
Sedangkan Valeria yang memang sudah sangat ketagihan dengan apa yang dia lakukan menyekap satu orang laki-laki yang terus saja mengganggunya. Valeri sudah sangat muak sekali, Valeria tak suka diganggu terus.
Apalagi laki-laki ini tidak tahu diri Valeria sedang bekerja dia akan mengganggu pokoknya Valeria sudah sangat muak sekali dengan laki-laki ini, Valeria ingin menghabisinya sekarang juga, makannya sekarang dirinya ingin membunuh laki-laki ini.
"Ada apa Valeria kenapa kamu tiba-tiba melakukan hal seperti ini, memangnya aku punya salah apa sama kamu. Aku hanya ingin melamarmu saja kenapa kamu tiba-tiba melakukan hal ini padaku. Aku tidak punya masalah apa-apa denganmu aku tidak pernah membuatmu sakit hati atau menghianatimu kan lalu kenapa kamu melakukan ini jangan gegabah Valeria lepaskan aku "
"Lepaskan Valeria, lepaskan aku jangan seperti ini kalau ingin bermain-main jangan seperti ini, apa kamu sedang pusing dengan pekerjaan kamu sampai melakukan ini dengan aku "
Valeria mendekatkan tangannya ke arah bibir laki-laki itu "Diam aku tidak suka laki-laki yang terus berceloteh seperti itu, bagaimana enak kopi yang aku berikan. Pasti enak sekali kan sampai kamu pingsan seperti ini dan aku bisa membawamu kemari"
"Kamu masukkan apa dalam kopi itu, lepaskan ikatan ini jangan main-main dengan aku, aku sudah muak dengan apa yang kamu lakukan lepaskan jangan main-main " laki-laki itu berteriak dengan sangat histeris tak terima dengan apa yang dilakukan oleh Valeria.
"Memangnya kenapa aku suka main-main dengan kamu, kamu saja suka kan mendekati aku kenapa tidak aku mempermainkan kamu tenang saja kamu akan baik-baik saja di sini. Aku tak akan melakukan apa-apa sama kamu kita hanya akan bermain sebentar hanya sebentar aku janji itu sama kamu "
Valeria mendekati laki-laki itu, dia mengeluarkan pisau kecil yang tadi ada di ruangannya ini adalah pisau buah. Valeria tadi asal ambil saja dari pada dia lama dan akan menghabiskan waktu jadi yang ada saja lah ribet kalau harus beli dulu nanti banyak yang bertanya-tanya juga kan.
"Ngapain bawa pisau jauh jauh jangan dekati aku, kamu ini sepertinya memang sudah gila perempuan gila ya kamu ini Valeria"
Tapi Valeria terus mendekatinya, dia menancapkan pisau itu di paha laki-laki itu untung saja tidak mengenai alat vitalnya. Laki-laki itu sampai berteriak kaget dengan apa yang Valeria lakukan, kaget dan juga sakit sekali.
"Kamu ini kenapa tiba-tiba seperti ini, kamu benar-benar gila seharusnya aku mendengarkan kata-kata orang lain kalau kamu itu gila dan tak usah didekati "
"Kalau kamu tahu aku gila kenapa kamu suka sama aku, seharusnya kamu berpikir ulang kan sebelum mendekati aku. Aku sudah bilangkan kamu untuk tidak mendekatiku karena kamu terus ngeyel deketin aku dan buat aku pusing maka inilah akibatnya. Sudah aku bilang kan jangan dekati aku pergi dari sampingku. Tapi apa kamu masih saja terus mendekati aku "
"Aku tidak suka didekati oleh kamu apalagi keluarga kamu yang cerewet, terus saja bertanya padaku kapan menikah denganmu, memangnya kita ini punya hubungan apa sampai-sampai mereka berhak untuk menanyakan hal itu padaku, mereka tidak berhak melakukan itu, kamu juga malah diam saja "
Valeria tidak suka terus didekati dipepet ditanya kapan nikah, mau ke rumah dirinya kapan, ibunya suka dengannya, Valeria tidak suka dengan hal itu. Sudah Valeria katakan kalau dirinya tidak mau menikah dulu.
Dia masih ingin menghabiskan waktunya sendiri tapi orang ini terus saja berkata seperti itu. Valeria bosan mendengarnya Valeria tidak suka mendengarnya, benar-benar membuat telinganya sakit Valeria tak mau mendengar kata-kata itu terlalu lama.
