Psychopath 2

Psychopath 2
Bab 262 Habis


__ADS_3

Vio mengambil air kelapa yang disodorkan suaminya. Mereka masih dilantai betah diam disini. Mereka habis main air tapi tidak lama-lama karena Daniel langsung membawa Vio ketepian.


Vio meminum air kelapanya, lalu memberikannya pada suaminya agar meminumnya juga. Memang suaminya ini hanya beli satu ada-ada saja.


"Lihat Daniel, sepertinya akan ada badai "


Daniel menatap kearah yang ditunjukan oleh Vio "Kalau begitu kita harus pulang sayang, kita kalau tetap disini malah akan terjebak "


"Tapi aku suka disini "


"Kapan-kapan kita akan datang lagi kemari bagaimana, sekarang kan kamu sedang mengandung nanti ada saatnya kita akan kembali lagi kemari "


"Emm, baiklah kita harus bersiap sekarangkan "


"Tentu sayang, sekarang saja itu lebih baikkan dari pada menunggu badai "


Vio menganggukan kepalanya dengan patuh. Vio tak mungkin ingin terus disini sedangkan suaminya mengajak pulang Vio tak mau egois.

__ADS_1


Mereka berdua mengemas barang-barang mereka berdua. Lebih tepatnya sih Daniel sendiri yang membereskannya karena Daniel tak membiarkan Vio kecapean. Vio hanya bisa tersenyum dengan suaminya itu. Merasa beruntung saja kalau Vio mendapatkan suami seperti Daniel.


Mereka melangkah masuk kedalam mobil, Daniel juga sudah memakaikan jaket pada Vio dan juga selimut lalu bantal juga "Kamu kalau mengantuk tidur saja tak usah menemaniku untuk menyetir ya. Aku baik-baik saja "


"Emm, tapi Daniel_"


"Sudah sayang jangan memaksakan tadi, kamu pasti akan lelah apalagi sudah bermain di pantai seharian "


"Baiklah jika aku mengantuk aku akan tidur "


Daniel tersenyum senang, mencium tangan istrinya dan melajukan mobil menjauhi pantai. Apalagi keadaan juga sudah sangat mendung sekali.


Tiba-tiba saja ada yang menghadang mobil Daniel, padahal hujan sedang deras seperti ini. Daniel hanya diam tak menggubris mereka yang berteriak. Daniel menatap istrinya yang masih tidur dengan lelap karena tidak mau membuat istrinya terganggu Daniel keluar.


Daniel mengambil pisau dan juga palu yang ada didalam mobilnya. Harus selalu waspada kan. Saat Daniel keluar mereka langsung mengerumuni Daniel, Daniel langsung mengunci pintunya. Kunci ada ditangannya digenggam dengan erat.


"Ada apa sampai menganggu perjalananku "

__ADS_1


"Serahkan mobil ini dan uangmu "


"Untuk apa"


"Hey, kamu ini ya serahkan semua apa yang kamu punya "


Daniel diam, menatap ketiga orang yang ada dihadapannya. Lalu tanpa mereka sadari Adnan mengayunkan pisau yang dia bawa tadi lalu menusukkannya ke mata salah satu orang yang ada disana.


Daniel juga memukul kepala orang yang ada disebelahnya. Meraka bertiga langsung menjauh. Orang yang belum terluka apalagi langsung kabur. Daniel bukannya langsung masuk kedalam dia malah mendekati orang itu.


Daniel berlari dan mengambil pisau yang tertancap di mata laki-laki itu lalu menusukkannya kembali ke lehernya beberapa kali. Setelah yakin orang itu mati Daniel menatap temannya yang sudah terkapar.


"Ampun, aku minta maaf kami hanya sedang butuh uang saja. Ampun "


Tapi namanya Daniel dia tak mau mendengar alasan apapun. Ada orang yang menganggu ketenangannya maka akan habis.


Daniel menghabisi orang itu dengan pisau juga, bahkan Daniel melukai kakinya saat dia tadi lagi. Lalu Daniel memasukan mereka kedalam mobilnya lagi. Daniel menghapus sidik jarinya semoga saja tak ada yang tertinggal.

__ADS_1


Daniel melihat kearah mobilnya dan masih melihat istrinya tertidur. Semuanya aman jangan sampai istrinya tahu tentang kejadian ini.


__ADS_2