
Saat melihat Vio keluar dari butik Daniel tersenyum senang. Daniel cepat-cepat keluar dari dalam mobilnya dan menghadang Vio yang akan masuk ke dalam mobil. Ini adalah kesempatan bagus apalagi ditempat sepi seperti ini tak akan ada yang menganggu mereka nantinya.
"Bisa tidak kamu tidak membuatku takut seperti ini, kamu ini membuatku kaget untung saja aku tak memukulmu memakai tasku ini Daniel "ucap Vio dengan sedikit marah, karena memang sudah kebiasaan Daniel yang seperti ini. Tahu sendirilah kalian bagaimana Daniel.
Daniel malah mengangkat bahunya saja, seperti tak peduli dengan kelakuannya yang selalu membuat Vio kaget dan ketakutan "Sebenarnya mau kamu itu apa Daniel. Sampai-sampai membuat aku kaget seperti ini. Kamu dari tadi tunggu aku disini ? "
"Ya gitu deh, emangnya kenapa kalau aku sampai tunggu kamu. Ga ada yang melarang kan dan ga ada yang marah juga semuanya aman-aman aja"
"Ya aku cuman aneh aja sama kamu, emangnya kamu ga punya kerjaan. Terus yang kerja di kantor gimana Sela gitu yang kerjain semuanya, kamu ini tega banget ya jadi bos "
"Iya begitulah untuk apa aku mempunyai karyawan kalau aku masih harus terus ada dikantor, kalau begitu aku saja yang kerja sendiri. Aku mau kamu jadi pacar aku Vio "
Vio yang mendengarnya sampai mengerutkan kening. Apakah seperti ini mengutarakan perasaan cintanya. Apakah seperti ini Daniel mengungkapkan perasaannya. Tak habis pikir Vio dengan Daniel. Tak ada romantis-romantisnya kalau tidak bawa bunga atau apa ini dia datang dengan tangan kosong dan membuat Vio kaget.
"Bagaimana kalau aku tidak suka padamu. Bagaimana kalau aku sama sekali tidak tertarik padamu Daniel, kamu tahu sendirikan bagaimana selera ku itu " Vio mencoba untuk membuat Daniel kesal, hanya ingin tahu saja akan bagaimana reaksinya padahal jantung Vio sekarang sudah tak karuan sekali.
Daniel langsung menarik pinggang Vio yang ramping dan menatapnya dengan tajam. Vio yang ditatap seperti itu ya takut. Daniel kalau sedang menatap orang seperti ini berarti dia sedang marah.
Apakah sekarang Daniel marah hanya karena Vio berbicara seperti itu. Wajah mereka sudah berhadapan bahkan kalau dilihat dari kejauhan mereka seperti sedang berciuman. Vio memundurkan kepalanya, meskipun tubuhnya sulit karena menempel ke tubuh Daniel. Daniel memeluknya dengan sangat erat sekali.
"Aku dari dulu hanya suka padamu Violetta. Aku hanya tertarik padamu, matamu yang indah ini sudah menghipnotis ku dan aku tidak bisa berpaling pada siapapun. Aku sengaja baru mengutarakan rasa sayangku ini padamu. Aku ingin menunggu kalau aku ini memang pantas untukmu dan bisa memenuhi apapun kemauanmu itu, aku tak mungkin mengajakmu berpacaran saat aku belum mempunyai penghasilan"
Vio masih diam, Vio menatap mata Daniel kembali, memang Daniel sangat tampan bahkan lebih tampan dari ayahnya, Vio akui kalau Daniel itu sangat memukau sekali. Vio juga tertarik pada Daniel tapi Daniel ini terlalu dingin.
Maksudnya tidak ada romantis-romantisnya, meskipun Vios selama ini belum pernah berpacaran tapi kalau lihat di drama-drama laki-lakinya begitu romantis sekali tapi Daniel seperti ini dingin sekali.
Daniel menahan tengkuk Vio, lalu tanpa izin dari Vio Daniel ******* bibir Vio dan Vio mencoba untuk melepaskannya. Tapi semua itu mustahil dan Daniel malah memperdalam ciuman mereka dan melepaskan saat Vio memukul dada Daniel. Sebenarnya Vio ingin marah tapi saat melihat tatapan Daniel Vio langsung meleleh begitu tajam dan membuatnya terpukau.
