
Tamara yang sedang tertidur dengan sangat nyenyak malah diganggu dengan ketukan pintu yang memekan telinganya.
"Siapa sih ganggu saja "
Tamara menutup telinganya mengunakan bantal. Berisik sekali pagi-pagi sudah berisik "Tamara, Tamara buka pintunya ada tamu "
Tok tok tok
"Tamara buka dulu pintu kamarnya, ini sangat darurat sekali "
"Bibi Merry kamu menganggu ku saja, aku ini mau tidur kenapa kamu malah membuat tidurku tak nyenyak seperti ini akhh"
Tamara bangun dengan rambut yang berantakan. Tamara membuka pintu kamarnya dan bibi Merry menarik Tamara masuk lagi dan mengunci pintunya.
"Kamu ini, apa yang kamu lakukan kenapa sampai orang tua Lea kemari apakah kamu yang melakukan ini "
Tamara mengerutkan keningnya "Memangnya apa yang aku lakukan, aku tidak melakukan apa-apa. Kamu ini ada apa sih bibi "
"Lea hilang, itu pasti ulahmu kan "
"Mana mungkin aku tidak tahu "
"Ya sudah cepat, ganti pakaianmu dan temui orang tua Lea. Mereka ada disini aku belum tanya-tanya tapi mereka sudah menangis "
"Hemm, baiklah aku akan menemuinya sekarang juga. Sudah sana bibi Merry keluar saja"
Bibi Merry tanpa disuruh dua kali pun langsung pergi meninggalkan Tamara sendirian dikamarnya. Tamara malah berbaring lagi.
"Menganggu saja, kenapa juga harus datang kesini. Kenapa harus padaku lagi, menyebalkan sekali pagi-pagi sudah menganggu tidur ku ini "
Tamara menggeliat dan memeluk gulingnya. Memejamkan matanya sebentar. Karena memang dirinya masih sangat mengantuk sekali.
...----------------...
__ADS_1
"Ada apa ini Bu, kenapa tiba-tiba kemari "
"Kami ke sini ingin meminta bantuan Tamara, Lea hilang dari rumah sakit entah bagaimana ada yang bisa mengambil Lea dari rumah sakit seperti itu, apa sebenarnya salah anak kami sampai seperti ini. Sudah dibunuh lalu sekarang jenazahnya tidak ada "
Bibi Merry diam, dia mengenggam tangannya dengan erat, apakah ini ulah Tamara. Apakah Tamara tega juga melakukan itu pada temannya. Kalau sampai Tamara yang melakukannya sungguh ini sangat fatal sekali.
"Bibi, Tamaranya mana. Kenapa tidak ada. Apakah dia sedang sibuk bibi "
"Sebentar ya Bu, Tamara sedang berganti pakaian dulu sebentar lagi juga dia datang "
Ibunya Lea menganggukan kepalanya, dia terus saja mengusap air matanya yang terus turun. Tak kuasa anaknya hilang seperti ini. Belum anaknya itu dibunuh belum ditemukan pembunuhnya sekarang malah tidak ada padahal sudah jadi jenazah tapi malah diculik.
Tamara yang sudah siap dengan pakaian terbaiknya keluar dari dalam kamarnya. Berjalan dengan anggun kearah ruang tamu. Tamara tersenyum pada ibunya Lea.