"Kamu harus hati-hati Valeria jangan membuat aku marah, aku bisa melakukan apa saja setelah kamu melepaskan aku ini. Jadi lebih baik jangan memancing emosi aku lepaskan sekarang juga. Kamu sudah berani menusukku juga kamu mau aku tuntut dengan sangat berat sekali, aku tidak akan pernah melepaskan kamu kamu akan habis di tanganku, kamu akan aku habisi Valeria "
"Silakan kalau kamu bisa menghabisi aku sekarang saja kamu masih tidak bisa melakukan apa-apa, tapi mulutmu itu sudah sangat cerewet sekali ayo buka talinya sendiri kalau bisa jangan hanya bicara saja, aku akan menunggu kamu "
Valeria mengambil pisau itu lagi, dia lalu menancapkan kembali pada dada laki-laki itu terus saja berulang beberapa kali, sampai-sampai laki-laki itu sudah tidak bernyawa lagi. Valeria tersenyum melihatnya, sekarang orang yang sangat menyebalkan untuknya sudah tak ada Valeria bisa bernafas lega tak akan ada yang mengganggunya lagi.
Tapi pisau di tangannya langsung terlepas apakah semuanya akan baik-baik saja, lalu Valeria harus bagaimana mengurus mayatnya, bagaimana dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan. Daniel yah dia pasti akan bisa membantunya tapi di mana sekarang dia.
Daniel pasti akan bisa membantunya untuk menguburkan orang ini. Kenapa Valeria tidak memikirkan hal itu dulu, dia malah langsung gegabah membunuhnya Valeria benar-benar membuat hidupnya menjadi kacau, seharusnya dia tadi menelpon Daniel dulu meminta solusi padanya, minta bagaimana caranya bukanya langsung melakukan ini.
Valeria langsung mengeluarkan ponselnya ingin menghubungi Daniel, tapi dia urung kan niatnya itu. Valeria langsung keluar dari ruangan itu, Valeria juga mengunci pintunya dia akan menemui Daniel saja langsung tidak mau menelpon takut nanti Vio yang mengangkatnya.
Kalau Vio yang mengangkatnya dia akan curiga. Valeria tidak mau membuat Vio berpikir yang tidak-tidak karena dirinya menelepon Daniel begitu saja, mereka berdua ini sudah tidak punya pekerjaan lagi ya maksudnya kerja sama mereka sudah selesai.
Pasti Vio nanti akan berfikir kemana-kemana maka Valeria tak mau melakukan itu, tak mau membuat Vio menerka-nerka dan berfikir kalau dirinya akan merebut suaminya.
Apalagi Vio pernah menyuruhnya untuk menikah dengan suaminya, untung saja Valeria tak mau waktu itu. Valeria harus cepat-cepat menyelesaikan semua ini.
...----------------...
"Sayang akhirnya kamu datang juga kemari aku kira kamu tidak akan menyusul aku. Maaf ya aku lama sekali aku sangat senang sekali melakukan hal ini "ucap Daniel yang sudah ada di hadapan istrinya.
"Iyalah betah di sini, di sini aja perempuannya banyak gimana nggak betah coba gimana nggak tahu waktu, kamu pasti akan sangat betah sekali mungkin kalau aku tak kesini kamu akan terus disini dan menikmati tubuh-tubuh mereka itu sungguh ya kamu ini menyebalkan sekali Daniel "
Vio memberikan air minum itu pada suaminya yang tadi dia beli, meskipun kesal Vio memberikan air minum itu pada suaminya, Vio juga meneruskan kata-katanya "Tentu saja aku pergi ke sini aku menyusulmu sudah 4 jam kamu pergi dan tidak kembali lagi. Aku begitu curiga dan benar saja kan di sini banyak perempuannya"
"Aku tidak bermaksud seperti itu. Aku tidak mengobrol dengan mereka bahkan aku tidak melakukan apa-apa dengan mereka. Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu pada aku sayang, aku hanya bermain selancar saja di sini aku tidak bermaksud apa-apa. Aku juga tadi tidak melihat mereka. Maafkan aku jangan marah seperti itu dong"
"Masa sih. Lihatlah mereka lebih cantik dari aku, kamu benar-benar menyebalkan sekali aku marah padamu Daniel. Aku tak suka dengan kamu yang betah disini dan tak tahu waktu "
"Aku khawatir dengan kamu, tapi kamu malah seperti ini senang-senang dengan perempuan lain "
"Aku tak melakukan apa-apa dengan mereka sayang kenapa kamu tidak percaya dengan aku, harus bagaimana aku menjelaskannya sama kamu jangan seperti ini "
