Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 103 penuh tipu daya


__ADS_3

"Bagaimana "


Daisy tersenyum pada Kat dan menganggukan kepalanya "Apa kata aku kamu ga akan mungkin hamil, aku senang banget "


Mereka berdua berpelukan dengan sangat erat sekali. Memang inilah yang ingin Kat perlihatkan pada Daisy kalau semuanya akan baik-baik saja.


"Makasih ya Kat, kamu udah mau temani aku "


"Iya sama-sama "


"Sekarang kita mau pergi ke mana"


"Kamu udah siap jalan-jalan Daisy "


"Udah asal sama kamu aja"


Kat mengandeng tangan Daisy, mereka keluar dari rumah sakit dengan senyum yang begitu bahagia. Sesekali Kat menatap Daisy.


Daisy juga saat melihat laki-laki dia ketakutan, tapi Kat memegang erat tangan Daisy "Kamu harus terbiasa jangan takut sama laki-laki, karena ga semuanya laki-laki kayak gitu banyak kok yang baik di dunia ini"


"Aku harus belajar lagi, tapi aku akan mencobanya Kat, bagaimana kalau mereka datang "


Kat langsung berbisik pada Daisy "Semua itu tidak akan pernah terjadi, karena mereka sudah tidak ada"


"Maksud kamu "


"Ayo kita ketaman dulu "


Kat membawa Daisy kesana dan memperlihatkan bagaimana pembunuhan berantai itu "Laki-laki ini yang telah membuatmu takut kan "


Daisy menganggukan kepalanya "Mereka sudah tidak ada kamu aman dan tak usah risau lagi ya"


"Kamu tahu siapa yang lakuin ini Kat "

__ADS_1


"Nanti juga kamu bakal tahu sendiri kok siapa yang lakuin ini, kamu juga bisa tebak sendiri siapa yang udah lakuin semua ini buat kamu"


Daisy hanya tersenyum saja, dia tahu siapa yang melakukannya ini Abangnya sendiri. Kalau bukan Abangnya siapa lagi.


"Ya udah sekarang mau jalan-jalan ke mana "


"Aku mau makan Kat "


"Yaudah ayo kita ke restoran "


Meskipun Daisy masih takut tapi dirinya mencoba untuk melawan rasa takut itu. Rasa yang mungkin sulit untuk hilang tapi dirinya harus berusaha demi dirinya.


Demi masa depannya juga, satu lagi demi keluarganya yang selalu mendukung dirinya ini. Tanpa mereka dirinya ini tidak akan bisa apa-apa.


...----------------...


Kat dan juga Daisy sekarang sudah pulang. Bahkan mereka sedang di meja makan bersama keluarga yang lain. Lucas yang baru datang langsung bergabung dan tiba-tiba saja dia berkata.


"Mami sama papi setuju ga, kalau Lucas dengan cepat menikahi Katherine sesuatu amanah mamah Jovanka"


"Kat kamu baik-baik saja "


"Iya mih, aku baik-baik saja "


Kat menatap Lucas tapi dia malah menyeringai, apa maksudnya ini jebakan apalagi coba.


"Bagaimana Mami sama papi setuju kan kalau aku cepat-cepat nikahin Kat. Dia juga udah keluar sekolah biar ada yang jagain juga "


"Tapi Kat belum siap "


"Ini demi kebaikan kamu Kat, agar ada yang menjaga kamu. Mamih jamin Lucas ga akan apa-apain kamu dia akan menjaga kamu sepenuh hati "


"Bisa Kat fikir-fikir dulu "

__ADS_1


"Mami kalau tunggu Kat mikir-mikir dulu bakalan lama. Bukannya kita harus memenuhi apa yang Mama Jovanka mau, aku hanya ingin memenuhi itu saja aku janji akan menjaganya dan aku tidak akan pernah menyakiti Katherine. Aku janji itu aku bisa menemui ayahnya sekarang untuk memberitahunya. Aku tahu mungkin ini terlalu cepat tapi itu akan lebih baik kan daripada kita terus menunda-nundanya. Katherine juga sudah 19 tahun jadi wajar kan kalau dia harus segera menikah "