Daniel mengusap bibir Vio "Bibir ini akan selalu menjadi milikku dan aku adalah orang pertama yang melakukan ini padamu Vio. Kita sudah kenal lama jadi apa jawabannya, aku perlu jawaban yang pasti dan aku juga tidak suka penolakan Vio ingat itu. Aku tak mau kamu menunda-nunda juga "
Jadi serba salah kan. Kalau ditolak tetap aja mereka akan berpacaran, karena Daniel sudah berbicara seperti itu "Tapi aku ga mau kamu sakitin aku atau kamu selingkuhi aku. Aku ga suka kalau sampai itu terjadi. Kalau sampai itu terjadi aku akan pergi untuk selama-lamanya dan aku ga akan pernah kembali lagi Daniel "
"Mana mungkin aku lakuin itu. Aku ga akan mungkin selingkuhi kamu ataupun sakitin kamu, jadi kita sekarang pacaran. Tentu aja pacaran aku ga akan terima penolakan kamu Vio aku akan tutup telinga"
"Kamu udah tahu jawabannya sendiri, kalau pun aku menolak aku akan tetap jadi pacar kamu kan. Jadi ga ada pilihan "sebenarnya Vio setuju-setuju saja menjadi pacar Daniel sih, hanya saja ya sedikit malu untuk mengungkapkan semuanya. Vio tidak bisa seberani kembarannya jadi ya seperti ini saja.
Sekali lagi Daniel mencium bibir Vio. Padahal mereka sedang ada di parkiran. Bagaimana kalau sampai ada yang lewat, tapi Daniel tidak peduli itu. Daniel melepaskan rangkulannya dan mengambil sesuatu dari saku jasnya.
Lalu memakaikannya ke tangan Vio. "Ini adalah bukti kalau aku akan serius padamu. Nanti aku akan datang ke rumahmu bersama kedua orang tuaku, tapi aku tidak akan memberitahumu kapan itu terjadi. Secepatnya aku akan melamar mu Vio kau tak akan menunda-nunda lagi "sambil mencium tangan Vio dengan mesra.
Vio yang menatap gelang itu sangat kaget, harga gelang ini cukup mahal. Vio tahu sekali berapa harganya. Karena Vio pernah ingin membelinya tapi masih sedang menabung "Kamu ga salah kasih aku gelang kayak gini. Ini tuh mahal banget seharusnya kamu ga usah beliin aku gelang kayak gini. Kasih aku bunga aja udah cukup kali "
"Apapun untuk kamu akan aku berikan, semahal apapun itu. Jadi pakai gelang ini dan jangan pernah sampai hilang ya. Atau mungkin mau aku kirimkan bunga satu mobil truk"
"Jangan untuk apa. Jangan menghambur-hamburkan uang lebih baik kamu tabung saja "Vio mencoba menolak dengan halus. "Baiklah terima kasih Daniel karena kamu sudah memberikan ini padaku, jangan belikan yang mahal-mahal lagi ya"
"Tidak sayang, jangan larang aku untuk membelikan mu macam-macam barang. Aku akan selalu memanjakan kamu. Sudah jangan dibahas lagi tentang yang satu ini "
"Baiklah aku harus pulang. Aku harus ke bandara sekarang Valeria akan pulang. Aku harus menyambutnya "
"Aku antar ya"
Vio menggelengkan kepalanya sambil mengelus wajah Daniel "Lebih baik kamu ke kantor, bantu Sela untuk mengerjakan pekerjaan kantor mu itu. Kasihan kan dia mengerjakan semuanya sendiri, kamu harus profesional kamu ini kan bosnya jadi kamu harus lebih sering ada di kantor. Jangan mengandalkan karyawan kamu terus, mereka juga perlu istirahatkan"
"Tapi kalau ada apa-apa kamu harus hubungi aku, pokoknya aku telepon ataupun kirim pesan sama kamu harus kamu bales. Kalau ga aku akan mengobrak-abrik dunia ini hanya untuk mencarimu Vio"
"Iya iya aku pasti angkat kok, aku ga mungkin dong ga angkat telepon dari kamu"
Daniel tersenyum senang, akhirnya penantiannya selama ini terwujud Daniel bisa bersama Violetta dan nanti Daniel juga akan berbicara pada Mama dan Ayahnya untuk melamar Vio.
Pokoknya Daniel akan secepatnya menikahi Vio, takut nanti malah direbut orang lain. Meskipun orang itu tidak akan pernah bisa merebut Vio darinya.
__ADS_1
Daniel membiarkan Vio pergi sendirian, sedangkan dirinya masih diam diparkiran sampai mobil Vio tak terlihat lagi.