Tiba-tiba saja ada seorang laki-laki yang mendekati mereka, Vio kira tak akan mendekati mereka, tapi dia datang kemari "Jadi ini istrimu Daniel, aku baru melihatnya sekarang "
"Iya dia istriku, memangnya kamu mau apa "
"Oh hai aku Lukan temannya Daniel saat masa kuliah"
Lukan tak menghiraukan pertanyaan dari Daniel, dia sudah tahu bagaimana wataknya Daniel. Jadi ya biarkan saja Lukan hanya ingin berkenalan dengan istrinya saja, Daniel ini memang pelit hanya ingin berkenalan saja tapi sikapnya sudah seperti itu"
"Aku Violetta istrinya Daniel salam kenal ya, aku tak tahu kalau disini juga ada temannya Daniel karena dia juga tak bicara dengan aku "
Lukan mengganggukan kepalanya, Lukan lebih menajamkan lagi pandanganya pada Vio "Aku merasa tidak aneh dengan wajahmu ini apa mungkin kamu punya saudara kembar ? Aku benar-benar tak asing saja dengan kamu "
Vio menganggukan kepalanya "Iya aku punya saudara kembar namanya Valeria, dia saudaraku mungkin kamu pernah bertemu dengannya. Karena dia itu suka jalan-jalan dan juga dia seorang pengusaha. Ya mungkin kamu pernah bekerja sama dengannya tapi lupa lagi makanya saat kamu melihat wajahku tak asing, wajah kami memang sangat sama sekali kalau untuk orang yang baru bertemu mungkin tidak akan pernah bisa membedakannya"
"Benarkah dugaan aku ini, tapi ada yang berbeda menurutku dari tatapannya dan matanya saja sih, tapi keseluruhannya sangat sama sekali makanya pertama aku melihatmu aku merasa familiar saja dengan wajahmu ini ternyata kamu punya saudara kembar, aku berarti tak salah "
Vio hanya mengangguk-anggukkan kepalanya saja bingung juga mau menjawab apa lagi, Valeria itu memang banyak yang mengenalnya, karena Valeria itu orangnya lebih bisa bergabung dan juga berinteraksi dengan baik dengan orang sedangkan dirinya tak bisa seperti itu.
"Jadi kalian berdua memang sudah janjian ya, pantesan Daniel ingin pergi kesini "
Laki-laki itu langsung menggelengkan kepalanya "Tidak memang kebetulan saja kita ketemu, aku tidak tahu kalau ada Daniel kemari memang aku sering datang kemari, kalau dulu sih kita sering melakukan hal ini bersama-sama"
__ADS_1
"Tapi semenjak menikah memang Daniel agak sedikit menutup dirinya dan dia seperti menjauhi teman-temannya, entah kenapa aku juga kalau bertanya dengan dia tidak akan punya jawaban yang pasti"
"Kamu tahu sendiri kan bagaimana suami kamu ini, dia itu kalau bicara irit sekali, sampai iritnya kadang tak akan dijawab sama dia "
"Tadi aja ada perempuan yang mendekatinya. Tapi apa dia malah melengos pergi begitu saja dan tidak menggubrisnya, aku suka dengan tingkahnya itu karena dia sadar kalau dia itu sudah punya istri, jadi dia tidak bisa leluasa melakukan hal apapun itu, jadi kamu tidak usah khawatir dengan suamimu ini dia itu akan selalu menjaga hatinya untuk kamu"
Vio lagi-lagi hanya bisa menganggukkan kepalanya, dia juga sudah melihat tingkah suaminya yang cemberut. Padahal dia berbicara dengan temannya sendiri kalau dengan orang asing baru.
Vio juga sedikit lega saat mendengar penjelasan dari temannya Daniel ini, kalau Daniel tidak merespon siapa-siapa dia sudah berpikiran yang tidak-tidak ternyata suaminya masih sama tidak ada yang berubah dari suaminya.
Seharusnya Vio tidak boleh seperti itu tadi, seharusnya Vio percaya kalau suaminya tak akan mungkin tergoda oleh perempuan manapun, selama ini suaminya tak pernah kan berbicara dengan perempuan.
Ya mungkin selain pegawainya dan juga teman bisnisnya itupun hanya membicarakan tentang pekerjaan saja, dan Daniel juga selalu menceritakannya padanya tak pernah dia sembunyi-sembunyikan semuanya darinya.
"Ya sudah aku dan Daniel harus segera pulang, kami tidak bisa lama-lama di sini kami ada urusan" akhirnya Vio mengakhiri pembicaraan ini Vio juga ingin cepat cepat pulang saja tak mau ada disini.