"Tante ada apa "
Tamara mendudukkan bokongnya dan menatap ibunya Lea "Lea hilang Tamara, dia hilang entah siapa yang membawa Lea. Bahkan Cctv juga rusak dirumah sakit. Padahal katanya tak pernah terjadi seperti itu. Bagaimana ini tolong bantu kami mencari Lea. Tamara bantu kami, kami tak tahu harus minta bantuan pada siapa lagi selain kamu. Bantu kami Tamara "
"Tolong Tamara, kami harus minta bantuan pada siapa. Kamu punya orang-orang pintar yang bisa membantu kami "
"Apakah polisi sudah tahu Tante, apakah mereka sudah mencari "
"Sudah mereka sudah tahu, bahkan mereka sedang mencari "
"Lebih baik kita menunggu saja. Aku akan bantu Tante, tapi tak akan banyak yang mencari mereka harus menjaga rumahku juga Tante. Aku sedang tidak memperkerjakan banyak orang"
"Tapi kamu bisa kan bantu kami "
"Tentu, aku bisa bantu Tante. Tapi aku tak akan bisa membantu Tante setiap saat. Ada waktunya aku tidak bisa membantu Tante "
"Ya tidak masalah, aku tidak akan mempermasalahkan itu tapi untuk sekarang bantu aku dulu ya. Tolong kami, kami binggung siapa yang telah membawa Lea, mengambil Lea. Bahkan pembunuhnya saja belum ketemu"
"Baiklah aku akan menyuruh orang-orang ku untuk mencari Lea, aku berturut sedih atas kejadian yang menimpa Lea "
__ADS_1
"Tamara apakah kamu tahu, siapa orang yang sedang bermasalah dengan Lea, siapa tahu kamu tahu dan bisa memberitahu polisi. Kami begitu binggung karena Lea tak pernah menceritakan apa-apa pada kami. Siapa tahu kamu lebih tahu Tamara "
Tamara langsung mengelengkan kepalanya "Aku tidak tahu Tante, Lea juga jarang ke rumahku bahkan satu bulan pun tak pernah, dia sibuk bekerja aku pun sama sibuk untuk bekerja dan mengerjakan yang lain. Apalagi aku sedang hamil jadi hanya fokus pada dirimu saja "
"Baiklah, tapi jika kamu tahu sesuatu bilang ya. Soalnya sebelum Lea tiada dia menelfon kalau dia baru mengunjungimu Tamara. Makannya aku menanyakan hal ini padamu "
"Begitu ya, memang dia datang ke rumahku tapi hanya sebentar saja tak lama. Sesudah itu aku tidak tahu apa yang terjadi padanya. Tahu tahu aku malah mendapati Lea yang sudah tiada "
"Baiklah Tamara, terimakasih atas bantuanmu. Sungguh ini sangat membantu kami. Kami juga akan kekantor polisi "
"Baiklah Tante, hati-hati ya"
"Iya Tamara "
Kedua orang Lea pergi, Tamara sendiri masih diam dan tak mengantar kedua orang tua Lea sampai kedepan. Tamara seperti memperlihatkan dirinya yang sebenarnya.
Bibi Merry yang langsung menanyakan apa yang dari tadi ada dibenaknya "Apakah ini ulahku, apakah kamu yang telah mengambil Lea "
Tamara menatap bibi Merry, lalu tersenyum miring "Kenapa bibi berfikir seperti itu. Kenapa bisa bibi mengatakan kalau akulah yang telah mengambil Lea. Kalau dipikir-pikir untuk apa aku menculik jenazah. Tak ada untungnya juga "
Bibi Merry mengangkat satu alisnya "Tapi feeling ku mengatakan kalau kamulah dalang dari semua ini Tamara. Banyak kemungkinan sekali kamu ini sedang ketakutan karena tidak mau ditangkap oleh polisi, lalu dengan cari licik mu kamu menculik Lea dan menyembunyikan nya "
"Gila untuk apa aku melakukan itu, sungguh tidak ada gunanya aku tak akan melakukan itu. Jangan membuatku marah bibi Merry. Kamu disini hanya pekerja saja bukan siapa-siapa ingat kamu bukan siapa-siapa aku, kamu hanyalah seorang pelayan"
"Tanpa kamu beri tahu pun aku sudah tahu dan tahu diri Tamara "
Bibi Mery masuk kedapur dan membiarkan Tamara sendirian. Bibi Merry ingin memberi pesan pada Lucas. Untuk memberi tahu perihal ini.
Lucas
Lucas, mayat Lea hilang sepertinya ini ulah Tamara. Tapi aku tak tahu dimana jenazahnya. Sekarang apa yang akan kamu lakukan. Cepat selesaikan masalah ini. Aku sudah muak pada Tamara.
Aku sudah tak tahan ada disini. Dia begitu angkuh. Aku sudah kesal dengan tingkahnya itu. Beri kabar aku seperti biasanya. Selesaikan dengan baik jangan sampai ada jejak sedikit pun.
__ADS_1