"Lucas kita tidak bisa mengambil keputusan seperti itu, kita harus memikirkan bagaimana perasaan Katherine dulu. Kita tunggu dulu sampai Katherine siap dan memang mau menikah dengan kamu, menikahi itu bukan permainan dan pernikahan itu seumur hidup. Kamu ga bisa permainin pernikahan kayak gini Lucas"


"Lucas sama sekali ga lagi bikin permainan kok mih, Lucas cuman mau tepati janji Lucas pada mamah Jovanka itu aja ga ada hal lain kok yang buat Lucas mau mainin perasaan Kat ataupun pernikahan ini"


"Kat udah selesai makannya mih, Kat izin kekamar dulu ya "


Tanpa mendengar jawaban dari siapapun Kat langsung pergi ke arah kamar Daisy, sungguh dirinya bingung kenapa tiba-tiba dirinya dijebak pada sebuah pernikahan.


Kat menatap keluar jendela, dia melamun semua ini. Apakah dirinya harus pergi, ya itu jalan terbaik lebih baik dirinya pergi saja.


"Kat "


Kat langsung membalikan badannya saat melihat siapa yang masuk, bukan Daisy yang masuk bahkan pintu sekarang sudah dikunci.


Dia duduk ditempat tidur dan menatap Kat "Penawaran terakhir, menikah atau keluargamu yang akan jadi taruhannya. Apakah kau mau teman-temanmu bernasib seperti Barbara, mungkin Dian ataukah Kakakmu Chelsea atau ayahmu yang akan menjadi korban selanjutnya. Karena kau terlalu banyak menolakku, aku memberikan kehidupan yang nyaman untukmu tapi kau selalu saja menolakku dengan berbagai alasan"


"Aku sudah menyiapkan segalanya untukmu. Bahkan aku sudah memberi rumah untuk kita tinggali, sebenarnya apa kurangnya aku. Aku tidak akan kasar kalau kau menurut padaku. Aku akan baik jika kau baik juga padaku Kat. Apakah selama ini pengorbananku kurang untukmu"


Kat masih diam dan waspada takut takut penjahat itu akan menyakitinya, tapi tanpa dirinya sadari tangannya ditarik dan alhasil pantatnya ini mendarat tepat pada paha penjahat itu.


"Lepaskan aku "


"Menurut lah maka aku akan baik padamu"


Kat hanya bisa diam, Kat menatap wajah Lucas, Wajah yang tampan tapi sangat menyeramkan sekali untuknya. Dimatanya itu penuh sekali dengan ambisi entah ambisi apa.


Bibir Kat dilumat dengan perlahan, Lucas juga memeluk pinggang Kat dengan lembut, Kat hanya bisa diam tidak bisa melawan takut-takut malah dirinya yang disakiti nantinya.


Lucas melepaskan bibir Kat setelah dia puas, mengusap bibir itu dengan perlahan lalu tersenyum kearah Kat "Selalu begini, maka aku akan terus baik padamu "


"Aku lihat kau sangat menyukainya, maka aku putuskan bahwa kau setuju karena kau sudah menerima ciumanku. Terima kasih sayang sebentar lagi kita akan menikah dan kau tidak akan bisa lepas dariku"

__ADS_1


Kat yang mendengarnya kaget saat akan bangkit tubuhnya sudah dibawa kearah tempat tidur dan dibaringkan "Tidurlah sayang, besok kita akan mencari gaun pernikahan, aku senang kau menerimaku dengan senang hati "


Lucas mencium kening Kat dan pergi begitu saja, Kat langsung bangun dan berteriak "Akhhh tidak "


__ADS_2