"Oh aku kira kalian akan menginap disini, aku kira kita bisa bertemu lagi dan menghabiskan waktu bersama-sama ya maksudnya seperti makan dan mengobrol seperti ini rasannya sangat menyenangkan sekali "
"Tidak kita tidak menginap, kita pulang ya sudah kami permisi dulu, jam harus cepat-cepat pulang dari sini, kami tak bisa lama-lama"
Daniel dan juga Vio pergi dari sana dia tidak mau membuat suaminya makin cemburu dan nanti malah akan merajuk. Ya seperti yang sering Vio katakan kalau suaminya ini sering merajuk padahal Vio juga berbicara dengan temannya sendiri, bukan dengan orang lain itu kan temannya.
Daniel dari tadi diam saja, berarti menandakan kalau dia tak suka Vio mengobrol dan ingin cepat cepat mereka pergi dari ini.
"Kamu itu terus cemberut bukannya teman kamu ya dia, seharusnya kamu senang dong ada teman kamu bukannya seperti itu cemberut terus, jelek ah ga boleh kayak gitu kamu "
"Iya dia temanku tapi teman lama. Kenapa juga kamu harus terus berbicara dengannya padahal ya sudah jangan banyak ngobrol dengannya, aku tak suka sayang aku benar-benar marah melihat kamu seperti itu, melakukan itu "
"Ya aku cuma bicara aja sama dia, kita pulang kan kita nggak nginep di sini aku nggak mau tinggalin anak kita lama-lama, kita harus secepatnya jemput Arumi malam ini juga aku mau Arumi pulang, pokoknya aku mau habisin waktu sama dia nggak ada bantahan pokoknya aku ingin sama-sama dengan Arumi malam ini juga tak ada nanti-nanti "
"Iya iya kita jemput Arumi, pasti dia udah mau pulang, nggak mungkin kan dia terus di sana aku juga nggak enak sama Alex kalau dipikir-pikir, ayo sudah kita harus segera mengambil barang dan langsung pulang sayang seperti apa yang kamu mau "
"Ya makanya kata aku juga harus cepat-cepat dibawa Arumi ke rumah aku nggak enak sama mereka, mereka kan baru punya baby masa ditambah sama Arumi pasti akan sangat berisik sekali di rumah. Ayu harus banyak istirahat dengan anaknya itu tidak boleh banyak gangguan"
"Iya sayang iya kita pulang sekarang ya kita pulang dan ambil Arumi, jangan marah lagi ya "
Daniel mengandeng tangan istrinya, agar semua orang tahu yang ada disampingnya ini adalah istrinya yang cantik, dan tak boleh ada laki-laki yang meliriknya awas saja kalau sampai ada yang melakukan itu, akan habis dia olehnya tak akan Daniel biarkan.
...----------------...
Mereka sudah ada di rumahnya Alex, Vio sendiri melihat Ayu dan juga anaknya memang sudah beberapa kali Vio datang kemari ya tapi tetap saja ingin melihat sekalian ambil anaknya juga. Daniel menunggu dan mengobrol dengan adiknya Alex. Meraka sudah lama tak berbicara berdua seperti ini.
Kalaupun di kantor mereka hanya disibukkan dengan pekerjaan dan tidak ada waktu untuk mengobrol berdua, karena pekerjaan mereka sangat menumpuk sekali apalagi sekarang Alex harus membantu kakaknya mengerjakan proyek-proyek yang sangat banyak sekali.
"Jadi beneran udah ketangkap tuh Tamara nggak kan ganggu lagi kan dia, aku ga mau ah nanti malah kebawa-bawa, perempuan itu benar-benar sudah membuat Kakak takutkan, bahkan Vio saja tak bisa pergi kemana-mana sampai beberapa tahun lamanya kan hanya untuk menghindari perempuan itu "
"Beneran dibunuh nih nggak main-main beneran langsung nggak ada gitu, jangan sampai nanti malah muncul lagi Tamara yang beneran takutnya itu cuman nipu aja, mungkin orang yang sama "
"Bener kok dia, dia dia nggak operasi plastik cuman pakai topeng aja, dia tak mungkin merubah wajahnya itu, kalau didiamkan dan dia masih hidup ya sama aja bohong dia akan ganggu lagi ganggu lagi, kapan aku akan tenang hidupnya dan kapan juga istri aku akan bebas ya lebih baik bunuh saja dia sekalian daripada membuat masalah kan. Aku tidak mau hidupku ini hanya terus mengurusi tentang dia takut dengan dia. Memangnya siapa sih Tamara harus membuat aku takut"
"Dia itu hanya perempuan bias-biasa saja, aku tak mau dia terus menganggu hidup semua orang dengan rencana balas dendamnya yang sangat mudah ditebak sekali kalau mau melakukan apa-apa "sambung Daniel sampai memakan camilan yang ada dihadapannya.
