
Aku diam tak bersuara kembali, tapi aku sudah tak mendengar suara gedoran itu lagi. Aku mencoba untuk membuka pintu sedikit ternyata tak ada orang.
Aku membuka lebar pintu dan kosong, aku lari tak mau melihat kebelakang. Aku berlari terbirit-birit dan tiba-tiba saja bertabrakan dengan seseorang.
"Akhh aku tak punya uang "
"Ist, apaan sih kamu Kat "
"Kakak kamu ada di sini"
"Iya, aku ada di sini buat jemput kamu, ini udah malem udah cepet pulang , kalau udah malam tuh pulang ngapain juga kerjain tugas di sekolah. Kalau emang mau cari jawaban ya beli dulu saja bukunya yang pas ngapain juga kerjain di perpustakaan sekolah sendirian"
"Ya tadinya kan pengen hemat saja biar ga mubazir kan, di perpustakaan juga banyak buku Kak, makanya aku kerjain saja sekalian di perpustakaan biar tenang juga"
"Tetap saja, sudah cepat pulang kenapa sih kayak yang takut gitu tadi keluar dari sekolah"
"Tadi ada orang mabok terus minta uang. Untung saja dia udah ga ada, tapi, aku juga aneh kenapa orang itu tiba-tiba ga ada"
__ADS_1
"Masa sih bisa tiba-tiba ga ada, apa di sekolah ini angker? "
"Apaan sih Kak, jangan bikin aku takut deh udah yuk ah pulang. Jadi takut nih parno"
Aku menarik tangan Kak Chelsea untuk segera pergi dari lingkungan sekolah. Kak Chelsea hanya mengikuti langkahku saja. Setelah masuk ke dalam mobil aku hanya bisa diam memikirkan tentang kemana perginya orang mabuk itu.
Kenapa dia bisa tiba-tiba menghilang. Padahal tadi dia masih mengedor-ngedor pintu ingin masuk dan meminta uang padaku. Aku juga aneh siapa yang menyuruh laki-laki itu untuk meminta uang.
Padahal kalau tidak ada yang menunjukkan aku sedang di perpustakaan itu tidak akan terjadi kan, aku melihat ke arah Kak Chelsea sebentar, lalu aku mengelengkan kepalaku.
"Kenapa kau menatapku. Apakah kau mencurigai ku sebagai orang yang telah menyuruh laki-laki mabuk itu"
"Tidak, memangnya aku tidak boleh menatapmu"
"Iya, tatapanmu aneh saja padaku seolah-olah aku telah melakukan itu padamu. Maksudku aku yang menyuruh laki-laki mabuk itu untuk mengerjai mu"
"Tidak, aku sama sekali tidak berpikir ke sana hanya aneh saja dia tiba-tiba menghilang itu yang membuat aku bingung"
__ADS_1
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, mungkin itu sudah takdirmu saja untuk selamat bersyukurlah "
"Iya juga sih, Ibu marah ga aku ga beres-beres rumah Kak"
"Ngapain sih masih mikirin beres-beres rumah, kan ada bibi terus gunanya bibi buat apa di rumah. Kalau kamu yang beres-beres juga, udahlah tenang Ibu juga ga akan marah"
"Ya kan biasanya aku bantu-bantu bibi"
"Nggak akan, udah mending kamu tidur saja nanti aku bangunin kalau udah sampai depan rumah. Kalau ada aku Ibu ga akan marah kok"
"Beneran nih aku boleh tidur"
"Iya tidur saja, tenang saja nanti aku bangunin kamu kok. Mana mungkin aku bohong"
"Oke deh Kak"
Aku segera mencoba untuk menutup kedua bola mataku, semoga saja aku bisa tidur dan menghilangkan rasa takutku saat tadi dikejar-kejar oleh orang mabuk itu.
__ADS_1