...----------------...
"Vio " teriak Valeria dengan bahagia
Vio langsung mendekati adiknya yang berteriak dan memeluknya dengan erat. Sudah lama sekali mereka tak bertemu "Kangen banget. Kenapa sih baru sekarang mau pulangnya, padahal kuliah kamu udah selesai kan. Kenapa kamu malah betah di negeri orang"
Valeria melepaskan pelukannya dan menatap kakaknya dengan bahagia "Aku terlalu suka di sana, makanya aku ga pulang kamu aja yang pengen cepat pulang. Mau ketemu sama siapa sih sampai cepet-cepet pengen pulang. Kalau ga ada yang nunggu mana mungkin kamu mau pulang"
"Bukan gitu, aku lebih nyaman di Indonesia, kamu aja yang pengen jauh-jauh dari orang tua. Padahal kan kalau dekat-dekat sama orang tua itu lebih enak, kalau ada apa-apa bisa ke pantau"
"Iya iya, aku suka di sana karena sangat bebas sekali Vio, di sana tidak ada yang melarangku mau aku pergi semalam apapun tidak akan ada yang melarangku, kalau di sini aku pasti akan dikawal dan ditanya-tanya. Pokoknya kalau aku tinggal di sini pasti akan ribet sekali. Kalau Ayah tidak menyuruhku untuk meneruskan perusahaannya, mungkin aku tidak akan pulang aku akan lebih suka di sana saja. Aku akan menikmati hidupku itu "
"Alasan mu saja, kamu juga disini masih bisa bebas kok "
Vio mengandeng tangan kembarannya dan membantunya membawakan koper yang satunya lagi "Tunggu-tunggu ini gelang dari siapa, baru pertama lihat nih ayo jadian sama siapa" tanya Valeria yang penasaran.
Vio yang mendapat pertanyaan itu langsung tersenyum. Jadi ingat Daniel lagi kan meskipun dia menyatakan cintanya dengan tidak romantis, tapi tetap saja membuat Vio sangat bahagia sekali.
Apalagi Daniel laki-laki pertama yang mengungkapkan perasaannya dengan cara seperti itu, sudah banyak laki-laki yang menyatakan perasaannya pada Vio, tapi saat dia akan menjawab pasti Daniel akan datang menarik tangannya dan memutus kontak dirinya dan juga laki-laki itu.
Memang sangat menyebalkan kan Daniel itu, tapi ya sudahlah Vio juga suka dengan Daniel. Jadi sekarang tinggal nikmati saja masa-masa mereka berpacaran sebelum kejenjang yang lebih serius lagi "Tadi Daniel nyatakan perasaannya sama aku, ini dari Daniel "
"Apa laki-laki cuek itu, laki-laki nyebelin itu, yang di sekolah sukanya ngikutin kamu terus. Kamu yakin sama dia, dia itu benar-benar nyebelin tau ga sih. Aku sampai ga suka loh sama dia dan sekarang kamu malah punya hubungan sama laki-laki nyebelin itu satu lagi dingin kayak es batu "
Vio tertawa mendengar pendapat saudaranya "Iya bener dong. Masa aku bohong, aku percaya kok sama dia kalau dia akan menjadi laki-laki yang bisa buat aku bahagia, bisa mencintai aku sampai kapanpun, kamu tahu sendiri kan aku kadang sulit untuk berinteraksi sama laki-laki"
"Iya karena dia, karena Daniel kamu susah dekat sama laki-laki. Dia itu selalu ada saat kamu akan ketemu sama laki-laki. Bahkan waktu aku jodohin kamu sama temanku dia tiba-tiba ada kan dan bawa kamu pergi gitu aja. Kesel tahu ga sih sama itu anak, aku ga habis pikir deh kamu mau sama dia kalau kamu sampai nikah sama dia ah aku stress. Aku bakal pusing aku ga akan bisa ajak kamu kemana-mana, pasti dia melarang kamu buat pergi sama aku, apalagi buat senang-senang kamu pikir-pikir dulu deh kalau nanti mau nikah sama dia ya, jangan langsung mau "
" Iya juga sih, tapi ya udah deh karena aku juga suka kok sama dia. Jadi ga ada salahnya kan aku jalanin dulu aja. Jodoh ga pernah ada yang tahu kan "
"Kayaknya aku harus bawa kamu ke dokter deh Vio, kamu harus diperiksa "
"Ya buat periksa kamu. Apa kamu baik-baik aja atau enggak, tapi awas aja kalau dia sampai ga bener sama kamu aku tonjok. Lihat aja aku ga akan segan-segan melukai dia kalau sampai khianatin kamu atau sakitin kamu lah. Aku juga ga peduli siapa dia "