Daniel dengan istrinya di tak sempat untuk makan dulu mereka langsung datang kemari saja, karena Vio ingin cepat-cepat menjemput sang anak tadi. Daniel juga sama ingin bertemu dengan anaknya biasanya mereka akan tidur bersama bertiga.
Tapi tiba-tiba anaknya malah menginap di sini sepertinya Daniel juga harus membuatkan adik untuk Arumi agar dia bisa punya teman di rumah, agar Arumi tak usah bermain dengan teman-teman laki-lakinya lagi. Daniel bisa tenangkan kalau itu terjadi.
"Ya juga sih tapi ya tetep aja kalau misalnya ketahuan sama Vio bisa abis juga kan, emang sama siapa sih ngelakuinnya nggak ajak-ajak. Padahal kalau mau dibantu aku bisa kok, aku akan mampu melakukannya aku juga tak akan menolak kalau urusan membunuh orang, apalagi perempuan yang sudah membuat keluarga kita kebingungan "
"Kamu pasti akan sangat tidak menyangka, yang membantu aku adalah kakaknya sendiri Valeria. Aku tidak menyangka kalau Valeria mempunyai sesuatu yang sama dengan kita dia bahkan berani menghabisi Tamara, aku benar-benar kaget tapi aku mencoba untuk biasa-biasa saja tak mau diambil pusing "
"Berarti bukan kita saja yang aneh, masih ada orang lain. Jadi kita tidak usah takut untuk terlihat berbeda dari yang lainnya, kita sama tidak ada bedanya banyak juga yang seperti kita ternyata"
Alex yang mendengarnya sampai terbatuk tidak percaya "Valeria melakukan itu, tidak salah memangnya Valeria itu kan kakaknya Vio, benar-benar melakukan hal gila itu apa dia sesadis itu, aku hanya tahu kalau dia itu dulu suka membully temannya kan termasuk Tamara"
"Yakin dia melakukan itu nih kak, aku tidak menyangka kalau dia sampai melakukan itu apakah hanya kebetulan saja atau mungkin dia dari dulu seperti itu hanya menyembunyikannya saja dari kita agar kita semua tidak tahu kalau sebenarnya dia adalah orang berdarah dingin" Alex melanjutkan kata-katanya itu memang dirinya tak menyangka saja akan seperti itu kakaknya Vio.
"Aku juga tidak tahu tapi dia bilang baru pertama kali dan dia suka melakukan hal itu, aku juga tidak mau melarangnya itu hidup-hidup dia mau dia berubah seperti kita juga itu memang sudah kemauannya, bukan aku yang menyuruhnya atau aku mengekangnya dia sendiri kan yang mau, jadi aku tak akan pernah bertanggung jawab atas apapun yang nanti terjadi padannya. Itu kemauan dia sendirikan bukan aku yang mau, jadi kita cuman cukup tahu saja"
"Iya juga sih tapi jangan sampai nanti Vio tahu kalau kamu menghabisi Tamara bersama saudara kembarnya, masalah ini pasti akan besar sekali apakah kakak sudah berbicara dengan ayah tentang masalah Tamara ini. Ayah juga kan sama mencari Tamara, kenapa dia saat itu sangat sulit sekali ditemukan, dia seperti belut licin sekali "
"Tidak ini hanya rahasia kita saja, aku tidak mau Ayah sampai tahu sudahlah yang terpenting dia sudah tiadakan perempuan itu sudah mati dan tidak akan pernah mengganggu hidupku lagi, aku sudah benar-benar sangat muak dengan tingkahnya, aku sudah pusing dengan tingkah perempuan itu yang tidak pernah berubah dan terus saja seperti itu mana ada sih orang yang mau terus diganggu olehnya, aku benar-benar tidak mau diganggu lagi olehnya"
"Kamu juga pasti kan tak mau diganggu olehnya, kamu juga pasti ingin hidup senang dan tak ada yang merecoki hidup kamu ini "
"Yah aku mengerti-mengerti aku juga tidak mau diganggu karena dia itu memang benar-benar menyebalkan sekali, tapi ya syukur deh kalau dia udah nggak ada aku juga takutnya dia nggak bisa balas dendam sama kamu malah melebar ke aku tapi kalau udah nggak ada gini nggak perlu ada yang ditakutin lagi"
Alex mengusap dadanya, dia tenang kelurganya juga tenang, perempuan itu sudah sangat meresahkan sekali. Keluarganya sampai mencari semuanya tak ada yang diam semuanya benar-benar mencari Tamara perempuan itu.
