon nggak usah kayak gini caranya. Jadi aku nggak nunggu kamu, kalau kamu emang nggak sayang sama aku ya udah tinggalin aja aku"


Kat langsung saja mematikan sambungannya. Lucas jadi kalang kabut saat istrinya marah, saat di telpon lagi malah tidak aktif.


"Kenapa sih Bang"


"Kat nggak bisa dihubungin"


"Bukan itu kemauan Abang kan, bukannya nggak mau teleponan telponan dulu sekarang kok malah sebaliknya emang aneh nih "


"Dia marah"


"Ya udahlah Bang, nanti juga baik lagi namanya juga cewek. Ayo cepet tuh mobil udah ada disana, mobil jemputan bang ayo kasian ah "


Nabil berjalan terlebih dahulu, dia duduk di dekat sopir sedangkan Lucas di belakang. Tapi ada seorang perempuan di sini dengan pakaian begitu seksi dan belahan dadanya sampai terlihat.


"Siapa yang menyuruh membawa perempuan"


"Maaf tuan, itu kiriman dari tuan Akira, katanya hadiah untukmu malam ini "


Lucas menatap perempuan itu, dari atas sampai bawah lalu tersenyum. Perempuan itu yang seperti diberikan celah langsung menggenggam tangan Lucas dengan erat. Lucas sama sekali tidak melepaskannya, dia membiarkan tangannya digenggam oleh perempuan itu. Bahkan Lucas tak marah sama sekali.


"Mentang-mentang gak ada istrinya nih, dideketin perempuan cantik diem aja nurut "


"Berisik"


...----------------...


Kat malah menangis mendengar jawaban suaminya yang seperti, dia tidak terima suaminya pergi begitu saja kenapa membuatnya khawatir. Dirinya kan takut kalau misalnya ditinggalkan oleh Lucas. Bagaimana kalau dia benar-benar meninggalkannya, kan.


"Tunggu aku takut ditinggalkan Lucas, apa aku mulai mencintainya,.Tidak tidak jangan sampai tapi mau bagaimana lagi dia suamiku. Baiklah kamu harus mencoba untuk mencintai suamimu itu, dia tampan tapi mungkin dia memang perilakunya seperti itu saja dia berbeda dengan yang lain. Anggap saja itu kekurangan suamimu "


Kat menghapus air matanya, menatap wajahnya yang ternyata matanya sudah sangat sembab sekali. "Aku harus berusaha untuk mencintai Lucas, dan aku juga harus menerima kekurangan dan kelebihannya. Dia saja mau menerima aku kan, kenapa aku tidak. Aku harus mencoba semuanya aku yakin aku akan bisa mencintai Lucas"


Kat sudah bertekad kalau dia akan mencoba untuk mencintai suaminya. Karena sekarang saja dirinya sudah tergantung pada suaminya dan tidak mau ditinggalkan. Bagaimana kalau benar-benar Lucas meninggalkannya kan, bisa-bisa dirinya akan mengejarnya nantinya.

__ADS_1


"Baiklah lebih baik aku sekarang membersihkan diriku dulu. Aku belum mandi dari tadi siang rasanya lengket sekali itu tubuhku "


Katherine masuk kedalam kamar mandi dan segera berendam, badannya sudah terendam dan nikmat sekali hangat.


__ADS_2