Vio tersenyum dan mengangguk-anggukan kepalanya "Baiklah sekarang aku punya bodyguard, aku senang sekali bodyguardnya cantik "
"Tentu aku akan terus menjagamu seperti dulu saat di sekolah. Lalu si Tamara Tamara itu balik lagi ga sih, rasanya tuh ya aku masih ingat dengan kelakuan-kelakuannya yang dulu celakakan kamu terus, tapi dengan sabarnya kamu malah temenin dia padahal dia itu licik. Bahkan kamu selalu aja bantu dia saat ada masalah aku masih ga habis fikir dengan kamu kenapa harus sebaik itu "
"Ga sih ga datang lagi. Ga tahu ke mana dia itu kayak ditelan sama bumi, menghilang tanpa jejak dan ga ada yang tahu sama sekali. Bahkan Daniel aja yang deket sama dia ga tahu "
"Bagus deh. Kalau ditelan sama bumi sekalian jangan pernah muncul lagi. Nanti malam aku mau ke club kamu mau ikut ga ketemu sama temen-temen sama geng aku, udah lama kan kita ga ketemu sekalian reonian pasti bakal seru banget. Aku yamin itu kamu ga akan bosan. Malahan lebih seru dari teman-teman kamu itu "
"Aku harus pikir-pikir dulu deh, aku ga bisa langsung mau. Kamu tahu sendirikan kemanapun aku pergi Daniel akan ada, kalau aku ga izin dia pasti akan tahu"
"Huff kenapa kamu dulu harus berteman sama dia sih. Jadi susahkan sekarang mau kemana-mana apalagi sekarang udah jadi pacar kamu makin susah aja dan ribet pastinya "
"Hemm, tapi kalau ga ada Daniel ada orang tua kita, kamu tahu sendiri kan Mama sama Ayah udah tahu kalau aku tuh jarang keluar malam, kalau ga ada kerjaan terus tiba-tiba aku keluar mereka akan tanya ini itu. Dan pasti mereka akan telepon Daniel kan tahu sendiri gimana orang tua kita"
"Tenang ada aku, aku akan mengelabui mereka. Kamu akan aman dan semuanya akan berjalan dengan sangat lancar seperti jalan tol "ucap Valeria dengan semangat sekali. Percaya kalau idenya akan berhasil membawa kembarannya keluar dari rumah saat malam hari.
Vio menatap sekilas kembarannya itu, "Sepertinya itu bukan ide yang bagus yang ada kita nanti malah akan dihukum. Jangan aneh-aneh deh mau bagaimana pun kita harus izin dulu nah kalau sudah ada izin baru pergi "
"Engga kok, aku ga aneh-aneh jadi gimana mau ga. Ayolah kapan lagi kita habisin waktu sama-sama"
"Aku pikir-pikir dulu deh. Aku takutnya nanti malah jadi masalah"
"Jangan jadi anak baik-baik lah, sedikit nakal kan ga masalah kamu harus bisa berubah. Dari dulu baik terus ga ada berubahnya. Ayolah nikmati hidup kamu ini "
"Memangnya aku harus gimana jadi anak nakal gimana sih, apakah aku harus mabuk-mabukan harus jadi anak berandalan terus ngerokok gitu"
__ADS_1
"Ya ga gitu juga, kayak aku aja langgar aturan dari Mama dari Ayah, ya pokoknya bebas lah nikmatin hidup. Kita ini hidup satu kali ga akan pernah terulang lagi. Nanti kalau udah nikah beda lagi pasti akan banyak aturan. Makanya aku lebih suka hubungan tanpa status karena apa, aku bisa bebas ga dikekang, ga ditanyain di mana, lagi apa, sama siapa, pulang jam berapa. Pokoknya aku ga suka aturan yang kayak gitu. Ngeselin banget "
"Memang kamu seterusnya bakal sendirian, kalau kamu terus pertahankan sikap kamu yang itu hubungan tanpa status kamu mau nikah umur berapa tahun, umur 30 tahun mau 40 tahun atau 50 tahu. Jangan sampai kamu juga berfikir tak akan pernah menikah "
"Iya kita lihat aja nanti sih, pernikahan sih menurutku tidak terlalu penting selagi kita punya segalanya apapun bisa dilakukan. Aku ga akan mikirin itu "
"Pikiranmu itu ya dari dulu tidak pernah berubah Vale, sekali-kali ubahlah pikiranmu itu "
"Ya akan aku coba,tapi ga janji "
Vio membuka bagasi mobilnya dan memasukan semua barang -barang saudaranya. Setelah itu mereka masuk kedalam mobil dan meninggalkan bandara.