"Iya betul nggak ada yang perlu kita takuti lagi dia sudah nggak ada, dia udah mati dan dia memang pantas menerima semua itu kalau dia masih hidup sampai sekarang menyusahkan. Atau mungkin dia akan membuat rencana-rencana baru dan yang fatalnya lagi dia akan menganggu anak-anak kita ini "
"Daniel ayo kita pulang sebenarnya kalian ini sedang membicarakan apa sih sepertinya sangat seru sekali, aku sampai mau bergabung "
Alex langsung saja berhenti berbicara. Kenapa tiba-tiba ada Vio. Kenapa dia tiba-tiba datang seperti ini mengagetkan sekali kan sangat-sangat mengagetkan untuk mereka, sedang fokus-fokusnya tiba-tiba datang.
"Tidak kami hanya sedang mengobrol tentang bisnis aja Kak Vio, tidak ada hal penting yang kami bicarakan apakah Arumi akan kembali lagi kemari, padahal aku tidak masalah kok kalau dia tetap di sini aku suka Karina ada teman jadi dia tidak main dengan laki-laki ompong itu, aku sangat muak sekali dengan anak laki-laki itu"
__ADS_1
"Laki-laki ompong siapa itu " Vio binggung dengan kata-kata adik iparnya itu.
"Ada temannya laki-laki ompong pokoknya dia selalu saja datang kemari untuk main dengan Karina, tapi karena ada Arumi dia jadi jarang kemari, aku sudah tenang tapi ya sudahlah Arumi juga harus pulang ke rumahnya. Tapi kapan-kapan Arumi menginap lagi di sini ya, aku sama sekali tak keberatan kok "
"Iya tentu pasti nanti Arumi main ke sini lagi dan menginap lagi, dia juga pasti ingin bertemu dengan adik bayi lagi "
Setelah berbincang-bincang cukup lama Daniel dan juga Vio segera pulang Arumi sudah dipangku oleh mamanya dan tertidur dengan lelap. Daniel juga sesekali melihat ke arah Vio dia takut kalau Vio mendengar pembicaraannya dengan Alex tadi.
"Kenapa kamu terus melihatku apa ada sesuatu yang aneh dari wajahku Daniel, sampai-sampai kamu dari tadi terus saja tidak fokus menyetir dan melihatku terus. Kamu jangan membuat aku curiga dengan gelagat kamu tidak ang seperti itu "
"Tidak sayang aku hanya aneh saja. Kenapa kamu jadi pendiam, biasanya kamu akan cerewet tapi sekarang kamu diam saja ada apa, kamu bisa cerita sama aku, kamu ga usah pendam semuanya sendiri kan ada aku sayang, coba kamu bicara ada apa aku pasti akan mendengarkannya "
Vio mengelengkan kepalanya "Semuanya baik-baik saja tidak ada yang terjadi aku tidak kenapa-napa, itu hanya perasaan kamu saja, sudah kamu fokus saja menyetir jangan hiraukan aku, aku baik-baik saja kok"
"Yakin sayang apa kamu marah padaku mungkin, apa kamu marah masalah yang di pantai tadi gara-gara aku lama "
Vio yang bingung langsung menatap suaminya dan menggelengkan kepalanya. Vio benar-benar tidak marah dia hanya sedang ingin diam saja memangnya salah Vio diam, memang biasanya juga kan Vio diam seperti ini tak banyak bicara kalau pergi bersama suaminya.
Vio tidak mau mengganggu suaminya yang sedang menyetir lalu apa salahnya kalau dia sampai diam sekarang tak ada yang berbeda sama sekali, semuanya baik-baik saja.
"Aku hanya ingin diam saja, memang ada yang salah kalau aku diam rasanya tidak ada kan. Kamu ini kenapa sih Daniel seperti ada yang disembunyikan dariku kamu seperti takut sesuatu terbongkar ada apa, apa yang kamu lakukan sebenarnya, apa kamu melakukan hal fatal dan takut aku tahu "
"Kenapa kamu jadi menuduhku, aku tidak melakukan apa-apa aku tidak mungkin melakukan hal aneh aku tidak melakukan apa-apa aku sudah berkata jujur padamu, dan jangan menuduhku yang tidak-tidak. Aku mana mungkin berbohong sama kamu, kapan juga aku melakukan itu sama kamu "
"Aku tidak menuduhmu, aku hanya bertanya saja, apakah salah kamu saja yang terlalu sensi tiba-tiba seperti itu. Aku jadi merasa aneh dengan kamu tahu"
"Sudah sudah jangan jadikan ini sebuah pertengkaran. Sudah cukup aku tidak mau bertengkar lagi aku akan fokus menyetir saja, kamu lebih baik tidur saja Vio aku tahu kamu pasti lelah sekali "
Vio hanya mengangkat bahunya saja bingung dengan tingkah suaminya ini, ya sudah Vio juga dari tadi tidak mengajak suaminya berbicara karena memang ada alasannya.
Vio tidak mau mengganggu suaminya yang sedang menyetir, suaminya ini benar-benar aneh seperti ada yang disembunyikan apa ya yang suaminya sembunyikan apa tentang Tamara, mungkin saja ya Vio tak tahu soalnya.
"Apa yang kamu lakukan dengan Tamara "tiba-tiba saja Vio ingin berbicara tentang hal itu karena sepertinya ada hal yang janggal dilakukan oleh suaminya ini, sampai-sampai suaminya seperti ketakutan dan tadi sepertinya mereka berdua sedang berbicara tentang Tamara tapi mereka langsung diam saat Vio datang sungguh aneh sekali kan.
"Tidak ada yang aku lakukan, semuanya baik-baik saja aku tidak pernah melakukan apa-apa pada Tamara, aku hanya mengikuti apa yang kamu mau, aku tak mungkin melanggar apa yang kamu mau "
"Lalu dia sekarang di mana, apakah sudah ada di dalam penjara, apakah aku bisa bertemu dengannya aku ingin melihat keadaanya apakan dia baik-baik saja apakah tak ada yang terjadi padanya"
"Ya mungkin sudah ada dalam penjara, karena yang mengurus semua itu adalah anak buahku aku hanya menangkapnya saja dan melihatnya, benarkah dia Tamara dan benar saja dia Tamara. Apa kamu tidak bisa menghilangkan nama Tamara dalam pikiranmu itu dia sudah tidak mengganggu hidup kita lagi . Sudah lupakan dia dan jangan terus mengingatnya lagi dia sungguh sangat tidak berarti sekali "
"Aku hanya bertanya saja, aku hanya ingin tahu saja keadaannya itu saja. Ya siapa tahu aku bisa bertemu dengannya dan mengobrol sedikit-sedikit dengannya agar dia bisa berubah dan kembali menjadi Tamara seperti dulu, Tamara kecil yang selalu baik pada kita dan tak pernah seperti ini, kita sebagai teman harus menyadarkannya dan merubahnya menjadi lebih baik lagi kan "
"Jangan berharap lebih semua itu tidak akan pernah terjadi, orang jahat tidak akan pernah berubah sampai kapanpun dia akan terus seperti itu dia tidak akan pernah berubah, ingat itu tadi kamu jangan terlalu percaya dengan orang"
"Termasuk kamu juga sayang, apakah aku juga harus menerapkan itu pada kamu "
Daniel langsung diam kenapa dirinya Daniel lebih baik tidak menjawabnya daripada nanti akan panjang ceritanya, Daniel lebih baik bungkam daripada terus berbicara dan pada akhirnya dia yang disalahkan juga.
Istrinya ini pasti tak akan pernah mau mengalah kalau berdebat pasti ini sekali memang dan tak mau kalah, jadi Daniel lebih baik diam saja lah.
...----------------...
Valeria masih menatap mayat laki-laki itu dia bingung harus melakukan apa, kalau membuangnya apakah akan ketahuan Valeria salah seharusnya dia tadi tidak langsung gegabah membunuhnya seharusnya Valeria beritanya dulu pada Daniel apa yang harus dia lakukan setelah membunuh orang seperti ini, jadi pusing sendirikan jadi nya sekarang.
Valeria menatap ponselnya yang terus aja berdering, telepon dari keluarga laki-laki ini memang mereka ini sudah sangat dekat Valeria dengan ragu mengangkat teleponnya, lebih baik diangkat dulu daripada nanti jadi masalah kan ke depannya.
"Halo ada apa ya Bu. Apa ada yang bisa aku bantu, maaf aku tak mengangkatnya tadi aku sedang sibuk sekali hari ini dan tak bisa diganggu oleh siapapun.