Vio yang melihat ponselnya berdering segera mengambilnya dan mengangkatnya.
"Hallo Daniel ada apa "
"Kamu masih di mana. Kapan pulang"
"Ini aku lagi di jalan pulang kok"
Valeria langsung mengambil alih ponsel saudaranya itu " Hei kutu kupret. Vio itu lagi nyetir mobil jadi jangan ganggu. Nanti juga dia kalau udah sampai rumah akan kabarin kamu kok, Udahlah jangan banyak telepon ribet banget sih"
"Heh, aku bukan bicara sama kamu ya. Kasih ponselnya sama Vio "
"Bodo amat, kita berdua ini sama aja ga ada bedanya, mau telepon sama aku ataupun Vio sama aja, udah ah ribet banget sih jadi pacar baru aja jadi pacar sehari udah telepon-telepon"
Valeria langsung mematikan sambungannya dan menyimpan ponsel Vio"Nah kamu harus kayak gitu Vio kamu harus contoh apa yang aku lakuin"
"Tapi kan kalau kayak gitu ga enak juga. Masa ditelfon marah sih "
"Ga marah itu namanya agar dia ga telepon terus kamu. Tegas sedikit lah nanti sama pacar kamu itu, jangan iya-iya aja jangan nurut nurut aja"
Ponsel Vio kembali berdering, tapi Valeria dengan cepat mematikan sambungannya. "Huh biar tahu rasa ni anak, dari dulu suka ganggu kamu aja. Telfon-telfon terus berisik. Ini adalah hari kita Vio kamu harus habisin waktu sama saudara kembar kamu ini, kita udah lama ga ketemu sedangkan sama Daniel kalian setiap hari bertemu "
"Iya iya " akhirnya Vio menurut saja. Nanti kalau Daniel marah Vio akan menenangkannya. Vio juga tak mungkin kan membuat saudaranya yang baru datang ini sedih.
...----------------...
"Daniel "teriak Sela dengan kesal.
"Ada apa cerewet " jawab Daniel dengan enteng sekali.
"Kamu ini dari mana. Seharusnya kamu tadi siang itu ketemu sama klien, tapi malah pergi dan ga bisa dihubungi. Kamu ini gimana sih kerjaan di tinggal tinggal kayak gitu" marah Sela.
"Kan ada kamu, ada yang bisa handle semuanya. Terus apa lagi yang harus dipermasalahkan"
"Ya tapi kan mereka pengennya ketemu sama kamu. Jangan terus aku yang wakilin dong nanti mereka tiba-tiba mundur dari proyek itu gimana. Kamu harus dikirim itu dong jangan tiba-tiba menghilang deh. Bisa-bisa aku nanti saat kamu datang kekantor dan masuk keruangan kamu aku kunci pintunya biar ga bisa keluar sekalian "
"Iya iya nanti ga kayak gini lagi, ada meeting lagi emangnya sekarang. Apa ada yang perlu aku temui"
"Udah sih ga ada udah beres semuanya, udah selesai meetingnya juga"
"Ya udah aku pulang kalau gitu "
"Apa pulang, kamu ini gimana sih ada beberapa berkas yang harus kamu tanda tangani. Jangan tiba-tiba kabur kayak gitu dan aku besok harus cari-cari kamu atau sampai aku datangin kamar kamu cuman buat minta tanda tangan aja. Jangan bikin aku pusing deh Daniel "
Daniel merangkul Sela dan membawanya keruangannya "Baiklah akan aku tanda tangani semuanya, akan aku kerjakan semuanya agar kamu tak terus mengomel dan mengeluh seperti ini "
"Akhh lepasin ketek kamu bau, lepasin aku "
"Enak saja ya, mana ada bau yang ada wangi, nih cium cium "
__ADS_1
Daniel malah makin menekuk kepala Sela. Karyawan-karyawan yang lain yang melihat itu menyangka kalau Sela dan juga Daniel punya hubungan spesial, karena mereka sangat dekat sekali seperti bukan karyawan dan juga bos. Di sini tidak ada yang berani selain Sela pada Daniel. Karena aura Daniel sangat menakutkan sekali.