"Apa kamu tahu di mana Dion, dia belum pulang biasanya kan dia bersama kamu Kamu mungkin tahu di mana Valeria dia atau mungkin ada meeting atau ada apa karena dia tidak memberitahu apa-apa. Mungkin kamu tahu sesuatu tentangnya, ibu sangat berharap lebih sama kamu, kamu tahu kan dimana anak ibu itu "
"Aku tidak tahu, aku dari tadi sibuk dengan pekerjaanku jadi aku tidak tahu dia pergi ke mana, mungkin dia pergi bersama temannya coba Ibu telepon temannya yang lain mungkin ada bersama dia. Aku tak mungkin kan setiap hari bersama Dion, aku kan bukan istrinya aku juga tak punya hubungan apa apa dengan Dion "
"Sudah ibu lakukan tapi mereka tidak tahu, mereka malah menyuruh ibu untuk menelponmu Valeria katanya Dion bersamamu saja seharian bahkan katanya ada seseorang yang melihat kalau tadi siang Dion sama kamu. Makanya Ibu disuruh telepon sama kamu, ibu sangat khawatir dengan keadaannya sampai sekarang dia belum pulang juga "
Valeria menelan ludahnya dengan sulit, ada yang melihatnya siapa itu apakah dia harus gagal sekarang apakah dia harus ditangkap dan dipenjara tidak tidak Valeria tidak mau hal itu terjadi, dia tidak mau dipenjara tiba-tiba seperti itu konyol sekali, baru saja membunuh satu orang maksudnya orang yang kedua sendirian tapi dia harus seperti ini. Harus apes.
"Mungkin dia salah orang. Mungkin emang perempuan lain mana mungkin aku, aku sedang sibuk tadi jadi aku tidak bisa makan siang dengan Dion, mungkin Dion mengajak perempuan lain Bu coba Ibu telepon lagi saja pada bosnya atau pada siapa gitu aku tidak tahu, aku benar-benar tidak tahu Bu jangan tanyakan padaku "
"Baiklah kalau kamu tidak tahu ibu juga tidak akan memaksa. Terima kasih ya kamu sudah memberitahu ibu"
"Iya sama-sama Bu nanti kalau aku bertemu dengan Dion aku akan memberitahunya aku juga ini baru pulang bekerja, jadi aku benar-benar tidak bertemu sama sekali dengannya hanya tadi saja saat dia akan mengajakku itupun hanya sebentar setelah itu aku tidak tahu apa-apa lagi "
Valeria mematikan sambungannya bagaimana ini, bagaimana kalau ketahuan tapi tidak jangan sampai semua ini ketahuan Valeria tidak mau sampai semuanya hancur terbongkar, dia sudah melakukan pembunuhan.
Dia sudah membunuhnya mana mungkin Dion akan hidup lagi, bagaimana ini Valeria sudah sangat pusing sekali dengan semua ini, ingin semuanya cepat-cepat selesai.
Valeria harus segera menemui Daniel, Valeria keluar lagi dari ruangan itu tidak lupa dia juga mengunci pintunya, tidak mungkin dia membiarkan pintu itu terbuka begitu saja dan nanti ada orang lain yang masuk.
Valeria akan menemui Daniel dan berbicara dengannya, Valeri harus minta bantuan padanya Valeria tidak bisa diam saja seperti ini dan membiarkan mayat itu busuk di sini dan nanti akan ada polisi yang mencarinya .
Apalagi sudah ada saksi mata yang melihat kalau lelaki ini tadi pergi bersamanya, bisa-bisanya dia menjadi tersangka utama dan semua ini kejadian ini akan ketahuan pasti Daniel punya solusi, Daniel pasti bisa membantunya untuk menguburkan orang ini dan juga punya nasehat untuknya nanti.
"Aku harus memberi alasan apa pada Vio nanti ya, sudahlah untuk hal itu nanti aku pikirkan saja. Lebih baik aku temui Daniel dulu saja daripada aku pusing seperti ini memikirkan bagaimana nanti caranya menguburkan orang ini, aku benar-benar awam dalam hal masalah ini aku juga gegabah tiba-tiba melakukan ini, aduh dasar aku ini ya "
Valeria yang sudah sampai di depan rumah Vio segera keluar dari dalam mobil semoga saja Vio sudah tidur sih, jadi tidak akan banyak pembicaraan yang mereka lakukan. Valeria ingin semua ini cepat selesai dia tidak mau sampai semuanya ditunda-tunda dan akan menjadi sebuah masalah dan boomerang untuknya kedepannya nanti.
__ADS_1
Valeria tak mau nama baiknya kotor hanya karena ulahnya yang ini, hidupnya harus selalu tenang dan bahagia tak banyak masalah. Valeria yakin semuanya akan baik-baik saja kalau sudah menemui Daniel yang jelas-jelas sudah ahli dan terbiasa dengan semua ini